Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sebanyak 102 Wartawan Ikuti OKK PWI Bali, Proses Regenerasi Sekaligus Penguatan Organisasi

BALIILU Tayang

:

Peserta OKK PWI Bali berfoto bersama usai pembukaan acara di Gedung PWI Bali, Lumintang, Denpasar
FOTO BERSAMA: Peserta OKK PWI Provinsi Bali berfoto bersama usai acara pembukaan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang dibuka Kamis (20/8) di Gedung PWI Bali, Lumintang Denpasar. (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Sebanyak 102 wartawan selama dua hari mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang diselenggarakan PWI Provinsi Bali pada Kamis (20/8) hingga Jumat (21/8) yang berlangsung di Gedung PWI Provinsi Bali, Lumintang, Denpasar. Dengan mengusung tema “Membangun Wartawan Profesional, Berintegritas, dan Berkomitmen terhadap Etika Jurnalistik melalui Penguatan Organisasi PWI”, OKK menjadi bagian dari proses regenerasi sekaligus penguatan organisasi PWI Bali.

OKK dibuka Ketua Tim Penanganan Konflik Sosial Kesbangpol Bali, Anak Agung Surya Pradita yang mewakili Kepala Badan Kesbangpol Bali. Hadir Ketua PWI Bali Dira Arsana, pengurus PWI Bali dan wartawan peserta OKK serta dua narasumber IGMB Dwikora Putra dan Widminarko.

AA Surya Pradita pada kesempatan itu mengapresiasi konsistensi PWI Bali dalam memberikan ruang pembelajaran dan penguatan kapasitas bagi anggota maupun calon anggota PWI. Profesi wartawan menurutnya tidak hanya menuntut kemampuan menyampaikan informasi, tetapi juga integritas, independensi, kecermatan, serta kesadaran terhadap tanggung jawab sosial atas informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

Ia juga menegaskan pers memiliki posisi strategis sebagai salah satu pilar demokrasi, terlebih di tengah perubahan ruang informasi yang berlangsung sangat cepat. “Pers dituntut menghadirkan informasi yang benar, berimbang dan terverifikasi sehingga masyarakat dapat memahami berbagai persoalan secara lebih jernih,” ungkapnya.

Melalui OKK diharapkan seluruh peserta memanfaatkan OKK sebagai ruang untuk belajar, berdiskusi, membangun jejaring sekaligus memperkuat karakter sebagai insan pers yang profesional dan berintegritas.

Ketua PWI Bali I Wayan Dira Arsana mengatakan, pelaksanaan OKK menjadi bagian dari proses regenerasi sekaligus penguatan organisasi PWI Bali. Menurutnya, wartawan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tekanan hukum, somasi, tekanan ekonomi, beban kerja, risiko di lapangan hingga persaingan dunia usaha.

Baca Juga  Wabup Supriatna Tekankan Profesionalisme dan Integritas Wartawan dalam Pengukuhan Pengurus PWI Buleleng

“Di tengah maraknya informasi media, tekanan hukum terhadap fungsi-fungsi pers dengan banyak somasi, tekanan ekonomi dan tekanan beban kerja, risiko di lapangan, dan persaingan di dunia usaha, membuat kita harus tetap tangguh. Untuk itu, mentalitas seorang jurnalis, seorang wartawan haruslah kuat,” kata Dira.

Ketua Panitia OKK I Nyoman Winata melaporkan sebanyak 102 wartawan mengikuti kegiatan yang bertema “Membangun Wartawan Profesional, Berintegritas, dan Berkomitmen terhadap Etika Jurnalistik melalui Penguatan Organisasi PWI”.

Ia menyampaikan OKK ini merupakan bagian dari upaya PWI Bali meningkatkan pemahaman anggota dan calon anggota mengenai organisasi PWI, kode etik jurnalistik serta profesionalisme kewartawanan.

