Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Pusat Kajian Lontar Unud Lakukan Pengabdian Baca Lontar di Merajaan Agung Mahagotra Tirta Harum Kerambitan

BALIILU Tayang

:

de
BACA LONTAR: Ida Bagus Anom Wisnu Pujana (pembaca) dan Putu Eka Guna Yasa (penerjemah) saat pembacaan lontar di Merajan Agung Mahagotra Tirta Harum, Banjar Tengah Kangin, Desa Kerambitan, Tabanan, Senin (17/1). (Foto: Ist)

Tabanan, baliilu.com – Pusat Kajian Lontar Universitas Udayana melakukan pengabdian pada Senin, 17 Januari 2022. Pengabdian kali ini berupa pembacaan lontar di Merajan Agung Mahagotra Tirta Harum, Banjar Tengah Kangin, Desa Kerambitan, Tabanan. 

Acara pembacaan lontar itu dilakukan atas undangan dari Prof. Ir. Ngakan Putu Sueca, M.T., Ph.D. salah satu panglingsir dan pangempon marajan Tirta Harum di desa tersebut.

Tim Pusat Kajian Lontar Universitas Udayana didampingi oleh dosen Program Studi Sastra Bali dan Jawa Kuna. Tim Pusat Kajian Lontar terdiri atas Putu Eka Guna Yasa, S.S., M.Hum., I Nyoman Suwana, S.S., M.Hum., Made Agus Atseriawan Hadi Sutresna, S.S., dan Ida Bagus Anom Wisnu Pujana, S.S. Sementara itu, dosen Program Studi Sastra Bali dan Jawa Kuna yang mendampingi adalah Dr. I Wayan Suardiana, S.S., M.Hum., dan Putu Widhi Kurniawan, S.S., M.Hum.

Naskah lontar yang tersimpan di merajan tersebut berjumlah dua buah. Satu naskah berbahan tembaga. Dilihat dari isi, ketiga naskah tersebut memiliki judul yang sama yaitu Pamancangah Tirta Harum ring Kurambitan

Sebelum pembacaan dilakukan, sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan, tim melakukan identifikasi, konservasi dan digitalisasi. Identifikasi bertujuan untuk mengetahui judul naskah yang akan dibaca. Konservasi bertujuan untuk melakukan perawatan terhadap naskah lontar yang sudah berumur tua agar menjadi lebih lentur, bersih, dan mudah dibaca. Sementara itu, digitalisasi dilakukan agar pangempon merajaan juga memiliki file foto naskah yang bersangkutan dalam bentuk digital.

Setelah melakukan konservasi dan digitalisasi, Tim Pusat Kajian Lontar melakukan proses pembacaan. Pembacaan dilakukan dengan cara menerjemahkan naskah yang berbahasa Kawi atau Jawa Kuna ke dalam bahasa Bali sehingga masyarakat pangempon merajan mengetahui isi naskah yang disimpannya. 

Baca Juga  Jegeg Udayana Jadi Puteri Indonesia Bali 2023

Bertitik tolak dari pembacaan yang dilakukan selama dua jam oleh Ida Bagus Anom Wisnu Pujana (pembaca) dan Putu Eka Guna Yasa (penerjemah), isi lontar tersebut ternyata menceritakan sejarah keturunan Mahagotra Tirta Harum yang saat ini tinggal di wilayah Kerambitan. Beliau adalah I Dewa Dangin dan I Dewa Dauh yang sempat tinggal di wilayah Aseman dan Jlijih, Tabanan.

Krama pangempon dadia Mahagotra Tirta Harum di Kerambitan tampak antusias mendengarkan bait demi bait pembacaan lontar yang mengisahkan sejarah leluhurnya. Menurut penjelasan Dewa Kakyang Mangku yang menjadi pamangku pura di merajan tersebut, pembacaan terhadap lontar yang juga disebut prasasti itu sudah pernah dilakukan sebelumnya. Akan tetapi, masih sedikit diikuti oleh kalangan generasi muda.

“Pembacaan terhadap naskah lontar di merajan kami sudah sempat dilakukan, tetapi sudah lama dan banyak generasi muda yang belum tahu. Oleh sebab itulah, pembacaan lontar ini sangat penting untuk mengetahui sejarah leluhur kami, agar para generasi muda tahu jati diri dan berbakti kepada Ida Batara Kawitan,” paparnya. 

Sementara itu, Prof. Ir. Ngakan Putu Sueca, M.T., Ph.D. yang juga guru besar di Fakultas Teknik Universitas Udayana di pengujung acara menyatakan ucapan terima kasih kepada Tim Pusat Kajian Lontar Universitas Udayana. Berkat kegiatan kali ini seluruh keluarga besar merajan mengetahui isi dari prasasti milik keluarga besar.

“Pembacaan lontar terhadap prasasti kami ini semakin memperjelas sejarah keberadaan kami di sini, termasuk pula awal kedatangan beliau pada masa pemerintahan Gusti Ngurah Slingsing di Kerambitan. Kami akan melanjutkan penelusuran tahun pemerintahan beliau di Kerambitan, sehingga tahun kedatangan leluhur kami juga dapat dipastikan tahunnya,” ungkap Prof. Ngakan Putu Sueca.

Baca Juga  Tingkatkan Kompetensi, FIB Unud Gelar Workshop Penulisan dan Penerbitan Karya Ilmiah

Kegiatan pembacaan lontar di masyarakat memang merupakan komitmen dari Pusat Kajian Lontar Universitas Udayana. Prof. Dr. I Wayan Cika, M.S. selaku Ketua Pusat Kajian Lontar menyatakan bahwa kegiatan pembacaan lontar merupakan bagian dari usaha meningkatkan literasi masyarakat khususnya tentang sejarah leluhurnya.

“Kegiatan pembacaan lontar ini adalah bagian dari ngayahin Ida Sang Hyang Aji Saraswati termasuk pula meningkatkan literasi histori masyarakat sehingga tahu masa lalu dan dengan mantap melangkah ke masa depan,” ucap Prof. I Wayan Cika. 

Acara pembacaan lontar di Merajaan Dadia Maha Gotra Tirta Harum, Banjar Baturiti, Kerambitan, Tabanan tersebut diakhiri dengan penyerahan buku Prabhajnyana oleh Dr. I Wayan Suardiana, M.Hum. dan dilanjutkan dengan foto bersama. Sumber: www.unud.ac.id (pe/gs/bi) 

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Bupati Badung “Nodya Karya Maligia Punggel“ di Griya Agung Banjar Aseman

Published

on

By

bupati badung
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat hadiri “Karya Maligia Punggel” yang dirangkaikan dengan “nyekah” massal di Griya Agung Banjar Aseman, Desa Abiansemal. Rabu (15/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam meringankan beban masyarakat kembali ditunjukkan melalui dukungan nyata terhadap pelaksanaan Karya Maligia Punggel yang dirangkaikan dengan nyekah massal di Griya Agung Banjar Aseman, Desa Abiansemal. Rabu (15/4).

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir mendukung kegiatan adat dan keagamaan masyarakat guna memastikan pelaksanaannya berjalan lancar. Bupati juga menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kelancaran pelaksanaan karya. Ia berharap seluruh rangkaian yadnya dapat berjalan dengan lancar hingga mencapai sida purna.

“Pemerintah akan terus hadir untuk membantu masyarakat, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam pelestarian adat dan budaya. Kegiatan seperti ini sangat penting karena mampu meringankan beban sekaligus memperkuat kebersamaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan agar bantuan yang diberikan dimanfaatkan secara tepat sasaran serta diawasi bersama. “Pelaksanaan nyekah massal ini tidak hanya memberikan keringanan biaya bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai solidaritas dan gotong-royong, sekaligus menjaga kelestarian adat dan budaya Bali, tiyang selaku murdaning jagat Badung akan terus mendukung kegiatan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan yang berpihak pada masyarakat dan berakar pada budaya lokal,” pungkasnya sembari mengajak dan mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Kegiatan yang dipusatkan di Bale Peyadnyan Tegal Suci ini berlangsung secara bertahap sejak 3 Maret 2026, diawali dengan matur piuning, hingga mencapai puncak karya pada 16 April 2026, dan ditutup pada 17 April 2026 dengan rangkaian pralina puja, nganyut, sangkud, serta nilapati. Seluruh rangkaian upacara dilaksanakan secara gotong-royong dengan melibatkan sekitar 63 pengiring serta dukungan swadaya krama.

Baca Juga  Tingkatkan Kompetensi, FIB Unud Gelar Workshop Penulisan dan Penerbitan Karya Ilmiah

Sementara itu, Perbekel Abiansemal sekaligus panitia, Ida Bagus Bisma Wiratma, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah serta kekompakan krama Banjar Aseman. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan biaya upacara mencapai ratusan juta rupiah, sehingga pelaksanaan secara massal menjadi solusi yang efektif.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Bapak Bupati dan seluruh pihak. Bantuan ini sangat membantu krama sehingga seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar sesuai rencana,” ungkapnya.

Hadir pada acara tersebut Anggota DPRD Badung Ni Luh Putu Gede Rara Hita Sukma Dewi, Kadisdukcapil I Nyoman Rudiarta, Sekcam Abiansemal beserta Tripika Abiansemal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Hadiri “Karya Atma Wedana” dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan

Published

on

By

bupati badung
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa, menghadiri “Karya Atma Wedana“ dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan di Pura Dalem Desa Adat Padonan, Kuta Utara, Rabu (15/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menghadiri Parikrama Tigang Sasih dan Mapetik Mejaya-jaya serangkaian Karya Atma Wedana dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan. Kegiatan tersebut berlangsung di Pura Dalem Desa Adat Padonan, Kuta Utara, Rabu (15/4), dan dipuput oleh Ida Pedanda Istri Griya Buduk.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya yadnya suci tersebut serta mendoakan agar seluruh rangkaian upacara berjalan lancar. Ia juga mengapresiasi dukungan pendanaan dari Desa Dinas, Desa Adat, serta LPD Desa Adat Padonan.

“Sebagai pratisentana, kita memiliki kewajiban melaksanakan yadnya sebagai wujud bakti kepada leluhur. Saya berharap Desa Adat Padonan dapat terus mandiri dan mampu menjaga tradisi di tengah perkembangan pariwisata,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh krama desa untuk menjaga keamanan, kebersihan, serta mengelola sampah dengan baik melalui pemilahan sejak dari rumah tangga. Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya mengurai kemacetan dengan membangun ruas-ruas jalan baru di lokasi strategis guna memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

Sementara itu, Bendesa Adat Padonan, I Made Sutarma, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung beserta undangan lainnya. Ia menjelaskan bahwa rangkaian upacara telah diawali dengan upacara Ngerit (Ngelungah) pada 31 Maret 2026.

Karya Atma Wedana ini merupakan program Desa Adat Padonan yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali, yang bertujuan menjaga tradisi leluhur, sima dresta, serta memperkuat kebersamaan dan semangat gotong-royong. Selain itu, kegiatan ini juga untuk meringankan beban krama desa dalam melaksanakan upacara adat dan Manusa Yadnya.

Sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan pada tahun 2022. Meski sesuai jadwal berikutnya akan digelar pada 2027, namun dimajukan ke tahun 2026 karena adanya rencana pembangunan karya di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Padonan.

Baca Juga  Ormawa BEM FT Unud Gelar Program Bank Sampah di Desa Selat Buleleng

Adapun pendanaan kegiatan bersumber dari Rp 900 juta dana Desa Dinas, Rp 200 juta dari Desa Adat, serta sisa hasil usaha LPD Desa Adat Padonan. Dengan dukungan tersebut, pelaksanaan karya tahun ini tidak membebankan biaya kepada krama desa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain anggota DPRD Badung Wayan Sandra, Camat Kuta Utara Putu Eka Parmana, Majelis Madya dan Majelis Alit Kuta Utara, Perbekel Tibubeneng, serta krama Desa Adat Padonan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya di Banjar Karangenjung Bhakti Sembung

Published

on

By

bupati adi arnawa
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, di Pura Dalem Mandi, Banjar Karangenjung Bhakti, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Sabtu (11/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mendem Pedagingan, Padudusan Alit, Wraspati Kalpa di Pura Dalem Mandi, Banjar Karangenjung Bhakti, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Sabtu (11/4).

Kehadiran orang nomor satu di Badung tersebut disambut hangat oleh Perbekel Desa Sembung I Ketut Sukerta, Bendesa Adat Sembung, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat gotong royong masyarakat Banjar Karangenjung Bhakti. Menurutnya, kekompakan warga dalam ngayah merupakan cerminan nilai luhur yang harus diwariskan ke generasi penerus.

“Pelaksanaan yadnya ini bukan hanya wujud sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga sarana memperkuat keharmonisan di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Badung senantiasa mendukung upaya warga dalam menjaga kelestarian adat dan budaya. Semoga upacara ini berjalan lancar, labda karya, sida sidaning don,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Selain aspek spiritual, Bupati juga menyelipkan pesan penting terkait isu lingkungan. Ia mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah, dimulai dengan memilah dari tingkat rumah tangga. Hal ini selaras dengan program strategis Pemerintah Kabupaten Badung yang saat ini tengah fokus menangani masalah sampah, kemacetan, dan banjir.

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya, I Gusti Made Oka, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Bupati Badung. Ia menjelaskan bahwa rangkaian upacara besar ini telah dimulai sejak 26 Maret 2026 yang diawali dengan prosesi nancep surya.

“Rangkaian berlanjut pada 4 April dengan upacara Mecaru Panca dan Rsi Gana. Kemudian pada 7 April dilaksanakan Melasti ke Segara Batu Bolong, dan puncak karya jatuh pada 8 April lalu. 11 April, merupakan prosesi Nyegara Gunung ke Pura Ulun Danu Beratan, yang kemudian dilanjutkan dengan mekebat daun, mendem bagia, nyenuk hingga prosesi nyineb sebagai penutup seluruh rangkaian karya,” pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Jegeg Udayana Jadi Puteri Indonesia Bali 2023

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca