Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Puluhan UMKM Unggulan Kota Denpasar Ramaikan Pasar Rakyat PKK “Berbelanja dan Berbagi”

Jaya Negara: Sektor UMKM Penyokong Perekonomian Masyarakat

Loading

BALIILU Tayang

:

pasar rakyat
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara Kota Denpasar didampingi Ketua TP PKK Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat meninjau penyelenggaraan Pasar Rakyat, bertajuk "Berbelanja dan Berbagi", pada Jumat (5/5) di Lapangan Puputan Badung. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Kota Denpasar kembali didapuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pasar Rakyat, bertajuk “Berbelanja dan Berbagi”, pada Jumat (5/5). Gelaran pasar rakyat ini, diinisiasi oleh Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi Bali yang bersinergi dengan TP PKK Kota Denpasar. Digelar di area Lapangan Puputan Badung, setidaknya 52 penggiat IKM/UMKM Kota Denpasar dilibatkan dalam kegiatan ini.

Aneka pangan seperti sayuran, bumbu dapur serta olahan makanan matang maupun mentah menjadi komoditas di pasar rakyat ini. Ragam kuliner khas serta produk kerajinan Kota Denpasar dihadirkan di sini. Bahkan salah satu penggiat UMKM merupakan seorang difabel yang turut berkesempatan memasarkan produk dupa miliknya pada kegiatan ini.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara yang sempat meninjau lokasi Pasar Rakyat ini, menyebutkan selain sektor pariwisata, Kota Denpasar kini tengah berupaya mengatrol sektor UMKM melalui berbagai event yang digelar.

“Kota Denpasar merupakan kota berbasis budaya dan kreativitas. Sehingga, harapan kita, selain bidang pariwisata, sektor UMKM juga bisa menjadi penyeimbang dalam perekonomian. Selain di Pasar Rakyat seperti ini, Pemkot Denpasar juga kerap memberikan ruang pada UMKM di kegiatan operasi pasar ataupun bazar pangan dan event lainnya, seperti Kesanga Festival dan juga Denpasar Festival,” kata Jaya Negara.

Sementara itu,  Ketua TP PKK Denpasar sekaligus Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengungkapkan gelaran pasar rakyat ini, merupakan bentuk sinergitas TP PKK Provinsi Bali dengan TP PKK Kota Denpasar, yang berbasis aksi sosial dan penguatan perekonomian keluarga.

“Pasar Rakyat yang digagas oleh Ibu Putri Suastini Koster selaku Ketua TP PKK Provinsi Bali telah banyak memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk kembali bangkit secara ekonomi. Dengan berbasis aksi sosial dan penguatan ekonomi keluarga, kegiatan ini banyak memberi manfaat bagi masyarakat kami. Untuk itu, terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan pada kami,” ujar Ny. Antari Jaya Negara.

Baca Juga  Bali Pure Raih Penghargaan UMKM Unggulan Kategori Kolaborator Terbaik

Pada kesempatan itu, Ny. Antari Jaya Negara juga  mengatakan, dengan semangat gotong-royong pihaknya turut pula melibatkan peran OPD terkait agar kegiatan pasar rakyat ini dapat berjalan lancar.

rakyat
Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat meninjau penyelenggaraan Pasar Rakyat, bertajuk “Berbelanja dan Berbagi”, pada Jumat (5/5) di Lapangan Puputan Badung. (Foto: ist)

Di lain sisi, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster menyampaikan bahwasannya aksi sosial PKK yang dikemas dalam bentuk “Pasar Rakyat”, sengaja digagas untuk membantu masyarakat saat masa pandemi Covid-19. Dan hingga kini pelaksanaannya terus dilakukan secara bergilir di seluruh Kabupaten / Kota se-Bali.

“Aksi sosial yang dilaksanakan setiap bulannya ini merupakan salah satu bentuk wujud sinergitas antara TP PKK Provinsi Bali dengan TP PKK Kabupaten / Kota se-Bali. Dalam kegiatan ini tidak hanya TP PKK Provinsi yang berbelanja dan berbagi dengan masyarakat tetapi juga TP PKK Kabupaten / Kota juga turut kami libatkan, untuk kemudian hasil belanjaan akan dibagikan kepada masyarakat setempat yang membutuhkan,” jelas Ny. Putri Koster.

Dia juga menegaskan, kegiatan ini sengaja diupayakan agar memberi kesempatan bagi seluruh anggota PKK untuk dapat bertatap muka dengan masyarakat serta dengan para pelaku UMKM.

Selain kegiatan pasar rakyat, pada kesempatan itu juga dirangkaikan dengan pembagian paket bantuan berisi sembako bagi 100 orang warga dari 4 kecamatan di Denpasar. Tidak hanya itu, para warga tersebut, juga menerima paket bantuan berupa sayuran yang diberikan oleh Dinas Pertanian Kota Denpasar. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Pansus TRAP DPRD Bali Bakal Evaluasi Total Aset Pemprov Bali Buat ICCB Renon Mangkrak 22 Tahun

Published

on

By

iccb
Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H., M.H., saat diwawancarai awak media di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mulai menyoroti serius aset-aset milik Pemerintah Provinsi Bali di kawasan Renon, Denpasar. Salah satunya, proyek India Cultural Centre Bali (ICCB) yang diketahui mangkrak selama lebih dari 22 tahun.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, menegaskan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aset strategis Pemprov Bali yang dinilai bermasalah maupun belum dimanfaatkan secara optimal.

Sorotan aset Pemprov Bali untuk ICCB Renon, muncul setelah aset daerah tersebut diketahui mangkrak selama lebih dari dua dekade tanpa kepastian penyelesaian. Bahkan, kini Pansus TRAP DPRD Bali mulai mendalami berbagai laporan masyarakat terkait dugaan penguasaan aset yang tidak sesuai regulasi.

“Nanti evaluasi, banyak aset-aset kita yang kemudian dikuasai dengan cara tidak benar. Ya, seluruhnya dievaluasi wilayah Renon ke depan akan diperdalam. Itu banyak Dumas dan banyak laporan,” kata Ketua Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali Dr. (C) I Made Supartha, S.H.,.M.H., saat diwawancarai awak media di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026.

Hal itu disampaikan usai menerima Forum Pemerhati Pembangunan (FOR HATI) Bali mendatangi Kantor DPRD Provinsi Bali. Dari unsur tokoh agama hadir Ida Shri Bhagawan Yogananda, sementara dari kalangan tokoh masyarakat tampak mantan anggota MPR RI utusan Bali Jro Gede Sudibya. Turut hadir Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali dr. Wayan Sayoga, akademisi Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si.

Dukungan generasi muda terhadap upaya pengawasan pembangunan Bali juga tampak kuat. Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi hadir dalam audiensi tersebut, di antaranya BEM Universitas Udayana, Universitas Warmadewa, Universitas Mahasaraswati, Universitas Dwijendra, Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Universitas Hindu Indonesia, Universitas Mahadewa Indonesia, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, hingga Universitas Saraswati.

Baca Juga  Miliki Peran Signifikan Capai NZE 2060, Pemerintah Perlu Dorong Dekarbonisasi UMKM di Indonesia

Made Supartha menilai persoalan aset daerah di Bali tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, pengelolaan aset pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat, bukan justru terbengkalai selama puluhan tahun. Namun, aset tersebut diketahui belum dimanfaatkan secara optimal dan masih berstatus belum tuntas sejak awal perencanaan pada 2004.

Keberadaan aset mangkrak tersebut kini menjadi perhatian serius DPRD Bali, terutama setelah Pansus TRAP melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik aset daerah dan menemukan berbagai persoalan tata ruang, aset, serta perizinan.

Made Supartha memastikan evaluasi tidak hanya menyasar satu lokasi, tetapi seluruh aset strategis Pemprov Bali yang dinilai bermasalah atau belum dimanfaatkan secara optimal. “Selain melakukan pendalaman terhadap laporan masyarakat, kami juga mendorong adanya kepastian kebijakan dari pihak eksekutif terkait status aset yang hingga kini masih menggantung,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya yang akrab disapa Dewa Jack mengaku baru mengetahui soal tersebut. Untuk itu, pihaknya akan menelusuri permasalahan tersebut.

“Baru juga tau.”..!! Ayo nanti sama-sama telusuri,” jawab Dewa Jack secara singkat di Denpasar, Rabu, 3 Juni 2026.

Untuk diketahui, rencana pembangunan proyek ICCB atau Pusat Kebudayaan India tersebut sempat diresmikan Gubernur Bali (1998-2008), Dewa Beratha, Dubes India, Hemant Krishan Singh dan DG ICCR, Rakesh Kumar, hingga saat ini justru diketahui proyek tersebut mangkrak dan tidak ada tanda-tanda progress keberlanjutan, sehingga menjadi kewajaran publik mempertanyakan nasib aset Pemprov Bali yang dipergunakan untuk proyek tersebut.

Ketua Fraksi Partai Demokrat-NasDem DPRD Provinsi Bali, Dr. Somvir menilai persoalan aset tersebut perlu segera mendapatkan kepastian hukum dan kebijakan agar tidak terus terbengkalai selama puluhan tahun.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Lanjutkan Aksi Sosial ‘‘Menyapa dan Berbagi‘‘ di Kota Denpasar

Dr. Somvir yang juga selaku Wakil Sekretaris Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali menegaskan bahwa penggunaan aset daerah harus memberikan kejelasan bagi semua pihak. Ia juga mendukung penuh Ketua Pansus TRAP DPRD Bali melakukan evaluasi di Kawasan Renon.

Pansus TRAP DPRD Bali akan membuka aset Pemprov Bali secara transparan baik yang sudah atau terbengkalai. Evaluasi mulai dilakukan dari pusat kota atau jantung pemerintahan. Upaya itu agar aset jelas dan tata kota tertib. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jelang Galungan dan Kuningan, PHDI dan Bakesbangpol Denpasar Bagikan 300 Paket Daging Babi kepada Masyarakat

Published

on

By

phdi denpasar
BAGIKAN DAGING BABI: Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat membagikan daging babi kepada para pecalang, bendesa adat, dan masyarakat, di halaman Kantor Bakesbangpol Kota Denpasar, Senin (15/6). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Jelang hari Raya Galungan dan Kuningan, Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar bersama Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), membagikan 300 paket daging babi kepada para pecalang, bendesa adat, dan masyarakat, di halaman Kantor Bakesbangpol Kota Denpasar, Senin (15/6).

Hadir saat itu, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, dan pihak terkait lainnya.

Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka mengatakan, kegiatan pembagian daging babi ini diharapkan akan dapat memberikan kemanfaatan bagi umat yang akan merayakan hari Raya Galungan dan Kuningan.

“Tentu harapannya ini akan membawa kemanfaatan bagi umat yang akan menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, menyampaikan, program ini merupakan implementasi dari spirit Vasudhaiva Kutumbhakam yang bermakna kita semua bersaudara atau menyama braya.

Sehingga diharapkan mampu menghadirkan semangat sagilik, saguluk, salunglung subayantaka dalam menyambut Hari Suci Galungan dan Kuningan di tengah masyarakat.

“Pembagian daging babi ini juga merupakan salah satu implementasi dari semangat Vasudhaiva Kutumbhakam,” katanya. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Masih Ada Pelanggar Prokes, Tim Yustisi Kota Denpasar Perketat Penertiban
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dorong Percepatan Penguatan Aksesibilitas Transportasi Keluar Masuk Bandara Ngurah Rai

Published

on

By

aksesibilitas Bandara Ngurah Rai
FGD: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendukung dan mendorong percepatan upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Menurutnya, penguatan aksesibilitas merupakan kebutuhan mendesak mengingat strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai sebagai gerbang utama masuk ke Pulau Dewata.

Dukungan Gubernur Wayan Koster disampaikan dalam arahan saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Senin (15/6).

Mengawali paparannya, Gubernur Koster menyambut baik pelaksanaan FGD sebagai bagian penting dari upaya penguatan aksesibilitas transportasi kaluar masuk bandara. Ia berpendapat, penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara menjadi perhatian urgen karena berkaitan dengan isu kemacetan. Jika tidak diantisipasi, ia khawatir persoalan ini dapat mempengaruhi citra pariwisata Bali.

Selanjutnya, Gubernur Koster memberi gambaran tentang strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai dalam pembangunan bidang kepariwisataan.

“Pada tahun 2025, wisatawan manca negara yang masuk ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai tercatat sebanyak 7 juta 50 ribu orang. Ditambah wisatawan domestik yang mencapai 9,2 juta. Jadi kalau ditotal, mencapai 16 juta lebih,” urainya.

Mencermati data tersebut, menurutnya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara dan kawasan sekitarnya menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Ia berharap, FGD menghasilkan rumusan yang komprehensif dalam upaya mengantisipasi kemacetan keluar masuk bandara dan kawasan sekitar khususnya Badung dan Denpasar.

“Petakan betul setiap titiknya. Ini tak bisa fokus di satu titik saja, alur kendaraan harus benar-benar dipetakan,” pintanya.

Ia berharap, seluruh komponen mendukung upaya ini agar segera bisa dikerjakan. Jika tidak ada hal yang sangat krusial, ia berharap FGD kali ini menghasilkan hal yang konkrit agar bisa segera dikerjakan. Masih dalam arahannya, Gubernur Bali dua periode ini juga menyinggung rencana perluasan parkir dan terminal. Ia berharap, pihak pengelola bandara segera merealiasikan rencana tersebut.

Baca Juga  Kasus Meninggal Nihil, 13 Orang Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar

Sementara itu, Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi PT. Angkasa Pura Indonesia Ferry Kusnowo mengatakan, kegiatan kali ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan FGD tahun lalu. Ia menyampaikan, kegiatan kali ini bertujuan untuk memperoleh masukan dari berbagai komponen sehingga menghasilkan kajian yang lebih komprehensif. Menurutnya, upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara membutuhkan pendekatan integrasi, bertahap dan kolaboratif. FGD diisi penyampaian kajian dari akademisi Universitas Udayana Prof. Ir. Putu Alit Suthanaya yang mendapat masukan dari sejumlah pihak untuk penyempurnaan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca