Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

PSBS Masuk Desa: Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Tegalalang–Tampaksiring Perkuat Gerakan Pengelolaan Sampah

BALIILU Tayang

:

psbs
SOSIALISASI: Penguatan program PSBS melalui kegiatan sosialisasi dan konsolidasi digelar bersama lintas elemen di Wantilan Pura Dalem Kauh, Desa Tegalalang, Kecamatan Tegalalang, yang kemudian dilanjutkan di Kantor Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Jumat (25/7). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Gianyar, baliilu.com – Semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah terus diperkuat. Kali ini, Kecamatan Tegalalang dan Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, menjadi lokasi strategis dalam penguatan program Pembatasan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) melalui kegiatan sosialisasi dan konsolidasi yang digelar bersama lintas elemen di Wantilan Pura Dalem Kauh, Desa Tegalalang, Kecamatan Tegalalang, yang kemudian dilanjutkan di Kantor Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Jumat (25/7).

Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Dr. Ni Luh Kartini, anggota Tim Kerja PSBS Provinsi Bali, yang hadir sebagai narasumber utama. Turut hadir Sekretaris I TP PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Diana Dewi Agung Mayun, Camat Tegalalang dan unsur Forkopimcam, Kepala Dinas PMD Provinsi Bali, Ketua TP PKK desa se-Kecamatan Tegalalang, serta perwakilan PAKIS Tegalalang.

Dalam arahannya, Prof. Dr. Ni Luh Kartini menyampaikan bahwa dunia kini menghadapi kondisi darurat sampah yang sangat kritis.

“Kita bukan lagi menghadapi darurat sampah, ini sudah masuk pada tahap kiamat sampah. Sampah telah menjadi isu global, dan kita tidak bisa bergantung pada sistem TPA seperti di Suwung yang belum juga tuntas,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan pentingnya pelaksanaan regulasi seperti Pergub Bali No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Plastik Sekali Pakai, Pergub Bali No. 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, serta SE Gubernur Bali No. 29 Tahun 2025 tentang Penegakan Pengelolaan Sampah di Wilayah Bali.

Prof. Kartini mengingatkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya kegiatan fisik, tetapi juga gerakan moral yang menyangkut kelangsungan hidup generasi mendatang.

“Kandungan logam berat dari plastik bisa berdampak serius pada tumbuh kembang anak-anak kita. Ini soal keadilan antargenerasi,” ungkapnya.

Baca Juga  Putri Koster Dorong Setiap Desa Miliki Duta PSBS PADAS untuk Atasi Sampah di Sumber

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, dari orang tua, pendidik, hingga pemerintah untuk bersatu dalam menciptakan perubahan.

“Mari libatkan guru rupaka, guru pengajian, dan guru wisesa. Hanya dengan sinergi kita bisa membangun budaya sadar lingkungan,” ujarnya.

Dalam penutupnya, Prof. Kartini menekankan beberapa langkah konkret, yaitu pengelolaan sampah dari sumbernya, di mana sampah organik dipilah dan diolah melalui teba di belakang rumah, teba modern, atau tong komposter. Sementara itu, sampah anorganik dikumpulkan ke TPS3R untuk didaur ulang, dan sampah residu menjadi tanggung jawab pengelolaan oleh pemerintah.

Prof. Kartini juga mengajak masyarakat untuk menghentikan penggunaan plastik sekali pakai dalam segala bentuk, termasuk dalam kegiatan rapat, upacara, maupun perayaan adat.

“Mari kita lakukan ini bukan karena perintah, tetapi karena cinta pada Ibu Pertiwi. Kita wariskan bumi yang sehat untuk generasi selanjutnya,” pungkasnya penuh harap.

Sementara itu, Camat Tegalalang, Wayan Ari Trisna Handayani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kecamatan Tegalalang telah melangkah nyata dalam mewujudkan pengelolaan sampah dari hulu.

“Berkat arahan dan dukungan Pemerintah Kabupaten Gianyar, kami di Tegalalang sudah memiliki 4 unit TPS3R dan 1 rumah kompos yang aktif beroperasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari 7 desa di wilayahnya, hanya satu yang belum memiliki TPS3R karena terkendala lahan. Meski demikian, pengelolaan sampah berbasis sumber telah dijalankan dengan baik di berbagai sektor, termasuk sekolah, kantor pemerintahan, dan rumah tangga.

“Warga kami telah memiliki jadwal pengangkutan sampah secara rutin, dan kami tegaskan bahwa sampah yang belum dipilah tidak akan diangkut. Ini bagian dari komitmen kami untuk menanamkan kesadaran sejak dari rumah,” tambahnya.

Di tingkat rumah tangga, lanjut Bu Camat, masyarakat didorong untuk memiliki teba mandiri.

Baca Juga  Komposter Cepat Jadi Harapan Baru Atasi Sampah Organik di Bali

“Bagi warga yang tidak memiliki lahan, kami fasilitasi melalui pembangunan teba modern berbentuk buis. Saat ini, dua unit sudah mulai dibangun dengan dukungan dari Pemkab Gianyar,” jelasnya.

Senada dengan Camat Tegalalang, Camat Tampaksiring, I Wayan Eka Mulya Adi Putra, menyampaikan bahwa masalah sampah saat ini menjadi tantangan serius hampir di seluruh wilayah, termasuk di Kecamatan Tampaksiring. Permasalahan ini bukan hanya terjadi karena tingginya volume sampah yang dihasilkan masyarakat, tetapi juga karena keterbatasan kapasitas infrastruktur yang tersedia. Bahkan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi yang selama ini menjadi andalan kini sudah dalam kondisi hampir penuh atau overload.

Untuk itu, sosialisasi pengelolaan sampah berbasis sumber, yakni mulai dari rumah tangga dan komunitas menjadi sangat penting. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Gianyar sangat serius dan konsisten dalam menangani isu persampahan.

Namun, keberhasilan upaya ini tentu tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Kita semua, sebagai warga masyarakat, harus ikut mengambil bagian. Dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen, baik itu individu, keluarga, komunitas, hingga lembaga untuk terus mengampanyekan pengelolaan sampah yang bijak dan berkelanjutan.

“Semoga melalui kegiatan ini, kita semua semakin tergugah dan terbangkitkan rasa jengah terhadap sampah, sehingga mampu memulai pengelolaan sampah dari lingkungan rumah masing-masing,” ucapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Gubernur Koster Terima Perwakilan Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali

Disepakati, Sampah Organik Bisa Masuk TPA Suwung Seminggu 2 Kali Hingga 31 Juli

Loading

Published

on

By

TERIMA FORKOM SSB: Gubernur Bali Wayan Koster menerima 10 orang perwakilan Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali (Forkom SSB) pada Kamis (16/4) pagi di Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Bali dan Nusa Tenggara, Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima 10 orang perwakilan Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali (Forkom SSB) pada Kamis (16/4) pagi di Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Bali dan Nusa Tenggara, Denpasar.

Mereka melaksanakan aksi damai dengan membawa ratusan truk berisi sampah ke Kantor Gubernur Bali. Aksi ini dilakukan terkait pembatasan pembuangan sampah di TPA Suwung per 1 April 2026 yang hanya menerima sampah anorganik dan residu.

Pada pertemuan yang berlangsung hampir 2 jam tersebut, Ketua Forkom SSB I Wayan Suarta menyampaikan 3 (Tiga) tuntutan kepada Pemerintah.

Pertama, ia meminta agar TPA Suwung tetap dibuka tanpa pembatasan buangan sampah dengan tetap melakukan revitalisasi sampai fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) beroperasi.

Kedua, memohon kepada Presiden Republik Indonesia agar turun tangan untuk menyelesaikan polemik sampah di Bali. Serta Ketiga, jika tuntutan ini tidak dipenuhi maka Forkom SSB akan mogok massal mengangkut sampah.

Sementara itu, Sekretaris Forkom SSB I Wayan Tedi Brahmanca menyampaikan bahwa aksi damai yang dilaksanakan sejak 23 Desember 2025 hingga hari ini merupakan bentuk kecintaan terhadap Bali. Menurutnya, peran swakelola sampah sangat berjasa dalam mengangkut sampah yang dihasilkan oleh masyarakat. Ini juga meringankan beban pemerintah dalam pengangkutan sampah dengan ratusan armada.

Pada kesempatan ini, Forkom SSB juga menegaskan komintmennya untuk melakukan pemilahan sampah. Namun sampah yang telah dipilah saat ini, tetap tidak bisa dibuang ke TPA Suwung maupun ke TPS-3R.

“Kami mendukung kebijakan pemilahan sampah, tapi setelah dipilah sampah kami tidak bisa dibuang. Semua menolak dengan alasan overload, terus kami harus buang kemana ini. Padahal sampahnya sudah kami pilah, itu semua sampah yang diatas truk sudah kami pilah,” ujarnya.

Baca Juga  Putri Koster Dorong Setiap Desa Miliki Duta PSBS PADAS untuk Atasi Sampah di Sumber

Untuk itu, Forkom SSB meminta agar bisa kembali membuang sampah organik baik basah maupun kering ke TPA Suwung dengan mengusulkan frekuensi pembuangan hingga tiga kali dalam seminggu agar lebih ideal.

Gubernur Bali Wayan Koster pada kesempatan ini mengungkapkan bahwa Bali memerlukan ekosistem alam yang berkualitas untuk menjaga lingkungan tetap indah. Terlebih Bali merupakan salah satu destinasi wisata dunia, sehingga alam Bali harus dijaga dengan Baik.

Menanggapi tuntutan yang disampaikan Forkom Swakelola Sampah Bali tersebut, Gubernur Koster langsung berkomunikasi dengan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Dalam komunikasi yang dilakukan, Menteri LH mengijinkan pembuangan sampah organik (basah dan kering) diperbolehkan ke TPA Suwung dengan frekuensi 2 (dua) kali dalam seminggu hingga 31 Juli 2026.

“Barusan saya sudah menghubungi Pak Menteri, diijinkan 2 kali seminggu untuk sampah organik ke TPA Suwung. Tolong nanti diatur oleh Pak Kadis (Kadis LHK Provinsi Bali-red) untuk teknisnya di lapangan. Menurut Saya ini jalan terbaik saat ini yang bisa diberikan,” ungkap Koster.

Pada kesempatan ini juga disepakati jam operasional untuk truk swakelola sampah ke TPA Suwung diperpanjang dari pukul 08.00 WITA hingga 20.00 WITA. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengurai antrean truk sampah, dengan catatan tidak ada kendala teknis di lapangan.

Hadir pula pada kesempatan ini Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Bali dan Nusa Tenggara, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Danrem 163/Wirasatya, Walikota Denpasar, Bupati Badung, Kadis LHK Provinsi Bali, Kasatpol PP Provinsi Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Seniasih Giri Prasta Tegaskan Gugus Tugas KLA Jangan Sekadar Penuhi Administrasi

Published

on

By

NARASUMBER: Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Kabupaten/Kota Layak Anak di Kabupaten Gianyar, Kamis (16/4). (Foto:  Hms Pemprov Bali)

Gianyar, baliilu.com – Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menegaskan bahwa Gugus Tugas Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) tidak boleh sekadar berfokus pada pemenuhan administrasi. Ia meminta seluruh tim turun langsung ke lapangan untuk memvalidasi data indikator sekaligus memastikan fasilitas dan layanan publik bagi anak benar-benar tersedia, layak, dan berfungsi optimal.

“Gugus tugas jangan lupa untuk turun langsung ke lapangan. Cek bagaimana fasilitas dan layanan yang diberikan, apakah benar sudah layak untuk anak,” kata Seniasih Giri Prasta saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Kabupaten/Kota Layak Anak di Kabupaten Gianyar, Kamis (16/4).

Terkait pemenuhan indikator administratif, ia meyakini hal tersebut dapat dicapai dengan baik melalui koordinasi dan sinergi yang kuat antarinstansi terkait. Ia juga berharap predikat KLA Kabupaten Gianyar pada tahun 2026 dapat meningkat dari Nindya menjadi Utama.

Lebih lanjut, Seniasih mengingatkan agar tidak ada anak yang terlantar di Kabupaten Gianyar. Menurutnya, anak terlantar tidak hanya merujuk pada yatim piatu, tetapi juga anak yang kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua.

“Kita sebagai pemerintah bisa membuat kebijakan, membangun fasilitas, dan melakukan edukasi, namun jangan lupa garda terdepan tetap ada pada orang tua,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa perhatian dan kasih sayang orang tua merupakan fondasi utama agar anak tidak terjerumus ke dalam perilaku negatif di masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong peran orang tua dalam pengasuhan anak dilakukan secara seimbang.

Menurutnya, anak harus mendapatkan kasih sayang yang setara dari ibu dan ayah. Pola pengasuhan tidak boleh hanya dibebankan kepada ibu, sementara ayah tidak terlibat.

Baca Juga  Puluhan Sekolah Raih Penghargaan Adiwiyata, Sekda Bali Tekankan Sinergi Pengelolaan Sampah

“Jangan hanya menyerahkan pengasuhan anak kepada ibu. Ayah juga harus mengambil peran, sehingga tercipta keseimbangan dalam pengasuhan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Bali, A. A. Sagung Mas Dwipayani, menjelaskan bahwa Kabupaten/Kota Layak Anak merupakan daerah yang memiliki komitmen dan sistem yang baik dalam memenuhi, melindungi, serta menghormati hak-hak anak, sehingga mereka dapat tumbuh sehat, cerdas, aman, dan bahagia.

Ia menekankan bahwa konsep Kabupaten/Kota Layak Anak tidak hanya sebatas penyediaan fasilitas, tetapi juga merupakan komitmen bersama dari seluruh pihak untuk menjadikan setiap daerah, khususnya di Bali, sebagai lingkungan yang ideal bagi tumbuh kembang anak. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Timba Ilmu dari Dekranasda Bali, Aceh Utara Puji Terobosan Ibu Putri Koster

Published

on

By

TERIMA KUNKER: Rombongan Dekranasda Aceh Utara yang dipimpin oleh Ny. Musliana Asmail diterima oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, di lokasi Pameran IKM Bali Bangkit, Taman Budaya Denpasar, Kamis (16/4/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Utara melaksanakan kunjungan kerja untuk menimba ilmu dari Provinsi Bali. Rombongan Dekranasda Aceh Utara yang dipimpin oleh Ny. Musliana Asmail diterima oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, di lokasi Pameran IKM Bali Bangkit, Taman Budaya Denpasar, Kamis (16/4/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, Musliana memuji berbagai terobosan Ibu Putri Koster dalam mendorong kemajuan sektor kerajinan di Pulau Dewata.

Dalam paparan singkatnya, Musliana menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari Ibu Putri Koster beserta jajaran pengurus Dekranasda Bali. Ia juga memberikan gambaran bahwa Aceh Utara merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh. 

“Wilayah kami terdiri atas 27 kecamatan dan 850 desa. Ini merupakan salah satu kabupaten dengan wilayah terluas di Indonesia,” ujarnya.

Di bidang kerajinan, Aceh Utara dikenal sebagai penghasil kain bordir, kerajinan berbahan eceng gondok, gerabah, hingga anyaman daun pandan. Namun demikian, Musliana dengan rendah hati mengakui bahwa sektor kerajinan di daerahnya belum semaju Bali. 

“Oleh karena itu, kedatangan kami bertujuan untuk menimba ilmu agar kerajinan Aceh Utara dapat bangkit seperti di Bali,” ungkapnya.

Dalam kunjungan kerja ini, Musliana bersama jajaran Dekranasda Aceh Utara ingin mengetahui langkah-langkah yang dilakukan Bali dalam memajukan sektor kerajinan. 

“Kami berharap dapat membawa hal-hal yang nantinya bisa diimplementasikan di Aceh Utara,” tambahnya. Menutup sambutannya, ia menyampaikan harapan untuk membangun sinergi dan kerja sama yang lebih intensif dengan Bali.

Ibu Putri Koster menyambut baik harapan yang disampaikan Ketua Dekranasda Aceh Utara. Ia yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK dan Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, secara rinci berbagi pengalaman mengenai berbagai program yang dijalankan oleh tiga lembaga yang dipimpinnya. Putri Koster mengungkapkan bahwa pada awal menjabat sebagai Ketua Dekranasda, dirinya belum memiliki pengetahuan mendalam terkait lembaga tersebut.

Baca Juga  Pemprov Bali Minta ASN Jadi Contoh dalam Pengelolaan Sampah Plastik Sekali Pakai

“Namun kami belajar dengan cepat. Berkoordinasi dengan OPD terkait, yaitu Disperindag, kami kemudian mengambil fungsi kontrol. Jika di lapangan ditemukan permasalahan, kami koordinasikan dengan para pemangku kepentingan terkait,” jelasnya.

Pada awal masa kepemimpinannya di Dekranasda Bali, ia menemukan sejumlah persoalan yang dihadapi para perajin, seperti belum memiliki hak kekayaan intelektual (HKI). Selain itu, kain tradisional endek juga banyak diproduksi di luar daerah, yang merugikan perajin lokal. Kondisi ini turut menyebabkan kemerosotan sektor kerajinan tenun Bali yang sempat berkembang pesat pada era 1980-an.

“Memasuki akhir 1990-an hingga awal 2000-an, semakin banyak pelanggaran yang membuat sektor kerajinan tenun semakin merosot,” imbuhnya.

Menyikapi hal tersebut, Dekranasda Bali memberikan perhatian serius untuk membangkitkan kembali sektor kerajinan tenun tradisional, salah satunya melalui pelaksanaan Pameran IKM Bali Bangkit di Taman Budaya Denpasar. Selain itu, Dekranasda Bali secara berkala juga membawa desainer lokal untuk mengikuti kegiatan ke luar negeri.

“Tujuannya bukan semata-mata memperluas pasar, tetapi yang lebih penting adalah menambah wawasan dan kepercayaan diri mereka, dan hal itu terbukti berhasil. Kami juga ingin menyampaikan bahwa Bali tidak hanya memiliki potensi seni seperti tari atau gamelan,” tambahnya.

Untuk mendukung Pameran IKM Bali Bangkit, juga digelar event Dekranasda Bali Fashion Week dan Dekranasda Bali Fashion Day.

Dalam paparannya, Ibu Putri Koster juga menyinggung berbagai program TP PKK dan TP Posyandu Provinsi Bali. TP PKK Bali memiliki program “Menyapa dan Berbagi” serta “Berbelanja dan Berbagi” yang dikemas dalam kegiatan pasar rakyat. Sementara itu, TP Posyandu melaksanakan program “Membina dan Berbagi” dengan turun langsung ke desa-desa.

Penerimaan kunjungan kerja Dekranasda Aceh Utara diakhiri dengan pertukaran cendera mata. Ibu Putri Koster menyerahkan bingkisan berupa kain endek dan tas berbahan ate dengan aksesori perak. Sementara itu, Musliana memberikan kenang-kenangan berupa kain tenun khas Aceh. Kegiatan kemudian ditutup dengan peninjauan stan Pameran IKM Bali Bangkit. (gs/bi)

Baca Juga  Desa Padangsambian Kelod Genjot Pembuatan Teba Modern

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca