Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

PPKM di Sanur Berjalan Kondusif, Warga Mulai Taati Prokes

BALIILU Tayang

:

de
Satgas Covid Kelurahan Sanur bersama Satgas Covid Desa Adat Sanur cek warga saat operasi prokes.

Denpasar, baliilu.com – Kegiatan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di lingkungan Kelurahan Sanur berjalan kondusif. Sudah banyak masyarakat yang sadar dan menaati protokol kesehatan dan jam operasional. Hal ini  disampaikan Lurah Sanur IB Raka Jinsu saat dikonfirmasi di Denpasar, Jumat (22/1).

“Selama PPKM di Kelurahan Sanur ini masyarakat sudah sadar akan pentingnya prokes dengan selalu menggunakan masker saat keluar rumah dan tidak melakukan kerumunan di satu tempat. Jadi selama PPKM ini di Kelurahan Sanur berjalan kondusif. Walaupun demikian kita tetap mengingatkan masyarakat dan selalu mengedukasi warga tentang pentingnya prokes, baik itu di luar rumah maupun di dalam rumah,” ungkap Jisnu.

Selain itu juga dilakukan sosialisasi dan pengecekan kepada masyarakat nonpermanen dan yang berkunjung ke lingkungan Kelurahan Sanur dengan selalu menerapkan protokol kesehatan yakni pengecekan suhu badan dan imbauan memakai masker.

Selama ini Kelurahan Sanur di dalam menerapkan pelaksanaan PPKM  menggunakan sistem 2 shift, yakni pagi dari pukul 08.00 s/d 15.00 Wita dan sore dari pukul 15.00 s/d 22.00 Wita dengan masing-masing 5 orang di setiap lingkungan.

“Saat PPKM ini kami juga membagikan masker kepada masyarakat di pasar sembari terus mengedukasi warga yang berbelanja untuk selalu menjaga jarak, menggunakan masker dengan benar dan mencuci tangan dengan rutin. Untuk itu kami harapkan dengan kegiatan ini dapat semakin meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 di Kota Denpasar dan khususnya di wilayah Kelurahan Sanur. Walaupun sebagian besar masyarakat kami telah menaati prokes dan mematuhi pemberlakuan jam malam, edukasi ini harus tetap mengingatkan masyakat tentang pentingnya kesehatan bersama,” ungkap Jisnu. (ays/eka)

Baca Juga  Tak Lagi Jadi Momok, Ny. Putri Koster Sosialisasikan Penanggulangan Rabies Berbasis Keluarga

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Pembudidaya Lokal Badung Kebagian Pasar, Hasil Ikan Diserap untuk 6.200 Paket Gemarikan

Published

on

By

Kepala Dinas Perikanan Badung Nyoman Suardana bersama pembudidaya lokal mengemas paket olahan ikan Gemarikan
KEMAS PAKET OLAHAN IKAN: Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, S.Sos., M.M. (kanan) bersama pembudidaya dan pengolah lokal saat mengemas paket olahan ikan. (Foto: Hms Diskominfo Badung)

Badung, baliilu.com – Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kabupaten Badung tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat. Program ini juga menjadi pasar bagi pembudidaya maupun pengolah ikan lokal.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, S.Sos., M.M., mengatakan bahan baku paket olahan ikan dalam program Gemarikan berasal dari pembudidaya dan pengolah lokal, yakni Kelompok Ikan Tunjung Putih yang juga berkolaborasi dengan kelompok pembudidaya di Kabupaten Badung guna pemenuhan bahan baku.

“Sehingga program ini juga turut mendukung sektor perikanan lokal,” katanya, Kamis (20/8/2026).

Paket Gemarikan tersebut berisi ikan nila, ikan lele, hingga abon tuna yang siap dikonsumsi. Hasil budidaya dan olahan masyarakat lokal tersebut kemudian disalurkan sebagai bagian dari program pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.

“Tahun ini, Pemkab Badung menargetkan penyaluran 2.000 paket olahan ikan untuk pencegahan stunting. Paket tersebut dibagikan dalam 10 tahap di 10 desa sasaran, dengan masing-masing desa mendapat 200 paket,”ujarnya.

“Secara khusus paket ini diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” sambung Suardana.

Selain itu, pihaknya juga rutin menyalurkan 350 paket olahan ikan setiap bulan. Sasarannya balita yang membutuhkan peningkatan status gizi atau berpotensi mengalami stunting.

“Jika digabung dengan berbagai kegiatan distribusi lainnya sepanjang 2026, total paket olahan ikan yang akan disalurkan kepada masyarakat Badung mencapai 6.200 paket,” jelasnya.

Dengan skema tersebut, Gemarikan tidak hanya menjadi program pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi hasil budidaya dan olahan ikan lokal untuk terserap. Pembudidaya dan pengolah ikan Badung pun ikut mendapat manfaat dari program pemerintah tersebut. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  FK Unud Sambut Kedatangan Tim Studi Banding FK Universitas Mulawarman
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tangani Kasus Kegawatdaruratan, Aplikasi Badung Sehat Disiagakan 24 jam

Published

on

By

Kepala Dinkes Badung Bagus Padma Puspita jelaskan layanan Aplikasi Badung Sehat yang siaga 24 jam
Kepala Dinkes Kabupaten Badung, Dr. dr. Bagus Padma Puspita, Sp.PD, MARS., FINASIM. (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Arus wisatawan mancanegara yang tinggi ke Badung mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Badung memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan, terutama dalam menangani kasus kegawatdaruratan. Melalui aplikasi Badung Sehat, layanan kesehatan disiagakan selama 24 jam bagi masyarakat maupun wisatawan. Bersamaan dengan itu, pembinaan dan pengawasan fasilitas kesehatan (faskes) digalakkan, termasuk menertibkan praktik medis tanpa izin di kawasan akomodasi wisata.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat Badung menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Badung, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui bandara tersebut mencapai 3.307.775 orang hingga Juli 2026.

Tingginya arus kunjungan tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan wisatawan maupun masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang cepat, aman, dan sesuai standar. Kesiapsiagaan layanan kesehatan juga menjadi bagian penting dalam mendukung pariwisata berkualitas, sebagaimana visi pembangunan Kabupaten Badung.

Kepala Dinkes Kabupaten Badung, Dr. dr. Bagus Padma Puspita, Sp.PD., MARS., FINASIM., mengatakan penguatan layanan kesehatan dilakukan sebagai upaya memberikan jaminan kesehatan dan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang berada di wilayah Badung.

“Kesehatan dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas utama kami. Sesuai visi Bapak Bupati mewujudkan pariwisata berkualitas, jadi tidak hanya bicara soal keindahan alam dan budaya, tetapi juga layanan kesehatan yang berstandar mutu baik sesuai kebutuhan masyarakat termasuk para wisatawan, seperti perlindungan medis yang andal, respons cepat emergency 24 jam serta profesional dan tentunya mempunyai izin sesuai regulasi. Kami tidak menoleransi praktik medis ilegal yang berisiko membahayakan keselamatan pasien dan tentunya juga tenaga medis tersebut,” ujar Bagus Padma saat diwawancarai di Puspem Mangupraja Mandala, Mengwi, Jumat (21/8).

Baca Juga  Tak Lagi Jadi Momok, Ny. Putri Koster Sosialisasikan Penanggulangan Rabies Berbasis Keluarga

Melalui sistem Badung Sehat, masyarakat dan wisatawan dapat mengakses berbagai layanan kesehatan, termasuk layanan kegawatdaruratan. Sistem tersebut didukung armada ambulans yang tersebar di 13 puskesmas dan terintegrasi dengan sistem respons internal tenaga medis serta petugas ambulans.

Integrasi sistem memungkinkan petugas mengarahkan armada terdekat ke lokasi kejadian sehingga waktu tanggap kegawatdaruratan dapat dipangkas. Jika sebelumnya waktu tanggap lebih dari 30 menit, kini rata-rata setiap kasus dapat ditekan menjadi sekitar 10-14 menit.

Selain layanan darurat, Badung Sehat menyediakan sejumlah fitur kesehatan lainnya, seperti telemedicine untuk konsultasi dokter, ambulans non-darurat, home care, informasi ketersediaan vaksin dan kebutuhan donor darah, pengaduan masyarakat, serta pemantauan wilayah terkait penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan rabies.

Bagus Padma mengatakan penguatan layanan digital tersebut berjalan beriringan dengan pengetatan pembinaan dan pengawasan terhadap faskes serta praktik pelayanan kesehatan. Pengawasan Dinkes Badung menyasar klinik yang tidak memiliki izin maupun praktik medis yang dilakukan di luar ketentuan regulasi yang berlaku.

Pengawasan juga menyasar layanan IV drip atau infus vitamin/terapi yang ditawarkan secara terselubung dan tidak dilakukan oleh faskes berizin. Termasuk praktik pelayanan kesehatan yang dilakukan warga negara asing (WNA) tanpa izin resmi untuk memberikan layanan medis.

Dinkes Badung mengimbau seluruh penyedia layanan kesehatan memastikan perizinan dan persyaratan pelayanan dipenuhi sebelum memberikan layanan kepada masyarakat maupun wisatawan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan pasien sekaligus memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara layanan kesehatan.

Di sisi lain, Dinkes Badung memperkuat pengendalian penyakit menular dan zoonosis. Cakupan vaksinasi rabies pada populasi anjing di Kabupaten Badung telah mencapai lebih dari 80 persen. Selain itu, rabies center telah berjalan di setiap puskesmas dan RS Daerah.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Dukung Program Chevening Scholarship Bersama British Embassy

Untuk kawasan wisata dengan potensi interaksi satwa, seperti Sangeh dan Uluwatu, disiapkan prosedur penanganan kasus gigitan satwa. Kasus yang terjadi diarahkan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi dan indikasi, termasuk pemberian Vaksin Antirabies (VAR) maupun Serum Antirabies (SAR) bila diperlukan.

Surveilans epidemiologi juga diperkuat untuk mengantisipasi penyakit menular, termasuk Legionella dan DBD, terutama di wilayah dengan aktivitas pariwisata yang tinggi.

Sementara untuk mencegah gangguan kesehatan pencernaan yang kerap disebut wisatawan sebagai Bali Belly, Dinkes Badung melakukan upaya dari hulu hingga hilir. Penanganan tidak hanya menyasar aspek lingkungan, tetapi juga keamanan pangan di kawasan pariwisata.

Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi dan pemeriksaan higiene, air bersih, sanitasi, serta keamanan pangan. Pengawasan dilakukan terhadap tempat pengolahan makanan, restoran, hotel hingga usaha kuliner skala mikro di kawasan wisata untuk memastikan memenuhi persyaratan kesehatan dan higiene sanitasi.

Pengelola vila, homestay, dan hostel juga diimbau mengarahkan wisatawan yang mengalami gangguan kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan resmi, seperti puskesmas, klinik maupun rumah sakit yang telah berizin.

Selain layanan kesehatan, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan, kritik, dan saran terkait pelayanan maupun penyelenggaraan pemerintahan melalui Kontak Bupati Badung di nomor 081-558-200-200. Layanan tersebut dapat diakses melalui WhatsApp.

