Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Ratusan Siswa SDN 15 Dangin Puri Denpasar Gelar Pawai Ogoh-ogoh

Wujud Nyata Aplikasi Kegiatan P5 Menjelang Nyepi

Loading

BALIILU Tayang

:

ogoh
PAWAI OGOH-OGOH: Suasana pawai Ogoh-ogoh siswa SD Negeri 15 Dangin Puri Denpasar serangkaian Kegiatan P5 Nyepi Caka 1947 Tahun 2025 yang digelar di wilayah Desa Dangin Puri Kelod pada Kamis (20/3). (Foto Kolase: Ags)

Denpasar, baliilu.com – Ratusan siswa SD Negeri 15 Dangin Puri Denpasar tumpah ruah mengikuti Pawai Ogoh-ogoh serangkaian Nyepi Caka 1947 Tahun 2025 yang digelar di wilayah Desa Dangin Puri Kelod pada Kamis (20/3). Pelaksanaan kegiatan ini, selain merupakan momentum perayaan Hari Suci Nyepi, juga merupakan momentum untuk mengaplikasikan Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang merupakan pembelajaran berbasis proyek yang dilakukan di sekolah.

Kepala SDN 15 Dangin Puri, I Nyoman Suwena, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa pawai ogoh-ogoh di SD Negeri 15 Dangin Puri diikuti oleh siswa dari berbagai agama yang melibatkan sejumlah 181 siswa. Dalam acara yang meriah ini, seluruh siswa, guru, dan pegawai di sekolah bekerja sama dalam pembuatan ogoh-ogoh dan atribut lainnya yang mendukung kegiatan ini.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai Pancasila serta memperkuat pemahaman tentang warisan budaya yang kaya di kalangan siswa,” ujarnya.

Dikatakannya, dengan memasukkan kegiatan seperti Pawai Ogoh-ogoh, sekolah tidak hanya memperingatkan budaya Bali, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya menjaga dan memperkaya identitas budaya. Sehingga, ke depan generasi muda menjadi teguh terhadap budaya, tradisi serta warisan leluhur.

Suwena menjelaskan, ogoh-ogoh adalah karya seni patung yang menyerupai patung raksasa yang dibuat dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi. Ogoh-ogoh menggambarkan kepribadian Bhuta Kala yang digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan.

“Fungsi ogoh-ogoh adalah sebagai representasi Bhuta Kala yang melambangkan kekuatan buruk sehingga diharapkan dapat menjadi sarana Nyomya Bhuta Kala serta membantu setiap manusia untuk berpikir positif dan menjaga diri mereka dari energi negatif ketika Hari Raya Nyepi,” ujarnya.

Baca Juga  Arya Wibawa Hadiri Pelantikan Kepengurusan DPC Gerkatin Denpasar

Pihaknya mengatakan, pawai ogoh-ogoh adalah sebuah kesempatan berharga bagi para siswa untuk belajar memahami dan menghargai nilai-nilai budaya serta merajut hubungan yang lebih erat antara sekolah dan masyarakat. Lebih jauh dari itu, hal ini menjadi wahana untuk menumbuhkan kebersamaan serta sikap gotong-royong sejak dini.

“Diharapkan melalui pawai yang luar biasa ini, seluruh peserta dan penonton akan terinspirasi untuk melestarikan dan memperkaya kekayaan budaya Bali serta mengembangkan kreativitas dan semangat gotong-royong yang membangun,” ujarnya.

Salah seorang siswa, Kirana Maheswari mengaku senang mengikuti kegiatan ini. Hal ini merupakan pengalaman pertama dalam mengikuti pawai ogoh-ogoh di sekolah. Dimana, hal sederhana yang didapat adalah bagaimana bekerjasama dalam menampilkan sajian pawai yang baik.

“Iya, ini pengalaman pertama di sekolah, semoga tahun depan bisa ikut lagi, ini bagus untuk kebersamaan dan melestarikan budaya,” ujarnya. (ags/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

BUDAYA

Wawali Arya Wibawa Hadiri “Karya Ngenteg Linggih” di Merajan Ageng Bhujangga Waisnawa Renon

Published

on

By

wawali arya wibawa
SERAHKAN BANTUAN: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyerahkan dana bantuan saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih lan Padudusan Wrespati Kalpa Alit di Merajan Ageng Bhujangga Waisnawa Renon, bertepatan dengan rahina Buda Cemeng Ukir, Rabu (22/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Karya Ngenteg Linggih lan Padudusan Wrespati Kalpa Alit di Merajan Ageng Bhujangga Waisnawa Renon, bertepatan dengan rahina Buda Cemeng Ukir, Rabu (22/4).

Pada kesempatan itu, Wawali Kota Arya Wibawa juga turut menyerahkan secara simbolis bantuan hibah dari Pemerintah Kota Denpasar sebesar Rp 200 juta untuk pelaksanaan karya tersebut.

Wawali Kota Arya Wibawa menyampaikan apresiasinya atas semangat gotong-royong dan kebersamaan warga dalam menyukseskan pelaksanaan karya. Ia berharap, kegiatan ini dapat memperkuat nilai-nilai srada dan bhakti umat Hindu di Kota Denpasar.

“Upacara ini merupakan wujud bakti dan keimanan umat dalam menjaga warisan leluhur,” ujarnya.

Pihaknya juga menyampaikan harapan supaya renovasi merajan yang telah rampung dapat terus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Ia menilai keberadaan tempat suci sangat penting sebagai pusat kegiatan keagamaan dan budaya.

“Semoga keberadaan merajan ini memberikan manfaat spiritual dan sosial bagi pangempon, serta masyarakat sekitar,” harap Arya Wibawa.

Sementara ketua panitia, Putu Wira Yudha Segara menjelaskan, rangkaian upacara telah dimulai sejak 8 April lalu. Puncak karya dilaksanakan hari ini, setelah rampungnya renovasi merajan.

“Kami bersyukur bisa menyelesaikan renovasi merajan ini secara gotong-royong. Terima kasih kepada Bapak Wakil Walikota atas kehadiran dan dukungannya kepada pangempon,” katanya.

Upacara ini menjadi simbol semangat pelestarian adat dan budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Melalui pelaksanaan karya ini, para pangempon diharapkan terus menjalankan swadharma untuk kepentingan umat dan generasi mendatang. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Kasus Meninggal Dunia Nihil, Sembuh Covid-19 di Denpasar 7 Orang
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa “Nodya Karya Ngenteg Linggih” di Pura Ulun Empelan Subak Aban

Published

on

By

bupati adi arnawa
NODYA KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa nodya Karya Ngenteg Linggih, Mapedudusan Alit dan Caru Panca Kelud di Pura Ulun Empelan Subak Aban, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Rabu (22/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa nodya Karya Ngenteg Linggih, Mapedudusan Alit dan Caru Panca Kelud di Pura Ulun Empelan Subak Aban, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Rabu (22/4). Pada kesempatan tersebut Bupati Adi Arnawa menandatangani prasasti dan melakukan persembahyangan bersama guna mohon kerahayuan jagat.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan terima kasih kepada krama Subak Aban yang telah selesai memperbaiki Parahyangan Pura Ulun Empelan Subak dan melaksanakan karya ngenteg linggih. Hal ini sangat sejalan dengan komitmen dan prioritas pembangunan di Kabupaten Badung terutamanya dalam menjaga kelestarian adat budaya khususnya keberadaan subak.

“Ke depan apapun rencana pembangunan di Pura Ulun Subak ini, kami Pemkab Badung akan berusaha membantu. Untuk karya ngenteg linggih ini kami sudah siapkan dana aci sebesar Rp 350 juta,” imbuh Bupati.

Dijelaskan, berbicara masalah subak sangat erat kaitannya dengan keberlangsungan pariwisata karena pertanian menjadi salah satu daya tarik wisata sekaligus menjadi kearifan lokal di Bali. Untuk itu Bupati berkomitmen dan mengajak masyarakat Badung menjaga keberadaan subak dan berpihak kepada petani. Keberpihakan kepada petani diwujudkan melalui program beasiswa kuliah S1 gratis bagi anak petani.

“Melalui program yang dimulai tahun 2026 ini, kami dorong petani yang telah berjasa dalam menyiapkan produksi pangan, di satu sisi kami memberikan kesempatan peluang kepada anak-anak petani agar menjadi orang hebat ke depan. Biar tidak selalu orang mengatakan anak petani itu identik dianggap orang miskin, tidak seperti itu. Tiang ingin merubah semua itu, anak petani suatu saat bisa menjadi orang penting,” jelasnya.

Selain itu mulai tahun ini pula di Badung, masuk SMA juga digratiskan. Termasuk yang swasta dibantu untuk SPP 200 ribu per bulan dan sudah disiapkan. Selain beasiswa, masih banyak program yang akan didorong untuk petani-petani di Badung.

Baca Juga  Jelang Hari Raya Nyepi, Transaksi Tunai dan Nontunai di Bali Meningkat

Ketua Panitia Karya I Nyoman Sanggra menjelaskan, perbaikan Pura Ulun Empelan Subak Aban telah dilakukan pada tahun 2024 lalu dari bantuan Pemkab Badung. Untuk karya telah disepakati krama subak dilaksanakan tahun ini dengan tingkatan ngenteg linggih, pedudusan agung dan caru panca kelud. Rangkaian karya di Pura Ulun Empelan Subak ini juga dilaksanakan pecaruan di tujuh munduk di Subak Aban. Pihaknya berterima kasih kepada Bupati Badung yang telah membantu dana aci untuk karya ini. Ke depan krama subak akan tetap memohon dukungan Pemkab Badung, karena masih banyak bangunan pendukung di pura yang perlu diperbaiki. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wabup Badung Hadiri Puncak Karya Dewa Yadnya di Pemerajan Ageng Pasek Gaduh Kedonganan

Published

on

By

Pemerajan Ageng Pasek Gaduh
HADIRI KARYA: Wabup Bagus Alit Sucipta bersama Nyonya Yunita Alit Sucipta, menghadiri puncak Karya Dewa Yadnya di Pemerajan Ageng Pasek Gaduh, Kedonganan, Kuta, Badung, Rabu (21/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, didampingi Nyonya Yunita Alit Sucipta, menghadiri puncak Karya Dewa Yadnya yang dirangkaikan dengan upacara mecaru, melaspas, dan mendem pedagingan di Pemerajan Ageng Pasek Gaduh, Kedonganan, Kuta, Badung, Rabu (22/4).

Sebagai bentuk dukungan dan perhatian terhadap pelaksanaan Karya Dewa Yadnya tersebut, Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan bantuan dana kesra sebesar Rp. 25 juta diterima Ketua Merajan Ageng Pasek Gaduh Made Aryana.

Upacara dipuput oleh Ida Pedanda Telaga dari Griya Sanur dan turut dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPRD Badung Nyoman Graha Wicaksana, Camat Kuta D. Ngurah Bhayudewa, Lurah Kedonganan I Kadek Laksana, Bendesa Adat Kedonganan I Wayan Sutarja, serta para pengempon.

Dalam sambrama wacananya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan bahwa kehadirannya selain sebagai upasaksi juga untuk turut mendoakan agar seluruh rangkaian Karya Dewa Yadnya berjalan lancar labda karya dan Krama Gemah Ripah Loh Jinawi.

Pada kesempatan tersebut, Wabup juga mengingatkan masyarakat terkait permasalahan sampah kiriman yang sering terjadi saat musim angin barat. Mengingat Kedonganan merupakan kawasan pariwisata, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, termasuk dengan melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

“Kedonganan adalah salah satu wajah pariwisata Badung. Oleh karena itu, kebersihan lingkungan, khususnya kawasan Pantai Kedonganan ini, harus terus dijaga dengan kerja sama seluruh krama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wabup menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung akan terus mendukung kegiatan positif masyarakat, serta mengajak seluruh warga untuk senantiasa menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban wilayah.

Sementara itu, perwakilan Jero Mangku Pemerajan Ageng Pasek Gaduh, Nyoman Suarjana, menyampaikan bahwa pelaksanaan Karya Dewa Yadnya dilakukan setelah rampungnya pembangunan pelinggih, yang sekaligus dirangkaikan dengan Pujawali. Kegiatan ini juga diisi dengan upacara Pawintenan kepada enam pasang krama (suami-istri), sebagai bentuk penyucian dan pembersihan diri yang akan bertugas ngayah di Merajan Ageng Pasek Gaduh seperti ngayah masang Wastra, melakukan bersih-bersih serta melakukan kegiatan lainnya di masa mendatang.

Baca Juga  Arya Wibawa Hadiri Pelantikan Kepengurusan DPC Gerkatin Denpasar

Ia juga menambahkan bahwa terselenggaranya kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Badung, sehingga seluruh rangkaian upacara dapat berjalan dengan baik dan lancar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca