Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

12 Ogoh-ogoh Terbaik Denpasar Siap Meriahkan Event Kesanga Festival

BALIILU Tayang

:

walikota
Rapat persiapan pelaksanaan parade Ogoh-ogoh terbaik event Kesanga Festival yang dipimpin Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Kadis Kebudayaan, Raka Puwantara, Sabtu (11/3) di Kantor Walikota Denpasar. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Sebanyak 12 Ogoh-ogoh terbaik Kota Denpasar yang telah mendapatkan penilaian dari dewan juri siap tampil di event Kesanga Festival yang akan berlangsung pada tanggal 17-18 Maret mendatang di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung. Hal tersebut terungkap dalam rapat persiapan pelaksanaan parade Ogoh-ogoh terbaik event Kesanga Festival yang dipimpin Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Kadis Kebudayaan, Raka Puwantara, Sabtu (11/3) di Kantor Walikota Denpasar.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, AA Angga Harta Yana, Sing Main-Main Official Go Andik bersama Agung Suyoga, serta dewan juri, I Gede Anom Ranuara, dan Komang Indra Wirawan.  Di samping itu pelaksanaan rapat juga dihadiri Kasatpol PP Denpasar, Anak Agung Ngurah Bawa Nendra, serta dari Dinas Perhubungan Denpasar.

Walikota Jaya Negara menyampaikan ucapan selamat kepada sekaa teruna yang karyanya telah lolos menjadi terbaik di Kota Denpasar. Serta terima kasih atas dukungan dan semangat sekaa teruna untuk meningkatkan kreativitas khususnya dalam bidang seni Ogoh-ogoh menyambut Tahun Baru Caka, Nyepi 1945 Tahun 2023. “Terima kasih kepada sekaa teruna atas semangat kreativitas dan 12 karya seni Ogoh-ogoh di masing-masing kecamatan akan kita tampilkan di Lapangan Puputan Badung dalam gelaran Kesanga Festival,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut disampaikan bahwa event Kesanga Festival ini masyarakat Kota Denpasar dan juga masyarakat seluruh Bali dapat menyaksikan Ogoh-ogoh terbaik tahun 2023 di Kota Denpasar. Penilaian Ogoh-ogoh dalam Kesanga Festival akan menentukan tiga ogoh-ogoh terbaik serta ogoh-ogoh terfavorit yang akan ditentukan oleh masyarakat. Di samping ogoh-ogoh dengan ukuran besar, dalam Kesanga Festival, masyarakat juga dapat menikmati karya seni Ogoh-ogoh Mini dan Sketsa Ogoh-ogoh serta pameran kuliner dari UMKM Kota Denpasar.

Baca Juga  Kadek Astawan Hilang saat ‘’Spear Fishing’’ , Tim SAR Lakukan Pencarian

“Dalam pertemuan ini telah dibahas bersama secara teknis pelaksanaan event bersama sekaa teruna, dan diharapkan pelaksanaan Kesanga Festival dapat menjadi ajang puncak kreativitas karya seni ogoh-ogoh bagi insan muda Denpasar,” ujar Jaya Negara.

Kadis Kebudayaan Denpasar, Raka Puwantara menambahkan persiapan gelaran Kesanga Festival melalui sinergitas bersama antara Pasikian Yowana, MDA Kota Denpasar dan Sing Main-Main Official telah dilakukan. Sebanyak 12 Ogoh-ogoh terbaik telah ditetapkan dewan juri serta akan beratraksi di kawasan Lapangan Puputan Badung pada 18 Maret mendatang. “Pada tanggal 17 Maret 12 Ogoh-ogoh telah terpajang di Lapangan Puputan Badung, dan sore hari pada tanggal 18 Maret akan berlangsung Festival Ogoh-ogoh,” ujarnya.

Dalam meningkatkan kreativitas anak muda, Pemkot Denpasar juga telah mengucurkan Dana BKK besarnya Rp 10 juta per STT, serta juga memberikan dana stimulus kepada 12 STT yang karya Ogoh-ogohnya terbaik  masing-masing Rp. 20 juta.

 Sementara Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, AA Angga Harta Yana, menyampaikan para peserta ogoh-ogoh terbaik akan mengikuti pawai di kawasan Lapangan Puputan Badung. Di samping itu juga pelaksanaan Kesanga Festival dimeriahkan dengan hiburan musik, pameran UMKM, Lomba Ogoh-ogoh mini, sketsa Ogoh-ogoh, serta akan dipilih Ogoh-ogoh Terfavorit hasil dari penilaian masyarakat dan akan mendapatkan hadiah menarik dari Sing Main-Main Oficial. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BUDAYA

Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Rahina Suci Tumpek Landep

Published

on

By

tumpek landep
TUMPEK LANDEP: Persembahyangan bersama Rahina Suci Tumpek Landep di Pura Agung Lokanatha yang dihadiri langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Sabtu (18/4). (Foto: Hms Denpasar)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar menggelar persembahyangan bersama dalam rangka Rahina Suci Tumpek Landep, Sabtu (18/4), di Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar. Kegiatan ini berlangsung khidmat sebagai bagian dari upaya menjaga tradisi.

Persembahyangan tersebut dihadiri langsung oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, yang turut mengikuti prosesi pembersihan pusaka keris di pura setempat. Hadir pula Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, Anak Agung Putu Gede Wibawa, jajaran Forkopimda, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan persembahyangan Rahina Suci Tumpek Landep merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Pemkot Denpasar sebagai bentuk peningkatan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain itu, Tumpek Landep juga dimaknai sebagai momentum untuk menyucikan diri, pikiran, serta segala sarana yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, Jaya Negara berharap melalui pelaksanaan upacara ini, seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat dapat memperkuat ketajaman pikiran (landep) dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Jaya Negara juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan nilai-nilai spiritual dan budaya lokal sebagai implementasi ajaran Tri Hita Karana.

“Melalui Tumpek Landep ini, kami berharap seluruh komponen masyarakat, khususnya jajaran Pemkot Denpasar, dapat terus meningkatkan kualitas diri, serta menjaga keharmonisan antara manusia, Tuhan, dan lingkungan,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara, menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Kompyang Beji dari Griya Beji Taman Santi, Sanglah, Denpasar Barat.

“Persembahyangan bersama ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan keharmonisan antarpegawai dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. (gs/bi)

Baca Juga  Kadek Astawan Hilang saat ‘’Spear Fishing’’ , Tim SAR Lakukan Pencarian

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung “Nodya Karya Maligia Punggel“ di Griya Agung Banjar Aseman

Published

on

By

bupati badung
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa saat hadiri “Karya Maligia Punggel” yang dirangkaikan dengan “nyekah” massal di Griya Agung Banjar Aseman, Desa Abiansemal. Rabu (15/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam meringankan beban masyarakat kembali ditunjukkan melalui dukungan nyata terhadap pelaksanaan Karya Maligia Punggel yang dirangkaikan dengan nyekah massal di Griya Agung Banjar Aseman, Desa Abiansemal. Rabu (15/4).

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir mendukung kegiatan adat dan keagamaan masyarakat guna memastikan pelaksanaannya berjalan lancar. Bupati juga menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kelancaran pelaksanaan karya. Ia berharap seluruh rangkaian yadnya dapat berjalan dengan lancar hingga mencapai sida purna.

“Pemerintah akan terus hadir untuk membantu masyarakat, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam pelestarian adat dan budaya. Kegiatan seperti ini sangat penting karena mampu meringankan beban sekaligus memperkuat kebersamaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan agar bantuan yang diberikan dimanfaatkan secara tepat sasaran serta diawasi bersama. “Pelaksanaan nyekah massal ini tidak hanya memberikan keringanan biaya bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai solidaritas dan gotong-royong, sekaligus menjaga kelestarian adat dan budaya Bali, tiyang selaku murdaning jagat Badung akan terus mendukung kegiatan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan yang berpihak pada masyarakat dan berakar pada budaya lokal,” pungkasnya sembari mengajak dan mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

Kegiatan yang dipusatkan di Bale Peyadnyan Tegal Suci ini berlangsung secara bertahap sejak 3 Maret 2026, diawali dengan matur piuning, hingga mencapai puncak karya pada 16 April 2026, dan ditutup pada 17 April 2026 dengan rangkaian pralina puja, nganyut, sangkud, serta nilapati. Seluruh rangkaian upacara dilaksanakan secara gotong-royong dengan melibatkan sekitar 63 pengiring serta dukungan swadaya krama.

Baca Juga  Viral di Medsos, Residivis Curas Resahkan Masyarakat Dibekuk Polisi

Sementara itu, Perbekel Abiansemal sekaligus panitia, Ida Bagus Bisma Wiratma, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah serta kekompakan krama Banjar Aseman. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan biaya upacara mencapai ratusan juta rupiah, sehingga pelaksanaan secara massal menjadi solusi yang efektif.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Bapak Bupati dan seluruh pihak. Bantuan ini sangat membantu krama sehingga seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar sesuai rencana,” ungkapnya.

Hadir pada acara tersebut Anggota DPRD Badung Ni Luh Putu Gede Rara Hita Sukma Dewi, Kadisdukcapil I Nyoman Rudiarta, Sekcam Abiansemal beserta Tripika Abiansemal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Hadiri “Karya Atma Wedana” dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan

Published

on

By

bupati badung
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa, menghadiri “Karya Atma Wedana“ dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan di Pura Dalem Desa Adat Padonan, Kuta Utara, Rabu (15/4). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menghadiri Parikrama Tigang Sasih dan Mapetik Mejaya-jaya serangkaian Karya Atma Wedana dan Manusia Yadnya Desa Adat Padonan. Kegiatan tersebut berlangsung di Pura Dalem Desa Adat Padonan, Kuta Utara, Rabu (15/4), dan dipuput oleh Ida Pedanda Istri Griya Buduk.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya yadnya suci tersebut serta mendoakan agar seluruh rangkaian upacara berjalan lancar. Ia juga mengapresiasi dukungan pendanaan dari Desa Dinas, Desa Adat, serta LPD Desa Adat Padonan.

“Sebagai pratisentana, kita memiliki kewajiban melaksanakan yadnya sebagai wujud bakti kepada leluhur. Saya berharap Desa Adat Padonan dapat terus mandiri dan mampu menjaga tradisi di tengah perkembangan pariwisata,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh krama desa untuk menjaga keamanan, kebersihan, serta mengelola sampah dengan baik melalui pemilahan sejak dari rumah tangga. Lebih lanjut disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya mengurai kemacetan dengan membangun ruas-ruas jalan baru di lokasi strategis guna memberikan kenyamanan bagi wisatawan.

Sementara itu, Bendesa Adat Padonan, I Made Sutarma, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung beserta undangan lainnya. Ia menjelaskan bahwa rangkaian upacara telah diawali dengan upacara Ngerit (Ngelungah) pada 31 Maret 2026.

Karya Atma Wedana ini merupakan program Desa Adat Padonan yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali, yang bertujuan menjaga tradisi leluhur, sima dresta, serta memperkuat kebersamaan dan semangat gotong-royong. Selain itu, kegiatan ini juga untuk meringankan beban krama desa dalam melaksanakan upacara adat dan Manusa Yadnya.

Sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan pada tahun 2022. Meski sesuai jadwal berikutnya akan digelar pada 2027, namun dimajukan ke tahun 2026 karena adanya rencana pembangunan karya di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Padonan.

Baca Juga  DPRD Kota Palopo Studi Kehumasan dan Media Ke Pemkot Denpasar

Adapun pendanaan kegiatan bersumber dari Rp 900 juta dana Desa Dinas, Rp 200 juta dari Desa Adat, serta sisa hasil usaha LPD Desa Adat Padonan. Dengan dukungan tersebut, pelaksanaan karya tahun ini tidak membebankan biaya kepada krama desa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain anggota DPRD Badung Wayan Sandra, Camat Kuta Utara Putu Eka Parmana, Majelis Madya dan Majelis Alit Kuta Utara, Perbekel Tibubeneng, serta krama Desa Adat Padonan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca