Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Rangkaian Kegiatan Peringatan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI

BALIILU Tayang

:

setneg
Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono selaku Ketua Pelaksana Peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI dalam keterangannya bersama dengan Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta. (Foto: Ist)

Jakarta, baliilu.com – Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara mengumumkan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia yang mengambil tema “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”. Memasuki bulan Agustus, kemeriahan, nuansa, dan aura kemerdekaan pun semakin bertambah dengan berbagai kegiatan kenegaraan yang rangkaiannya akan dimulai dengan acara zikir kebangsaan pada Senin malam, 1 Agustus 2022.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono selaku Ketua Pelaksana Peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI dalam keterangannya bersama dengan Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, pada Senin, 1 Agustus 2022. Hadir juga Deputi Bidang Administrasi dan Pengelolaan Istana Rika Kiswardani, dan Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden M. Yusuf Permana.

“Di 1 Agustus ini, sore ini kita membukanya dengan acara zikir kebangsaan yang akan dihadiri oleh tokoh-tokoh lintas agama dan juga Bapak Presiden Republik Indonesia juga akan hadir di sore hari sampai dengan menjelang malam,” ujar Kasetpres.

Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Setya Utama menambahkan bahwa pada tanggal 13 sampai dengan 22 Agustus 2022, panitia akan menyelenggarakan Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan di Sarinah, Jakarta. Dengan mengambil tema “Indonesia Menjawab”, pameran tersebut akan menampilkan ragam arsip berupa dokumentasi foto, video, dan dokumen-dokumen lainnya, serta bagaimana para Presiden RI menjawab tantangan pada zamannya.

“Kita akan lebih menekankan bagaimana para presiden, tujuh presiden ini menjawab krisis dan tantangan di zamannya masing-masing. Katakanlah di zaman Pak Soekarno bagaimana beliau menyatukan seluruh bangsa Indonesia. Masing-masing presiden punya tantangannya sendiri, punya krisis yang harus dijawab, dan yang terakhir di Presiden ke-7, Pak Presiden Jokowi menjawab tantangan krisis global bagaimana menjawab pandemi Covid-19 ini,” jelas Setya Utama.

Baca Juga  Kapolres Gianyar Hadiri Peringatan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI

Terkait pameran tersebut, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menambahkan bahwa mobil-mobil yang dipamerkan merupakan kendaraan yang pernah digunakan para Presiden RI mulai zaman Presiden Soekarno hingga Presiden Jokowi. Ia menekankan bahwa pameran tersebut gratis sehingga masyarakat didorong untuk datang melihat langsung pameran tersebut.

“Jadi itu bentuk dari kami bagaimana masyarakat bisa berfoto di depan mobil tersebut dan tentunya yang paling penting adalah pameran ini adalah gratis jadi masyarakat silakan berbondong-bondong ke Sarinah,” ungkap Bey.

Rangkaian acara berikutnya yaitu pada 10 Agustus 2022 akan ada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, diikuti oleh Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-61 di Istana Negara pada tanggal 11 Agustus 2022. Selanjutnya, pada tanggal 12 Agustus 2022 akan ada Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia di Istana Negara.

Setelah itu, di halaman Istana Merdeka juga akan digelar geladi kotor dan geladi bersih Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan. Pada tanggal 15 Agustus 2022, akan dilaksanakan pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka di Istana Negara.

“Kemudian ada ini yang menarik buat terutama ibu-ibu dan semua masyarakat juga Hari Belanja Diskon Indonesia yang dimulai tanggal 15 Agustus,” tambah Setya Utama.

Pada tanggal 16 Agustus 2022, akan ada acara kenegaraan yang setiap tahun wajib untuk dilaksanakan yakni pidato kenegaraan dan pidato penyampaian RUU APBN tahun 2023 di Gedung MPR/DPR/DPD RI. Pada tanggal 16 malam harinya, akan dilaksanakan Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Pada tanggal 17 Agustus 2022, acara inti yaitu Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI akan digelar di pagi hari dan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih pada sore hari. Upacara pada tahun ini akan digelar secara hibrida dengan mengundang masyarakat untuk hadir secara fisik di Istana Merdeka maupun secara virtual.

Baca Juga  Sambut Kemerdekaan RI, Jaya Negara dan Ketua K3S Denpasar Serahkan Bantuan kepada Veteran

“Tahun ini adalah kami di lingkungan Istana menyelenggarakan 17 Agustus sudah mulai terbuka dan kami akan mengundang para menteri, para ketua lembaga, dan juga beberapa petinggi perwira tinggi TNI-Polri dan kita tambahkan pada tahun ini juga kita mengundang masyarakat terbatas, kurang lebih 1.000-2.000 pada pagi hari dan 2.000-3.000 (orang) di sore hari. Ditambah kami panitia tetap menyelenggarakan secara virtual,” jelas Kasetpres.

Pada tanggal 18 Agustus 2022, akan ada peringatan Hari Konstitusi di Gedung MPR/DPR/DPD RI. Sebagai penutup, akan digelar festival Rhapsody of Archipelago (RoAr) sekaligus untuk menyambut para tamu-tamu G20 dan peluncuran Taman Mini Indonesia Indah yang saat ini sedang dibangun.

“Mudah-mudahan di akhir Agustus sudah rapi dan bisa kita gunakan untuk event RoAr tersebut, Rhapsody of Archipelago. Ya itu tadi rangkaian acara di bulan kemerdekaan dari tanggal 1 sampai dengan akhir bulan Agustus,” ungkap Setya Utama. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Sasar Remaja Dini, Ketua Forum PUSPA Bali Pesankan Anak-anak Fokus Belajar, Hindari Bullying, dan Jauhi Pernikahan Dini

Published

on

By

Ketua Forum PUSPA Bali
SAPA ANAK-ANAK: Ketua Forum PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menyapa anak-anak usai menjadi narasumber Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di SMP N 3 Petang, Kabupaten Badung, Kamis (30/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Ketua Forum PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menyampaikan agar setiap remaja mampu menjaga diri dengan pembatasan yang terkontrol.

Menurutnya, masa remaja merupakan fase rentan ketika seseorang sedang mencari jati diri, sehingga peran orang tua sangat dibutuhkan. Pengawalan terhadap tumbuh kembang, pergaulan, serta kepedulian terhadap masalah internal dan beban yang dirasakan anak tentu dapat memberikan perlindungan mental dan batin bagi mereka.

“Jangan biarkan mereka menghadapi masalahnya sendiri hingga merasa terbelenggu, putus asa, dan memilih jalan pintas. Sebagai orang tua di rumah maupun guru di sekolah, kita harus peka terhadap kondisi anak agar mereka tidak merasa sendiri dan kesepian,” ungkapnya saat menjadi narasumber Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di SMP N 3 Petang, Kabupaten Badung, Kamis (30/4).

Ia menambahkan, “Kita boleh sibuk dengan kegiatan masing-masing, tetapi jangan pernah lelah untuk mengawasi pergaulan dan kondisi putra-putri kita. Jangan lalai saat ekspresi wajah mereka berubah dari biasanya. Cobalah mendekati anak-anak saat mereka menyendiri, murung, bahkan mengurung diri di kamar. Jangan sampai mereka mengalami bullying di sekolah atau lingkungan luar rumah tanpa kita mengetahuinya, yang pada akhirnya dapat merusak mental anak.”

Dengan demikian, anak-anak akan mampu bertanggung jawab di sekolah—dengan belajar dan memperkaya pengetahuan sebagai fondasi diri yang lebih baik dan matang—di rumah dengan memanfaatkan waktu untuk membantu orang tua, serta di lingkungan dengan menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan fokus menjalankan kewajiban sesuai niat baik. Mereka juga diharapkan mampu menyayangi diri sendiri, sehingga dapat menyayangi orang lain tanpa terjerumus dalam pergaulan bebas yang membahayakan masa depan, serta menjaga kepercayaan yang diberikan orang tua agar terhindar dari pernikahan dini.

Baca Juga  DPRD Bali Ucapkan Dirgahayu RI Ke-80 dan Selamat Hari Jadi Ke-67 Provinsi Bali

Ny. Seniasih juga menegaskan agar tidak membiasakan berkata kasar, karena hal tersebut termasuk kekerasan verbal yang dapat melukai perasaan dan menimbulkan tekanan batin.

“Lakukan tugas dengan baik untuk membentuk pribadi dan karakter yang berpotensi menggapai masa depan, sehingga menjadi individu yang berkualitas,” imbuhnya.

Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, menyampaikan bahwa bullying di sekitar anak-anak sangat memengaruhi semangat dan fokus mereka dalam belajar serta menjalani kehidupan. Anak-anak menghabiskan sekitar 8 jam di sekolah, 8 jam di rumah, dan 8 jam di luar keduanya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menanamkan kesadaran bahwa tanggung jawab terhadap diri sendiri sangatlah penting.

Merencanakan masa depan yang baik dengan melewati masa remaja yang berkualitas tentu menjadi impian setiap orang. Oleh sebab itu, pola pengasuhan dan perhatian orang tua menjadi hal yang krusial.

Pada kesempatan ini, sosialisasi yang menyasar remaja tingkat Sekolah Menengah Pertama dilakukan untuk memberikan gambaran bahwa hidup membutuhkan perencanaan yang jelas dalam menentukan masa depan, sehingga langkah untuk mencapainya dapat lebih terarah dan sistematis. Oleh karena itu, penting untuk memperbanyak informasi mengenai bahaya pergaulan bebas dan seks bebas guna menghindari terjadinya pernikahan dini.

Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber lainnya, yakni Putu Astri Dewi Miranti dan Ni Made Mery Setianingsih, yang memaparkan Peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 2 Tahun 2025. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa kesehatan reproduksi adalah kondisi sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi, bukan semata-mata bebas dari penyakit atau disabilitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Kedua Pencarian, Korban Hilang di Pantai Kelingking Akhirnya Ditemukan

Published

on

By

Pantai Kelingking
EVAKUASI: Tim SAR evakuasi korban dengan ambulans menuju Rumah Sakit Gema Santi. (Foto: Hms SAR)

Nusa Penida, Klungkung, baliilu.com – Operasi SAR hari kedua terhadap seorang warga Desa Bunga Mekar yang dilaporkan hilang akibat terhempas ombak di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan pada Jumat (25/4/2026) malam dalam kondisi meninggal dunia.

Upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan telah dilaksanakan sejak pagi hari. Pada pukul 06.00 WITA, seluruh personel melaksanakan briefing, pembagian area pencarian (search area), serta penyampaian rencana pergerakan. Tim SAR Gabungan menggunakan RIB 05 Denpasar bergerak dari Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida menuju area pencarian untuk melaksanakan penyisiran sorty pertama. Hingga pukul 11.15 WITA hasilnya nihil dan mereka merapat di Jungut Batu Tlatak, Nusa Ceningan. Upaya pencarian dilanjutkan sekitar pukul 13.57 Wita hingga pukul 16.30 Wita, namun tak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Pencarian hari itu sempat menghadapi beberapa kendala, yakni akses penyisiran yang sulit, kondisi gelombang tinggi dan ombak pecah, serta perubahan arah dan kecepatan angin yang cukup ekstrem di sekitar garis pantai.

“Pada 17.50 WITA kami menerima informasi dari warga bahwa korban mengapung tidak jauh dari lokasi kejadian,” ungkap Cakra Negara, Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida. Menindaklanjuti laporan tersebut, RIB 05 Denpasar segera bergerak menuju lokasi yang dimaksud.

Pada pukul 19.15 WITA, korban akhirnya berhasil ditemukan pada posisi kurang lebih 803,62 meter dari lokasi kejadian awal. Usai dibawa ke darat, jenasah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Gema Santi menuju Rumah Sakit Gema Santi.

Diberitakan sebelumnya, korban bernama Nyoman Rame (49) hilang saat melakukan aktivitas memancing bersama anaknya di atas tebing Pantai Kelingking pada Jumat (24/4/2026). Saat itu, korban diduga terhempas ombak besar hingga terjatuh ke laut dan hilang.

Baca Juga  Sambut Kemerdekaan RI, Jaya Negara dan Ketua K3S Denpasar Serahkan Bantuan kepada Veteran

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur Tim SAR Gabungan, di antaranya Unit Siaga SAR Nusa Penida, Pos TNI AL Nusa Penida, Babinsa Desa Bunga Mekar, Bhabinkamtibmas Desa Bunga Mekar, Polairud Polres Klungkung, BPBD Klungkung, petugas ambulans Gema Santi, serta keluarga korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tim SAR Cari Seorang Pendaki Tersesat di Gunung Batukaru

Published

on

By

pendaki tersesat di badukaru
Jalur pendakian hingga target terpisah dari rombongan. (Foto: Hms SAR)

Tabanan, baliilu.com – Upaya pencarian terhadap seorang pendaki yang dilaporkan terpisah dan tersesat dari rombongannya di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, masih dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Informasi awal diterima oleh petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada hari Minggu (26/4/2026) pukul 04.40 Wita dari anggota BPBD Kabupaten Tabanan. Dari laporan tersebut, diperkirakan kejadiannya di hari Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Korban diketahui bernama Made Dibya (80), seorang warga asal Penebel, Tabanan.

Mulanya Made Dibya bersama 13 orang lainnya berangkat dari jalur pendakian Desa Sarin Buana kurang lebih pukul 06.00 Wita. Namun dalam perjalanan hanya 10 orang saja yang masih bisa melanjutkan pendakian. Sore harinya, saat mereka telah kembali tiba ke titik awal, baru disadari ada 1 orang belum bergabung. Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Tabanan, akan tetapi korban belum berhasil ditemukan.

Pagi tadi, sebanyak 7 personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar berangkat menuju lokasi kejadian. Mereka dilengkapi dengan peralatan mountaineering, medis serta drone thermal untuk pencarian melalui udara dengan jangkauan yang lebih luas.

Selama berlangsungnya operasi SAR turut melibatkan berbagai unsur, diantaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (7 personel), Polsek Penebel (2 personel), BPBD Kabupaten Tabanan (5 personel), masyarakat setempat dan rekan korban. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Kapolres Gianyar Hadiri Peringatan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI
Lanjutkan Membaca