Wisatawan maupun masyarakat yang membutuhkan layanan kegawatdaruratan kesehatan dapat menghubungi Safety Center Kesehatan Badung di nomor 081139919119. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Karya Kreatif Indonesia 2026: “Ngajegang lan Ngelestariang” Budaya Bali  

Published

on

By

Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti dan Ketua Dekranas Selvi Gibran buka Karya Kreatif Indonesia 2026 di JICC Jakarta
BUKA KKI 2026: Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming membuka Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai bentuk komitmen mengembangkan UMKM untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan NTT yang terdampak bencana alam yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta. (Foto: Hms BI Bali)

Jakarta, baliilu.com – Bank Indonesia menyelenggarakan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai bentuk komitmen mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. KKI tahun ini mengangkat semangat Beudaya Meusare Sare dari Aceh, yang bermakna Berdaya, Bersama-sama.

Gelaran ini juga menjadi bentuk upaya mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam. Gelaran Bank Indonesia yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta ini dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming.

Turut hadir dalam momen tersebut Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, dan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.

Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, Bank Indonesia menyelenggarakan KKI 2026 bersinergi dengan 27 Kementerian dan Lembaga serta 34 mitra strategis. KKI 2026 menjadi wadah sinergi lintas sektor untuk memperkuat daya saing, akses pembiayaan, digitalisasi, dan perluasan akses pasar UMKM. Kegiatan ini turut didukung dan dihadiri oleh duta besar negara sahabat, perwakilan Kementerian/Lembaga terkait, asosiasi, perbankan, dan para pelaku usaha.

“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujar Destry Damayanti, saat membuka KKI 2026.

Baca Juga  Tak Lagi Jadi Momok, Ny. Putri Koster Sosialisasikan Penanggulangan Rabies Berbasis Keluarga

Dapat disampaikan, perekonomian Bali pada triwulan II 2026 menunjukkan kinerja yang tetap kuat dengan pertumbuhan sebesar 5,78% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,58% (yoy), serta lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29% (yoy). Di tengah pertumbuhan tersebut, inflasi Provinsi Bali pada Juni 2026 tetap terkendali sebesar 3,27% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,34% (yoy). Capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Kementerian/Lembaga, asosiasi, pelaku usaha, dan UMKM.

Sejalan dengan upaya tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali turut mendukung Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai langkah strategis untuk mendorong pengembangan UMKM yang berkelanjutan, berdaya saing, serta berbasis kekayaan budaya Nusantara, khususnya melalui pengembangan wastra dan kerajinan. Kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari bertempat di JICC ini diikuti lebih dari 550 UMKM, sementara pameran daring melalui platform digital www.karyakreatifindonesia.co.id melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

Pada KKI 2026, UMKM binaan/mitra Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berpartisipasi melalui berbagai kategori, meliputi 5 UMKM wastra, 2 UMKM jewelry, 1 UMKM aksesoris, 1 desa wisata, serta 5 UMKM makanan dan minuman olahan melalui sistem toko retail. Selain itu, Fortuna Songket Sidemen turut berpartisipasi dalam Hall of Inspiration (HoI) dengan produk Songket Bali, sementara produk Akasa Coffee, Padma Herbal, dan Rotenbi menjadi bagian dari Bingkisan Nusantara sebagai souvenir KKI.

Secara keseluruhan, sebanyak 45 UMKM binaan/mitra Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berpartisipasi secara online melalui website KKI dan 18 UMKM mengikuti Business Matching dengan sistem hybrid. Dalam KKI 2026 tersebut, perwakilan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali juga berpartisipasi dalam program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu Bank Indonesia 2026 berupa keikutsertaan barista dan UMKM dari Provinsi Bali dalam Championship Pejuang Kopi Nusantara (CANGKIR) Barista dan Championship Inovasi Wastra Nusantara (CITRA NUSA). Ke depan, partisipasi ini diharapkan semakin memperluas akses pasar, memperkuat jejaring bisnis, serta meningkatkan daya saing produk UMKM Bali di tingkat nasional maupun global. (gs/bi)

Baca Juga  Lewat Manajemen Tatakelola Digitalisasi, Paslon AMERTA akan Tingkatkan PAD Kota Denpasar

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca