Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Rahina Tumpek Krulut, Gubernur Koster Traktir 10 Ribu Cup Kopi Gratis di Jenar Kopi, Dorong Kecintaan terhadap UMKM Lokal

BALIILU Tayang

:

Gubernur Bali Wayan Koster menyapa pengunjung saat menyambangi Jenar Kopi Kaliasem, Dangin Puri, Denpasar, Sabtu (1/8/2026).
SAPA PENGUNJUNG: Gubernur Bali Wayan Koster menyapa pengunjung saat menyambangi lokasi Jenar Kopi Kaliasem, Jalan Kaliasem No. II A, Dangin Puri, Denpasar, Sabtu (1/8/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster kembali memanfaatkan momentum Rahina Tumpek Krulut atau Hari Kasih Sayang Bali dengan menggelar aksi berbagi kopi dan kuliner gratis kepada masyarakat. Salah satu titik pelaksanaan berlangsung di Jenar Kopi Kaliasem, Jalan Kaliasem No. II A, Dangin Puri, Denpasar, Sabtu (1/8/2026), yang dipadati ribuan warga sejak pagi.

Di kedai kopi yang menjadi salah satu ruang berkumpul anak muda tersebut, sekitar 10.000 cup minuman, baik kopi maupun non-kopi, disiapkan secara cuma-cuma. Selain itu, pengunjung juga mendapatkan donat dan roti manis gratis sebagai bagian dari rangkaian peringatan Tumpek Krulut.

Program tersebut merupakan bagian dari gerakan serentak di 15 UMKM kuliner dan kedai kopi lokal yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Bali ingin memperkuat kecintaan masyarakat terhadap produk lokal sekaligus menggerakkan perekonomian pelaku usaha mikro.

Gubernur Koster mengatakan, Tumpek Krulut bukan sekadar tradisi, melainkan hari yang mengajarkan nilai cinta kasih, kepedulian, dan kebersamaan yang diwariskan leluhur Bali.

“Rahina Tumpek Krulut adalah Hari Tresna Asih atau Hari Kasih Sayang menurut dresta Bali. Momentum ini mengajak kita untuk saling berbagi dan menumbuhkan rasa cinta kasih kepada sesama,” ujarnya.

Menurut Koster, pelaksanaan program traktir kopi dan kuliner gratis tahun ini diperluas. Jika sebelumnya hanya berlangsung di beberapa lokasi, kini dilaksanakan serentak di 15 titik UMKM sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha lokal.

“Kegiatan ini adalah bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap kuliner lokal Bali sekaligus memperkuat keberlangsungan UMKM,” katanya.

Ia juga membuka peluang agar jumlah UMKM yang dilibatkan dapat terus bertambah pada peringatan Tumpek Krulut berikutnya setelah dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tahun ini.

Baca Juga  Di Depan Rapat Paripurna DPRD Bali, Gubernur Koster Sampaikan Penjelasan Raperda ‘’Haluan Pembangunan Bali’’

Dalam kesempatan tersebut, Koster kembali mengingatkan makna filosofis Tumpek Krulut sebagai bagian dari implementasi Jana Kerthi, salah satu unsur dalam konsep Sad Kerthi yang menjadi landasan pembangunan Bali.

“Kita harus bersyukur diwarisi kearifan lokal berupa Sad Kerthi. Ada Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi. Tumpek Krulut merupakan bagian dari Jana Kerthi, yaitu memuliakan manusia melalui cinta kasih, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan mengenai pembiayaan program tersebut, Koster memastikan seluruh pelaksanaannya telah disusun sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sesuai aturan,” katanya singkat.

Ia menambahkan, kegiatan berbagi melalui momentum Tumpek Krulut menjadi cara efektif untuk menyapa masyarakat di seluruh Bali di tengah padatnya agenda pemerintahan.

“Pada intinya saya ingin menyapa masyarakat Bali di semua wilayah. Karena jadwal sangat padat, tidak mungkin hadir satu per satu ke semua kabupaten. Maka saya memilih cara seperti ini. Respons masyarakat ternyata sangat bagus,” ujarnya.

Koster berharap peringatan Tumpek Krulut semakin memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai luhur budaya Bali.

“Paling tidak sekarang masyarakat semakin mendapat pemahaman bahwa kita memiliki hari yang sangat mulia dan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Selain menghadirkan program kopi dan kuliner gratis, rangkaian peringatan Tumpek Krulut tahun ini juga diisi dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di berbagai daerah. Menurut Koster, menjaga kesehatan merupakan bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri yang harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap sesama.

“Menyayangi diri sendiri dan menyayangi sesama harus dilakukan bersama-sama,” tegasnya, seusai menyambangi lokasi Kopi Jenar dan berswafoto bersama sejumlah anak muda.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Tumpek Krulut sebagai momentum memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan menjauhi segala bentuk kekerasan.

Baca Juga  Wagub Cok Ace: Bali Interfood 2023 Momentum UMKM Bali untuk Tingkatkan Kualitas-Kuantitas Produk

Banyak Generasi Muda Mulai Rayakan Hari Kasih Sayang Bali

Sementara itu, Pengelola Jenar Kopi, Anggi, mengaku antusias menyambut program tersebut. Ia mengatakan, peringatan Tumpek Krulut dengan konsep berbagi kopi menjadi pengalaman baru yang membawa dampak positif bagi pelaku usaha.

“Baru tahun lalu saya mengetahui bahwa Tumpek Krulut merupakan Hari Kasih Sayang. Kami senang karena akhirnya banyak anak-anak muda bisa merayakannya dengan cara sederhana, yaitu minum kopi dan berkumpul bersama,” ujarnya.

Menurut Anggi, keterlibatan Jenar Kopi dalam program Pemerintah Provinsi Bali memberikan manfaat nyata dengan menghadirkan pelanggan baru yang sebelumnya belum pernah berkunjung.

“Harapan kami, setelah dilirik dan dipercaya pemerintah, semakin banyak generasi muda dan pasar baru yang datang mencoba kopi di sini. Mudah-mudahan setelah itu mereka menjadi pelanggan tetap,” katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari dengan antrean panjang yang mengular di kawasan Titik Nol Denpasar. Ribuan warga didominasi anak muda , mengular memanfaatkan kesempatan menikmati kopi, minuman non-kopi, serta aneka kudapan gratis sambil merayakan Hari Kasih Sayang Bali yang sarat makna kebersamaan dan kepedulian. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Hamka Baco Kady: Pengelolaan Pelabuhan di Bali Perlu Libatkan Pemerintah Daerah

Published

on

By

Hamka Baco Kady Usai Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI di Bali
Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026). (Foto: dpr.go.id)

Denpasar, Bali, baliilu.com – Anggota Komisi V DPR RI Hamka Baco Kady meminta pemerintah pusat melimpahkan kewenangan pengelolaan pelabuhan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Menurutnya, pelimpahan kewenangan tersebut penting agar keberadaan infrastruktur pelabuhan yang telah dibangun pemerintah pusat dapat memberikan manfaat optimal bagi daerah, khususnya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hamka mengungkapkan, pembangunan pelabuhan tersebut telah mendapat bantuan dari Kementerian Perhubungan sejak periode kedua dirinya menjadi anggota DPR RI pada 2019–2024.

“Setahu saya sejak periode kedua saya, 2019–2024, pembangunan pelabuhan ini sudah dibantu oleh Kementerian Perhubungan,” ujarnya kepada Parlementaria usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke Bali, Kamis (5/11/2026).

Namun, ia menyayangkan masih adanya kendala dalam pengelolaan pelabuhan karena pemerintah pusat belum menyerahkan kewenangannya kepada Pemerintah Provinsi Bali.

“Memang terjadi kendala sekarang, seperti yang dikemukakan dan ditunjukkan kepada kami tadi, bahwa pemerintah pusat belum menyerahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Provinsi Bali,” jelasnya.

Oleh karena itu, Politisi Fraksi Golkar tersebut meminta agar pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengelola pelabuhan tersebut. Ia juga memastikan persoalan ini akan menjadi perhatian Komisi V DPR RI untuk disampaikan kepada Kementerian Perhubungan.

“Untuk meningkatkan pendapatan daerah, kami mohon agar diberikan kewenangan atau pelimpahan kewenangan dalam pelaksanaan pengelolaan pelabuhan tersebut kepada pemerintah daerah. Ini nanti juga akan kami bicarakan dan sampaikan kepada Kementerian Perhubungan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, legislator Dapil Sulawesi Selatan I tersebut menekankan bahwa proses penyerahan aset maupun pengelolaan pelabuhan harus tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun menggunakan dukungan pemerintah pusat tersebut dapat menjadi sumber peningkatan ekonomi daerah.

Baca Juga  Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah

“Penyerahan aset dan seluruh pengelolaannya tentu ada aturan-aturannya. Silakan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengapa demikian? Agar pendapatan asli daerah (PAD) juga dapat ditingkatkan melalui keberadaan sarana dan prasarana pelabuhan yang sudah dibangun oleh pemerintah pusat. Itu harapan kami,” pungkas Hamka. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Puluhan Petani Gagal Panen di Jembrana Diganjar Bantuan Penguatan Ekonomi

Published

on

By

Penyerahan Bantuan untuk Petani Gagal Panen Jembrana
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyerahkan bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026). (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Sebanyak 27 petani di Kabupaten Jembrana diganjar bantuan penguatan ekonomi setelah mengalami gagal panen akibat kekeringan. Bantuan yang berasal dari Pemprov Bali tersebut, disalurkan secara langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan, didampingi Kalaksa (BPBD) Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menyebut, 27 penerima bantuan merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru.

Teka Bhusana juga menambahkan bantuan yang diberikan juga bervariasi nilainya, tergantung luasan lahan. “Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wagub Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap harus menelan pil pahit gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini lantas memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini uluran tangan pemerintah telah disalurkan kepada 27 orang petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana saat ini masih berproses pada tahap verifikasi data.

Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani berjuang sendirian menanggung kerugian.

Baca Juga  Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola BUMD, Pemprov Bali Finalisasi Ranpergub Pedoman Pengadaan Barang/Jasa

“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrim di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembo,” ujarnya.

Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus menggerakkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya dapat berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.

“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Inovasi Genteng Biomassa Ramah Lingkungan dan Aman Gempa

BRIN Bersama BRIDA Buleleng Jajaki Pengembangan dengan Pelaku Usaha Lokal

Loading

Published

on

By

Kunjungan BRIN dan BRIDA ke Pelaku Usaha Buleleng
TINJAU PELAKU USAHA: BRIN Bersama BRIDA Buleleng saat meninjau pelaku usaha yang memanfaatkan limbah untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemanfaatan sumber daya alam lokal menjadi salah satu peluang strategis dalam mendorong lahirnya inovasi material ramah lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki peluang untuk diolah menjadi bahan baku produk bernilai ekonomi, termasuk material konstruksi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng menerima kunjungan kerja dan diskusi teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa, 3 November 2026, bertempat di Ruang Rapat Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengangkat tema “Potensi Pemanfaatan Serat Alam sebagai Bahan Baku Genteng Biomassa Ramah Lingkungan”.

Kunjungan tersebut dihadiri tim BRIN, yakni Dr. Jajang Sutiawan, S.Hut., M.Si., Yeyen Nurhamiyah, S.Si., Ph.D., dan Mulya Supianto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M., didampingi Putu Angga Kristyawan, M.Ing., I Made Ardaka, M.Si., dan Ferdi Kurniawan.

Dalam pemaparannya, tim BRIN memperkenalkan teknologi HERBAL-ROOF (Genteng Biomassa Indonesia), yaitu inovasi material atap berbasis biomassa yang dikembangkan melalui pemanfaatan serat alam sebagai bahan komposit. Teknologi ini membuka peluang pemanfaatan berbagai sumber biomassa, seperti sabut kelapa, bambu, tandan kosong kelapa sawit, dan bahan alam lainnya sebagai alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan materi yang dipaparkan, teknologi genteng biomassa BRIN telah mencapai tahap prototipe skala penuh, memenuhi standar SNI, dan siap memasuki tahap pilot manufacturing. Inovasi ini juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bobot material yang lebih ringan, kemampuan meredam panas, efisiensi penggunaan material, serta potensi mengurangi beban struktur atap sehingga dapat mendukung aspek keselamatan bangunan, khususnya di wilayah rawan gempa.

Baca Juga  Usai Bertemu Gubernur Koster dan Bupati Adi Arnawa, GWK Janji Siap Bongkar Pagar, Komit Jaga Harmonisasi dengan Warga

Diskusi kemudian diarahkan pada potensi ketersediaan sabut kelapa di Kabupaten Buleleng, karakteristik bahan baku, proses pengolahan, formulasi material, hingga kebutuhan pengujian teknis. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kekuatan mekanis, penyerapan air, ketahanan terhadap cuaca dan api, stabilitas dimensi, serta kelayakan ekonomi dan dampak lingkungan dari produk yang dikembangkan.

Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, menekankan pentingnya hilirisasi inovasi material hijau dengan memanfaatkan potensi unggulan daerah. Menurutnya, Buleleng memiliki peluang besar untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan pelaku usaha.

Ia juga mendorong agar potensi sabut kelapa dan bambu dapat dikembangkan menjadi material komposit serat alam yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan limbah perkebunan tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung ketahanan bangunan dan perumahan daerah.

BRIDA Buleleng turut mendorong penjajakan pemanfaatan hasil riset Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN agar teknologi genteng biomassa dapat dikembangkan dan direplikasi secara bertahap melalui keterlibatan pelaku usaha lokal. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi, tetapi dapat berlanjut menjadi produk yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan juga melaksanakan kunjungan lapangan ke Rumah Plastik Mandiri (RPM), sebuah perusahaan sosial, bank sampah induk, sekaligus pusat daur ulang sampah plastik inovatif di Kabupaten Buleleng. Berdiri sejak 2016, RPM yang didirikan oleh Putu Eka Darmawan berfokus pada pengelolaan sampah secara mandiri, edukasi daur ulang, serta pengembangan teknologi pengolahan limbah plastik lokal.

Kunjungan dilanjutkan ke PT Balisynwood, merek UMKM inovatif asal Buleleng yang mengembangkan produk kayu sintetik ramah lingkungan berbahan dasar limbah pertanian, khususnya jerami dan sekam padi. Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat langsung potensi pengembangan material alternatif berbasis limbah pertanian yang dikelola oleh Gede Wikrama Putra Setya Adiyana selaku Direktur Operasional.

Baca Juga  Wagub Cok Ace: Bali Interfood 2023 Momentum UMKM Bali untuk Tingkatkan Kualitas-Kuantitas Produk

Kunjungan ke kedua pelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung praktik pengolahan limbah dan pengembangan material alternatif di Buleleng. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi inovasi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas, teknologi, dan kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui pertemuan dan kunjungan lapangan ini, terbangun komunikasi awal antara BRIN dan BRIDA Kabupaten Buleleng untuk menjajaki peluang kolaborasi riset, karakterisasi bahan baku, pengembangan prototipe, pemanfaatan fasilitas pengujian, hingga peluang hilirisasi produk. Ke depan, penjajakan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui identifikasi sumber bahan baku, penyusunan formulasi material, serta pengujian kelayakan produk bersama calon mitra.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. Dengan mengoptimalkan potensi sabut kelapa, bambu, serta limbah pertanian dan perkebunan lainnya, Buleleng berpeluang mengembangkan industri material ramah lingkungan yang berdaya saing, meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal, dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca