Wednesday, 28 September 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Rektor Unud Minta Dekan Manfaatkan Gedung FMIPA di Kampus Sudirman Seoptimal Mungkin

BALIILU Tayang

:

de
Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kaulu dilaksanakan upacara Pemelaspasan Gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana di Kampus Sudirman Denpasar, Senin (17/1/2022).

Acara pemelaspasan dipuput oleh Jro Mangku Pura Dalem Balembong dan dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Kepala Biro, PPK Konstruksi, Dekan dan Wakil Dekan FMIPA beserta seluruh jajaran.

Gedung empat lantai ini setelah sekian lama mangkrak akhirnya rampung, dilengkapi dengan fasilitas aula untuk tempat penyelenggaraan seminar dan sejenisnya yang berada di lantai empat. Ruangan yang ada juga sudah dilengkapi dengan instalasi listrik dan jaringan, AC dan CCTV serta detektor kebakaran.

Rektor Unud dan Dekan FMIPA bersama jajaran foto bersama di depan Gedung FMIPA Unud. (Foto: Ist)

Dekan FMIPA Unud Ni Luh Watiniasih, Ph.D. dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa gedung yang sebelumnya mangkrak, kini sudah terselesaikan. Pihaknya mengapresiasi kebijakan Rektorat yang telah memfasilitasi hingga gedung ini selesai. Gedung ini akan diprioritaskan untuk perkuliahan program pascasarjana yang ada di Fakultas MIPA.

Dekan berharap gedung baru ini dapat dimanfaatkan dengan baik, dimana sarana prasarana yang ada akan digunakan untuk melengkapi sehingga bisa segera dimanfaatkan. Di samping itu pihaknya juga berencana mengembangkan unit bisnis untuk memberikan layanan kepada masyarakat. Melalui kesempatan tersebut Dekan juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi hingga pembangunan gedung ini rampung.

Sementara Rektor Unud Prof. I Nyoman Gde Antara menyampaikan gedung ini selesai dalam waktu 105 hari setelah sekitar 12 tahun mangkrak dan bersyukur gedung ini bisa diselesaikan. Rektor mempersilakan agar gedung ini digunakan untuk kegiatan Tri Dharma yang memadai sehingga dapat mengembangkan institusi. Rektor berencana meningkatkan jumlah student body Program Pascasarjana Fakultas MIPA dan meminta Dekan segera membuka Prodi Pasca yang baru.

Baca Juga  LPPM Unud Gelar ‘’Focus Group Disscussion’’ Renstra Pengabdian 2022-2026

Rektor juga akan menunjuk Koorprodi yang bisa memberdayakan Prodi. Rektor meminta Dekan agar tidak menggunakan gedung ini untuk perkuliahan S1 mengingat pengembangan sarana prasarana untuk S1 akan dipusatkan di Kampus Bukit. Perkulihan di gedung Pasca agar segera dipindah ke gedung yang baru, karena di Pascasarjana akan dikembangkan berbagai Prodi baru.

Lebih lanjut Rektor menyampaikan bahwa di Kampus Bukit akan dibangun delapan Dekanat baru dan salah satunya adalah Fakultas MIPA, prodi-prodi yang ada akan dibuat dalam satu kawasan yang terintegrasi. Rektor berkomitmen mengeluarkan kebijakan yang sama untuk memajukan semua unit yang ada.

Di samping Dekanat juga akan dibangun asrama mahasiswa dan restoran kampus. Ke depan akan dilanjutkan dengan akses jalan yang lebar dan lecture building yang terpusat. Rektor berharap semuanya dapat bekerja bersama, bersatu dan saling berkoordinasi untuk memajukan universitas dan menunjang capaian IKU. ‘’Mari fokus bekerja untuk memajukan institusi dan saling berdiskusi dalam memberikan masukan untuk kemajuan Bersama,’’ ujarnya.

Rektor bersama pimpinan yang hadir didampingi Dekan FMIPA juga berkesempatan meninjau ruangan yang ada di dalam gedung. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita4285-Rektor-Unud-Minta-Dekan-Manfaatkan-Gedung-FMIPA-di-Kampus-Sudirman-Seoptimal-Mungkin.html (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Wawali Bersama Menparekraf Tanam Mangrove di Kawasan Pelabuhan Benoa

Published

on

By

Wawali
Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa bersama Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno saat melaksanakan penanaman mangrove di kawasan Jalan Raya Menuku Pelabuhan Benoa, Selasa (27/9). (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno melaksanakan penanaman pohon mangrove serangkaian kegiatan pohon kolektif gogreener yang digelar di kawasan  Jalan Raya Menuku Pelabuhan Benoa, Selasa (27/9).

Turut mendampingi kegiatan tersebut  Kepala Bank Indonesia Perwakilan  Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali  Made Teja, VP Public Policy and Goverment Relation Gojek, Tricia Iskandar, CEO dan Founder Jejakin, Arfan Arlanda serta undangan lainnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, penanaman bibit bakau atau mangrove ini merupakan bentuk keberlanjutan di dalam rencana net zero kedepannya. Di samping itu pula untuk meningkatkan eco pariwisata berkelanjutan.

“Pariwisata berkelanjutan bermanfaat untuk menyerap banyak tenaga kerja, sehingga mendorong ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Inisiatif ini merupakan salah satu upaya kerja sama antara pelaku sektor industri dan pemerintah,” katanya.

Dia menambahkan, konsep pariwisata berkelanjutan merupakan salah satu fokus utama pemerintah untuk memastikan pengembangan pariwisata secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan dan memelihara keberlangsungan ekosistem lingkungan.

Sementara Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa mengapresiasi gerakan penanaman pohon mangrove tersebut. Pihaknya juga mengingatkan kepada komunitas mangrove ranger untuk merawat pohon mangove tersebut.

Disamping itu pihaknya berkomitmen terus menjaga hutan mangrove. Adapun hal yang telah dilakukan seperti bekerjasama dengan nelayan yang ada dipesisir dengan memberikan subsidi kepada nelayan untuk membersihkan mangrove.  “Ini merupakan bentuk kolaborasi kita di dalam menjaga ekosistem khususnya pohon mangrove,” ujarnya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Made Teja  mengungkapkan, ekosistem bakau tidak hanya dapat menyerap emisi karbon, namun juga menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga  Selasa Besok, Rektor Unud Groundbreaking "Udayana Integrated Student Dormitory"

“Hutan Mangrove memiliki potensi ekowisata begitu besar yang diharapkan dapat mendorong pemulihan pariwisata Bali. Kami sangat mendukung inisiatif yang dilakukan Gojek yang bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memelihara ekosistem pariwisata kita,” ujar dia.

VP Public Policy and Goverment Relation Gojek, Tricia Iskandar mengatakan pihaknya menyadari bahwa sektor swasta memiliki peran penting untuk mendorong industri pariwisata yang ramah lingkungan serta bertanggung jawab, sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan pemerintah. (eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Sekda Alit Wiradana Hadiri Malam Puncak Bulan Bhakti Karang Taruna Denpasar 2022

Published

on

By

Karang Taruna
Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IB Alit Wiradana saat menghadiri Puncak Peringatan Bulan Bakti Karang Taruna Kota Denpasar, Minggu (25/9) malam. (Foto : Ist)

Denpasar, baliilu.com – Puncak Peringatan Bulan Bakti Karang Taruna Kota Denpasar dilaksanakan pada Minggu (25/9) malam di Parkir Utara Taman Kota Lumintang, Denpasar. Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IB Alit Wiradana bersama Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Wayan Mariana Wandhira didampingi Ketua Karang Taruna Kota Denpasar, Ketut Ngurah Aryawan, Kadis Sosial Kota Denpasar, IGA Laxmy Saraswati beserta undangan lainnya.

Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana mengapresiasi kegiatan yang telah dilaksanakan Karang Taruna Kota Denpasar serangkaian Bulan Bakti Karang Taruna di Tahun 2022. “Ini sebagai bukti semangat kepemudaan dalam menyikapi berbagai dinamika sosial dan memperkuat karakter pemuda untuk menyongsong pembangunan terutama di Kota Denpasar,” ujar Alit Wiradana.

Sementara Ketua Karang Taruna Kota Denpasar, Ketut Ngurah Aryawan menjelaskan serangkaian Bulan Bakti Karang Taruna Kota Denpasar di tahun 2022 menggelar sejumlah kegiatan seperti Bakti sosial dan kegiatan sosial lainnya. “Kami siap mendukung program yang dilaksanakan oleh Pemkot Denpasar terutama menyangkut pembentukan karakter dimana saat ini sangat penting diterapkan kepada kaum pemuda ditengah arus globalisasi,” katanya.

Selain itu, pihaknya siap mendukung dan membatu Pemerintah Kota Denpasar dalam kegiatan-kegiatan sosial di Kota Denpasar. (esa/eka)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Baca Juga  Unud Berkolaborasi dengan University of Hawaii Selenggarakan ‘’Scientific Forum on Disaster Risk Reduction’’
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wagub Cok Ace Jadi Pembicara dalam Internasional Tourism Leaders Summit 2022

Published

on

By

wagub cok ace
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat menjadi salah satu pembicara dalam acara Pembicara dalam Internasional Tourism Leaders Summit 2022, bertempat di Gedung Ksirarnawa - Taman Budaya, Art Center, Denpasar pada Selasa (27/9). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati didaulat menjadi salah satu pembicara dalam acara Pembicara dalam Internasional Tourism Leaders Summit 2022, bertempat di Gedung Ksirarnawa – Taman Budaya, Art Center, Denpasar pada Selasa (27/9).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace memaparkan materi terkait “Tantangan Pariwisata Bali Pasca-Pandemi Covid-19”.

Wagub Cok Ace yang juga merupakan Guru Besar di ISI Denpasar mengatakan bahwa dalam membahas pariwisata, maka dirinya membagi atas 5 periode yaitu Pertama: lahirnya pariwisata Bali tahun 1902, Kedua tahun 1960 disebut fase Bali Membangun yang ditandai dengan beberapa pembangunan infrastruktur strategis seperi Bandara dan yang lainnya, Ketiga tahun 1980 pariwisata Bali ada di persimpangan jalan, akibat tingginya pariwisata di Bali, Keempat fase Sadya Kalaning Bali dari tahun 2000-2020 yang ditandai dengan Bom Bali dan Pandemi Covid-19, dan Kelima 2022 merupakan periode Bali Era Baru.

Suatu era yang ditandai dengan tatanan kehidupan baru; Bali yang Kawista, Bali kang tata-titi tentram kerta raharja, gemah ripah lohjinawi; yakni tatanan kehidupan holistik yang meliputi 3 Dimensi Utama: Dimensi Pertama, bisa menjaga/memelihara keseimbangan Alam, Krama (manusia), dan Kebudayaan Bali (Genuine Bali); Dimensi Kedua, bisa memenuhi kebutuhan, harapan, dan aspirasi Krama Bali dalam berbagai aspek kehidupan; Dimensi Ketiga, memiliki kesiapan yang cukup dalam mengantisipasi/menghadapi munculnya permasalahan dan tantangan baru dalam tataran lokal, nasional, dan global yang akan berdampak secara positif maupun negatif terhadap kondisi di masa yang akan datang.

Menurut Wagub Cok Ace, belajar dari pandemi, bahwa Bali tidak bisa terlalu mengandalkan pariwisata sebagai roda utama penggerak ekonomi. Dilihat dari sebelum pandemi, PDRB Bali 54% berasal dari sektor pariwisata, dan begitu ada Covid, ekonomi Bali sangat terpuruk. Untuk itu, dalam periode Bali Era Baru ini Pemprov Bali melakukan beberapa cara manuver penggerak ekonomi Bali, salah satunya adalah penguatan Potensi Sumber Daya Lokal Alam, Krama, dan Kebuadayaan Bali yang diwariskan merupakan potensi dan kekuatan yang besar untuk membangun perekonomian Bali berbasis sumber daya lokal melalui sektor pertanian, kelautan dan perikanan, serta industry kerajinan rakyat berbasis budaya yang didukung oleh pariwisata. Perkembangan pariwisata telah mendorong Krama Bali semakin meninggalkan potensi sumber daya lokal.

Baca Juga  LPPM Unud Gelar ‘’Focus Group Disscussion’’ Renstra Pengabdian 2022-2026

Perjalanan panjang pariwisata Bali dengan berbagai kejadian gangguan keamanan, bencana alam, bencana bukan alam, serta pandemi Covid-19 telah cukup memberikan pembelajaran tentang betapa rentannya gejolak perekonomian Bali yang hanya bertumpu pada satu doninasi sektor pariwisata. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan sektor unggulan, seperti Sektor Pertanian dalam arti luas termasuk Peternakan dan Perkebunan, Sektor Kelautan dan Perikanan Sektor Industri, Sektor IKM, UMKM, dan Koperasi, Sektor Ekonomi Kreatif dan Digital Sektor Pariwisata. Dan  pengembangan infrastruktur pendukung. Hal tersebut dituangkan dalam Ekonomi Kerthi Bali.

Selain itu, Wagub Cok Ace juga melihat bahwa hal yang perlu diperhatikan dari Bali adalah keseimbangan antarwilayah. Selama ini ketimpangan antarwilayah sangat tinggi, dimana contohnya pariwisata hanya dominan di wilayah selatan. Untuk itu, Wagub Cok Ace juga menuangkan konsep Padma Bhuwana dalam strategi membangun Bali, dimana prioritas pembangunan di setiap wilayah kabupaten/kota harus didasari karakteristik geografis, demografis, serta potensi sumber daya dominan. Optimalisasi seluruh potensi tersebut haruslah didasari karakteristik dan fungsi setiap Dewata Nawasanga yang menaungi wilayah tersebut sehingga terbangun taksu yang meniscayakan semua potensi berkembang maksimal.

Dalam acara ITLS yang telah berlangsung sejak tanggal 26 September 2022, juga menghadirkan narasumber yang kompeten dalam bidangnya. Selain Wagub Cok Ace juga terdapat dua narasumber lain yaitu Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali dan Kepala Pusat Kajian Pariwisata Universitas Udayana.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan Bali Bangkit kepada 40 orang penerima yang berkontribusi dalam pariwisata Bali. (gs/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca