Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Ribuan Masyarakat Bersama Gubernur Koster Antusias Ikuti Pembukaan Bulan Bung Karno Provinsi Bali Ke-5

Gubernur Koster Ajak Seluruh Masyarakat Bali Jalankan Spirit Perjuangan Bung Karno Berdasarkan Nilai-nilai Pancasila

Loading

BALIILU Tayang

:

guberur
BULAN BUNG KARNO: Gubernur Bali Wayan Koster memasang pencar menadai dibukanya secara resmi Bulan Bung Karno Provinsi Bali ke-5 Tahun 2023 atau tepat pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Kamis (Wraspati Pon, Landep), 1 Juni 2023 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Ny. Putri Suastini Koster dan Wakil Gubernur, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati bersama Ny. Tjokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati, didampingi perwakilan dari Ketua DPRD Bali, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Kapolda Bali, Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Agus M. Latif dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata secara resmi membuka Bulan Bung Karno Provinsi Bali ke-5 Tahun 2023 atau tepat pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Kamis (Wraspati Pon, Landep), 1 Juni 2023 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar.

Pembukaan Bulan Bung Karno Provinsi Bali ke-5 Tahun 2023 disambut antusias oleh ribuan masyarakat Bali hingga dari kalangan generasi milenial, saat Gubernur Wayan Koster bersama Tjokorda Oka Sukawati melakukan prosesi melepas jala sebagai penanda dibukanya Bulan Bung Karno Provinsi Bali ke-5 dengan tema Mahajnana Segara Kerthi, yang mengandung makna: Pemuliaan Laut, Pendalaman Ajaran Bung Karno.

Ribuan masyarakat Bali memenuhi Panggung Terbuka Ardha Candra dengan mengibarkan bendera merah putih hingga menyuarakan nada salam Pancasila ini, juga dihadiri langsung oleh Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Kolonel Pnb. Putu Sucahyadi, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar, Kolonel Marinir I Dewa Nyoman Gede Rake Susilo, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Pimpinan OPD Pemprov Bali, Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan Perbankan, Tokoh Media, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Majelis Desa Adat Provinsi dan Kabupaten/Kota, Perbekel dan Lurah, hingga para Yowana.

Gubernur Bali dalam sambutannya menyampaikan penyelenggaraan Bulan Bung Karno yang ke-5 tingkat Provinsi Bali ini sejalan dengan visi Pembangunan Bali yang bersifat ideologis, yakni: kultural, nasionalis, dan religius, melalui penyebarluasan ajaran Bung Karno, Proklamator Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Bung Karno merupakan anugerah bagi Bangsa Indonesia, Proklamator yang menggali prinsip ideologi nasional Bangsa Indonesia yang merdeka.

gubernur koster
Gubernur Bali Wayan Koster saat menyapa ribuan masyarakat yang menghadiri Panggung Terbuka Ardha Candra saat pembukaan Bulan Bung Karno Provinsi Bali ke-5. (Foto: ist)

Sejarah Bangsa Indonesia telah menatah perjuangan mulia, bahwa 78 tahun yang lalu, Bung Karno menyampaikan pidato pada Sidang Umum Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) di tengah diskusi yang 3 belum menemu titik terang tentang rumusan dasar negara Indonesia yang merdeka.

Tanpa menggunakan teks, Bung Karno menguraikan lima poin sebagai landasan filosofis dasar dan cara pandang untuk Indonesia merdeka. Kelima hal dimaksud menjadi landasan idiil, yang diberi nama Pancasila. Pandangan dan usulan Bung Karno diterima secara aklamasi. Momentum bersejarah 1 Juni 1945 itulah, yang Kita peringati bersama sebagai Hari Lahir Pancasila.

Sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 18 Agustus 1945, Pancasila ditetapkan sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Ideologi yang mempersatukan 300 suku bangsa, dengan 700 lebih bahasa, dan 17.000-an pulau. Ideologi yang memayungi keberagaman bangsa Indonesia, sekaligus fondasi tercapainya cita-cita Indonesia Raya.

Baca Juga  Transformasi Perekonomian Gubernur Koster di Sektor Kelautan dan Perikanan Diapresiasi Peserta Konferensi Tuna Indonesia dan Forum Bisnis Tuna Pesisir Internasional Ke-7

Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni, oleh Pemerintah Provinsi Bali, sejak 2019, dan kini telah merupakan pelaksanaan ke-5, dirangkai dalam keutuhan Perayaan Bulan Bung Karno Provinsi Bali, yang diatur melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 19 Tahun 2019 Tentang Bulan Bung Karno di Provinsi Bali. Provinsi Bali merupakan satu-satunya Provinsi di Indonesia yang menyelenggarakan Bulan Bung Karno sebulan penuh. Kita ketahui bersama, bulan 4 Juni, merupakan bulan dengan hari-hari penting dan sakral yang tertaut dengan Bapak Bangsa Bung Karno.

Tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, 6 Juni Hari Lahir Bung Karno, dan 21 Juni hari Wafat Proklamator Bung Karno. Untuk mengenang, menghormati, memaknai, dan memuliakan hari-hari penting tersebut, Kita menyelenggarakan Bulan Bung Karno pada setiap bulan Juni, secara serentak dari Provinsi, Kota/Kabupaten, Desa/Kelurahan, dan satuan pendidikan seluruh Bali.

Selain sebagai wujud penghormatan dan bhakti kepada Bung Karno, Bapak Pendiri Bangsa yang telah merumuskan dasar negara Kita, penyelenggaraan Bulan Bung Karno di Provinsi Bali, juga memiliki tujuan mulia, yaitu: Pertama, mengarusutamakan Pancasila dalam kehidupan masyarakat Bali dalam berbangsa dan bernegara. Kedua, meningkatkan pemahaman masyarakat Bali tentang sejarah, filosofi dan nilai-nilai Pancasila. Ketiga, memperkokoh semangat kebangsaan dan inklusi sosial di tengah kontestasi nilai (ideologi) dan kepentingan yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas. Keempat, membangkitkan dan memelihara memori kolektif masyarakat Bali tentang ketokohan dan keteladanan Ir. Soekarno sebagai penggali Pancasila dan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia. Kelima, memperkuat institusionalisasi nilai-nilai Pancasila, dan spirit perjuangan Bung Karno sesuai dengan kearifan lokal Bali.

Tema Bulan Bung Karno Provinsi Bali tahun 2023 ini yakni, Mahajnana Segara Kerthi: Pemuliaan Laut, sebagai pendalaman ajaran Bung Karno. Tema ini sejalan dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia Niskala Sakala, menuju kehidupan Krama dan Gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno, Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan, dengan menyelenggarakan Pembangunan Secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasar Nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.

Penyelenggaraan Bulan Bung Karno Provinsi Bali merupakan salah satu dari 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru, yang semakin menguatkan Bali dalam bangunan visi kebangsaan yang ideologis, kultural, nasionalis, dan religius.

Tema yang setaut dengan Nilai Kearifan Lokal Segara Kerthi ini diwujudkan sebagai wahana penyebarluasan dan internalisasi Pancasila serta ajaran-ajaran Bung Karno secara nyata dalam upaya pelindungan dan pelestarian alam semesta. Tema ini merupakan arah untuk mengajak seluruh  pemimpin, tokoh masyarakat, dan Krama Bali untuk meneladani karakter kepemimpinan dan ajaran Bung Karno, yang mengayomi, melindungi, dan menyejukkan, kepemimpinan yang mengutamakan nilai-nilai kebersamaan, kegotongroyongan, dan berorientasi pada kemajuan bersama. Hidup yang Menghidupi, Urip yang Menguripi, yakni Pulih Bersama, Tumbuh Bersama, Hidup Bersama, Berkembang Bersama, Kuat Bersama, dan Manfaat Bersama pasca-pandemi Covid-19.

Baca Juga  Hadiri HUT Ke-44 Teater Agustus, Gubernur Koster: Seni Budaya Bali Jadi Prioritas Pembangunan Karakter

“Astungkara pariwisata dan perekonomian Bali mulai pulih. Baru saja Saya menyambut pesawat terbesar di dunia, yaitu Emirates dengan membawa wisatawan mancanegara ke Bali sekitar 500 orang lebih,” kata Gubernur Koster yang disambut tepuk tangan.

Kepemimpinan yang sejuk, juga berorientasi pada semangat pemuliaan dan konservasi atas laut, pantai, dan juga lingkungan pesisir Bali, sebagai implementasi Tata-titi Kehidupan Masyarakat Bali yang berdasarkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Segara Kerthi secara Niskala-Sakala.

Semangat Urip yang Menguripi yang berlandaskan Nilai-nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi menjadi itikad, tekad dan ikrar ideologis bersama. Tidak boleh gentar, lemah, dan putus asa, betapapun tantangan dan godaan hadir untuk membelokkan cita-cita ini, Kita harus tetap tegak demi keberlanjutan keharmonisan dan kesucian Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali.

Penghormatan sekaligus pendalaman paling utama tentang ajaran Bung Karno adalah dengan meneladani dan melaksanakan ide, pemikiran, gagasan, dan cita-citanya untuk Indonesia Raya. Titiang berharap seluruh lapisan masyarakat Bali, terutama generasi muda milenial, mari dengan suka cita dan derap langkah yang kokoh memikul tanggung jawab ideologis ini.

“Dengan mengucap Om Awignam Astu Namo Sidham, penyelenggaraan rangkaian acara Bulan Bung Karno ke-5 tahun 2023 di Provinsi Bali, secara resmi Titiang buka. Semoga penyelenggaraan Bulan Bung Karno di seluruh Bali, di tingkat provinsi, kota/kabupaten, dan desa, berjalan dengan lancar dan sukses,” tutup Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini yang disambut nada MERDEKA, MERDEKA, MERDEKA.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata melaporkan pelaksanaan Bulan Bung Karno Provinsi Bali ke-5 Tahun 2023 dirangkaikan dengan kegiatan : 1) Pamungkah : Kamis, 1 Juni 2023, Hari Lahir Pancasila yang diisi dengan Apel Hari Lahir Pancasila dan Pembukaan Bulan Bung Karno ke-5 Tahun 2023 di Ardha Candra, serta pergelaran kolosal Orkestra Kilau Bija Segara (KBS) dari ISI Denpasar; 2) Pamuncak : Selasa, 6 Juni 2023, Hari Lahir Bung Karno berupa kegiatan Seminar Nasional Kebertahanan Bali Segara (KBS) dengan tema ”Trisakti Bung Karno untuk Kebertahanan Pangider Bali” di Gedung Ksirarnawa; 3) Panuntun : Jumat, 9 Juni 2023 Serentak Kerja 8 Bersih Segara (KBS) dan Karya Bhakti Sosial (KBS) di kawasan Pantai Padanggalak, Denpasar; 4) Panganyar I : Rabu, 21 Juni 2023, Hari Wafat Bung Karno, dengan kegiatan Kerthi Bali Sejahtera (KBS) Nyekar ke Makam Bung Karno di Blitar; 5) Panganyar II : Minggu, 25 Juni 2023: Kompak KBS – Sinergi Kerja Tim Desa Kerthi Bali Sejahtera. Kerja bhakti Tim Desa KBS di seluruh Desa se-Bali; dan 6) Panguntat: Jumat, 30 Juni 2023, Penutupan Bulan Bung Karno dengan acara KBS – Konser Bhakti Soekarno/Pergelaran Musik Inisiatif Musisi Bali di Lapangan Utama Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon.

Baca Juga  Gubernur Koster Diapresiasi Unud Telah Membawa Pariwisata Bali Naik Kelas dan Berdaya Saing

Ada pula kegiatan Konser Bhakti Soekarno (KBS) bekerjasama dengan Badan Kesbangpol Kota/Kabupaten yang akan berlangsung pada: 1) Sabtu, 3 Juni 2023 di Alun – Alun Ida Dewa Agung Jambe, Semarapura, Klungkung bekerjasama dengan Badan Kesbangpol Kabupaten Klungkung; 2) Sabtu, 24 Juni 2023, di Lapangan Taman Budaya Candra Bhuana, Amlapura, Karangasem bekerjasama dengan Badan Kesbangpol Kabupaten Karangasem; dan 3) Minggu, 25 Juni 2023, di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung/Puputan Badung, Denpasar bekerjasama dengan Badan Kesbangpol Kota Denpasar.

Selanjutnya terdapat kegiatan Pawimba (Lomba) yang telah dilaksanakan tahapan pawimba (lomba), diantaranya sebagai berikut: 1) Pawimba (Lomba) Video Pidato dengan tema “Daulat Politik Bahari”, jumlah peserta 92 orang; 2) 9 Pawimba (Lomba) Film Cerita dengan tema “Berdikari Ekonomi Pesisir: Garam dan Ulam Bali”, jumlah peserta 31 orang; dan 3) Pawimba (Lomba) Film Dokumenter dengan tema “Peradaban Maritim Bali: Sampah Pesisir Laut”, jumlah peserta 39 orang. “Hingga diisi dengan kegiatan Touring Kebangsaan bekerjasama dengan IMI (Ikatan Motor Indonesia) dan Ormas se-Bali pada Minggu, 11 Juni 2023 dengan rute Kantor Gubernur Bali-Pura Agung Besakih, Karangasem, Apel Kirab Kebangsaan bekerjasama dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) serta semua OPD dan komponen masyarakat se-Bali pada Jumat, 16 Juni 2023, bertempat di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar,” lapornya.

Di akhir laporannya, Kepala Kesbangpol Provinsi Bali menyampaikan, rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno ke-5 Tahun 2023 sebenarnya sudah kami mulai dari bulan Maret 2023 berupa kegiatan Karya Bhakti Sosial (KBS) dan Kesbangpol Berbagi Sembako (KBS) bekerjasama dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) se-Bali yang dilaksanakan setiap hari Jumat. Sampai dengan bulan Juni 2023 telah dilaksanakan sebanyak 11 kali. Adapun bentuk kegiatannya antara lain, penyaluran paket sembako, bantuan uang sekolah, donor darah, pemeriksaan / cek kesehatan dan 10 operasi mata gratis, pijat gratis, fashion show kebangsaan dalam rangka Penutupan Pameran IKM Bali Bangkit.

Sasaran KBS adalah masyarakat kurang mampu dan disabilitas dari seluruh pelosok Bali. Kegiatan ini sepenuhnya dilaksanakan dengan biaya dari urunan anggota Ormas, serta sekaligus sebagai wujud kepedulian sosial dari Ormas se-Bali, tanpa membebani APBD Pemerintah Provinsi Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Presiden Prabowo Ingin Salurkan Rp 400 Triliun pada 2027: Gerakkan Ekonomi Rakyat dari Daerah

Published

on

By

Presiden Prabowo Sampaikan Sambutan di Rakornas TPAKD
RAKOR: Presiden Prabowo Subianto pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 22 Oktober 2026. (Foto: BPMI Setpres/Rusman/presidenri.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan penyaluran kredit rakyat hingga Rp 400 triliun pada 2027 guna menggerakkan ekonomi dari daerah. Pembiayaan tersebut menyasar petani, nelayan, masyarakat pedesaan, daerah terpencil dan tertinggal, serta kelompok berpenghasilan rendah di perkotaan.

“Di tahun yang akan datang, rencana kita, sasaran kita insyaallah terwujud, saya ingin menyalurkan Rp 400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka-mereka yang berada di pedesaan, dan di daerah-daerah terpencil, dan daerah-daerah yang tertinggal, juga di daerah-daerah perkotaan yang mereka yang berpenghasilan rendah,” ujar Presiden dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Presiden Prabowo mengapresiasi penyaluran kredit yang mencapai sekitar Rp 53 triliun dengan penerima manfaat sekitar dua juta warga. Presiden menginginkan agar jangkauan pembiayaan tersebut terus diperluas untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa perluasan kredit merupakan bagian dari upaya memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat di seluruh daerah. “Kita akan fokus sekarang untuk menggerakkan ekonomi. Tidak hanya di atas, kita mau menggerakkan ekonomi dari bawah, dari daerah-daerah. Dan semua daerah akan kita bangun,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa kekuatan ekonomi nasional harus dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk mereka yang bekerja dan menjalankan usaha untuk menopang penghasilan keluarga.

“Kekuatan ekonomi bangsa yang sesungguhnya harus dirasakan oleh rakyat secara nyata, oleh petani di desa-desa, oleh nelayan di pesisir, oleh pedagang di pasar-pasar, oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, oleh ibu-ibu yang berjuang membantu ekonomi keluarganya,” ucapnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Tetapkan Enam Kawasan Rendah Emisi “Kerthi Bhumi Satwika”

Presiden Prabowo menekankan bahwa kesejahteraan harus tercermin dalam peningkatan penghasilan riil masyarakat dan daya beli setiap keluarga. Hal tersebut menjadi arah kebijakan ekonomi yang diperjuangkan pemerintah.

“Kesejahteraan tidak boleh hanya menjadi kata-kata slogan. Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara riil, secara nyata harus meningkat, harus meningkat. Bahwa setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata,” tegas Presiden dikutip dari laman presidenri.go.id.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Presiden mengingatkan tanggung jawab pemerintah pusat hingga daerah dalam menjaga dan mengelola kekayaan Indonesia. Menurutnya, pengamanan sumber daya alam dapat memperbesar kemampuan negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sumber alam Indonesia harus dijaga, harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat kita,” ujarnya.

Presiden juga mengingatkan para kepala daerah bahwa kesejahteraan rakyat merupakan kebanggaan dalam menjalankan kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa seluruh potensi bangsa harus diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut.

“Seluruh potensi kita adalah untuk memperkuat tujuan kita, rakyat kita sejahtera. Saya mau jadi presiden untuk lihat rakyat saya sejahtera,” kata Presiden Prabowo.

Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo yang menempatkan ekonomi rakyat sebagai fondasi kekuatan nasional. Melalui perluasan pembiayaan hingga Rp400 triliun pada 2027, pemerintah ingin membuka lebih banyak kesempatan usaha, memperkuat ekonomi keluarga, dan memastikan pembangunan menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Bagi Presiden Prabowo, ekonomi yang kuat bukan hanya ekonomi yang tumbuh tinggi, tetapi ekonomi yang membuat rakyat semakin sejahtera. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Jambore KSPAN 2026, Pemkab Buleleng Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan dalam Pencegahan HIV/AIDS

Published

on

By

Jambore KSPAN Buleleng 2026 di Pancasari
JAMBORE: Pelaksanaan Jambore Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) Kabupaten Buleleng Tahun 2026 yang dilaksanakan di Wisma Nangun Kerti, Desa Pancasari, Rabu-Kamis (21-22 Oktober 2026). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus mendorong peran generasi muda dalam meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan serta pencegahan HIV/AIDS. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Jambore Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) Kabupaten Buleleng Tahun 2026 yang dilaksanakan di Wisma Nangun Kerti, Desa Pancasari, Rabu-Kamis (21-22 Oktober 2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menambah wawasan, bertukar pengalaman, serta memperkuat kepedulian terhadap isu HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi yang benar dan membangun lingkungan pergaulan yang sehat di sekolah maupun masyarakat.

Mewakili Wakil Bupati Buleleng selaku Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Buleleng, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.A.P., menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan menjauhi perilaku berisiko.

“Melalui Jambore KSPAN ini, saya berharap seluruh peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat secara sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan tidak berhenti belajar. Manfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengetahuan, memperluas pertemanan, serta membangun keberanian dalam menyampaikan informasi yang benar kepada teman sebaya. Jadilah generasi muda yang cerdas, berkarakter, peduli terhadap sesama, dan mampu menjadi contoh positif di lingkungan masing-masing,” pesannya.

Ia juga berharap semangat yang diperoleh selama jambore tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa diharapkan mampu menjadi pelopor edukasi kesehatan remaja serta ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas stigma terhadap orang yang hidup dengan HIV.

Baca Juga  Hadiri HUT Ke-44 Teater Agustus, Gubernur Koster: Seni Budaya Bali Jadi Prioritas Pembangunan Karakter

Salah seorang peserta, Komang Nila Handayani, mengaku senang dapat mengikuti Jambore KSPAN Kabupaten Buleleng Tahun 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan baru sekaligus bertemu dengan siswa dari sekolah lain yang memiliki kepedulian serupa.

“Senang sekali bisa ikut jambore ini karena kami tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga bisa bertukar pengalaman dengan teman-teman dari sekolah lain. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar semakin banyak siswa yang memahami pentingnya menjaga kesehatan, menjauhi narkoba, dan tidak memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV,” ungkapnya.

Sementara itu, peserta lainnya, Kadek Indra Kresna Yudistira, berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama jambore dapat dibagikan kembali kepada teman-teman di sekolahnya. Ia juga berharap semakin banyak generasi muda yang berani mengambil peran dalam menyebarkan edukasi kesehatan secara positif.

“Harapan saya, setelah mengikuti kegiatan ini, kami bisa menerapkan ilmu yang didapat dan membagikannya kepada teman-teman di sekolah. Saya juga ingin semakin banyak siswa yang peduli, saling mendukung, dan berani menyampaikan informasi yang benar tentang HIV/AIDS dan bahaya narkoba. Semoga kegiatan ini membuat kami semakin semangat untuk belajar dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.

Melalui pelaksanaan Jambore KSPAN Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap kesadaran dan partisipasi generasi muda dalam upaya pencegahan HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba semakin meningkat. Keterlibatan aktif para siswa diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang sehat, berpengetahuan, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Padukan Seni dan Kelestarian Alam, Pemkab Badung dan PPBI Sukses Gelar Kontes Bonsai Skala Nasional

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Buka Kontes Bonsai dan Suiseki Badung 2026
PAMERAN BONSAI: Bupati Wayan Adi Arnawa bersiap menancapkan tanda pemenang usai membuka Kontes dan Pameran Nasional Pesona Bonsai dan Suiseki Badung 2026 di Lapangan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Kabupaten Badung, Rabu (21/10). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Kontes dan Pameran Nasional Pesona Bonsai dan Suiseki Badung 2026 menjadi langkah nyata dalam memadukan pelestarian lingkungan, pengembangan seni, sekaligus penguatan daya tarik pariwisata daerah. Kegiatan yang mengusung tema “Seni Alam dan Tradisi” ini dibuka secara resmi oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa di Lapangan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Rabu (21/10).

Pameran berskala nasional ini menghadirkan daya tarik luar biasa dengan melibatkan sedikitnya 850 peserta yang datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Kehadiran ratusan penghobi dan kolektor ini menjadikan Puspem Badung sebagai pusat perhatian para pecinta seni tanaman kerdil tingkat nasional sepanjang pekan ini.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi yang tinggi atas konsistensi penyelenggaraan pameran tersebut. Menurutnya, pameran ini tidak sekedar menjadi ajang perlombaan keindahan tanaman, namun memiliki nilai edukasi lingkungan yang tinggi serta potensi ekonomi kreatif yang menjanjikan lewat kehadiran peserta dari berbagai wilayah Nusantara. Seni bonsai dinilai sebagai medium pelestarian yang efektif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kekayaan hayati.

“Bapak dan Ibu yang selama ini merawat pohon-pohon ini merupakan pahlawan lingkungan. Bonsai menjadi bagian dari pelestarian sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal berbagai jenis pohon yang ada di alam kita,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Badung melaporkan bahwa partisipasi 850 peserta pada tahun ini mencerminkan tingginya antusiasme komunitas bonsai dan suiseki di tanah air. Kunjungan para peserta dari luar daerah ini diyakini memberikan dampak positif (multiplier effect) terhadap sektor pariwisata lokal, terutama dalam meningkatkan tingkat hunian akomodasi perhotelan serta menggerakkan aktivitas ekonomi UMKM di Kabupaten Badung.

Baca Juga  Gubernur Koster Siapkan Program Pemasaran Produk Lokal Bali di Bandara Ngurah Rai

Pameran yang dihadiri Ketua umum PBBI Pusat dan Korwil PBBI Bali ini diharapkan menjadi ruang apresiasi, edukasi, dan pertukaran pengetahuan antar-penggemar sekaligus memperkuat citra pariwisata Badung yang berbasis seni alam dan kebudayaan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca