Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Program Pendidikan Gubernur Koster Diapresiasi Hadirkan Pembangunan Sekolah Baru, Bantuan Pendidikan ke Siswa dan Mahasiswa Miskin

Gubernur Koster Lestarikan Budaya Bali dari Pendidikan Melalui Inovasi
Keyboard Aksara Bali

Loading

BALIILU Tayang

:

Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar, Dr. Drs. I Made Sukamerta., M.Pd. bersama Mantan Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. dan Penyuluh Bahasa Bali, I Wayan Suarmaja. (Foto kolase: ist)

Denpasar, baliilu.com – Kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru dengan memiliki 5 Program Prioritas Pemerintah Provinsi Bali yang salah satunya mencakup bidang Pendidikan mendapatkan apresiasi dan diharapkan terus berlanjut untuk meningkatkan mutu pendidikan di Bali serta mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) Bali Unggul.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar, Dr. Drs. I Made Sukamerta., M.Pd pada, Senin (1/5). Menurutnya, di Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Mei merupakan momentum bagi bangsa ini untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan bagi semua generasi muda bangsa. Khusus untuk Provinsi Bali, di era kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster program pendidikan sudah dijalankan yang salah satunya dengan melakukan pemerataan pendidikan. Hal itu terlihat dalam program Pembangunan Unit Sekolah Baru yang mencapai 17 Sekolah SMA/K Negeri. (Menurut data Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, 17 Sekolah Baru yang dibangun di era kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster tersebar di 5 Kabupaten dan 1 Kota di Bali, yaitu : 1) Kabupaten Badung meliputi SMAN 2 Kuta Utara, SMAN 3 Kuta Selatan (2023), SMAN 3 Mengwi (2023), SMKN 2 Kuta Selatan (2023), dan SMKN 1 Mengwi (2023); 2) Kabupaten Jembrana meliputi SMAN 3 Negara; 3) Kabupaten Buleleng meliputi SMKN 1 Banjar (2023); 4) Kabupaten Karangasem meliputi SMAN 1 Abang dan SMKN 2 Kubu; 5) Kabupaten Gianyar meliputi SMAN 2 Gianyar dan SMAN 2 Sukawati (2023). Sedangkan Kota Denpasar meliputi SMAN 9 Denpasar, SMAN 10 Denpasar, SMAN 11 Denpasar, SMKN 6 Denpasar, SMAN 12 Denpasar (2023), dan SMKN 7 Denpasar (2023), red).

Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar, Dr. Drs. I Made Sukamerta., M.Pd. (Foto: ist)

Kata Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar bahwa pendirian 17 SMA/SMK baru di Bali pada tahun 2022 dan berlanjut di tahun 2023 merupakan salah satu solusi yang bisa ditawarkan untuk mengatasi penyebaran akses pendidikan yang belum merata dan untuk memenuhi kuota pendidikan yang masih penuh. Sehingga program yang dijalankan Gubernur Wayan Koster ini dapat meningkatkan akses pendidikan yang
terjangkau, khususnya bagi masyarakat Bali yang masih membutuhkan.

Baca Juga  Seluruh Fraksi DPRD Bali Apresiasi Raperda Tata Kelola Usaha Pariwisata Berkualitas, Pajak Daerah dan Retribusi

“Di samping itu, Saya berharap Pemerintah Provinsi Bali tetap mengawal SMA/SMK yang ada untuk selalu ditingkatkan kualitas sekolahnya, sehingga nantinya menghasilkan lulusan yang mumpuni secara pengetahuan dan keterampilan,” ujarnya.

Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar, Dr. Drs. I Made Sukamerta juga mengatakan, Kami di Perguruan Tinggi menyambut baik dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kebijakan Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster di dalam menyiapkan akses pendidikan kepada generasi muda Bali baik pada tingkat pendidikan menengah maupun tinggi seperti memberikan bantuan biaya pendidikan dan perlengkapan siswa kepada 10.000 siswa miskin/sangat miskin dan bantuan biaya pendidikan kepada 500 mahasiswa miskin di seluruh Bali dengan anggaran mencapai Rp. 21,2 miliar. “Bali untuk bisa maju, harus mempunyai SDM yang mampu berkontribusi dalam berbagai perspektif keilmuan. Kebijakan ini merupakan awal yang sangat bagus,” kata Dr. Sukamerta.

Di tengah perkembangan jaman, Gubernur Bali Wayan Koster juga menginovasikan pendidikan di Bali dengan melakukan penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali yang salah satunya memberlakukan program keyboard Aksara Bali.

“Kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang ini sangat mendukung eksistensi Bahasa Bali ke depan, maka dari itu diharapkan Bahasa Bali dapat bertahan. Perkembangan teknologi juga memberikan implikasi pada eksistensi Bahasa Bali dan kebijakan untuk memasukkan keyboard Aksara Bali merupakan salah satu langkah yang inovatif untuk menyentuh generasi muda dan semakin mendekatkan mereka dengan penggunaan Bahasa Bali,” terangnya seraya berharap di dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional, Saya berharap institusi pendidikan baik itu negeri maupun swasta agar terus menjaga kualitas proses pembelajaran pada institusi masing-masing, sehingga kita dapat memberikan kontribusi dengan lebih optimal dalam mencerdaskan generasi muda di Bali.

Baca Juga  Gubernur Wayan Koster Tinjau Pelabuhan Sampalan dan Bias Munjul di Nusa Penida
Mantan Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. (Foto: ist)

Sementara mantan Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si menyatakan Gubernur Wayan Koster adalah satu-satunya Gubernur yang hebat. Koster sebagai Gubernur Bali memiliki program monumental dan menjadi pioner di bidang pendidikan.

Hal itu dilakukannya tidak saja saat pandemi Covid-19 dengan menyerahkan Bantuan Sosial Tunai (BST) Perguruan Tinggi, namun dalam pembangunan pendidikan juga dilakukan dengan 3 dasar fundamental untuk memajukan pendidikan di era kekinian yang Saya sebut dengan DOA yaitu Dana, Orang, dan Alat/Infrastruktur untuk meningkatkan kualitas SDM Bali baik secara kuantitas maupun kualitas.

DOA ini disiapkan secara matang, yang salah satunya dengan membangun 17 Sekolah Baru di Bali. Ketika Pemerintah Provinsi Bali sudah membangun sekolah baru, khususnya SMK Negeri, Prof. Dasi dalam kesempatannya memberikan perhatian serius agar Guru di SMK memiliki kecakapan di bidang profesionalismenya masing – masing atau disebut dengan Guru Produktif untuk meningkatkan tamatan SMK yang memiliki keahlian dari pada SMA.

Prof. I Nengah Dasi Astawa memberikan apresiasi terhadap program keyboard Aksara Bali yang sudah masuk ke sekolah. “Program digitalisasi Aksara Bali sangat bagus juga dilakukan oleh Gubernur Wayan Koster di dunia pendidikan untuk memuliakan peradaban,” katanya.

Namun demikian, Direktur Politeknik elBajo Commodus Periode 2022/2026 ini menegaskan program Aksara Bali di tingkat sekolah harus berjalan secara continue. Jangan sampai setelah kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster berikutnya program Aksara Bali yang bagus ini hilang, karena itu Prof. Dasi mensupport Pemerintah Provinsi Bali memiliki blue print yang jelas dari jangka waktu 5 tahun, 20 tahun, 50 tahun bahkan 100 tahun tentang hal – hal pembangunan yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat di Bali.

Baca Juga  <strong>Ketua PC KMHDI Badung Apresiasi Gubernur Koster Rancang Haluan Pembangunan Bali</strong>

Di akhir pandangannya, Prof. Dasi Astawa menyampaikan perhatian kita terhadap dunia pendidikan di Bali tidak saja harus dilakukan oleh Pemerintah, namun Saya mengajak orang kaya di Bali untuk berkolaborasi membiayai bidang pendidikan untuk siswa miskin dan mahasiswa yang mengalami keterbatasan ekonomi melalui sebuah Yayasan atau Badan Dana Abadi Pendidikan yang hidup bertahun-tahun untuk mensupport orang kurang mampu, orang pinter untuk berpendidikan dari SMP ke SMA, dari SMA ke perguruan tinggi atau world class university di dunia.

Penyuluh Bahasa Bali, I Wayan Suarmaja. (Foto: ist)

Penyuluh Bahasa Bali, I Wayan Suarmaja menyatakan program keyboard Aksara Bali yang digagas Gubernur Bali Wayan Koster ini
sangat baik untuk pembelajaran. Dimana Pak Gubernur di dunia pendidikan telah menghadirkan materi pembelajaran yang lebih menarik dan tidak monoton dari sebelumnya. Program keyboard Aksara Bali juga sebagai bukti bahwa Aksara Bali di era sekarang masih hidup dan mengikuti perkembangan jaman. Sehingga dengan adanya keyboard Aksara Bali akan memudahkan generasi muda kita, dan masyarakat untuk belajar Aksara Bali.

