Saturday, 13 April 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KRIMINAL

Putus Pacaran, Video Mesumnya Beredar di WAG

BALIILU Tayang

:

kasus
Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya, S.H., M.H., Rabu (25/1) bersama tersangka pelaku pengedar video mesum. (Foto: ist)

Buleleng, baliilu.com – Awalnya korban sebut saja namanya Luh (16) pada bulan Februari 2022 berkenalan dengan terduga pelaku Komang AP (19) lewat Handphone. Kemudian berlanjut ke jenjang pacaran sejak April 2022.

Selama pacaran, korban dengan pelaku sering melakukan hubungan badan dan perbuatan tersebut dilakukan di rumah pelaku, pada saat korban ke rumah pelaku. Pada saat melakukan hubungan badan, orangtua pelaku tidak ada di rumah.

Seijin Kapolres Buleleng, Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya, S.H., M.H., Rabu (25/1) kepada media menyampaikan, hubungan badan yang dilakukan korban dengan pelaku terkadang direkam dengan menggunakan HP milik pelaku terkadang Hp milik korban. Dan video yang beredar adalah rekaman yang dibuat pelaku pada bulan September 2022, tepatnya pada Minggu, 11 September 2022 pukul 13.00 Wita. Saat itu korban bermain ke rumah terduga pelaku di bilangan Sudaji Kecamatan Sawan.

Sebulan kemudian lanjut Sumarjaya, tepatnya pada Oktober 2022, hubungan pacaran antara korban dengan pelaku putus, disebabkan pada saat pelaku dipanggil oleh korban saat masih di kelas, pelaku asyik main game, sehingga korban langsung memutuskan hubungan pacarannya.

Di bulan Januari 2023 beredar di WhatsApp Group teman sekolahnya video mesum korban dengan pelaku dan korban akhirnya mengetahuinya.

Terhadap pelaku, ungkap Sumarjaya, disangka telah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 81 UU RI Nomor 17 tahun 2016 perubahan atas UU RI No 35 tahun 2014 perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan terhadap anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. (eka/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KRIMINAL

Sepekan Polresta Denpasar Amankan Puluhan Pelaku Pencurian

Published

on

By

pencurian di denpasar
KONFERENSI PERS: Wakapolresta Denpasar, AKBP I Made Bayu Sutha Sartana, S.I.K., M.Si. didampingi Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Laorens Rajamangapul Heselo saat konferensi pers di Mapolresta, Senin (8/4/24). (Foto: Hms Polresta Denpasar)

Denpasar, baliilu.com – Satuan Reskrim dan jajaran Polsek di wilayah Polresta Denpasar berhasil mengamankan 13 tersangka kejahatan jalanan yakni pencurian pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan pencurian biasa (cusa) selama sepekan terakhir (1-8 April 2024).

Hal ini disampaikan Wakapolresta Denpasar, AKBP I Made Bayu Sutha Sartana, S.I.K., M.Si. didampingi Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Laorens Rajamangapul Heselo di Mapolresta, Senin (8/4/24).

Wakapolresta menyebutkan dari 13 tersangka tersebut dibagi dalam 10 kasus di antaranya 1 kasus curat, 5 kasus curanmor, 4 kasus cusa.

“Ada dua pelaku curat yakni TR dan Ferd. Kemudian, tujuh pelaku curanmor yakni Mars, And, Mukh, Ilh, Did, Sep dan Sab. Kemudian, empat pelaku Cusa yakni Cindy A, Suan, Fah dan Yoga P,” ungkapnya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun, Pasal 362 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun.

Untuk barang bukti yang diamankan dari para tersangka yakni sepeda motor 6 unit, kunci palsu 1 buah, HP  3 unit, kartu kredit 2 stel, uang tunai Rp 75.500.000 dan lainnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran, karena hanya dalam kurun 1 minggu bisa mengungkap kasus kejahatan dengan maksimal mengungkapkan kasus 3C,” jelasnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Laorens Rajamangapul Heselo, menambahkan pengungkapan kasus satu minggu terakhir ini atas arahan pimpinan Kapolri kepada Kapolda dan Kapolres jajaran yang meminta mengatensi kasus jalanan.

“Ini merupakan perintah pimpinan agar menekan kasus kejahatan jalanan atau 3C. Dan penangkapan kasus ini menjadi bukti keseriusan kami kepada masyarakat, bahwa Polisi menjamin keamanan dan keselamatan serta memberantas kejahatan di Polresta Denpasar,” ucapnya. (gs/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

Curi Motor, ITH Diamankan Polsek Kuta

Published

on

By

pencurian motor di kuta
ITH, tersangka pelaku pencurian kendaraan sepeda motor di wilayah Kuta Badung. (Foto: Hms Polresta)

Badung, baliilu.com – Seorang pria berinisial ITH (26) berasal dari Kecamatan Praya Barat NTB diamankan Polsek Kuta karena mencuri kendaraan bermotor (curanmor). Peristiawa ini terjadi pada Jumat, 29 Maret 2024, pukul 09.00 Wita di Rumah Kos Jalan Mataram Gang Suli, Kuta Badung.

Kejadian berawal dari laporan korban bernama Hartadi (48) yang kehilangan sepeda motor Honda Beat warna hitam Nopol DK 4199 FDE yang dipinjam oleh keponakannya dan terparkir di kos Jalan Mataram Gg Suli Kuta. Korban mengakui saat terparkir telah mengunci stang sepeda motor tersebut sampai akhirnya korban mendatangi Mapolsek Kuta untuk melaporkan kejadian tersebut.

Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Kuta langsung bergerak cepat begitu mendapatkan laporan dengan dipimpin Kanit Reskrim Kuta Iptu. Anggi Wahyu Romadhoni, S.TrK. Tim melakukan penyelidikan dan pada 30 Maret 2024 tim mendapatkan informasi terkait keberadaan pelaku yang melintas di Jalan By Pass IB Mantra.

Menurut Kapolsek Kuta I Ketut Agus Pasek Sudina, S I.K., M.H. saat tim melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga tiga orang, tim berhasil mengamankan satu pelaku ITH sedangkan dua rekan pelaku melarikan diri dan saat ini dalam status DPO. “Saat petugas mengamankan pelaku ITH sebelumnya pelaku dan dua rekannya melintas beriringan dengan 2 sepeda motor tetapi saat itu keduanya melarikan diri ke arah Pelabuhan Padangbai Karangasem,” jelas Kapolsek.

Kedua rekan pelaku berinisial DH dan S saat ini berstatus DPO sementara pelaku saat diamankan mengendarai sepeda motor beat hasil kejahatannya yang telah diganti plat nomornya. ”⁠Hingga saat ini, Unit Reskrim Polsek Kuta masih mencari keberadaan dari dua orang pelaku lainnya yang masih melarikan diri,” tambahnya.

Menurut keterangan pelaku, motor tersebut diambil dengan menggunakan kunci palsu dan pelaku berperan membawa sepeda motor hasil curiannya hendak menuju Lombok dan dijanjikan akan diberikan upah sebesar Rp. 500.000 ketika sudah sampai di Lombok. Dari pelaku diamankan satu unit sepeda motor Honda Beat Hitam No. Pol DK 3648 FCZ (plat palsu) dan juga ditemukan sepasang plat DR 4861 US yang ditemukan di jok sepeda motor Honda Beat beserta ⁠1 buah kunci palsu. (gs/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KRIMINAL

TNI AL Gagalkan Penyelundupan TKI Ilegal ke Malaysia, Empat WNA Diamankan

Published

on

By

Pekerja Migran Indonesia
GAGALKAN PMI: Tim Satuan Tugas (Satgas) TNI AL dari Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV Batam, berhasil menggagalkan penyelundupan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia, Minggu (31/3). (Foto: tni.mil.id)

Batam, baliilu.com – Tim Satuan Tugas (Satgas) TNI AL dari Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV Batam, berhasil menggagalkan penyelundupan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia, Minggu (31/3).

Dalam pengungkapan kasus ini, delapan calon PMI ilegal diamankan. Masing-masing terdiri dari empat warga negara asing (WNA) Bangladesh, tiga warga negara Indonesia (WNI) asal Lombok dan seorang tekong berinisial S alias A (30 tahun).

Dari informasi yang didapat oleh pihak TNI AL, untuk satu orang yang akan diberangkatkan ke Malaysia, dipatok biaya sebesar Rp 13 juta hingga Rp 18 juta untuk WNI dan 4 WNA Non-Prosedural asal Bangladesh diminta dana masing-masing sebesar 5.550 RM (total: 79 juta rupiah) oleh tekong yang berdomisili di Batam.

Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) IV Batam, Laksamana Pertama TNI Tjatur Soniarto, mengatakan, saat penggagalan itu mereka tengah berada dalam speedboat bermesin 40 dan 15 PK, yang keduanya berada di Pulau Pecong.

“Saat tim melakukan penyisiran di lokasi, terlihat secara visual, ada speedboat sedang melintas. Setelah dikejar, tim mengamankan 4 WNA Bangladesh dan 1 tekong,” terang Komandan Lantamal IV Batam yang dikutip dari laman tni.mil.id.

Lebih lanjut Danlantamal menjelaskan, awalnya tim Satgas menerima informasi akan ada pemberangkatan calon PMI secara ilegal dari pelabuhan rakyat Dapur 12 Sagulung menuju Pulau Geranting di Kecamatan Belakang Padang.

“Selanjutnya saat kembali melaksanakan pengintaian dan melihat adanya kapal boat bermesin 15 PK masuk mengarah ke dalam Sungai Dapur Arang dan langsung melakukan pengejaran,” tandasnya.

Adapun ke delapan orang yang diamankan yakni berinisial S, N, S, M, JI, R, ZK dan M. Selanjutnya ketiga calon PMI Non-Prosedural dan seorang tekong diserahkan kepada pihak Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), sementara pekerja WNA asal Bangladesh diserahkan kepada pihak Imigrasi.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali telah menegaskan bahwa, seluruh jajaran prajurit TNI AL agar senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan operasi dan merespons cepat informasi yang diterima serta melaksanakan kerja sama dan bersinergi dengan instansi terkait, guna menjamin keamanan, terlebih di wilayah perbatasan. (gs/bi)

Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
nyepi dprd badung
Advertisements
dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca