Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Puan Maharani: Layanan Infrastruktur Pendidikan yang Merata adalah Hak Dasar Anak

BALIILU Tayang

:

puan maharani
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto : dok/dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti berbagai persoalan berkenaan dengan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk infrastruktur. Aspek ini menjadi sorotannya lantaran ia menyakini infrastruktur pada layanan pendidikan, baik utama maupun penunjang, merupakan hak dasar anak yang wajib diberikan oleh negara.

“Titik paling dasar yang menentukan apakah proses belajar dapat berlangsung dengan baik adalah dengan memastikan negara memiliki sistem pelayanan pendidikan yang maksimal bagi anak,” kata Puan melalui rilis yang disampaikan kepada media, Selasa (14/4/2026).

Tidak hanya itu, ia menyinggung masih terdapatnya sejumlah persoalan dalam layanan pendidikan di Indonesia, termasuk yang bersifat teknis. “Hari ini kita melihat bagaimana masih ada anak-anak harus bersekolah di bawah pohon, kesulitan membeli buku dan pensil, bahkan sampai ada yang setiap hari harus melalui perjalanan ekstrem untuk sampai ke sekolah,” tuturnya.

Sebelumnya, terjadi viral di media sosial siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tando di Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, belajar di bawah pohon yang ternyata sudah berlangsung sejak 2018 akibat sekolah tersebut keterbatasan rombongan belajar atau ruang kelas. Menurut guru yang mengajar para siswa itu, murid kelas 2 dan 3 SDN Tando sering kerap kepanasan saat hari semakin siang dan terik matahari mulai menyengat.

Mereka kerap berpindah-pindah dari pohon satu ke pohon lainnya agar bisa lebih teduh. Saat musim hujan, siswa kelas 2 dan kelas 3 biasanya berbagi satu ruang kelas dengan ukuran hanya 5×6 meter yang dibangun secara swadaya oleh orang tua murid.

Kondisi ruangan tersebut juga memprihatinkan dengan lantai tanah dan dinding menggunakan seng, serta tak ada sekat pembatas antarruangan. Terkait hal ini, Puan menilai kondisi sekolah di SDN Tando menjadi salah satu potret keprihatinan dalam sistem layanan pendidikan di Tanah Air

Baca Juga  Tanggapi Perkara Pidana Koneksitas, DPR Tegaskan UU KPK dan UU KUHAP Tidak Bertentangan dengan UUD 1945

“Ketika ruang belajar belum tersedia dalam waktu panjang, kita bisa melihat adanya jarak antara prioritas kebijakan dan kebutuhan yang paling nyata di lapangan,” ungkapnya.

Usai kondisi siswa SD belajar di bawah pohon ini viral, Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT bersama tim dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendisdasmen) langsung mendatangi lokasi. SDN Tando akan segera dibangun tambahan 4 ruang kelas dan 1 toilet melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Manggarai Barat.

“Prinsipnya, Negara harus hadir saat rakyatnya membutuhkan. Apalagi ini menyangkut kebutuhan pendidikan anak-anak kita,” jelas Puan.

Selain adanya kegiatan belajar mengajar di bawah pohon, beberapa waktu terakhir layanan pendidikan juga menjadi sorotan setelah viral pelajar sekolah yang harus berenang menyeberangi sungai setiap hari demi menuntut ilmu di wilayah terpencil Sulawesi Tengah. Video yang sempat viral menunjukkan bagaimana anak anak di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong harus berjuang melawan arus sungai yang cukup deras hanya untuk bersekolah.

Apalagi saat hujan turun, derasnya air sungai mengancam keselamatan para pelajar itu. Namun kini, anak-anak dari Desa Bainaa Barat bisa sedikit lega karena jembatan mulai dibangun pemerintah bersama TNI dan masyarakat setempat sehingga akses mereka menuju ke sekolah menjadi lebih mudah.

Menurut Puan, gambaran anak anak sekolah yang harus menyeberangi sungai untuk mencapai ruang belajar menunjukkan bahwa di sebagian wilayah di Indonesia, pendidikan masih menghadapi risiko yang seharusnya tidak menjadi bagian dari rutinitas anak-anak.

Ia juga menyebut kejadian seperti ini bukan satu dua kali terjadi sebab masih banyak ditemukan pelajar, terutama di pedalaman, yang harus menempuh kondisi geografis sulit dan letak rumah dengan sekolahnya sangat jauh. “Ini harus menjadi kesadaran kita bersama, bahwa infrastruktur yang merata sebagai bagian dari layanan pendidikan merupakan hak dasar anak yang wajib dipenuhi oleh Negara,” tegas Puan.

Baca Juga  Kapolda Bali Terima Kunjungan Kerja Komisi III DPR RI

“Baik itu infrastruktur utama sekolah, maupun infrastruktur penunjang pendidikan seperti akses menuju sekolah, maupun sarana prasarana pendidikan lainnya,” sambung mantan Menko PMK itu.

Dalam banyak pembahasan tentang pendidikan, kata Puan, perhatian sering tertuju pada kurikulum, kualitas guru, atau hasil pembelajaran. Namun di sejumlah daerah, persoalan paling besar justru berada hal yang sangat dasar yakni tantangan terhadap keamanan dan kenyamanan anak saat mengenyam pendidikan.

“Maka penting agar kebutuhan dasar masyarakat dengan prioritas pembangunan dapat berjalan dengan cepat dan secara merata,” ujar Puan.

Puan melihat bahwa infrastruktur kecil seperti jembatan desa sering kali tidak menonjol dalam ukuran pembangunan nasional, tetapi justru di situlah kualitas kehadiran Negara paling langsung dirasakan masyarakat. “Kami berharap pembangunan wilayah ke depan perlu semakin peka membaca titik-titik paling sederhana yang memiliki dampak sosial besar,” lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Puan mengingatkan agar Negara tidak membiarkan kualitas awal pendidikan anak-anak ditentukan oleh lokasi geografis tempat mereka lahir. Sebab ketika perbedaan wilayah mejadi penentu kehadiran fasilitas dasar pendidikan, maka kesenjangan mutu dinilai akan terus menjadi persoalan.

“Kualitas kebijakan pendidikan nasional justru paling jelas terlihat dari bagaimana Negara menjawab kebutuhan sekolah-sekolah yang berada jauh dari pusat perhatian,” terang Puan.

Puan juga menilai keberhasilan pendidikan bukan hanya ditentukan oleh capaian akademik saja, tetapi juga oleh kemampuan memastikan bahwa hak dasar belajar benar-benar hadir sampai ke ruang kelas paling sederhana di daerah. “Pada akhirnya, pendidikan yang adil tidak diukur dari tingkat akademik dan seberapa maju sekolah memiliki fasilitas lengkap, tetapi dari seberapa cepat Negara memperbaiki tempat-tempat yang selama ini masih menunggu hak dasarnya dipenuhi,” tutupnya. (gs/bi)

Baca Juga  Pemerintah dan Komisi XI DPR Sepakati PMN Tunai dan Non-Tunai TA 2023

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

LT III Kwarcab Gerakan Pramuka Denpasar Berakhir, SMPN 14 dan SMPN 5 Berhasil Raih Juara Umum

Published

on

By

pramuka denpasar
SERAHKAN TROFI: Wakil Ketua Kwarcab Denpasar Dewa Gede Rai, menyerahkan trofi kejuaraan saat penutupan Lomba Tingkat (LT) III Kwartir Cabang Pramuka Denpasar Tahun 2026 pada Minggu (12/7) di Bumi Perkemahan SMP Negeri 2 Denpasar. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Semangat, disiplin, dan kerja sama yang ditunjukkan para Pramuka Penggalang terbaik Kota Denpasar membuahkan hasil membanggakan dalam Lomba Tingkat (LT) III Kwartir Cabang Pramuka Denpasar Tahun 2026 yang berlangsung pada 9–12 Juli 2026 di Bumi Perkemahan SMP Negeri 2 Denpasar. Kegiatan berlangsung selama 4 hari tersebut resmi ditutup oleh Wakil Ketua Kwarcab Denpasar Dewa Gede Rai, Minggu (12/7).

Pada ajang bergengsi tersebut, bagian putra Regu Rayap dari SMP Negeri 14 Denpasar dan bagian putri Regu Hortensia dari SMP Negeri 5 Denpasar berhasil dinobatkan sebagai Regu Berprestasi Tinggi, sekaligus memperoleh kehormatan menjadi wakil Kwartir Cabang Denpasar pada Lomba Tingkat (LT) IV Kwartir Daerah Bali yang akan digelar pada Oktober 2026.

Keberhasilan ini menjadi buah dari proses pembinaan yang berkesinambungan, kerja keras para peserta, dukungan para pembina, serta semangat pantang menyerah yang terus ditanamkan dalam kegiatan kepramukaan di masing-masing gugus depan.

Regu Rayap tampil impresif dengan raihan 8 medali emas, 3 medali perak, dan 7 medali perunggu, sehingga berhak menyandang predikat Regu Berprestasi Tinggi. Sementara itu, Regu Hortensia menunjukkan konsistensi luar biasa dengan mengoleksi 6 medali emas, 11 medali perak dan 1 medali perunggu yang juga mengantarkan mereka meraih predikat Regu Berprestasi Tinggi.

Selain dua regu terbaik tersebut, persaingan pada LT III tahun ini juga berlangsung sangat kompetitif. Regu Garuda meraih 7 emas, 8 perak, dan 3 perunggu sehingga dinobatkan sebagai Regu Berprestasi Baik, disusul Regu Hoya dengan 6 emas, 8 perak, dan 6 perunggu yang juga memperoleh predikat Regu Berprestasi Baik.

Predikat Regu Berprestasi Cukup diraih oleh Regu Flaminggo dengan perolehan 6 emas, 7 perak, dan 7 perunggu, serta Regu Jepun Bali dengan raihan 6 emas, 1 perak, dan 8 perunggu. Sementara itu, Regu Badak mengumpulkan 1 emas, 4 perak, dan 5 perunggu, sedangkan Regu Mawar memperoleh 4 emas, 2 perak, dan 6 perunggu.

Baca Juga  DPR Komitmen Tegakkan Praktik Demokrasi, Jaga Konstitusi yang Semakin Beradab

Ketua Panitia LT III Kwarcab Denpasar Tahun 2026, I Putu Suartika, mengatakan seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat kompetisi yang sehat selama pelaksanaan kegiatan.

“Lomba Tingkat bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi menjadi wahana pembentukan karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan kerja sama. Selamat kepada seluruh regu yang telah memberikan penampilan terbaik, khususnya Regu Rayap dan Regu Hortensia yang akan membawa nama Denpasar ke tingkat daerah. Semoga mampu mempertahankan semangat dan terus berprestasi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Sekretaris Kwartir Cabang Denpasar, Putu Andi Surya Prayoga. Ia berharap kedua regu terpilih dapat mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi persaingan di tingkat provinsi.

“Prestasi ini merupakan awal dari tantangan yang lebih besar. Kami optimistis Regu Rayap dan Regu Hortensia mampu menjadi duta terbaik Kwarcab Denpasar pada LT IV Kwarda Bali. Teruslah berlatih, menjaga kekompakan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Satya dan Darma Pramuka,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Humas, Data dan Digital (HDD) Kwarcab Denpasar Dewa Gede Rai, dalam amanatnya sebagai Pembina Upacara dalam penutupan Lomba Tingkat III Kwarcab Denpasar menyampaikan bahwa keberhasilan Regu Rayap dan Regu Hortensia merupakan hasil dari proses pembinaan yang berkesinambungan serta dedikasi seluruh unsur pembina di gugus depan.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan Pramuka Penggalang di Kota Denpasar berjalan dengan baik. Kami berharap Regu Rayap dan Regu Hortensia terus meningkatkan kemampuan, menjaga kekompakan, dan tampil percaya diri sehingga mampu memberikan hasil terbaik serta mengharumkan nama Kwarcab Denpasar pada Lomba Tingkat IV Kwarda Bali mendatang,” ujarnya, Minggu, 12 Juli 2026.

Keberhasilan Regu Rayap dan Regu Hortensia menjadi bukti bahwa pembinaan kepramukaan di Kota Denpasar terus berkembang dan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, serta siap menjadi teladan.

Baca Juga  Kapolda Bali Terima Kunjungan Kerja Komisi III DPR RI

Seluruh keluarga besar Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Denpasar pun menaruh harapan besar agar kedua regu terbaik tersebut mampu kembali mengukir prestasi pada Lomba Tingkat IV Kwartir Daerah Bali pada Oktober 2026, sekaligus mengharumkan nama Kota Denpasar di tingkat provinsi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ratusan Guru di Buleleng Ikuti Workshop Buleleng Excellent Teacher 2026

Published

on

By

buleleng excellent teacher
SERAHKAN SERTIFIKAT: Tokoh pendidikan nasional, Seto Mulyadi (Kak Seto) menyerahkan sertifikat kepada tokoh sahabat anak di Buleleng. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Ratusan tenaga pendidik di Kabupaten Buleleng mengikuti Workshop Mandiri – Buleleng Excellent Teacher 2026 yang diselenggarakan oleh ASTA Global, Sabtu (11/7). Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi dalam menghadapi tantangan pendidikan di era Generasi Alpha.

Acara yang dipandu oleh Puteri Indonesia 2026, Firsta Yufi Amarta Putri, ini menghadirkan tokoh pendidikan nasional, Seto Mulyadi (Kak Seto), serta Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, sebagai narasumber utama.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, dalam sambutannya menekankan bahwa tantangan terbesar pendidikan saat ini adalah kesenjangan antara metode mengajar guru dengan cara belajar murid yang merupakan digital native.

“Jika kita masih mengajar dengan cara 10 tahun yang lalu, maka kita kehilangan murid kita. Saya menitipkan pesan kepada para guru agar menjadi pendidik yang melek digital namun tetap berakar pada budaya lokal Buleleng,” pesan Surya Bharata.

Dirinya menyarankan teknologi seperti Canva, Quizizz, atau AI untuk membuat pembelajaran menarik, namun perlu ditanamkan pula nilai-nilai karakter dan cinta tanah air.

Ia juga menekankan pentingnya menciptakan ekosistem sekolah yang sehat dan bebas dari perundungan. Menurutnya, kepala sekolah harus berperan sebagai pemimpin yang mengayomi agar murid dapat tumbuh secara optimal baik secara akademik maupun mental.

Senada dengan hal tersebut, Bunda PAUD Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, menyoroti pentingnya penanaman karakter dan literasi digital sejak dini pada Generasi Alpha yang sangat kritis dan cerdas.

“Anak-anak Generasi Alpha memiliki kemampuan berpikir kritis dan emosional yang tinggi. Tugas kita, para pendidik dan orang tua, bukan sekadar melarang, tetapi membimbing mereka menggunakan teknologi dengan bijak. Kita harus memastikan mereka mengakses konten yang positif dan mampu mengelola emosi mereka dengan baik,” ujar Ny. Wardhany.

Baca Juga  ‘Dicegat' Sejumlah Kades di Klaten, Puan Jelaskan Pembahasan RUU Desa Lanjut Usai Pemilu

Ny. Wardhany juga mengingatkan para guru agar memberikan contoh nyata dalam penggunaan gawai. Ia berpesan agar tenaga pendidik dapat lebih fokus memberikan perhatian dan bimbingan langsung kepada siswa saat jam pelajaran berlangsung, daripada sibuk dengan gawai pribadi.

Kegiatan Buleleng Excellent Teacher 2026 ini diharapkan oleh Ny. Wardhany dapat menjadi momentum perubahan bagi para guru di Buleleng untuk lebih inovatif, adaptif terhadap teknologi, namun tetap menjaga nilai-nilai luhur budaya dalam membentuk karakter generasi masa depan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

TP PKK Badung Hadiri Puncak Peringatan HKG PKK Ke-54 di Makassar

Kader PKK Raih Penghargaan Adhi Bhakti Utama

Loading

Published

on

By

tp pkk badung
HADIRI PUNCAK HKG PKK Ke-54: Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama jajaran pengurus menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama jajaran pengurus menghadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7).

Peringatan tersebut dihadiri, Pelindung TP PKK Nyonya Selvi Gibran Rakabuming didampingi oleh jajaran Seruni Kabinet Merah Putih, Ketua Umum TP. PKK Pusat Nyonya Tri Tito Karnavian, Ketua TP PKK Provinsi se-Indonesia, Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Indonesia dan undangan lainnya.

Dalam peringatan HKG PKK tahun ini, salah satu kader/pengurus TP PKK Badung menorehkan prestasi tingkat nasional dan berhasil meraih penghargaan Adhi Bhakti Utama dari PKK Pusat. Beliau adalah Ni Wayan Kencanawati. Penghargaan Adhi Bhakti Utama diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi kepada kader dan pengurus yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa, konsistensi dalam melaksanakan program, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup keluarga dan lingkungan sekitar. Nyonya Rasniathi menambahkan, penghargaan ini sekaligus menjadi tantangan dan motivasi baru untuk bekerja lebih giat lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa kehadiran TP PKK Badung bukan sekedar mengikuti seremonial, melainkan membawa misi penting sekaligus kebanggaan tersendiri.

“TP PKK Badung tidak hanya hadir di kegiatan ini, tetapi juga mengantar pengurus TP PKK Kabupaten Badung  Ni Wayan Kencanawati yang menerima penghargaan Adhi Bhakti Utama dari PKK Pusat. Ini adalah suatu kebanggaan besar bagi kita semua di Kabupaten Badung, sebagai bukti nyata bahwa kerja keras, pengabdian tulus, dan semangat ngayah yang kami jalankan di tengah masyarakat telah mendapat pengakuan tingkat nasional,” ujarnya.

Pencapaian ini akan dijadikan cambuk semangat. Dengan terus memperkuat seluruh jajaran, memaksimalkan setiap poin dalam 10 Program Pokok PKK, dan selaras mendukung arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung serta program Asta Cita.

Baca Juga  Tanggapi Perkara Pidana Koneksitas, DPR Tegaskan UU KPK dan UU KUHAP Tidak Bertentangan dengan UUD 1945

“Kami ingin menjadikan keluarga sebagai benteng utama pembangunan, agar Badung semakin maju, masyarakatnya sejahtera, dan turut serta mewujudkan cita-cita luhur Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Hari Kesatuan Gerak PKK yang diperingati setiap tanggal 4 Maret merupakan momentum bersejarah dan menjadi titik tolak gerakan bersama bagi segenap jajaran Tim Penggerak PKK mulai dari tingkat Pusat hingga Daerah. Pada momen ini, seluruh unsur PKK bersatu padu untuk melaksanakan 10 Program Pokok PKK secara konsisten, sekaligus mendukung berbagai program dan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, demi terwujudnya kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara luas.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045” yang mengandung makna mendalam, yaitu Gerakan PKK menegaskan komitmen utamanya untuk terus memperkuat, menyempurnakan, dan mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sebagai landasan utama serta jantung dari seluruh upaya pemberdayaan keluarga di Indonesia. Melalui penguatan yang terarah dan berkelanjutan ini, PKK berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung sepenuhnya pelaksanaan Asta Cita. Kontribusi ini diwujudkan melalui pembangunan yang berbasis pada keluarga yang bersifat berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan sehingga menjadi pondasi kokoh menuju tercapainya visi besar Indonesia Emas 2045. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca