Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Pujawali Pura Ratu Pasek Linggih Ida Bhatara Mpu Gana pada 9 Januari 2023, Nyejer Selama 7 Hari

BALIILU Tayang

:

pasek
Ketua Panitia Pujawali Pura Penataran Agung Catur Parahyangan Ratu Pasek Linggih Ida Bhatara Mpu Gana Punduk Dawa, Dawan, Klungkung, I Made Jelada, ST (kiri) didampingi Sekretaris Dr. I Wayan Mula Sarjana, S.E., M.Si. (Foto: gs)

Klungkung, baliilu.com – Upacara Pujawali Pura Penataran Agung Catur Parahyangan Ratu Pasek Linggih Ida Bhatara Mpu Gana yang dilaksanakan setiap enam bulan pawukon, Soma Kliwon Kuningan akan dilaksanakan pada Senin, 9 Januari 2023. Upacara Pujawali akan nyejer selama 7 hari sejak puncak Pujawali pada 9 Januari sampai Penyineban pada Minggu, 15 Januari 2023 dengan melibatkan sekitar 98 sulinggih Ida Pandita Mpu Pasek dari seluruh Bali.

Demikian dikatakan Ketua Panitia Pujawali Pura Penataran Agung Catur Parahyangan Ratu Pasek Linggih Ida Bhatara Mpu Gana Punduk Dawa, Dawan, Klungkung, I Made Jelada, ST yang didampingi Sekretaris Dr. I Wayan Mula Sarjana, S.E., M.Si. selepas memimpin rapat panitia Pujawali yang dihadiri Pengrajeg Karya Ida Pandita Mpu Nabe Daksa Mertha Yoga, Ketua Pengempon Pura Punduk Dawa, Pandu Pranpanca Lagosa, Ketua Sabha Walaka MPGSSR Bali Wisnu Bawa Temaja, Jro Mangku Pemucuk Pura Punduk Dawa, Pengurus MPGSR Kabupaten/Kota dan segenap panitia Pujawali, pada Sabtu, 24 Desember 2023 di wantilan Pura Punduk Dawan, Dawan Klungkung.

Made Jelada lanjut mengatakan sebelum upacara Pujawali yang puncaknya pada Senin, 9 Januari 2023, dilaksanakan berbagai rangkaian persiapan sarana dan prasarana upacara. Sebelum upacara Pujawali juga dilaksanakan pemelaspasan bangunan Bale Agung yang berada di sisi utara di Pura Penataran Agung Catur Parahyangan Punduk Dawa. Pemelaspasan akan dilaksanakan pada Kamis, 29 Desember 2022.

Bangunan Bale Agung ini akan berfungsi sebagai genah linggih Ida Batara seperti Ida Batara Dadya-Dadya Agung atau Ida Batara Catur Parahyangan yang akan hadir di saat upacara Pujawali di Pura Penataran Agung Catur Parahyangan Ratu Pasek Linggih Ida Bhatara Mpu Gana.

Baca Juga  Personil Gabungan Polres Klungkung Gelar Operasi Yustisi di Jalan Puputan Klungkung
pasek
Rapat panitia Pujawali Pura Punduk Dawa pada Sabtu, 24 Desember 2023 di wantilan Pura Punduk Dawan, Dawan Klungkung. (Foto: gs)

Made Jelada menyampaikan, pembangunan Bale Agung ini menelan dana sekitar Rp 500 juta yang merupakan dana punia dari semeton Pasek seluruh Indonesia yang dikoordinir salah satu panitia di bidang pembangunan I Ketut Harimbawa dari Wates Selat Karangasem. Selain itu, juga telah diselesaikan pemasangan batu candi di bagian halaman Pura yang merupakan sumbangan dari semeton PKK dari Kabupatn Buleleng yang menelan biaya sekitar Rp 150 juta.

Saat ini, juga sedang melakukan penataan genah pesimpangan Ida Batara Dalem Ped, Nusa Penida yang penyelesaiannya di antaranya mendapat sumbangan CSR dari Pertamina yang difasilitasi oleh I Nyoman Parta, anggota DPR RI, juga proposal sudah masuk ke Pemkab Tabanan, dan satu buah pelinggih sumbangan punia dari Nyonya Mangku Pastika. ‘’Kami mewakili panitia pembangunan dan juga Pengempon Pura Punduk Dawa mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada semeton dan semua pihak yang sudah lascarya dan srada bhakti memberikan punia untuk penyelesaian pembangunan Pura dan berharap srada bhakti semeton terus kita kuatkan karena masih banyak pembangunan yang harus diselesaikan,’’ mohon Made Jelada.

Terkait upacara Pujawali pada Senin, 9 Januari 2023 yang akan nyejer salama 7 hari, Made Jelada mengatakan sebagai wujud bhakti pretisentana Pasek kepada Ida Batara Kawitan. Walaupun, pandemi Covid-19 sudah mulai mereda, panitia tetap berharap agar para pemedek yang ngaturang bhakti agar memperhatikan protokol kesehatan.

Adapun panitia yang terlibat pada upacara Pujawali Pura Punduk Dawa ini adalah pada puncak Pujawali dilaksanakan oleh MPGSSR Provinsi Bali, penganyar pada Selasa, 10 Januari 2023 di Utama Mandala oleh MPGSSR Buleleng dan di Madya oleh MPGSSR Jembrana. Penganyar pada Rabu, 11 Januari 2023 di Utama Mandala oleh MPGSSR Karangasem dan di Madya oleh MPGSSR Bangli. Penganyar pada Kamis, 12 Januari 2023 di Utama Mandala oleh MPGSSR Gianyar dan di Madya oleh MPGSSR Denpasar. Penganyar pada Jumat, 13 Januari 2023 di Utama Mandala oleh MPGSSR Tabanan dan di Madya oleh MPGSSR Badung. Pada Penganyar Sabtu, 14 Januari 2023 di Utama Mandala oleh MPGSSR Klungkung dan di Madya oleh Pengempon Pura Punduk Dawa. Dan Penganyar pada Minggu, 15 Januari 2023 di Utama Mandala oleh MPGSSR Pusat dan di Madya dengan upacara Penyineban oleh MPGSSR Provinsi Bali. (gs/bi)

Baca Juga  Dewan Pers Selenggarakan UKW Gratis 2021, Bali Dapat Kuota 54 Peserta

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa “Ngaturang Bhakti” Serangkaian “Pujawali” di Pura Swagina Taman Sari

Published

on

By

arya wibawa
BAKTI PUJAWALI: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat melaksanaakan bhakti serangkaian Pujawali di Pura Swagina Taman Sari, Desa Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, bertepatan dengan Purnama Sasih Jyesta, Jumat (1/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa melaksanaakan bhakti serangkaian Pujawali di Pura Swagina Taman Sari, Desa Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, bertepatan dengan Purnama Sasih Jiyestha, Jumat (1/5). Diiringi suara gambelan, kidung, hingga topeng wali, rangkaian pujawali berlangsung khidmat yang diakhiri dengan persembahyangan bersama.

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyambut baik pelaksanaan pujawali di Pura Swagina Taman Sari ini. Dimana, pujawali merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk selalu eling dan meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Arya Wibawa berharap, seluruh masyarakat guyub dan rukun dalam melaksanakan yadnya. Hal ini sesuai dengan konsep Vasudhaiva Kutumbakam bahwa kita semua bersaudara. Sehingga, seluruh elemen masyarakat hendaknya menjadikan ini sebuah momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan pujawali di Pura Swagina Taman Sari ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujar Arya Wibawa.

Sementara Ketua Pangempon Pura Swagina Taman Sari, I Nengah Narsa mengatakan, pelaksanaan piodalan ini rutin dilaksanakan setiap tahun yang jatuh pada Purnama Jiyestha. Dimana, setelah puncak pujawali, Ida Bhatara akan nyejer hingga penyineban yang akan dilaksanakan pada Senin (4/5) mendatang.

Lebih lanjut dikatakannya, serangkaian pujawali ini turut dilaksanakan juga Lomba Penjor, Lomba Ngelawar, dan Lomba Gebogan yang diikuti oleh tujuh banjar pengempon yakni Br. Kreneng, Br. Kreneng Kaja, Br. Mertanadi, Br. Kertha Bhuwana, Br. Kertha Bhuwana Kaja, Br. Merta Rauh, dan Br. Merta Rauh Kaja.

Baca Juga  Personil Gabungan Polres Klungkung Gelar Operasi Yustisi di Jalan Puputan Klungkung

“Tentu kami berharap dengan pelaksanaan Pujawali ini kedepannya dapat meningkatkan Srada Bhakti serta mempererat tali persaudaraan antar-umat terlebih Pura Swagina Taman Sari ini merupakan milik masyarakat, sehingga tak hanya dari pengempon, melainkan kantor maupun sekolah-sekolah yang berada di sekitar  wilayah Pura Swagina Taman Sari diharapkan bisa ikut serta dalam setiap rangkaian upacaranya,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Dukung Pelestarian Adat, Wabup Bagus Alit Sucipta Apresiasi Semangat Gotong-royong Krama Puri Punggul

Published

on

By

wabup Alit Sucipta
HADIRI KARYA: Wabup Bagus Alit Sucipta, menghadiri “Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih” di Merajan Kemimitan Puri Punggul dan Pura Batur, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Selasa (28/4). (gs/bi)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, menghadiri rangkaian upacara (Karya) Padudusan Alit, Mamungkah, Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa, hingga Mupuk Pedagingan di Merajan Kemimitan Puri Punggul dan Pura Batur, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Selasa (28/4).

Kehadiran Wabup Bagus Alit Sucipta disambut hangat oleh Penglingsir Puri Punggul, Puri Taman, Puri Gerana, dan Puri Selat. Turut mendampingi, Camat Abiansemal IB Putu Mas Arimbawa, Perbekel Desa Punggul I Kadek Sukarma, Bendesa Adat Punggul I Gst Ngr Wedastra, Tokoh Masyarakat I Wayan Muntra, serta krama pengempon.

Sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Badung, Wabup menyerahkan bantuan Dana Aci sebesar Rp 150 juta. Dukungan juga mengalir dari Anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini sebesar Rp 10 juta dan I Wayan Muntra sebesar Rp 5 juta.

Dalam sembrama wecana-nya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan rasa angayu bagia dapat hadir dan bersembahyang bersama masyarakat (ngrastiti bhakti) guna mendoakan agar seluruh rangkaian upacara berjalan lancar dan memberikan kerahayuan bagi semua.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada krama pengempon atas semangat gotong-royong yang luar biasa. Dengan ketulusan dan kebersamaan dalam ngayah, kami meyakini Ida Bhatara akan memberikan anugerah kesehatan dan kesejahteraan bagi kita semua,” ujarnya

Sementara itu, Manggala Karya I Gusti Lanang Oka mengungkapkan bahwa puncak upacara ini merupakan tindak lanjut setelah rampungnya renovasi pelinggih yang sebelumnya dibantu oleh hibah Pemkab Badung senilai Rp 2 miliar.

“Kami mewakili 375 KK pengempon mengucapkan terima kasih mendalam atas kehadiran Bapak Wakil Bupati serta dukungan dana yang diberikan. Upacara ini terlaksana berkat swadaya murni masyarakat sebesar Rp 250 ribu per KK, punia pasemetonan, serta bantuan penuh dari Pemerintah Kabupaten Badung,” jelasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Libur Panjang, Personil Polsek Gianyar Amankan Obyek Wisata Bali Safari

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Penyineban IBTK 2026 di Pura Agung Besakih Resmi Ditutup, Gubernur Bali Turut “Ngayah Megambel”

Published

on

By

ibtk 2026
PENYINEBAN: Rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih resmi ditutup melalui upacara penyineban pada Kamis (23/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com  — Rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih resmi ditutup melalui upacara penyineban pada Kamis (23/4). Prosesi sakral yang berlangsung khidmat ini dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster bersama Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra.

Tak hanya hadir secara seremonial, Gubernur Koster juga menunjukkan keterlibatan langsung dalam tradisi dengan “megambel” atau memainkan gamelan gangsa bersama para pemedek.

Aksi ngayah tersebut berlangsung di sela-sela prosesi penyineban dan menjadi perhatian umat yang hadir.

Momen langka itu pun banyak diabadikan warga sebagai simbol kedekatan antara pemimpin dan masyarakat.

Selain itu, kehadiran Gubernur juga disambut antusias. Di sela prosesi, ia tampak dikerumuni pemedek yang ingin berfoto bersama. Dengan ramah, Gubernur melayani permintaan tersebut tanpa meninggalkan kekhidmatan jalannya upacara.

Upacara penyineban diawali dengan pelaksanaan bhakti penganyar terakhir pada pagi hari, dilanjutkan prosesi utama pada sore hari sekitar pukul 15.00 WITA. Ritual ini ditandai dengan doa bersama, diikuti rangkaian prosesi seperti Nuwek Bagia Pula Kerthi, nedungan Ida Bhatara, katuran tetingkeb ring ambal-ambal, hingga mundur mawali ke pesineban.

Umat juga melaksanakan persembahyangan (muspa) kepada Ida Bhatara Lingsir serta ritual ngeseng dan mendem Bagia Pulekerthi.

Ketua Panitia IBTK Pura Agung Besakih, Jro Mangku Widiartha, menjelaskan bahwa penyineban merupakan simbol berakhirnya masa nyejer, yakni periode Ida Bhatara berstana di Pura Penataran Agung sejak puncak karya pada 2 April 2026.

“Setelah doa bersama, seluruh pralingga Ida Bhatara kembali ke pelinggih masing-masing, menandai berakhirnya rangkaian karya,” ujarnya.

Ia menambahkan, prosesi penyineban dipuput oleh enam sulinggih yang memimpin di sejumlah lokasi utama.

Baca Juga  Dua Akun FB Duga Hina Gubernur Bali dan Hoax serta Menyesatkan Dilaporkan ke Polda Bali

Di Bale Gajah, upacara dipimpin oleh Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa dari Griya Kedhatuwan Kawista Blatungan bersama Ida Dalem Semara Putra dari Puri Semara Pura. Sementara di Tapini, dipuput oleh Ida P Istri I Wayah Jelantik Dwaja dari Griya Budakeling Karangasem bersama Ida P Istri Karang.

Untuk tahapan Pengrajeg Karya dipimpin oleh Ida Pedanda Gede Kemenuh dari Griya Batan Manggis Singarata, sedangkan Pengemit Karya dipimpin oleh Ida Rsi Wayabya Sogata Suprabhu Karang dari Griya Buduk Badung. Adapun pada saat pelaksanaan bhakti penganyar, upacara dipimpin oleh Ida Pandita Empu Maha Yoga dari Griya Angsoka Bebanda.

Selain dihadiri Gubernur dan Sekda Provinsi Bali, prosesi ini juga dihadiri Wakil Gubernur Bali periode 2018–2024 Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Bimbingan Komunitas Hindu, jajaran Kepolisian Daerah Bali, Komando Militer Resor 163/Wira Satya, Parisada Hindu Dharma Indonesia, serta Majelis Adat Desa Provinsi Bali.

Selain prosesi keagamaan, panitia juga menyampaikan laporan keuangan pelaksanaan karya. Selama 21 hari kegiatan, total dana yang terkumpul mencapai Rp 8.965.742.204, dengan pengeluaran sebesar Rp 6.477.534.000, sehingga tercatat saldo akhir sebesar Rp 2.488.208.204.

Jro Widiartha menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya karya, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga keagamaan, hingga umat Hindu yang turut ngayah dengan tulus.

“Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan, untuk itu kami mohon maaf sebesar-besarnya. Namun berkat dukungan semua pihak, karya ini dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan secara sekala dan niskala,” ungkapnya.

Sebagai penutup keseluruhan rangkaian IBTK 2026, upacara Mejauman dijadwalkan berlangsung pada 26 April 2026, yang menjadi simbol berakhirnya seluruh prosesi karya secara menyeluruh. (gs/bi)

Baca Juga  Polres Klungkung Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Tahun 2020

Loading

Advertisements
iklan stikom bali 3a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca