Denpasar, baliilu.com – Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana menggelar hari puncak Inauguration Day of English Department (INDEED) pada Sabtu, 12 Februari 2022 di Auditorium Widya Sabha Mandala Prof. Dr. Ida Bagus Mantra Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Jumlah peserta dari INDEED tahun ini adalah 201 orang.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Budaya Unud, Dr. Dra. Ni Made Suryati, M.Hum, Koordinator Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya, Dr. I Wayan Mulyawan, S.S., M.Hum., Pembina Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, I Gusti Ngurah Parthama, S.S.,M.Hum.
Turut pula hadir ketua organisasi mahasiswa seperti Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, dan Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana.
Agenda diawali dengan laporan oleh ketua panitia, lalu dilanjutkan dengan sambutan yang dilakukan oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, Koordinator Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya, dan Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Budaya yang dilanjutkan dengan pembukaan acara secara resmi ditandai dengan pemukulan gong dan pemasangan nametag kepada korti angkatan 2021.
Kegiatan yang dilakukan pada acara INDEED 2022. (Foto: Ist)
Inauguration Day of English Department Students merupakan salah satu program kerja dari Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris yang diadakan setiap tahun. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan Program Studi Sastra Inggris kepada mahasiswa baru, memperkenalkan Himpunan Mahasiswa, menumbuhkan semangat kekeluargaan, toleransi, serta solidaritas, dan melantik mahasiswa baru Sastra Inggris.
Tahun ini INDEED mengambil tema ‘INDELIBLE’ (Insight, Dedication, and Impeccable), dengan sub-tema ‘Becoming a Dedicated Agent of Change with Remarkable Insight through Inauguration Day of English Department Student.” Tema ini diangkat atas dasar keinginan untuk menciptakan masa orientasi yang mampu memantik semangat dan dedikasi generasi muda. Lebih jauh harapannya adalah untuk memberikan wawasan baru sehingga dapat memberikan manfaat pada diri sendiri dan orang lain.
INDEED 2022 mengambil konsep hybrid, dimana terdapat perwakilan peserta dari masing-masing kelompok yang datang ke lokasi acara berlangsung dan sebagian yang lainnya menghadiri rangkaian acara secara daring.
Adapun rangkaian acara INDEED 2022 di antaranya adalah pertemuan peserta yang telah diadakan pada 15 Januari 2022, pelaksanaan program 4P (pembersihan, penanaman, pengadaan, dan pengajaran) diadakan pada 5 Februari 2022. Untuk pembersihan, penanaman, dan pengadaan telah diadakan di Pura Kahyangan Jagat Bukit Dharma Durga Kutri yang terletak di Desa Buruan, Gianyar.
Sedangkan untuk pengajaran dilakukan secara simbolis kepada SDN 3 Buruan dikarenakan surat edaran terkait kembali melonjaknya kasus Covid-19 di Bali sehingga kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring. INDEED 2022 juga turut mengadakan ramah tamah bersama bendesa adat dan I Made Irawan sebagai pembicara dimana kegiatan ini membahas tentang sejarah atau asal-usul dari Pura Kahyangan Jagat Bukit Dharma Durga Kutri.
Pada puncak acara diisi dengan berbagai kegiatan di antaranya pemaparan materi oleh Koordinator Program Studi Sastra Inggris, talkshow Ketua HMPSSI, penayangan tiga video inaugurasi terbaik, ramah tamah, pemutaran hasil dokumentasi 4P, video perkenalan panitia, penyerahan tugas angkatan, dan pengumuman juara-juara terbaik. Sampailah INDEED 2022 di agenda acara terakhir, yaitu penutupan. Penutupan dilakukan oleh Pembina Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris yang ditandai dengan pemukulan gong dan pelepasn nametag korti angkatan 2021. Sumber: www.unud.ac.id(gs/bi)
MENYAPA SISWA: Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat menyapa siswa-siswi SD 9 Kesiman, dalam kegiatan literasi pengelolaan sampah berbasis sumber yang dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan kanker sejak dini, Selasa (26/5). (Foto: Hms Dps)
Denpasar, baliilu.com – Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyapa siswa-siswi SD 9 Kesiman, dalam kegiatan literasi pengelolaan sampah berbasis sumber yang dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan kanker sejak dini, Selasa (26/5).
Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan pengelolaan sampah kepada siswa sekolah serta untuk menumbuhkan budaya kebersihan dan mengajarkan siswa tentang pentingnya mengelola sampah secara bijak dan ramah lingkungan.
Dalam arahannya di depan para siswa-siswi, Sagung Antari yang didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana, dan jajaran kecamatan Denpasar Timur, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah berbasis sumber hendaknya dijadikan kebiasaan baik yang diterapkan sejak dini.
“Anak-anakku, mulailah kebiasaan baik memilah sampah sejak dini. Tidak hanya di lingkungan sekolah saja, namun juga di lingkungan rumah. Bunda mengajak kalian semua untuk menerapkan kebiasaan ini setiap hari,” kata Sagung Antari.
Tidak hanya berbicara seputar pengelolaan sampah berbasis sumber saja, selebihnya Sagung Antari juga mengajak para siswa-siswi untuk mulai menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi. Memulai hidup sehat dengan rajin berolahraga, berpakaian rapi dan sopan, mengurangi penggunaan gadget, serta menghindari merokok baik rokok konvensional maupun rokok elektrik juga menjadi pesan yang disampaikan Sagung Antari kepada para siswa-siswi.
Sementara itu, Kepala SD 9 Kesiman, I Putu Agus Sucipta Ariawan menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan sosialisasi yang dilaksanakan di sekolahnya. Pihaknya menjelaskan, siswa-siswi SD 9 Kesiman sendiri telah mulai menerapkan pemilahan sampah berbasis sumber.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bunda Literasi Kota Denpasar. Semoga dengan kunjungan ini, akan menambah semangat siswa-siswi kami,” katanya. (eka/bi)
BERTEMU: Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat dan Gubernur Bali Wayan Koster bertemu di kantor KLH Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026. (Foto: Hms Pemprov Bali)
Jakarta, baliilu.com – Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat dan Gubernur Bali Wayan Koster bertemu di kantor KLH Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026. Pertemuan kedua figur alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini guna membahas sejumlah langkah strategis penyelesaian persoalan sampah di Pulau Dewata.
Usai pertemuan, Gubernur Koster menjelaskan, bersama Menteri LH membahas penanganan sampah di Bali termasuk rencana pembangunan PSEL (Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik) di Denpasar Raya.
“Pak Menteri LH komitmen, Provinsi Bali menjadi prioritas penyelesaian masalah sampah terlebih karena Bali merupakan destinasi wisata utama dunia,” kata Gubernur Koster.
Gubernur Bali dua periode ini mengatakan, Menteri LH sangat mendukung langkah-langkah strategis penanganan sampah yang telah dilaksanakan Gubernur Bali dan jajarannya di Bali mulai dari hulu hingga hilir.
Koster juga mengatakan, Menteri LH akan datang ke Bali 9 Juni 2026. Menteri akan melakukan rapat koordinasi dengan Gubernur dan Walikota/Bupati beserta jajaran terkait dalam penanganan sampah. Termasuk membahas terkait TPA Suwung dan pengolahan sampah menjadi energi listrik/PSEL.
“Nanti Pak Menteri juga akan meninjau lapangan ke TPA Suwung dan lokasi PSEL pada lahan Pelindo di Benoa,” kata Koster.
Gubernur Koster dan Menteri Jumhur Hidayat memiliki kedekatan emosional karena almamater ITB. Kedekatan ini memudahkan kedua sosok terbaik tanah air ini dalam menyamakan persepsi kebijakan dan upaya nyata yang harus segera dilaksanakan untuk menuntaskan penyelesaian masalah sampah di Bali.
Sejumlah regulasi dan langkah nyata strategis terkait pengelolaan sampah di Bali telah dijalankan Gubernur Koster dan jajarannya. Seperti aplikasi regulasi Pergub Bali No. 97 Tahun 2018 (Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai), Pergub Bali No. 47 Tahun 2019 (Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber) dan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 09 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah. Pengelolaan sampah berbasis sumber merupakan jargon pengelolaan sampah di Bali karena bisa mengurangi volume sampah organik ke TPA Suwung. Sehingga, saat PSEL beroperasi akan mendapat suplai sampah anorganik dan residu yang berkualitas tanpa bercampur sampah organik. (gs/bi)
RAKER GABUNGAN: Rapat kerja gabungan Komisi I, II, dan III DPRD Kabupaten Badung dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara bersama Ketua Komisi II I Made Sada dan Ketua Komisi III I Made Ponda Wirawan bersama sejumlah OPD terkait persetujuan hibah tanah untuk Pura Dalem Gulingan Gede, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi di Ruang Gosana II Lantai II Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Selasa, 26 Mei 2026. (Foto: bi)
Badung, baliilu.com – Gabungan Komisi I, II, dan III DPRD Kabupaten Badung menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait persetujuan hibah tanah untuk Pura Dalem Gulingan Gede, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi di Ruang Gosana II Lantai II Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Selasa, 26 Mei 2026.
Raker Gabungan DPRD Badung membahas tindak lanjut permohonan hibah tanah yang diajukan pengempon Pura Dalem Gulingan Gede.
Sejumlah OPD yang hadir dalam Raker Gabungan DPRD Badung meliputi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Badung, Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Badung, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Bagian Hukum hingga Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Badung.
Raker Komisi I, II dan III DPRD Badung dipimpin Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara bersama Ketua Komisi II I Made Sada dan Ketua Komisi III I Made Ponda Wirawan serta dihadiri sejumlah Anggota DPRD Badung.
Agenda ini merupakan tindak lanjut surat dari Kepala BPKAD Kabupaten Badung tertanggal 18 Mei 2026 terkait permohonan persetujuan hibah tanah.
Dalam Raker tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara menyatakan persetujuan terhadap proses hibah tanah antara Desa Adat dan Pemerintah Kabupaten Badung karena dinilai telah memenuhi mekanisme hukum dan aturan yang berlaku.
Lanang Umbara menjelaskan, sebelumnya telah terjadi kesepakatan lisan antara Pemda Badung melalui DLHK Badung dengan pengempon Pura Dalem Gulingan Gede mengenai pertukaran lahan.
“Kita telah memberikan persetujuan terkait permohonan pengempon Pura Dalem Gulingan Gede perihal hibah menghibahkan tanah tersebut. Kenapa kita menyetujui dan merekomendasikan persetujuan tersebut, karena dari mekanisme hukum dan aturan sudah sesuai. Nantinya, Desa Adat menghibahkan tanah 24 are ke Pemda Badung dan Pemda Badung menghibahkan 45 are ke Desa Adat,” kata Lanang Umbara.
Lanang Umbara menyebutkan, tanah aset pelaba pura seluas 24 are saat ini telah digunakan sebagai kantor UPT DLHK Mengwi. Sebagai pengganti, Pemkab Badung akan menghibahkan lahan seluas 45 are yang berada di Munduk Suka Jiwa, Subak Dalem, Mengwi.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Badung I Made Rai Wirata mengatakan proses hibah tersebut perlu segera mendapatkan legalitas hukum agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Untuk itu, kami mohon rekomendasi kepada DPRD Badung agar ini sah secara hukum,” pungkasnya. (gs/bi)