“Di samping bisa belajar Aksara Bali, generasi
muda di Bali juga diajak untuk menguasai pasang Aksara Bali di sekolah. Dikarenakan menggunakan keyboard ini tidak serta merta bisa benar mengetikkan kata, tetapi harus paham pasang Aksara Bali, jadi dengan keyboard ini sangat tepat untuk pembelajaran aksara Bali di kalangan pelajar. Belajar Aksara Bali sejak dini sangat baik sebagai usaha untuk menjaga dan melestarikan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, selain dapat membentuk karakter manusia Bali, dikarenakan banyak tuntunan dari pembelajaran tersebut. Contohnya satua Bali banyak ajaran-ajaran etika di dalamnya, tata bahasa, dan yang lainnya. Menulis Aksara Bali juga bagian dari belajar berkreativitas, seni dan keterampilan,” tutupnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Dispar Denpasar Gelar FKP, Perkuat Layanan Pariwisata Berbasis Budaya dan Ekraf

Published

on

By

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Ni Luh Putu Riyastiti menghadiri Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 yang digelar secara daring, Kamis (10/9).
FKP: Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti (kiri) saat menghadiri Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 yang digelar secara daring, Kamis (10/9). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Pariwisata Kota Denpasar terus memperkuat kualitas pelayanan publik di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 yang digelar secara daring, Kamis (10/9). Kegiatan ini diikuti OPD, camat, desa/lurah se-Kota Denpasar, Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar, unsur pelaku industri pariwisata dan ekraf, Forum Desa Wisata dan Pokdarwis, unsur universitas/Perguruan Tinggi, unsur media, dan institusi terkait lainnya. FKP ini diselenggarakan sebagai ruang untuk menyerap aspirasi/masukan sekaligus mengevaluasi dan menyempurnakan layanan kepada masyarakat dan wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, mengatakan FKP menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Selain menyerap aspirasi, forum ini juga menjadi ruang untuk membahas penerapan, dampak, serta evaluasi kebijakan pelayanan publik di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Pariwisata Denpasar tidak hanya berbicara mengenai kunjungan wisatawan, tetapi juga bagaimana pelayanan publik mampu memberikan pengalaman yang baik, memperkuat budaya, membuka ruang bagi ekonomi kreatif, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, masukan dari FKP menjadi bagian penting dalam perbaikan pelayanan kami,” ujar Riyastiti.

Riyastiti menjelaskan, pembangunan pariwisata Kota Denpasar diarahkan sesuai visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju Berlandaskan Nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dengan menekankan peningkatan kemakmuran masyarakat, kualitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi berlandaskan Tri Hita Karana.

Dalam FKP tersebut, sejumlah layanan publik menjadi perhatian, di antaranya penyewaan tempat di Dharma Negara Alaya (DNA), layanan angkutan tradisional Dokar Hias, serta layanan informasi pariwisata dan ekonomi kreatif. DNA diarahkan sebagai ruang pengembangan ekosistem ekonomi kreatif melalui diskusi, pameran, workshop, dan kegiatan berbasis budaya.

Baca Juga  Pesan Tegas Gubernur Koster di Jambore Pramuka Bali 2025: Pramuka Jadi Benteng Karakter Generasi Muda Bali dari Bahaya Judi Online dan Budaya Asing

Sementara itu layanan Dokar Hias dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata Denpasar Heritage City Tour. Sebanyak delapan unit dokar melayani rute sejumlah kawasan heritage, seperti Pasar Badung, Jalan Gajah Mada, Puri Pemecutan, Lapangan Puputan Badung, Pura Agung Jagatnatha, Museum Bali dan sejumlah titik heritage lainnya. Layanan ini dapat dinikmati secara gratis setiap Sabtu dan Minggu dengan durasi sekitar 30 menit untuk satu perjalanan.

Berdasarkan data yang dipaparkan, kunjungan wisatawan ke Kota Denpasar sepanjang 2025 mencapai 2.051.927 kunjungan, terdiri atas 558.521 wisatawan mancanegara dan 1.493.406 wisatawan domestik. Rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara tercatat lima hari, sedangkan wisatawan domestik empat hari. Data tersebut menjadi salah satu dasar dalam pengembangan destinasi, pemasaran, ekonomi kreatif, serta peningkatan kualitas pelayanan.

Komitmen peningkatan pelayanan juga tercermin dari hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Dinas Pariwisata Kota Denpasar yang terus menunjukkan tren positif. Nilainya meningkat dari 88,53 pada 2023 menjadi 88,76 pada 2024 dan 89,72 pada 2025, seluruhnya berada dalam kategori sangat baik.

“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan perbaikan. Semakin tinggi kepuasan masyarakat, semakin besar pula tuntutan untuk menjaga kualitas dan menghadirkan inovasi pelayanan yang lebih baik, mudah, cepat dan transparan,” jelasnya.

Lebih lanjut, berbagai program terus dikembangkan untuk memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif, mulai dari promosi dan pemasaran melalui Sales Mission, Table Top, BBTF, Jakarta Kreatif Expo, Gathering Pariwisata, Denpasar Festival, Sanur Village Festival hingga D’Youth Festival.

Penguatan SDM dan pelaku usaha juga dilakukan melalui pembinaan usaha pariwisata, pelatihan pengelolaan destinasi, sertifikasi kompetensi tenaga kerja hotel dan restoran, pembinaan Pokdarwis, BKRAF Academy, fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), pendataan infrastruktur penunjang ekonomi kreatif serta pemberian insentif bagi pelaku usaha ekonomi kreatif.

Baca Juga  Gubernur Koster Usulkan 10 Program Infrastruktur Prioritas 2023 di Musrenbang Penyusunan RKPD Semesta Berencana Provinsi Bali

Berbagai kegiatan kreatif seperti D’Youth Festival, Gathering Ekraf, Kreazine Denpasar dan creative event lainnya turut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat posisi Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya.

Riyastiti menegaskan, ke depan pihaknya akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku pariwisata, komunitas kreatif dan berbagai pemangku kepentingan.

“Kita ingin pariwisata Denpasar tumbuh secara berkualitas, berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Budaya menjadi kekuatan, ekonomi kreatif menjadi penggerak, sementara pelayanan publik menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan masyarakat dan wisatawan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Kota Denpasar, A.A. Amerta Jaya, menyambut baik pelaksanaan FKP tersebut. Menurutnya, pengembangan pariwisata Denpasar perlu terus diarahkan pada pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, tidak hanya dari sisi jumlah kunjungan, tetapi juga pengalaman wisata yang nyaman, aman, bersih dan menarik.

“Penguatan kebersihan, kualitas penerangan publik, peningkatan kompetensi SDM, serta penataan dan pemeliharaan bangunan menjadi bagian penting dalam membangun citra destinasi. Hal ini perlu dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi pemerintah, pelaku pariwisata, masyarakat dan dunia usaha,” pungkasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Rapat Paripurna, Pemkab Tabanan Sampaikan Tanggapan atas PU Fraksi DPRD terhadap Lima Ranperda

Published

on

By

Wabup Dirga Sampaikan Jawaban Bupati atas Lima Ranperda
RAPAT PARIPURNA: Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, mewakili Bupati Tabanan saat menghadiri Rapat Paripurna dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Pidato Pengantar Bupati sekaligus Tanggapan/Jawaban Bupati terhadap pandangan umum tersebut, yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Tabanan, Kamis (9/10). (Foto: Hms Tbn)  

Tabanan, baliilu.com – Memasuki tahapan lanjutan pembahasan lima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan tanggapan dan jawaban atas berbagai pandangan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Tabanan dalam Rapat Paripurna DPRD.

Jawaban Bupati Tabanan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, mewakili Bupati Tabanan dalam Rapat Paripurna dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Pidato Pengantar Bupati sekaligus Tanggapan/Jawaban Bupati terhadap pandangan umum tersebut, yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Tabanan, Kamis (9/10).

Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, dan diikuti oleh jajaran Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, Sekda dan Asisten Setda Kabupaten Tabanan, Pimpinan Perangkat Daerah terkait, Pimpinan instansi vertikal, para Camat se-Kabupaten Tabanan, serta undangan terkait lainnya. Penyampaian tanggapan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembahasan lima Ranperda yang sebelumnya telah disampaikan melalui Pidato Pengantar Bupati pada Rapat Paripurna tanggal 9 September 2026.

Dalam penyampaian tanggapan Bupati yang disampaikan oleh Wabup Dirga, Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh fraksi DPRD yang telah menyampaikan pandangan umum terhadap lima Ranperda. Lima Ranperda tersebut disusun sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menyiapkan landasan hukum yang jelas dan pasti, khususnya dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan daerah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Untuk mewujudkan tatanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani.

“Pada prinsipnya kami sependapat dengan pemandangan dewan, di tengah kondisi perekonomian saat ini Pemerintah Kabupaten Tabanan terus berupaya melakukan penyesuaian terhadap postur pendapatan, belanja, maupun pembiayaan daerah agar pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan dapat berjalan secara optimal serta tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat, peningkatan kesejahteraan, pemerataan pembangunan, serta pencapaian target daerah secara terukur,” tegasnya.

Baca Juga  Gubernur Bali Ajukan Raperda Bale Kertha Adhyaksa, Perkuat Penyelesaian Sengketa secara Restoratif di Desa Adat

Terkait penyertaan modal pada PT Jamkrida Bali Mandara, kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat rasio penjaminan sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi usaha rakyat. Sedangkan penyertaan modal pada Perumda Sanjaya Singasana diarahkan untuk memperkuat struktur dan keuangan perusahaan agar mampu menggerakkan perekonomian daerah serta memberikan kontribusi PAD secara berkelanjutan.

“Penyertaan modal pada PT Jamkrida Bali Mandara bertujuan untuk memperkuat rasio penjaminan dan memperkuat akses pembiayaan bagi usaha rakyat, dan Penyertaan Modal Daerah pada Perumda Sanjaya Singasana untuk memperkuat struktur dan keuangan Perumda supaya menggerakkan ekonomi daerah,” lanjutnya.

Sementara itu, Ranperda tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan diarahkan untuk melindungi lahan pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Adapun Ranperda tentang Penyelenggaraan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu ditujukan untuk menciptakan tata kelola utilitas yang lebih tertib, aman, dan terintegrasi.

“Perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan bertujuan melindungi lahan pertanian untuk meningkatkan ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani,” paparnya.

Menutup penyampaiannya, Wabup Dirga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pimpinan serta seluruh fraksi DPRD Kabupaten Tabanan atas pandangan dan masukan yang telah diberikan. Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap pembahasan kelima Ranperda dapat terus berjalan secara konstruktif melalui sinergi dan koordinasi antara eksekutif dan legislatif, sehingga seluruh Ranperda dapat diselesaikan sesuai tahapan dan mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Tabanan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkab Badung Raih Apresiasi Daerah Peduli Akses dan Infrastruktur Pendidikan

Published

on

By

Pemkab Badung Terima Penghargaan Pendidikan di HUT Kompas TV
TERIMA PENGHARGAAN: Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyerahkan penghargaan Daerah Peduli Akses dan Infrastruktur Pendidikan kepada Bupati Badung yang diwakili Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Badung I Kadek Edi Putrana, S.Kom, MAP, pada Malam Puncak Perayaan HUT ke-15 Kompas TV di Birawa Assemblay Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (9/9). (Foto: Hms Badung)

Jakarta, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Badung menorehkan prestasi di tingkat nasional, dengan meraih “Apresiasi Daerah Peduli Akses dan Infrastruktur Pendidikan” pada Malam Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Kompas TV yang mengusung tema “Indonesia Bisa”. Penghargaan diserahkan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar kepada Bupati Badung yang diwakili Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Badung I Kadek Edi Putrana, S.Kom, MAP, di Birawa Assemblay Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (9/9).

Apresiasi Daerah Peduli Akses dan Infrastruktur Pendidikan diberikan terhadap daerah-daerah yang berhasil melakukan reformasi pendidikan lewat program konkret. Apresiasi ini juga menjadi pemantik semangat bagi pemerintah daerah untuk memprioritaskan anggaran pada sektor pelayanan hak dasar anak dan pendidikan yang layak dan setara.

Mewakili Bupati Badung, Kabag Prokompim Edi Putrana atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Kompas TV kepada Kabupaten Badung sebagai Daerah Peduli Akses dan Infrastruktur Pendidikan. Penghargaan ini tentu menjadi motivasi bagi Pemkab Badung untuk terus meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di Kabupaten Badung.

“Bagi Bupati Badung, pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing,” jelasnya.

Ia memandang penghargaan ini menjadi pengingat bahwa masih banyak hal yang harus dilakukan. Pemerintah Kabupaten Badung akan terus berkomitmen memastikan masyarakat mendapatkan akses pendidikan yang layak, merata, dan berkualitas.

“Sekali lagi, kami mengucapkan selamat HUT ke-15 kepada Kompas TV. Semoga terus menjadi media yang kredibel dan konsisten mengawal pembangunan serta memberikan kontribusi positif bagi Indonesia,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Koster Paparkan Strategi Amankan Pertanian dan Kendalikan Alih Fungsi Lahan
Lanjutkan Membaca