Winata menegaskan OKK bertujuan memberikan pemahaman mengenai sejarah, fungsi dan peran pers dalam kehidupan demokrasi, sejarah organisasi PWI, Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Kode Perilaku Wartawan (KPW), sekaligus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan. Berdasarkan addendum peraturan PWI Pusat, sertifikat OKK menjadi salah satu persyaratan dalam perpanjangan kartu anggota PWI.

Winata yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Bali ini mengatakan bahwa peserta OKK wajib mengikuti pre-test dan post-test yang masing-masing terdiri atas 50 soal. Hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam proses kelulusan peserta OKK.

Peserta mendapatkan empat materi utama. Pertama, “Sejarah, Fungsi Pers sebagai Pilar Demokrasi, dan Sejarah PWI”, disampaikan Widminarko. Kedua, “Kode Etik Jurnalistik, Kode Perilaku Wartawan dan Profesionalisme Wartawan”, disampaikan IGMB Dwikora Putra. Ketiga, “Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Studi Kasus dan Penyelesaian Sengketa” disampaikan Emmanuel Dewata Oja. Keempat, “Kompetensi Wartawan (UKW) dan Teknik Dasar Jurnalistik”, disampaikan Arief Wibisono. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Sekda Eddy Mulya Paparkan Terkait Sembagi Arutala Sebagai Inovasi Gerakan Korpri Peduli Pekerja Rentan

Published

on

By

Sekda Denpasar Eddy Mulya menjadi narasumber Rakorda BPJS Ketenagakerjaan Banuspa di Prime Plaza Hotel, Sanur
NARASUMBER: Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya hadir sebagai narasumber di Rapat Koordinasi Daerah Kantor Wilayah Bali Nusa Tenggara Papua BPJS Ketenagakerjaan di Prime Plaza Hotel, Sanur, Kamis (20/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya hadir sebagai narasumber di Rapat Koordinasi Daerah Kantor Wilayah Bali Nusa Tenggara Papua BPJS Ketenagakerjaan di Prime Plaza Hotel, Sanur, Kamis (20/8).

Hadir pada saat itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Bali, Nusa Tenggara, dan Papua (Banuspa), I Nyoman Suarjaya, didampingi Wakil Kepala Wilayah Bid. Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banuspa, Agus Theodorus Parulian Marpaung serta jajaran serta Kadis Tenaga Kerja dan Sertifikat Kompetensi Kota Denpasar, drh. I Gusti Ayu Ngurah Raini dan undangan terkait lainnya.

Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menyampaikan, Gerakan Korpri Peduli Pekerja Rentan melalui Sembagi Arutala, lahir dari kepedulian terhadap pekerja rentan yang memiliki risiko tinggi dalam menjalankan pekerjaan, tetapi belum seluruhnya mendapatkan perlindungan sosial yang memadai.

Mereka juga menghadapi kekhawatiran ketika sakit, mengalami kecelakaan kerja, maupun ketika terjadi risiko meninggal dunia. Karena itu, perlindungan sosial bukan sekadar persoalan angka, tetapi menyangkut rasa aman dan keberlangsungan kehidupan keluarga pekerja rentan.

“Manfaat Perlindungan bagi Pekerja Rentan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, pekerja rentan memperoleh perlindungan ketika menghadapi risiko kerja. Manfaat yang disampaikan dalam materi antara lain santunan kematian, santunan kecelakaan kerja, serta manfaat beasiswa bagi anak peserta sesuai ketentuan program yang berlaku,” kata Sekda Eddy Mulya.

Gerakan ini lanjutnya, diharapkan menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian ASN kepada masyarakat. Karena itu, kegiatan pendampingan pekerja rentan dapat menjadi bagian dari penguatan nilai kepedulian sosial ASN.

Gerakan Sembagi Arutala bukan sekadar program administratif, melainkan sebuah gerakan yang dimulai dari pikiran dan nilai, kemudian diwujudkan melalui tindakan nyata. Gerakan ini juga berkaitan erat dengan konsep social capital atau modal sosial.

Baca Juga  PWI Bali Bareng PT Bhinneka Utama Sukses Makmur Serahkan Bansos Korban Banjir Jembrana

“Modal sosial setidaknya dibangun melalui tiga unsur penting yakni Trust – kepercayaan, Network – jejaring dan Value – nilai,” ungkap Eddy Mulya.

Ditambahkan Sekda Eddy Mulya, prinsipnya adalah partisipasi secara sukarela. Pegawai yang bersedia dapat menjadi orang tua asuh atau pendamping bagi pekerja rentan dan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi mereka. Dengan pendekatan tersebut, kepedulian akan tumbuh secara alami.

“Pegawai yang ikut akan memiliki pengalaman nyata dan dapat menceritakan manfaat gerakan tersebut kepada rekan-rekannya. Pada akhirnya, diharapkan semakin banyak pegawai yang tergerak untuk ikut berpartisipasi,” lanjutnya.

Untuk menjaga akuntabilitas, dana gerakan harus dikelola secara khusus dan transparan. Apabila terdapat dana yang belum tersalurkan, dana tersebut tetap menjadi cadangan khusus untuk program Sembagi Arutala dan tidak digunakan untuk kepentingan lain.

Prinsip utamanya adalah transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan dapat dipertanggung jawabkan. Kondisi lapangan menunjukkan bahwa pekerja rentan memiliki karakteristik yang beragam.

Setiap gerakan yang melibatkan dana publik atau partisipasi banyak orang tentu berpotensi mendapatkan pertanyaan dan kritik. Karena itu, sejak awal seluruh mekanisme harus disiapkan dengan baik, mulai dari dasar hukum, SOP, pencatatan, pengelolaan dana, hingga pelaporan.

Gerakan Sembagi Arutala sejalan dengan visi Kota Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar maju. Budaya tidak semata-mata berarti seni dan tradisi. Budaya juga berarti nilai-nilai yang hidup dan diwujudkan dalam kebiasaan masyarakat. Kepedulian, gotong-royong, empati, solidaritas, dan keberpihakan kepada kelompok rentan merupakan bagian dari budaya sosial yang perlu terus dikembangkan.

Dengan demikian, perlindungan pekerja rentan bukan hanya program sosial, tetapi juga bagian dari pembangunan budaya kepedulian di Kota Denpasar.

Bahkan saat launching beberapa waktu lalu, kata Eddy Mulya, Kepala BKN RI mengharapkan agar inovasi Sembagi Arutala – Korpri Peduli dapat dikembangkan dan direplikasi oleh Korpri di seluruh Indonesia.

Baca Juga  Kawal Pemilu, Bawaslu Badung Minta Dukungan PWI Bali

Tujuannya adalah agar Korpri di berbagai daerah dapat ikut berperan dalam memberikan pendampingan dan perlindungan kepada pekerja rentan. Tentunya dengan menyesuaikan kondisi, karakteristik pekerja rentan, kemampuan daerah, dan ketentuan yang berlaku.

Sembagi Arutala pada akhirnya bukan sekadar tentang berapa rupiah yang diberikan atau berapa banyak pekerja yang dilindungi. Yang lebih penting adalah membangun rasa aman dan ketenangan bagi pekerja rentan serta keluarganya.

“Perlindungan sosial memberikan jawaban atas kekhawatiran tersebut. Karena itu, gerakan ini dapat dirangkum dalam satu prinsip ‘kecil angkanya, tinggi manfaatnya‘,” tegas Sekda Eddy Mulya.

Sementara Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Bali, Nusa Tenggara, dan Papua (Banuspa), I Nyoman Suarjaya dalam sambutannya mengatakan dalam Rakor ini dihadiri oleh para pimpinan Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Banuspa.

Kepala Kantor Wilayah Banuspa BPJS Ketenagakerjaan, I Nyoman Suarjaya, mengapresiasi bahwa Gerakan Korpri Peduli Pekerja Rentan melalui program Sembagi Arutala di Kota Denpasar merupakan sebuah inovasi yang sangat positif dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, Korpri, BPJS Ketenagakerjaan, serta berbagai pemangku kepentingan melalui Sembagi Arutala menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pekerja rentan dapat diwujudkan melalui gerakan bersama yang terukur dan berkelanjutan.

“Program Sembagi Arutala – Korpri Peduli ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan gotong-royong untuk memastikan pekerja rentan mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Kami melihat inovasi ini memiliki nilai yang sangat baik, karena tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa pekerja rentan merupakan bagian penting yang harus kita lindungi bersama,” ujar Suarjaya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Puncak HKG PKK Ke-54 Kota Denpasar, Perkuat Peran Kader Wujudkan Keluarga Sejahtera

Published

on

By

Walikota Jaya Negara dan Wawali Arya Wibawa hadiri puncak HKG PKK Ke-54 Kota Denpasar di Gedung DNA
HKG PKK DENPASAR: Peringatan HKG PKK Ke-54 Kota Denpasar dihadiri langsung Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, dan Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar, Kamis (20/8). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Peringatan Puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-54 Kota Denpasar menjadi momentum untuk memperkuat peran kader dalam pemberdayaan keluarga sekaligus mendukung pembangunan daerah. Mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut dihadiri langsung Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, dan Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar, Kamis (20/8).

Puncak peringatan berlangsung semarak dengan penampilan Tari Pendet, penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba HKG PKK dan kegiatan Bulan Bung Karno Tahun 2026, serta penampilan paduan suara SMPN 7 Denpasar yang berhasil meraih Juara I HKG PKK Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026. Rangkaian kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara TP PKK dan Dekranasda Kota Denpasar bersama sejumlah mitra, sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.

Sejumlah pihak turut terlibat dalam kerja sama tersebut, yakni Astra Daihatsu Denpasar Cokro, Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, Poltekkes Kemenkes Denpasar, dan Universitas Saraswati. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas, tidak hanya dalam mendukung kegiatan PKK, tetapi juga pada bidang pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga pengembangan kapasitas masyarakat.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua Gatriwara Kota Denpasar, Ny. Purnawati Ngurah Gede, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Denpasar, Ny. I Gusti Ayu Putu Suwandewi Eddy Mulya, jajaran pengurus TP PKK, serta para tamu undangan.

Baca Juga  Kesbangpol Bali Minta Peran Aktif Parpol Sukseskan Pemilu 2024

Dalam sambutan Ketua Umum TP PKK Pusat, Ny. Tri Tito Karnavian, yang dibacakan Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, disampaikan bahwa HKG PKK hendaknya tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Peringatan ini menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan memperkuat kembali gerakan PKK secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat, daerah, desa dan kelurahan hingga kelompok Dasawisma.

Penguatan 10 Program Pokok PKK menjadi bagian penting dalam upaya menjadikan keluarga sebagai fondasi pembangunan. Para kader juga didorong untuk terus bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi dan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita, sehingga program yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara di sela-sela kegiatan Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TP PKK dan kader atas pengabdian serta konsistensinya dalam membina keluarga dan masyarakat. Menurutnya, keberadaan kader PKK di tengah masyarakat memiliki peran penting karena banyak program pemberdayaan dimulai dari lingkungan keluarga dan komunitas.

“Peringatan HKG PKK Ke-54 ini hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga sebagai momentum untuk melihat kembali apa yang telah dilakukan, mengevaluasi berbagai tantangan, serta menyusun langkah yang lebih baik ke depan,” ujar Jaya Negara.

Walikota Jaya Negara juga mendorong jajaran PKK untuk terus memperkuat kemitraan strategis, mengembangkan potensi kriya dan UMKM, serta memperluas wawasan masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga agar semakin sejahtera, tenteram dan mandiri.

Jaya Negara juga mengajak seluruh kader PKK dan pemangku kepentingan menjaga semangat kebersamaan dengan berlandaskan filosofi Vasudhaiva Kutumbakam, yang bermakna seluruh manusia merupakan satu keluarga. Semangat tersebut, penting untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah sebagai Guru Wisesa, kader PKK, dunia usaha, akademisi dan masyarakat.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Hadiri Peringatan HPN PWI Provinsi Bali

Melalui peringatan HKG PKK Ke-54, Pemerintah Kota Denpasar berharap gerakan PKK terus melahirkan inovasi dan kreativitas yang menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan penguatan 10 Program Pokok PKK dan kolaborasi lintas sektor, kader diharapkan semakin hadir sebagai penggerak perubahan dari lingkungan keluarga, sehingga turut mempercepat terwujudnya masyarakat Denpasar yang maju, aman dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Pemkot Denpasar Gelar ICD Ke-5, Ruang Ekspresi dan Kemandirian Sahabat Disabilitas

Published

on

By

Walikota Jaya Negara meninjau kegiatan ICD ke-5 Tahun 2026 di Gedung Grahanawasena, Denpasar
TINJAU ICD: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat meninjau kegiatan peringatan Indonesia Cinta Disabilitas (ICD) ke-5 Tahun 2026 di Gedung Grahanawasena, Jalan Kamboja, Kamis (20/8). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar kembali menggelar peringatan Indonesia Cinta Disabilitas (ICD) ke-5 Tahun 2026 di Gedung Grahanawasena, Jalan Kamboja, Kamis (20/8). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, menjadi ruang bagi sahabat disabilitas untuk berekspresi, berkarya, sekaligus menunjukkan kemampuan tanpa sekat perbedaan.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara yang turut meninjau kegiatan tersebut menyampaikan, Pemerintah Kota Denpasar, berlandaskan spirit Vasudhaiva Khutumbakam secara berkelanjutan terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Kegiatan ICD yang digelar setiap tahunnya, kata Jaya Negara adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan Denpasar sebagai kota inklusif yang ramah disabilitas.

Kegiatan ICD di Kota Denpasar yang dipusatkan di Graha Nawasena merupakan bentuk apresiasi Kota Denpasar terhadap sahabat disabilitas. Jaya Negara juga mengapresiasi hasil karya para sahabat disabilitas yang terdiri dari kuliner, kerajinan tangan sampai lukisan dapat diperkenalkan ke masyarakat melalui acara ini.

“Yang sangat membanggakan sekali adalah hasil penjualan dari kegiatan ICD ini sebagian akan didonasikan juga ke saudara-saudara kita yang korban Gempa NTT. Ini tentunya patut diapresiasi, karena meski dengan kondisi terbatas, tapi tidak menutup keinginan untuk membantu sesama,” kata Jaya Negara.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty menjelaskan, pelaksanaan ICD ini sendiri digelar selama 2 hari, yakni hari Kamis dan Jumat, tanggal 20-21 Agustus dengan menampilakan beragam panggung seni dan hiburan.

Selain panggung seni dan musik, ICD juga menghadirkan stan UMKM yang dijaga dan dikelola penyandang disabilitas. Berbagai produk, mulai makanan, minuman hingga suvenir, ditawarkan kepada pengunjung.

Laxmy Saraswati kemudian juga mengatakan, masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap UMKM penyandang disabilitas dapat berbelanja menggunakan kupon ICD senilai Rp 15.000. Kehadiran stan UMKM tersebut sekaligus membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan kemandirian ekonomi.

Baca Juga  Dukung Kebebasan Pers, Pemkab Tabanan Jalin Sinergitas Bersama PWI Tabanan 

“Jadi mereka tidak hanya tampil di panggung, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dalam berusaha. Kami berharap masyarakat ikut mendukung dengan membeli produk-produk UMKM mereka,” ujar Laxmy Saraswati. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca