Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Rayakan Kreativitas Generasi Muda Lewat “Feel the Growth”, D’Youth Fest 6.0 Siap Digelar 11-12 Juli

Jadi Festival Ramah Lingkungan, Dimeriahkan Hiburan Artis Lokal dan Nasional

Loading

BALIILU Tayang

:

D'Youth Fest
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri konferensi pers D'Youth Fest 6.0 pada Rabu (1/7). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar kembali menghadirkan ruang ekspresi bagi generasi muda melalui penyelenggaraan Denpasar Youth Festival (D’Youth Fest) 6.0 Tahun 2026. Mengusung tema Feel the Growth, rangkaian festival yang telah berlangsung sejak Juni ini akan mencapai malam puncaknya pada 11–12 Juli 2026 dengan beragam kolaborasi lintas komunitas kreatif, pelaku ekonomi kreatif, hingga hiburan dari musisi lokal dan nasional.

Festival ini menjadi wadah bagi anak muda untuk berkarya, berkolaborasi, sekaligus memperkuat identitas kreatif Kota Denpasar sebagai kota yang inklusif dan inovatif.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat memberikan keterangan pada Rabu (1/7) mengatakan bahwa D’Youth Fest telah berkembang menjadi salah satu ruang strategis bagi generasi muda untuk menunjukkan potensi terbaiknya. Festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan, namun juga menjadi ruang bertemunya kreativitas, inovasi, budaya, dan semangat kolaborasi yang menjadi kekuatan utama pembangunan Kota Denpasar.

Lebih lanjut dijelaskan, tema besar Regrow yang diusung dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali potensi yang sesungguhnya telah dimiliki masyarakat melalui pendekatan nguripang rasa. Konsep tersebut menekankan pentingnya membangun kembali rasa memiliki, kepedulian, serta keterhubungan masyarakat terhadap ruang, karya, budaya, dan ekosistem kreatif yang dimiliki. Dari proses tersebut diharapkan lahir pertumbuhan yang organik, berakar kuat, dan berkelanjutan.

Sementara itu, subtema Feel The Growth menjadi representasi dari fase ketika pertumbuhan tersebut tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga mampu dirasakan bersama oleh seluruh pelaku ekonomi kreatif, komunitas, maupun masyarakat.

Melalui D’Youth Fest, semangat pertumbuhan diwujudkan dalam berbagai bentuk kolaborasi, keberanian berekspresi, serta terciptanya ruang yang mendorong lahirnya ide-ide kreatif baru. Dengan demikian, pertumbuhan tidak lagi menjadi sesuatu yang dipaksakan, melainkan hadir secara alami sebagai pengalaman kolektif yang memberi dampak nyata.

Baca Juga  Antisipasi Bahaya Nitrogen, Puskesmas 2 Denpasar Barat Lakukan Pengawasan ke Sekolah-sekolah

“D’Youth Fest merupakan bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk terus tumbuh dan berkembang. Kami ingin menghadirkan ekosistem yang mampu mendorong lahirnya kreativitas, memperkuat kolaborasi antarkomunitas, sekaligus memberikan ruang bagi ekonomi kreatif agar semakin berkembang. Anak-anak muda Denpasar memiliki potensi luar biasa yang harus terus difasilitasi sehingga mampu menjadi motor penggerak pembangunan kota di masa depan,” ujar Arya Wibawa.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Luh Putu Ryatiti, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, AA Ngurah Mahendra, menjelaskan bahwa malam puncak D’Youth Fest 6.0 akan menghadirkan berbagai atraksi unggulan yang memadukan seni tradisi, kreativitas modern, ekonomi kreatif, hingga hiburan musik.

“Melalui D’Youth Fest kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas anak muda Denpasar memiliki ruang yang sangat luas. Festival ini bukan hanya menjadi panggung pertunjukan, tetapi juga ruang tumbuh bagi komunitas kreatif, pelaku UMKM, hingga kolaborasi lintas sektor yang memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Kota Denpasar. Tahun ini masyarakat akan disuguhkan berbagai penampilan yang lebih beragam dan kolaboratif,” ujar Luh Putu Riyastiti.

Selain pertunjukan seni dan budaya, malam puncak D’Youth Fest juga akan dimeriahkan penampilan sederet musisi lokal dan nasional, di antaranya Ari Lesmana, Tika Pagraky, Bagus Wirata, Dialog Dini Hari, Ary Kencana, Harmonia, Leeyonk Sinatra, Skoozy, hingga Wet Project. Festival ini juga menghadirkan sedikitnya 20 UMKM kuliner dan 5 food truck yang memberikan ruang promosi sekaligus memperkuat geliat ekonomi masyarakat selama penyelenggaraan festival.

Secara keseluruhan, D’Youth Fest 6.0 menghadirkan rangkaian kegiatan kreatif yang berlangsung sejak pertengahan Juni hingga Juli 2026, meliputi Operet This Week, Bimbingan Teknis Penyiaran, Heritage Ride, Glory of Youth, Earthsy Day, Bali Fashion Bike, Mural Exhibition, Area Creator, Makin Dekat Film Fest, Community Paradise, Bali Screen Printing Community, hingga malam puncak D’Youth Fest.

Baca Juga  Salah Gunakan Masker, Tim Yustisi Denpasar Bina 20 Orang Pelanggar Prokes

Berbagai kegiatan tersebut melibatkan puluhan komunitas kreatif seperti HIPMI, HDII, Djamur, Inkdonesia Movement, ESI Denpasar, IAI, Cre, Agro, GBCI, Tekiber, Sanur Creative, Perseden, HIMSI, Eling Ring Pertiwi, Petani Muda Keren, Lowrider, dan Bali Screen Printing Community.

Melalui D’Youth Fest 6.0, Pemerintah Kota Denpasar berharap lahir semakin banyak ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan kreativitas, budaya, inovasi, serta semangat kewirausahaan generasi muda.

“Festival ini sekaligus memperkuat posisi Denpasar sebagai kota kreatif yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak muda untuk menjadi pelaku utama pembangunan, menghadirkan karya yang berdampak, dan menumbuhkan ekonomi kreatif yang berkelanjutan menuju Denpasar yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Ketua Harian Bkraf Denpasar, Ari Setiya Wibawa mengatakan, selain menghadirkan ruang kreativitas, D’Youth Fest 6.0 tahun ini juga memperkuat komitmen terhadap penyelenggaraan festival yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Inovasi pengelolaan sampah terintegrasi dilaksanakan selama pelaksanaan festival sebagai bagian dari edukasi budaya sadar lingkungan bagi generasi muda.

“Kami ingin D’Youth tidak hanya meninggalkan kesan sebagai festival yang meriah, tetapi juga festival yang bertanggung jawab. Bkraf Denpasar mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, sehingga kami ingin mengajak generasi muda belajar bahwa event besar pun bisa tetap tertib, bersih, dan berkelanjutan,” tutup Ari. (eka/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Jelang Buleleng Festival 2026, Dishub Buleleng Siapkan Rekayasa Lalin

Published

on

By

Kepala Dishub Buleleng Gede Gunawan Adnyana Putra memaparkan rekayasa lalu lintas di kawasan Catus Pata jelang Buleleng Festival 2026.
PENGATURAN LALIN: Sejumlah ruas jalan di pusat Kota Singaraja akan diberlakukan pengaturan dan pengalihan arus, khususnya selama kegiatan Buleleng Festival 2026 yang dipusatkan di Catus Pata yang berlangsung pada 18–23 Agustus 2026. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama pelaksanaan Buleleng Festival 2026. Sejumlah ruas jalan di pusat Kota Singaraja akan diberlakukan pengaturan dan pengalihan arus, khususnya selama kegiatan berlangsung pada 18–23 Agustus 2026.

Kepala Dishub Buleleng Gede Gunawan Adnyana Putra, mengatakan rekayasa lalu lintas telah dikoordinasikan dengan Satlantas Polres Buleleng. Pengaturan dilakukan karena sejumlah lokasi kegiatan BulFest menggunakan kawasan jalan, khususnya di sekitar Jalan Veteran, Jalan Ngurah Rai, dan Jalan Pahlawan.

Menurut Gunawan, pelaksanaan BulFest tahun ini memiliki pola berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Penggunaan kawasan Catus Pata sebagai salah satu lokasi panggung utama berpotensi memengaruhi kelancaran arus kendaraan, sehingga pengaturan dan penempatan petugas akan diperkuat pada titik-titik yang dinilai rawan kepadatan.

“Kami sudah sepakat dengan Polres Buleleng bahwa tidak akan menutup total. Masih bisa berakses, namun kami akan mengalihkan kendaraan-kendaraan besar, kendaraan truk, kendaraan berbadan atau bersasis sumbu tiga ke tempat-tempat yang memang tidak memungkinkan untuk dilalui,” ujar Gunawan saat dikonfirmasi, Selasa (11/8).

Ia menjelaskan, kendaraan dari arah selatan atau Denpasar menuju wilayah barat dapat diarahkan melalui Jalan Mayor Metra, Jalan Gajah Mada, Jalan Dr. Sutomo, hingga Jalan Ahmad Yani. Sementara arus dari arah timur atau Karangasem menuju barat akan diarahkan melalui Jalan WR Supratman, Jalan Surapati, Jalan Hasanuddin, Jalan Dr. Sutomo, dan Jalan Ahmad Yani.

Potensi kepadatan juga diperkirakan meningkat di Jalan Ahmad Yani karena menjadi salah satu jalur pengalihan. Dishub Buleleng mencatat sekitar 750 hingga 800 truk material dari arah Karangasem menuju Buleleng maupun Jembrana melintas setiap hari, sehingga pengaturan kendaraan berat menjadi perhatian khusus selama BulFest.

Baca Juga  Pemkot Denpasar Raih Penghargaan Kepatuhan Pelayanan Publik dari Ombudsman RI

Untuk arus dari arah timur menuju selatan, kendaraan akan diarahkan melalui Jalan WR Supratman, Jalan Sam Ratulangi, Jalan Setia Budi, Jalan Gempol, Jalan Gajah Mada, hingga Jalan Mayor Metra. Dishub juga telah memasang sejumlah rambu petunjuk untuk membantu pengguna jalan mengikuti jalur pengalihan yang telah disiapkan.

Ia menambahkan, pengaturan lalu lintas tidak hanya dilakukan saat puncak pelaksanaan festival. Aktivitas persiapan seperti pemasangan panggung dan proses bongkar muat telah berlangsung sehingga potensi gangguan arus lalu lintas mulai muncul sebelum BulFest resmi dibuka.

“Mulai sekarang akan ada ketersendatan arus lalu lintas di Jalan Veteran, Jalan Ngurah Rai dan Jalan Pahlawan. Kami sudah sepakat dengan Polres Buleleng bahwa tidak akan menutup total, tetapi pengaturan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk memperhatikan rambu serta mengikuti arahan petugas selama pelaksanaan BulFest. Pengendara juga diminta menghindari parkir di kawasan Catus Pata dan titik yang telah ditetapkan sebagai area steril agar arus lalu lintas dan akses menuju lokasi kegiatan tetap berjalan lancar. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Perkuat Pembangunan Sekala-Niskala, Pemprov Bali “Ngaturang Pekeling” di Pura Agung Besakih

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster memimpin jajaran Pemprov Bali melaksanakan Upacara Ngaturang Pekeling di Pura Agung Besakih, Karangasem.
NGATURANG PEKELING: Jajaran Pemprov Bali yang dipimpin langsung Gubernur Bali Wayan Koster saat melaksanakan persembahyangan dan Upacara Ngaturang Pekeling di Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (12/8), bertepatan dengan Tilem Sasih Karo, rahina Buda Umanis Tambir. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi Bali, jajaran Pemprov Bali yang dipimpin langsung Gubernur Bali Wayan Koster melaksanakan persembahyangan dan Upacara Ngaturang Pekeling di Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (12/8). Persembahyangan dilaksanakan bertepatan dengan Tilem Sasih Karo, rahina Buda Umanis Tambir.

Pelaksanaan Ngaturang Pekeling menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga keseimbangan pembangunan Bali secara sekala dan niskala.

Pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui berbagai program dan kebijakan yang menyentuh kehidupan masyarakat secara nyata, tetapi juga dilandasi nilai-nilai spiritual sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali.

Melalui persembahyangan tersebut, Gubernur Wayan Koster bersama jajaran Pemprov Bali menghaturkan bhakti sekaligus memohon ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar seluruh upaya pembangunan Bali senantiasa memperoleh restu dan tuntunan, serta dianugerahi kerahayuan, keselamatan, kelancaran, dan kekuatan dalam menjalankan tugas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.

Momentum HUT ke-68 Pemerintah Provinsi Bali sekaligus menjadi ruang refleksi untuk memperkuat komitmen dalam menjaga keharmonisan pembangunan Bali. Kemajuan pembangunan diharapkan tetap berjalan selaras dengan upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam, manusia, serta kebudayaan Bali yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.

Semangat tersebut sejalan dengan arah pembangunan Bali yang menempatkan keseimbangan antara aspek material dan spiritual sebagai fondasi dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan bahagia secara sekala-niskala.

Dengan landasan tersebut, setiap proses pembangunan diharapkan tidak semata-mata berorientasi pada capaian fisik dan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga jati diri, kesucian, serta keberlanjutan Bali bagi generasi mendatang.

Persembahyangan berlangsung khidmat dan turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra beserta istri, Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya, serta jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

Baca Juga  Salah Gunakan Masker, Tim Yustisi Denpasar Bina 20 Orang Pelanggar Prokes

Rangkaian persembahyangan dipuput oleh Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun dari Kadatuan Kawista Pura, Grya Belatungan, Tabanan. Seluruh rangkaian Ngaturang Pekeling berlangsung dengan khidmat sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus permohonan agar Bali senantiasa berada dalam keadaan rahayu, aman, damai, dan harmonis.

Melalui momentum HUT ke-68 ini, Pemerintah Provinsi Bali meneguhkan kembali semangat untuk melanjutkan pembangunan dengan tetap menjaga keseimbangan sekala-niskala, sehingga kemajuan yang dicapai tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini, tetapi juga menjaga kelestarian alam, budaya, dan kehidupan Bali secara berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Adi Arnawa “Nodya Karya Pujawali” Pura Dalem Sari Kapal

Published

on

By

HADIRI PUJAWALI: Bupati Wayan Adi Arnawa saat menghadiri pujawali piodalan majelihan di Pura Dalem Sari, Banjar Titih, Desa Adat Kapal, Mengwi, Rabu (12/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan komitmennya dalam memperkuat pembangunan berbasis budaya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pengembangan infrastruktur strategis di Kabupaten Badung. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pujawali piodalan majelihan di Pura Dalem Sari, Banjar Titih, Desa Adat Kapal, Mengwi, Rabu (12/8).

Turut hadir mendampingi Bupati, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Kapal I Nyoman Adi Setiawan, Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana beserta prajuru desa, tokoh masyarakat Luh Putu Suryaniti, Kelian Pura Dalem Sari sekaligus Ketua Panitia I Ketut Sukrayan beserta pengempon Pura Dalem Sari.

Bupati I Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi kepada masyarakat Banjar Titih dan Desa Kapal yang terus menjaga persatuan serta melestarikan adat, budaya, dan tradisi keagamaan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Bupati menilai keberhasilan Badung sebagai daerah dengan pendapatan tinggi tidak terlepas dari sektor pariwisata yang bertumpu pada kekuatan budaya lokal.

“Pariwisata Badung berbasis budaya. Karena itu budaya harus terus dijaga dan dilestarikan agar tetap menjadi kekuatan utama daerah,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa juga mengungkapkan dukungannya untuk pembangunan yang direncanakan masyarakat Banjar Titih. Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kebutuhan fasilitas publik dan aktivitas masyarakat setempat.

“Selain pembangunan fisik, tiyang juga sudah menjalankan program perlindungan sosial dan pendidikan untuk meringankan beban masyarakat kita di Badung,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bupati juga menyediakan program kuliah gratis bagi masyarakat Kabupaten Badung yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Di sektor infrastruktur, ia juga sedang memprioritaskan pembangunan konektivitas kawasan pariwisata serta menjajaki peluang kajian pembangunan jalur bawah tanah untuk mendukung mobilitas dan daya saing pariwisata Badung.

Baca Juga  Antisipasi Bahaya Nitrogen, Puskesmas 2 Denpasar Barat Lakukan Pengawasan ke Sekolah-sekolah

“Sekarang saya sedang menyiapkan fasilitas untuk 1.205 orang untuk penguatan SDM kita di Badung, karena ini menjadi prioritas penting untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di tengah meningkatnya investasi yang masuk ke Badung dan diperkirakan akan membuka ribuan lapangan pekerjaan dalam beberapa kurun waktu mendatang,” kata Adi Arnawa.

Sementara itu, Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Badung dalam pelaksanaan pujawali di Pura Dalem Sari. Ditegaskan bahwa Pura Dalem Sari yang diempon oleh masyarakat Banjar Titih merupakan simbol kebersamaan dan bakti masyarakat kepada Ida Bhatara.

Sudarsana juga mengajak seluruh warga untuk terus menjaga persatuan dan semangat gotong-royong dalam membangun desa adat serta melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan para leluhur. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca