Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Raker Komisi IV DPRD Badung dengan 4 OPD

Anggaran Kebudayaan Naik 33,26 Persen, Dana Kreativitas Sekaa Teruna Jadi 20 Juta, Bangkitkan Tenaga Kerja Magang ke Jepang

Loading

BALIILU Tayang

:

komisi 4
Rapat Kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Badung bersama 4 OPD pada Jumat, 7 Oktober 2022 ditutup sesi foto bersama. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Rapat Kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Badung bersama 4 OPD yakni Dinas Sosial, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Kebudayaan, dan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KB-P3A) Kabupaten Badung diselenggarakan Jumat, 7 Oktober 2022 di ruang Gosana III Lantai II Kantor DPRD Badung.

Raker yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Badung I Made Suwardana, S.E. didampingi IGA Agung Inda Trimafo Yudha dan I Wayan Edy Sanjaya, S.H. membahas program yang akan dilaksanakan tahun 2023 setelah sempat tertunda karena pandemi Covid-19. Hadir Kadis Sosial, Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja, Sekdis Kebudayaan, Sekdis P2KB-P3A dan kabid-kabidnya serta tim ahli dewan.

‘’Kita mengikuti raker hari ini bersama 4 dinas, yakni Dinas Kebudayaan, Dinas Sosial, Dinas P2KB-P3A, dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja. Rapat ini hanya membahas program yang akan dilaksanakan di tahun 2023. Sebelumnya beberapa program tertunda atau tidak bisa dilaksanakan karena pandemi Covid -19. Jadi sekarang perekonomian sudah menggeliat kita bangkitkan lagi program yang sebelumnya tertunda dan kita aktifkan di tahun 2023,’’ terang Made Suwardana.

suwardana
Ketua Komisi IV DPRD Badung I Made Suwardana, S.E. (Foto: gs)

Raker diawali pemaparan dari Dinas Kebudayaan yang diwakili sekdis I Made Widiada. Usai pemaparan program, anggota Dewan Wayan Edy Sanjaya menyampaikan beberapa pertanyaan terkait program yang sudah dan akan dilaksanakan pada tahun 2023. Edy mengatakan dengan APBD masih di 3,8 triliun, tetapi dibandingkan APBD 2022 dirinya optimis nominalnya akan ditingkatkan.

Edy mengingatkan anggaran program kebudayaan yang lebih banyak bantuan kepada masyarakat, jangan sampai nanti ada anggapan di masyarakat jaman Covid-19 nilai bantuan lebih besar dari zaman yang sudah sedikit normal.

Baca Juga  Ketua Komisi IV DPRD Badung Made Suwardana Hadiri Pembukaan Utsawa Dharma Gita Badung 2023

Edy Sanjaya juga menyampaikan keluhan masyarakat soal dana aci karya yang berbeda-beda. Ada yang mendapatkan 100 juta ada 225 juta walaupun permohonannya sama. Edy juga mengingatkan soal dana kreativitas untuk sekaa teruna, punia kepada para sulinggih, pemangku, jro bendesa, dan pekaseh.

Sementara IGA Trimafo Yuda mempertanyakan status pura yang sebelumnya mendapat dana aci tetapi ketika dinaikkan statusnya menjadi pura cagar budaya sehingga tidak lagi mendapatkan dana aci seperti Pura Pusering Jagat. Soal dana cagar budaya apakah bisa untuk pengembangan desa wisata Desa Carang Sari karena di sana ada monumen Cagar Budaya Ngurah Rai.

Sekdis Kebudayaan I Made Widiada mengatakan anggaran di program kebudayaan dari induk ke induk ada peningkatan 33,29 persen. Induk di 2022 besarannya 118 miliar sekian dan induk 2023 sebesar 157 miliar sekian atau meningkat 33,29 persen.

Untuk pengembangan kebudayaan secara global yakni untuk aci-aci, kelembagaan dan kreativitas sekaa teruna. Untuk tahun 2023 dana kreativitas terpasang 20 juta, 10 juta untuk ogoh-ogoh dan 10 juta untuk ultah. Demikian juga normalisasi tugas dan kewenangan bandesa dan pekaseh.

rapat
Suasana Rapat Kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Badung bersama 4 OPD pada Jumat, 7 Oktober 2022. (Foto: gs)

Terkait dana aci karya yang berbeda, kata Sekdis, ini tidak semata kebijakan pimpinan. Kalau dari standarisasi tidak berbeda tetapi RAB yang dibuat masyarakat itulah yang menyebabkan. Oleh karena itu ke depan sebelum memfinalisasi RAB bisa didiskusikan secara bersama-sama sehingga turun rekomendasi menyesuaikan dengan kebutuhan. Dan anggaran cagar budaya lebih didominasi pada program subak.

Selanjutnya, Kadis Sosial Ketut Sudarsana yang menyampaikan beberapa jenis kegiatan sosial, secara terperinci mulai dari bayi terlantar, fakir miskin, lansia, gepeng dan sebagai indikator kinerja utama adalah persentase kemiskinan. Sebelum pandemi Covid-19, kemiskinan di Badung nomor 2 terendah di Indonesia atau 1,72 persen dan sekarang naik menjadi 2,62 persen dan Badung paling besar di Bali.

Baca Juga  Bahas Program Satu KK Miskin Satu Sarjana, Komisi IV DPRD Badung Gelar Raker

Pada kesempatan ini Edy Sanjaya menyoroti soal APBD induk untuk lansia yang akan dibayarkan. Sementara Made Suwardana mengungkapkan soal gepeng yang ada pengelolanya. Juga terungkap untuk pengajuan kursi roda bagi warga yang membutuhkan bisa dari desa atau kelurahan.

Terkait program P2KB-P3A, Trimafo Yudha mencermati seringkali adanya kasus bunuh diri akibat persoalan keluarga, dinas kini telah menyediakan layanan 4 psikolog yang memberikan pelayanan 24 jam juga pendampingan kasus hukum.

‘’Hal ini perlu disosialisasikan buat para urban bahwa ada 4 psikolog dan pendamping hukum di dinas yang aktif 24 jam,’’ ujar Trimafo.

Sedangkan Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Badung, mengatakan ketika pandemi Covid-19, Dinas mendapat pendampingan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan 500 sertifikat gratis BNSP. Sertifikasi ini penting sebagai syarat mendapatkan pekerjaan. Untuk tahun 2023 di APBD dianggarkan 4 ribu serifikat gratis dan juga mengajukan bantuan BNSP 4 ribu atau total 8 ribu sertifikat.

Selain itu, Dinas juga akan membangkitkan lagi magang kerja ke Jepang yang sempat dilakukan dua tahun lalu. Juga tahun ini gratis BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 4 ribu tenaga kerja dari Badung.

Trimafo menyatakan setuju tenaga kerja magang karena akan menguburkan niat untuk kerja secara ilegal. Untuk magang kerja bisa direalisasikan paling tidak 1 orang 1 desa. Dan punya skil yang berbeda dan bisa bahasa Jepang.

Sedangkan Edy Sanjaya menyatakan warga Badung yang tenaga kerja rentan setuju dibantu BPJS ketenagakerjaan. Tetapi yang tidak rentan biasanya dibayar oleh perusahaan.

Di bagian akhir tim ahli memberikan saran yadnya yang diambil alih oleh desa adat dengan memanfaatkan lansia maka Bali sebagai tenaga kerja banyak libur akan terkikis. Dari data penelitian lansia yang mengerjakan banten stressnya hilang.

Baca Juga  Bahas RAPBD 2025, Komisi IV DPRD Badung Undang 7 OPD

Dana-dana aci sebagian besar untuk yantra atau banten dan perlu mencantumkan sekian persen untuk darma wacana sehingga antara tatwa dan yantra nyambung. Untuk menekan gepeng, dengan memberikan sanksi kepada gembognya karena alasan memanfaatkan atau mengerjakan anak di bawah umur. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Koferja PWI Bali: Fokus Perkuat Profesionalisme, Rancang Program Kerja dan Siapkan Perlindungan Wartawan

Published

on

By

pwi bali
KONFERJA: Suasana Konferensi Kerja (Konferja) PWI Provinsi Bali periode 2025–2030 yang mengusung tema "Pers Profesional, Kuat, dan Berdaulat" yang berlangsung di Gedung PWI Bali, Denpasar, Sabtu (6/6). (Foto Kolase: gs)

Denpasar, baliilu.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme para jurnalis di Pulau Dewata.

Langkah ini diambil di tengah maraknya pengaduan masyarakat terkait tata kerja, etika, serta banyaknya pihak yang mengaku sebagai wartawan tanpa didasari kompetensi yang jelas.

Komitmen ini mengemuka dalam Konferensi Kerja (Konferja) PWI Provinsi Bali periode 2025–2030 yang mengusung tema “Pers Profesional, Kuat, dan Berdaulat” di gedung PWI Bali, Denpasar, Sabtu (6/6).

Ketua PWI Provinsi Bali, I Wayan Dira Arsana, menegaskan bahwa penguatan internal dan pemantapan program kerja menjadi fokus utama kepengurusannya agar kesejahteraan dan profesionalisme berjalan beriringan.

Kesejahteraan tersebut dinilai penting agar wartawan tetap bisa hidup layak dan mampu menghasilkan karya yang profesional.

Dalam pemaparannya mengenai agenda ke depan, Dira Arsana membagi arah program kerja PWI Bali ke dalam dua tahapan strategis.

Pada tahun pertama, sisa tahun ini akan dipusatkan sepenuhnya pada program konsolidasi internal organisasi. Hal tersebut meliputi pemantapan struktur kepengurusan, pembenahan aturan kerja, serta pendataan ulang seluruh anggota untuk memastikan status keanggotaan yang jelas dan tertib administrasi.

Selanjutnya pada tahun kedua kepengurusan, PWI Bali akan mulai bergerak keluar dengan program kerja yang berfokus pada memperkuat dan memperluas jejaring.

Dalam konteks ini, PWI Bali akan merawat relasi strategis yang sudah ada, sekaligus membuka pintu kolaborasi serta menemui relasi-relasi baru yang mendukung keberadaan organisasi.

Penegakan Etika dan Uji Kompetensi

Sebagai bagian dari program kerja bidang pendidikan dan kompetensi, PWI Provinsi Bali berkepentingan besar untuk memastikan seluruh anggotanya taat pada kode etik dan kode perilaku organisasi.

Baca Juga  Ketua Komisi IV DPRD Badung Made Suwardana Hadiri Pembukaan Utsawa Dharma Gita Badung 2023

Untuk merealisasikannya, PWI Bali akan mengintensifkan program sosialisasi kode etik serta secara berkala menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Langkah ini wajib dilakukan agar seluruh jurnalis yang bernaung di bawah PWI Bali benar-benar memiliki sertifikasi dan kompetensi yang teruji di lapangan.

Pendataan Anggota untuk Proteksi Hukum

Program kerja pendataan internal secara menyeluruh juga berfungsi sebagai basis perlindungan hukum bagi anggota.

Dira Arsana menyebutkan bahwa pendataan ini akan menjadi garis pembatas yang tegas bagi organisasi dalam memberikan pembelaan.

Data tersebut akan menjadi acuan resmi mengenai siapa saja yang layak mendapat perlindungan dan bantuan hukum dari PWI Bali jika sewaktu-waktu menghadapi masalah hukum dalam tugasnya.

Pengawasan Internal dan Sanksi Organisasi

Terkait penegakan disiplin, PWI Bali akan merujuk sepenuhnya pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PWI.

Keputusan penerapan sanksi bagi anggota yang melanggar akan digodok oleh Dewan Kehormatan (DK) Provinsi.

Selain itu, organisasi kini juga didukung oleh Majelis Kehormatan Internal di tingkat pusat yang bertugas menyelesaikan sengketa atau persoalan jika terjadi masalah di internal PWI.

Dira Arsana juga mengapresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Provinsi Bali serta pemerintah kabupaten dan kota se-Bali. Dukungan yang diberikan selama ini dinilai sangat membantu PWI dalam menjalankan fungsi-fungsinya sebagai wadah pers.

Melalui program kerja penguatan jejaring di tahun kedua, PWI Bali berkomitmen untuk terus merawat kemitraan strategis tersebut demi kemajuan pers dan pembangunan di Bali. (*/gs)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkot Denpasar Gelar Aksi Kebersihan dan Penanaman Pohon Serentak

Published

on

By

aksi kebersihan pantai padang galak
AKSI KEBERSIHAN: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat mengikuti aksi kebersihan dan penanaman pohon serentak yang dipusatkan di Pantai Padanggalak, Denpasar pada Sabtu (6/6). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar menggelar aksi kebersihan dan penanaman pohon serentak yang dipusatkan di Pantai Padanggalak, Denpasar pada Sabtu (6/6). Selain merupakan kegiatan rutin, aksi tersebut juga dilaksanakan serangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026. Selain di kawasan Pantai Padanggalak, aksi yang sama juga turut dilaksanakan di sepanjang pantai wilayah Kota Denpasar hingga wilayah desa/kelurahan se-Kota Denpasar.

Aksi tersebut diikuti langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Forkopimda Kota Denpasar, TNI/Polri, Pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, Pramuka, komunitas, masyarakat, Desa Adat, serta siswa/siswi.

Usai mengikuti aksi kebersihan dan penanaman pohon, Walikota Jaya Negara bersama Wawali Arya Wibawa beserta jajaran turut mengikuti Teleconference bersama Kementerian Lingkungan Hidup serangkaian Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026 dan Gerakan Indonesia Asri secara nasional yang dihadiri Menko Pangan RI, Zulkifli Hasan.

Dalam kesempatan yang sama, turut diserahkan bingkisan kepada SMPN 9 Denpasar, SMPN 14 Denpasar dan Jatandras Polresta Denpasar yang berhasil mengumpulkan sampah terberat. Tak hanya itu, apresiasi berupa sembako juga diberikan kepada petugas kebersihan yang tak kenal lelah menjaga kebersihan wilayah Kota Denpasar.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam. Melalui kegiatan bersih-bersih serentak dan penanaman pohon yang dilaksanakan di berbagai titik di Kota Denpasar, pemerintah bersama masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat merupakan warisan terbaik yang dapat kita berikan kepada generasi mendatang. Karena itu, menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Ketua Komisi IV DPRD Badung Made Suwardana Hadiri Pembukaan Utsawa Dharma Gita Badung 2023

Menurut Jaya Negara, gerakan bersih-bersih dan penanaman pohon tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan, mulai dari persoalan sampah hingga dampak perubahan iklim. Penanaman pohon merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat ekologis bagi kota, sementara aksi bersih-bersih menjadi simbol semangat gotong-royong dan kepedulian sosial yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Denpasar.

“Ketika masyarakat bergerak bersama, sekecil apa pun langkah yang dilakukan akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan kita,” katanya.

Lebih lanjut, Jaya Negara mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai gerakan berkelanjutan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dari sumbernya, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, hingga ikut serta dalam penghijauan kota.

“Mari kita jadikan Denpasar sebagai rumah bersama yang nyaman, asri, dan lestari. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, saya yakin kita mampu mewujudkan Denpasar yang semakin maju, berbudaya, dan berwawasan lingkungan demi masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara, Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa mengatakan, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 sesuai Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 9 Tahun 2026, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menggelar serangkaian kegiatan lingkungan yang melibatkan sekitar 50.000 peserta. Kegiatan yang mengusung tema ‘‘Saatnya Bekerja untuk Iklim‘‘ ini dipusatkan di Pantai Padang Galak, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, dengan melibatkan unsur TNI/Polri, ASN, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, Forkopimda, serta masyarakat di seluruh desa dan kelurahan.

Baca Juga  Hak Dasar Masyarakat, Komisi IV DPRD Badung Soroti Masalah Kesehatan dan Pendidikan di Badung

Pihaknya mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan kolektif menjaga lingkungan.

“Melalui rangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, kami ingin menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Semangat gotong-royong yang ditunjukkan masyarakat Denpasar menjadi modal utama dalam mewujudkan kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gustra menjelaskan bahwa berbagai kegiatan seperti aksi bersih pantai, penanaman pohon, kampanye pemilahan sampah, Sekolah Sungai, hingga pelatihan masyarakat dirancang untuk membangun kesadaran lingkungan dari berbagai lapisan masyarakat. Menurutnya, edukasi sejak usia dini serta peningkatan kapasitas masyarakat menjadi langkah strategis dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

“Kami ingin menanamkan budaya peduli lingkungan yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari perilaku sehari-hari masyarakat,” tambahnya.

Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menerapkan pemilahan sampah dari sumbernya.

“Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan pengingat bahwa masa depan lingkungan berada di tangan kita bersama. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat, kami optimistis Denpasar dapat menjadi contoh kota yang berhasil membangun budaya lingkungan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Lingkungan Hidup 2026, Badung Gelar Aksi Kurve Serentak di Benoa

Published

on

By

kurve badung
KURVE: Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin pelaksanaan Aksi Kerja Bakti Bersih Lingkungan (Kurve) Serentak di kawasan Pantai Samuh, Benoa, Kuta Selatan, Sabtu (6/6). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin pelaksanaan Aksi Kerja Bakti Bersih Lingkungan (Kurve) Serentak di kawasan Pantai Samuh, Benoa, Kuta Selatan, Sabtu (6/6). Kegiatan serangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 ini dirangkaikan dengan Peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Aksi yang merujuk pada Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup Nomor 09 Tahun 2026 ini melibatkan unsur Pemprov Bali, Sekda Badung I Wayan Surya Suamba, Forkopimda, tokoh masyarakat, dunia usaha, hingga komunitas lingkungan. Tahun ini, peringatan global mengusung tema “Act Now for Climate: Saatnya Bekerja untuk Iklim” guna menghadapi krisis perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran.

Saat apel, Bupati I Wayan Adi Arnawa mendampingi Gubernur Wayan Koster yang membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI, Muhammad Jumhur Hidayat. Dalam sambutan tersebut, Menteri menekankan komitmen Indonesia terhadap target pengurangan emisi Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 dan penanganan masalah sampah yang memicu emisi gas rumah kaca. Lewat Gerakan Indonesia ASRI, pemerintah mendorong pemilahan sampah dari sumber, pengurangan plastik sekali pakai, serta penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Usai aksi bersih-bersih, jajaran Kepala Daerah mengikuti Peringatan Nasional secara daring yang berpusat di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.

Bupati Wayan Adi Arnawa menyatakan bahwa peringatan ini harus menjadi momentum memperkuat kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Tema Act Now for Climate mengingatkan kita bahwa upaya menjaga lingkungan tidak bisa ditunda lagi. Perubahan iklim telah menjadi tantangan nyata yang dampaknya dirasakan hingga ke tingkat daerah. Karena itu, diperlukan aksi bersama yang dimulai dari lingkungan terkecil, mulai dari keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga komunitas,” ujarnya.

Baca Juga  Anggota DPRD Badung Made Suwardana Hadiri HUT Ke-55 ST Bruma Br. Uma Kapal

Menurut Bupati, pengelolaan sampah dari sumber merupakan langkah strategis untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA). Gerakan Indonesia ASRI diharapkan mampu mengubah perilaku masyarakat secara konsisten. “Melalui Gerakan Indonesia ASRI, kami mengajak seluruh masyarakat untuk membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan. Mulailah dari hal sederhana seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Jika dilakukan secara konsisten dan bersama-sama, langkah kecil ini akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan dan masa depan generasi mendatang,” kata Adi Arnawa.

Ia menegaskan, keberhasilan menjaga ruang hidup yang bersih membutuhkan sinergi kuat dari semua sektor dan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. “Keberhasilan menjaga lingkungan tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata. Melalui semangat Act Now for Climate, kami mengajak semua pihak untuk mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi dampak perubahan iklim,” tegasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca