Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Puluhan Anggota TP PKK Densel Ikuti Pelatihan Tata Rias dan Sanggul

BALIILU Tayang

:

tp pkk sanur
SAMBUTAN: Ketua Forum PUSPA Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa memberikan sambutan saat menghadiri Pelatihan Sanggul dan Tata Rias (Make Up) di Kantor Lurah Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Selasa (24/2). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sebanyak 20 orang Tim Penggerak PKK Kelurahan Sanur mengikuti kegiatan Penguatan Pemberdayaan Perempuan di Bidang Sosial Ekonomi melalui Pelatihan Sanggul dan Tata Rias (Make Up) yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali bekerja sama dengan Forum PUSPA Provinsi Bali di Kantor Lurah Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan, Selasa (24/2).

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Forum PUSPA Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua TP PKK Kecamatan Denpasar Selatan Ny. Ida Ayu Alit Maharatni Purwanasara, serta Lurah Sanur Ida Bagus Made Windhu Segara.

Ketua Forum PUSPA Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Forum PUSPA Provinsi Bali yang telah menunjuk Kota Denpasar sebagai lokus pertama pelatihan sanggul dan tata rias di Kota Denpasar.

Ia menjelaskan, dipilihnya Sanur sebagai lokasi pelatihan karena memiliki berbagai potensi, baik dari sisi sumber daya perempuan, aktivitas adat dan budaya yang tinggi, maupun peluang ekonomi kreatif yang mendukung perkembangan keterampilan di bidang sanggul dan tata rias.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin meningkatkan keterampilan dan pemberdayaan perempuan, khususnya ibu-ibu, agar semakin percaya diri, mandiri, dan memiliki peluang mengembangkan potensi diri maupun usaha di bidang tata rias. Hal ini sangat relevan dengan budaya dan tradisi Bali,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga diharapkan mampu mendorong semakin banyak perempuan Bali yang berdaya dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Terlebih di Sanur yang memiliki banyak banjar dengan upacara adat, kebutuhan akan tata rias dan sanggul cukup tinggi, sehingga keterampilan ini dapat membantu mengurangi pengeluaran sekaligus membuka peluang usaha.

Baca Juga  Koordinasi Lintas Sektor, Forum PUSPA Gianyar Perkuat Layanan Pemberdayaan Perempuan

Sementara itu, Sekretaris Forum PUSPA Provinsi Bali, Kompyng Ratnadi, mengatakan bahwa program pelatihan ini merupakan bentuk sinergi antara Forum PUSPA dan Dinas Sosial Provinsi Bali dalam mendukung pemberdayaan perempuan.

Ia berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan penuh semangat sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga berdampak pada lingkungan sekitar.

“Minimal bermanfaat untuk diri sendiri, kemudian berkembang di lingkungan, bahkan membuka peluang usaha seperti salon. Ke depan, kami berharap dapat dilaksanakan pelatihan lanjutan untuk memperdalam keterampilan,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Hak Perempuan Dinas Sosial P3A Provinsi Bali, Ni Nyoman Cahaya Wati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan perempuan tahun 2026 yang bertujuan meningkatkan kesiapan perempuan dari sisi sosial, ekonomi, hingga pemahaman hukum.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam kehidupan individu, keluarga, dan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, program ini ditargetkan menjangkau sembilan kabupaten/kota di Bali. Namun, karena keterbatasan anggaran, tahun lalu baru terealisasi di empat kabupaten/kota. Tahun ini diharapkan dapat menjangkau seluruh kabupaten/kota dengan tetap bersinergi bersama Forum PUSPA Provinsi dan kabupaten/kota.

Lokasi kegiatan ditentukan melalui koordinasi bersama, dengan sasaran perempuan, termasuk perempuan rentan, serta menghadirkan narasumber yang kompeten sesuai jenis pelatihan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan perempuan semakin berdaya secara sosial dan ekonomi serta mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan dan kesejahteraan keluarga. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan

NEWS

Jaga Stabilisasi Pasokan dan Harga, DKPKP Gianyar Gelar GPM

Published

on

By

Pangan Murah gianyar
GPM: Pemerintah Kabupaten Gianyar, melalui Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (DKPKP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Jumat (13/3). (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar, melalui Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (DKPKP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar, Jumat (13/3). Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang hari raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Gerakan tersebut melibatkan Bulog, Agen LPG , dan pelaku UMKM  lainnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gianyar I Gusti Agung Sri Widyawati, mengatakan bahwa gerakan pangan murah  dilaksanakan guna menstabilkan harga pangan pokok di masyarakat menjelang hari raya, serta memastikan ketersediaan pangan.

“Melalui GPM ini, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih murah dari harga pasar,  sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Gerakan ini juga menjadi langkah nyata pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah,” terangnya.

Berbagai bahan pokok tersedia dalam kegiatan ini meliputi beras, minyak goreng, gula, telur, gas LPG 3Kg, buah-buahan, serta berbagai produk UMKM. Dimana harga yang ditawarkan tentunya  di bawah harga  pasar, namun tidak pula merugikan peternak dan UMKM masyarakat sehingga mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Selain memastikan harga yang terjangkau, kegiatan ini juga mempertemukan produsen dan konsumen secara langsung, sehingga distribusi pangan menjadi lebih efektif. “Harga murah terjadi karena bertemunya produsen dengan konsumen sehingga marginnya kecil, karena tidak lewat perantara atau pengepul,” jelasnya.

Ketersediaan beras dan berbagai bahan pokok lainnya, yang terjual dengan cepat menunjukkan tingginya minat masyarakat. Di sisi lain, kegiatan ini berfungsi untuk menjaga inflasi di daerah agar tetap rendah dan stabil. Dengan adanya Gerakan Pangan Murah, pemerintah dapat memantau, serta memastikan pasokan dan harga di pasar tetap seimbang.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Gelar Peringatan Hari Ibu Ke-96

“Dengan diadakannya Gerakan Pangan Murah, Pemkab Gianyar berharap kestabilan pasokan dan harga pangan di wilayah ini bisa terjaga, sambil juga memperkuat ketahanan pangan daerah yang berkelanjutan,” tutup Sri Widiawati. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkab Buleleng Gelar Gotong-royong Bersih Pantai dan Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir di Kecamatan Banjar

Published

on

By

banjir di buleleng
BERSIH PANTAI: Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar kegiatan gotong-royong pembersihan pantai pasca-bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Banjar pada Jumat (13/3). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng menggelar kegiatan gotong-royong pembersihan pantai pasca-bencana banjir yang melanda wilayah Kecamatan Banjar. Kegiatan ini melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Buleleng, BUMD, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat setempat pada Jumat (13/3).

Apel pagi sebagai tanda dimulainya kegiatan dipusatkan di Pantai Banjar. Selanjutnya, kegiatan gotong-royong dilaksanakan serentak di delapan titik pantai yang berada di wilayah Kecamatan Banjar. Aksi bersih pantai ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan sekaligus upaya percepatan pemulihan kawasan pesisir yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.

Selain kegiatan bersih-bersih pantai, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak. Bantuan berupa beras sebanyak 20 kilogram per keluarga diberikan kepada 437 Kepala Keluarga (KK). Beras tersebut berasal dari Cadangan Pangan Pemerintah Kabupaten Buleleng yang dikelola oleh Dinas Pertanian, dengan pendanaan dari APBD Kabupaten Buleleng.

Tidak hanya itu, bantuan lainnya juga turut disalurkan berupa kompor gas lengkap dengan regulator, paket sembako, serta family kit yang merupakan kontribusi dari berbagai OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, S.POG menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Jadi kita dari APBD Kabupaten Buleleng memberikan bantuan 20 kilogram beras selain biaya-biaya operasional lainnya. Ada juga bantuan kompor gas beserta regulatornya hingga paket sembako. Diharapkan ini dapat membantu menjawab penanggulangan dampak dari bencana yang terjadi kemarin,” ujarnya.

Salah satu warga penerima bantuan, Ketut Masning, mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Baca Juga  Peringati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Pemkot Denpasar Gelar "Goes to Lapas"

“Saya sangat senang dan bersyukur bisa menerima bantuan ini. Kami merasa benar-benar diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng. Bantuan ini sangat membantu kami yang terdampak banjir. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah peduli dengan masyarakat,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh warga lainnya, Putu Areni. Ia berharap ke depan upaya penanggulangan bencana dapat semakin ditingkatkan, sekaligus menyampaikan apresiasi atas langkah cepat pemerintah daerah dalam membantu masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng atas bantuan yang sudah diberikan kepada kami. Harapan kami ke depan, penanggulangan bencana bisa semakin cepat dan sigap sehingga masyarakat yang terdampak bisa segera mendapatkan bantuan,” ujarnya.

Melalui kegiatan gotong-royong serta penyaluran bantuan ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap proses pemulihan pasca bencana di Kecamatan Banjar dapat berjalan lebih cepat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Hadiri Musker PMI, Gaungkan Jiwa Sukarela dan Ketulusan Hati

Published

on

By

bupati sanjaya
MUSKER PMI: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat menghadiri Musyawarah Kerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tabanan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Tabanan, Kamis (12/3), sekaligus menyaksikan pelantikan 115 pengurus PMI dari seluruh Kecamatan se-Kabupaten Tabanan. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Semangat kemanusiaan kembali ditegaskan dalam Musyawarah Kerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tabanan yang dirangkaikan dengan Penggalangan Donasi Kemanusiaan Tahun 2026. Pada kesempatan tersebut, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya turut menghadiri kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Tabanan, Kamis (12/3), sekaligus menyaksikan pelantikan 115 pengurus PMI dari seluruh Kecamatan se-Kabupaten Tabanan.

Ratusan relawan tersebut dilantik secara langsung oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, selaku Ketua PMI Kabupaten Tabanan. Turut hadir, jajaran Forkopimda atau yang mewakili, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Perangkat Daerah terkait, Wakil Ketua PMI Provinsi Bali dan pengurus PMI Kabupaten Tabanan. Diharapkan seluruh pengurus yang baru dilantik untuk terus menumbuhkan jiwa kerelawanan dan pengabdian kepada sesama.

“Saya yakin saudara-saudara yang baru dilantik ini memiliki jiwa sukarela yang tulus dari sisi kemanusiaan,” ujar Sanjaya dalam sambutannya saat itu. Ia juga mengulas kembali sejarah berdirinya PMI yang resmi dibentuk pada 17 September 1945, tidak lama setelah kemerdekaan RI. Pembentukan PMI kala itu merupakan amanat Presiden Soekarno kepada Menteri Kesehatan dr. Boentaran dan dipimpin oleh Wapres Mohammad Hatta, sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak membantu korban perang kemerdekaan.

“Teman-teman PMI selalu sigap turun ke lapangan bersama TNI, Kepolisian, dan tokoh masyarakat ketika terjadi bencana. Kehadiran mereka secara sukarela di tengah masyarakat adalah bentuk nyata kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang patut kita apresiasi,” imbuh Sanjaya. Seraya mengingatkan, PMI merupakan organisasi kemanusiaan yang memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah, terutama dalam bidang pelayanan sosial, kesehatan, serta penanggulangan bencana yang ditegaskannya harus dilaksanakan dengan penuh ketulusan. (gs/bi)

Baca Juga  Sambut Hari Ibu, Ketua FK PUSPA Denpasar Kunjungi LP Perempuan Kerobokan

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca