Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata saat pimpin Rapat Kerja bersama dengan 4 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Badung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor DPRD Kabupaten Badung, Selasa, 24 Januari 2023. (Foto: ist)
Badung, baliilu.com – Pimpinan DPRD Kabupaten Badung kembali melaksanakan rapat kerja dengan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Badung dalam rangka mengejawantahkan visi misi Pemerintahan Kabupaten Badung dengan terus mendorong agar OPD melaksanakan program-program yang telah ditetapkan.
Kali ini, raker Pimpinan DPRD Badung dengan 4 OPD yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit Daerah (RSUD) Mangusada dan Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah, yang mengajak Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung, pada Selasa, 24 Januari 2023 di ruang Pimpinan Kantor DPRD Badung.
“Hari ini kita melakukan Rapat Koordinasi dengan Dinas Kesehatan, RSUD Mangusada Kapal, Dinas Penanaman Modal dan Perijinan, serta Tim TPID,” terang Ketua DPRD Badung Putu Parwata selepas memimpin raker dengan 4 OPD.
Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata melakukan Rapat Kerja bersama dengan 4 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Badung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor DPRD Kabupaten Badung, Selasa, 24 Januari 2023. (Foto: ist)
Hadir dari pihak eksekutif Kadis Kesehatan Badung dr. Made Padma Puspita, Sp.PD, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu I Made Agus Aryawan, S.T.. M.T., Direktur RSD Mangusada dr. I Wayan Darta, dan Kabag Perekonomian Setda Badung bersama Tim TPID Badung.
Putu Parwata, lanjut menyampaikan bahwa DPRD Badung merupakan pemerintah bersama-sama dengan seluruh OPD yang ada di Pemerintahan Kabupaten Badung. Untuk itu, pihaknya terus melakukan koordinasi, terutama dengan APBD yang telah ditetapkan.
“Kita mengejewantahkan Visi dan Misi Bupati Badung, bagaimana kita memberikan layanan yang maksimal dan memberikan kebahagiaan kepada masyarakat, tentunya masing-masing dinas memiliki peran masing-masing,” jelasnya.
Seperti yang mengemuka dari hasil pertemuan pada Raker ini, Putu Parwata mengharapkan pihak Rumah Sakit Daerah Mangusada untuk melakukan pengembangan Rumah Sakit dalam rangka pelayanan mutu dan kualitas pelayanan. Melalui pengembangan itu, supaya segera dilakukan eksekusi terhadap Rumah Sakit di Petang dan Rumah Sakit di Abiansemal serta masing-masing Puskesmas dengan 17 Puskesmas, yang diharapkan mampu memberikan pengampu layanan di tiap-tiap kecamatan.
“Hal ini yang kita dorong, kemudian, Belanja Modal tentang peralatan dan kebutuhan obat itu segera dieksekusi. Karena hal tersebut merupakan perintah Presiden, agar APBD yang sudah ditetapkan, agar segera dilakukan eksekusi,” tegasnya.
Kemudian, Politisi PDI Perjuangan asal Dalung Kuta Utara ini ingin mendorong, supaya benar-benar Kartu Badung Sehat (KBS) itu dinikmati dan dirasakan kebahagiaan oleh masyarakat, dalam pelayanan kesehatan. “Ini kami dorong menjadi Rumah Sakit, dimulai dari Puskesmas ditingkatkan menjadi Rumah Sakit tipe D. Seperti, Puskesmas Abiansemal, dari Puskesmas kita tingkatkan menjadi Rumah Sakit tipe D. Itu dulu, nanti baru dia dari tipe D ke C, lalu C ke B dan B ke A. Ini kita tingkatkan pelayanannya,” paparnya.
Kemudian, Putu Parwata juga menegaskan sesuai harapan Presiden Joko Widodo, agar tidak terjadi inflasi, maka Tim TPID diminta supaya turun ke lapangan, untuk memantau harga-harga pokok kebutuhan masyarakat, agar bahan-bahan pokok tersebut tidak mengalami kenaikan harga.
Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata saat memimpin Rapat Kerja bersama dengan 4 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Badung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor DPRD Kabupaten Badung, Selasa, 24 Januari 2023. (Foto: ist)
“Kalau di kantor kan tidak tahu. Jadi, saya minta Tim TPID ini di bawah komando Wakil Bupati Badung sudah turun ke lapangan sebagai Ketua TPID dan pak Sekda agar turun ke lapangan. Jangan di kantor, tetapi pantau day to day perkembangannya, sehingga harapan Presiden, jangan sampai terjadi lonjakan-lonjakan harga yang tidak jelas. Kami harapkan Tim TPID turun ke lapangan,” pintanya.
Demikian pula, soal investasi-investasi harus tetap terjaga dan perekonomian Badung harus terus bertumbuh. Dengan demikian, seperti disampaikan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, bahwa Badung sudah mampu melampaui target investasi, hampir Rp 5,4 triliun sudah dicapai tahun 2022. “Semoga hal ini bisa berjalan dan sistem pelayanan perijinan sudah berjalan dengan baik,” kata Putu Parwata.
Untuk itu, melalui Rapat Kerja ini, Putu Parwata terus mendorong agar OPD melaksanakan program-program yang telah ditetapkan, sehingga bisa saling mengisi dan memberikan kontribusi yang positif sebagai upaya percepatan pertumbuhan ekonomi, menjaga inflasi serta mendorong kebahagiaan dan kepuasan masyarakat, dalam pelayanannya.
“Semua pelayanan, mulai dari perijinan, kesehatan dan lain-lainnya. Jadi, itulah Rapat Kerja hari ini, dengan 4 OPD yang kami undang. Semoga bisa memberikan manfaat untuk mempercepat proses eksekusi APBD,” pungkasnya. (ga/bi)
SERAHKAN BANTUAN: Ketua K3S Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan bantuan usai membuka Pelatihan Membuat Kue untuk PPKS Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu (Yapi), Senin (6/7/2026) di Gedung Yayasan MBM Kelurahan Kapal Mengwi. (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, secara resmi membuka Pelatihan Membuat Kue untuk Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu (Yapi) yang berada di lingkungan panti asuhan se‑Kabupaten Badung, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Yayasan Maha Bhoga Marga (MBM), Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, dan dilaksanakan secara bertahap mulai tanggal 6 hingga 11 Juli 2026.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung, Kepala Pengurus Yayasan Maha Bhoga Marga, Ketua dan pengelola panti asuhan se‑wilayah Badung, narasumber serta tenaga pelatih ahli membuat kue, dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua K3S Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi yang setinggi‑tingginya dan menyambut baik terselenggaranya program ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya pemberdayaan yang tidak bersifat sesaat, melainkan dirancang agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.
“Anak‑anak yatim, piatu, maupun yatim piatu yang tinggal di panti asuhan adalah generasi yang kehilangan sosok orang tua, namun tetap berhak mendapatkan pembinaan, kasih sayang, pendidikan, serta penghidupan yang layak sebagaimana anak lainnya. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali mereka dengan keterampilan praktis yang bisa dikembangkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa berharap materi pembuatan kue yang disampaikan dapat meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri anak‑anak didik. “Tujuannya agar mereka memiliki bekal keterampilan untuk memenuhi haknya menuju kemandirian, bisa berusaha sendiri, serta memiliki masa depan yang lebih cerah dan tidak tergantung selamanya pada bantuan orang lain,” tambahnya.
Selama enam hari pelatihan, peserta akan diajarkan cara membuat berbagai jenis kue kering, kue basah, dan olahan roti yang banyak diminati pasar, mulai dari pemilihan bahan berkualitas, teknik pengolahan yang higienis, hingga cara pengemasan dan pemasaran sederhana.
Setelah rangkaian acara pembukaan selesai, Ketua K3S Badung beserta rombongan melanjutkan kunjungan langsung ke dua rumah warga yang tergolong rentan di wilayah Kelurahan Kapal. Pertama, mengunjungi Ni Ketut Rai Alit Artini di Lingkungan Banjar Titih, dan kedua menemui Ni Luh Putu Trisnayanti, penyandang disabilitas di Lingkungan Banjar Belulang. Dalam kunjungan tersebut, diserahkan bantuan berupa kursi roda dan paket sembako lengkap guna meringankan beban kebutuhan sehari‑hari serta mendukung aksesibilitas dan kenyamanan hidup mereka.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen K3S Badung dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya melalui peningkatan keterampilan bagi anak‑anak panti, tetapi juga melalui bantuan langsung bagi warga rentan dan penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Badung. (gs/bi)
TERIMA KUNKER: Ketua GOW Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta saling bertukar cinderamata saat menerima kunjungan kerja GOW Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, di Sekretariat Balai Budaya Lantai III, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Senin (6/7/2026). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta, menerima kunjungan kerja Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, di Sekretariat Balai Budaya Lantai III, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Senin (6/7/2026).
Rombongan GOW Kabupaten Sekadau dipimpin langsung oleh Ketua GOW Kabupaten Sekadau, Ny. Wiwin Atriana, beserta jajaran pengurus. Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh para pengurus GOW Kabupaten Badung sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman dalam pengelolaan organisasi perempuan.
Ketua GOW Kabupaten Sekadau, Ny. Wiwin Atriana, menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk mempererat hubungan antarlembaga sekaligus mempelajari berbagai program dan kegiatan yang telah dijalankan GOW Kabupaten Badung.
Menurutnya, GOW Kabupaten Badung dinilai berhasil mengembangkan berbagai program organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat, sehingga dapat menjadi referensi dalam pengembangan program GOW Kabupaten Sekadau.
Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta, menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja tersebut. Pihaknya menjelaskan berbagai kebijakan dan program yang telah dilaksanakan GOW Kabupaten Badung sejak terbentuk tiga tahun lalu, mulai dari kegiatan sosial kemasyarakatan hingga agenda rutin organisasi.
Ny. Yunita, yang juga menjabat sebagai Ketua WHDI Kabupaten Badung, menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan berbagai program tersebut tidak terlepas dari soliditas, kekompakan, dan semangat kebersamaan seluruh jajaran pengurus GOW Kabupaten Badung.
“Melalui kunjungan ini, semoga kita dapat saling berbagi pengalaman dan bertukar pengetahuan dalam menjalankan organisasi yang kita cintai agar semakin maju ke depannya. Semoga pula tali silaturahmi yang telah terjalin dapat terus dipererat melalui wadah organisasi ini,” ujarnya.
Ketua GOW Kabupaten Sekadau mengaku merasa senang dan mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan GOW Kabupaten Badung. Ia menilai kunjungan tersebut memberikan banyak wawasan, informasi, serta kesempatan untuk saling bertukar gagasan mengenai berbagai program dan strategi pengembangan organisasi.
Sebagai penutup rangkaian kunjungan kerja, kedua ketua GOW saling bertukar cinderamata khas daerah masing-masing sebagai simbol persahabatan, kerja sama, dan komitmen untuk terus mempererat hubungan antardaerah melalui organisasi perempuan. (gs/bi)
RAPAT PARIPURNA: Bupati Adi Arnawa menyampaikan penjelasan terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kabupaten Badung dalam rapat paripurna, di Ruang Sidang Utama Gosana, Gedung DPRD Badung, Senin (6/7/2026). (Foto: Hms Badung)
Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan penjelasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kabupaten Badung dalam rapat paripurna, sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, bertempat di Ruang Sidang Utama Gosana, Gedung DPRD Badung, Senin (6/7/2026).
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, serta dihadiri Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Pimpinan beserta Anggota DPRD Badung, Forkopimda Badung, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Badung.
Dalam penjelasannya, Bupati Adi Arnawa mengatakan, penyampaian Ranperda tersebut merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 yang mengatur Kepala Daerah wajib menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD setelah laporan keuangan diaudit BPK.
“Seluruh rangkaian pengelolaan keuangan daerah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban hingga pengawasan merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas dan partisipatif,” kata Adi Arnawa.
Ia menjelaskan pula, Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Badung Tahun 2025 kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Provinsi Bali. Capaian tersebut menjadi opini WTP ke-14 yang diraih Badung sejak pertama kali diperoleh pada laporan keuangan tahun 2011 serta mempertahankan predikat tersebut selama 12 tahun berturut-turut sejak 2014 hingga 2025.
Berdasarkan hasil audit, realisasi pendapatan daerah pada 2025 mencapai Rp. 9,107 triliun atau 81,13 persen dari target sebesar Rp. 11,226 triliun. Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp. 8,063 triliun atau 79,20 persen dari target, sedangkan pendapatan transfer mencapai Rp. 1,043 triliun atau 99,94 persen dari target.
“Memang dilihat realisasi PAD perlu lakukan evaluasi menyeluruh. Nanti kita memasang target tetap berdasarkan potensi, tetapi juga tidak pesimistis. Karena di balik kita memasang target yang mungkin melebihi realisasi sekarang itu sebagai upaya kita memotivasi Bapenda semakin agresif melakukan pendataan potensi pajak di badung,” terangnya.
Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp. 8,301 triliun atau 64,56 persen dari pagu anggaran sebesar Rp. 12,857 triliun. Belanja meliputi belanja operasi Rp. 4,866 triliun, belanja modal Rp. 2,082 triliun, belanja transfer Rp. 1,341 triliun, dan belanja tidak terduga Rp. 10,73 miliar.
Dengan capaian tersebut, APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2025 mencatat surplus sebesar Rp. 806,53 miliar, berbalik dari target awal yang direncanakan mengalami defisit Rp 1,63 triliun. Selain itu, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tercatat sebesar Rp. 1,192 triliun.
Adi Arnawa berharap pembahasan Ranperda pertanggungjawaban APBD 2025 dapat berjalan sesuai mekanisme yang berlaku hingga memperoleh persetujuan DPRD. “Kami berharap dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 ini dapat dibahas dan disetujui dalam masa persidangan ini sehingga semakin memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel serta memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Badung,” ujarnya. (gs/bi)