Badung, baliilu.com – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung Putu Parwata mengatakan dari hasil pantauan dan survei dari Petang sampai ke Kuta Selatan bahwa masyarakat nampaknya sudah mulai objektif melihat siapa yang akan mengantarkan masyarakat ke depan.
‘‘Apa yang akan diyakini calon itu bisa mengantarkan kesejahteraan masyarakat, bisa betul-betul mengurus masyarakat dengan mata hati nuraninya, bisa membangun apa yang diharapkan generasi muda, jadi nampaknya itu ke calon Ganjar-Mahfud nomor 03,‘‘ ucap Putu Parwata yang kini menjabat Ketua DPRD Badung kepada awak media, Jumat (2/2/2024).
Putu Parwata lanjut menjelaskan, bahwa calon presiden nomor 03 ini sangat mendomiasi semangat masyarakat sejalan dengan harapan masyarakat. Kami ini bicara soal keinginan masyarakat, jadi keinginan masyarakat bagaimana ada pemimpin yang bisa mengantarkan bangsa ini menuju bangsa yang damai, nyaman, sejahtera dan demokrasi ini terbangun dengan baik. Karena itu pilihannya pada nomor 03.
Putu Parwata menegaskan dari data-data yang telah masuk melalui survei secara proporsional per setiap kecamatan hasilnya sangat signifikan. ‘’Sepanjang saya melakukan penelitian, belum ada signifikan naiknya. Beberapa saya tanya, kenapa kamu harus memilih Ganjar-Mahfud? Jawabnya, kami yakin Ganjar-Mahfud bisa mengantarkan bangsa ini menjadi lebih baik, begitu jawaban masyarakat. Tapi kami tidak perlu sampaikan datanya, yang jelas signifikan Ganjar-Mahfud,’’ ucapnya seraya merinci sudah 89%, sampai hari ini. Yang belum menentukan sikap masih sedikit, masih 7%. Saya yakin ini masih bergerak terus.
Terkait kondisi terus bergerak antara satu putaran dan dua putaran, Putu Parwata mengatakan kemungkinan-kemungkinan itu bisa saja terjadi. Bisa terjadi Ganjar-Mahfud satu putaran, bisa jadi, kalau terjadi people power. People power berarti rakyat ini lebih yakin. ‘’Jadi people power ini maksudnya rakyat bergerak seperti hasil survei saya ini. Mereka berkeyakinan Ganjar-Mahfud mengantarkan Indonesia menjadi lebih maju. Bisa satu putaran, bisa,’’ ujar Parwata.
Begitu juga kalau putaran kedua, ia mengaku tetap optimis. Tentu secara politik kita harus membangun komunikasi politik kepada siapa saja. Bisa dengan kelompoknya Amin atau bisa kelompok lainnya. Jadi banyak skenario yang bisa dibangun. ‘’Makanya saya katakan, bisa dengan kelompoknya Amin atau jangan-jangan bisa dengan kelompok 02 dan kelompok-kelompok lainnya. Nah ini bagian dari strategi politik. Jadi wajar komunikasi politik,‘‘ ujarnya.
Yang penting, kata Parwata, punya niat seperti yang masyarakat katakan bahwa ingin negara ini diantarkan oleh orang-orang yang punya komitmen dan betul bisa mensejahterakan masyarakat terutama yang sakit bisa diurus, bisa sekolah, hal praktis ini yang masyarakat inginkan. (gs/bi)