Connect with us

NEWS

Sehari Jelang Idul Adha, Pemkot Denpasar Cek Kesehatan Hewan Kurban, Penyembelihan Diimbau Patuhi Prokes

BALIILU Tayang

:

eka
CEK HEWAN KURBAN: Suasana pengecekan kesehatan hewan di beberapa titik penjualan hewan kurban di Kota Denpasar beberapa waktu lalu.

Denpasar, baliilu.com – Pemkot Denpasar melalui Dinas Pertanian Bidang Kesehatan Hewan melaksanakan pengecekan kesehatan hewan kurban pada Senin (19/7). Hal ini guna memastikan kesehatan hewan saat hari Suci Idul Adha. Sehingga, daging kurban yang dibagikan dapat dipastikan sehat dan aman dikonsumsi. Beberapa titik penjualan hewan kurban di Kota Denpasar  menjadi lokasi pengecekan ante morthem.

Kabid Perternakan dan Kesehatan Hewan Made Ngurah Sugiri saat dikonfirmasi menjelaskan, Hari Suci Idul Adha yang jatuh pada 20 Juli besok identik dimaknai oleh umat Islam dengan melaksanakan kurban. Dimana, sebagian besar umat Muslim turut menyembelih hewan kurban seperti sapi dan kambing sebagai wujud persembahan suci. Pun demikian, di masa pandemi Covid-19 ini masyarakat diharapkan mematuhi penerapan protokol kesehatan saat hendak melaksanakan kurban.

Lebih lanjut dijelaskan, masyarakat yang hendak melaksanakan kurban diimbau untuk memastikan kesehatan hewan. Karenanya, Dinas Pertanian melalui Bidang Kesehatan Hewan turut menerjunkan 22 personil Tim Kesehatan Hewan yang tersebar di 135 masjid dan mushola guna melaksanakan pemeriksaan ante morthem atau sebelum disembelih dan post morthem atau sesudah disembelih.

“Hari ini kami mulai bergerak untuk melaksanakan pengecekan kesehatan ante morthem, sehingga dapat dipastikan hewan kurban yang akan disembelih sehat dan layak dikonsumsi, untuk pemeriksaan post morthem kita lanjut besok usai disembelih atau pemotongan,” jelasnya.

Sugiri menjelaskan, pada pelaksanaan Idul Adha tahun ini pihaknya mengimbau umat Muslim yang hendak melaksanakan penyembelihan hewan kurban agar menerapkan protokol kesehatan. Hal ini lantaran perayaan Idul Adha tahun ini masih dalam penerapan PPKM Darurat Jawa Bali serta mempedomani SE Dirjen PKH Nomor 8017 Tahun 2021 dan Permentan Nomor 114 Tahun 2014. 

Baca Juga  301 Warga Kelurahan Panjer Ikuti Vaksinasi Dosis Kedua

Pihaknya juga mengimbau semua pihak agar selalu meningkatkan koordinasi, informasi dan edukasi agar pengolahan daging dapat dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan sanitasi yang ada. Sehingga masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam mengkonsumsi daging saat perayaan kurban Idul Adha ini. Selain juga protokol kesehatan yang menjadi perhatian penting untuk dipatuhi saat pelaksanaan kurban.

“Masyarakat yang akan menyembelih sendiri diharapkan berkoordinasi dengan RPH jika penyembelihan tidak dilaksanakan di RPH, sehingga kesehatan, hygin dan sanitasi dari hewan yang akan disembelih dapat tetap terjaga. Meskipun demikian, RPH Kota Denpasar mengajak masyarakat untuk melaksanakan pemotongan khusus sapi di RPH, hal ini juga sebagai upaya untuk menghindari kerumunan saat melaksanakan pemotongan. Sehingga setelahnya daging kurban bisa dikirimkan dengan sistem dari pintu ke pintu,” pungkasnya. (ags/eka)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Kedepankan Disiplin Prokes, Kapolresta Denpasar Pimpin Apel Gelar Ops Patuh 2021

Published

on

By

de
SEMATKAN PIN: Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H. Senin pagi (20/9/2021) memimpin apel gelar pasukan kesiapan Ops Patuh Agung 2021 di mako Polresta Denpasar, ditandai penyematan PIN pada personil.


Denpasar, baliilu.com – Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H. Senin pagi (20/9/2021) memimpin apel gelar pasukan kesiapan Ops Patuh Agung 2021 di mako Polresta Denpasar. Dalam Ops Patuh 2021 ini masih mengutamakan peningkatan disiplin protokol kesehatan cegah penyebaran Covid-19 serta mewujudkan Kamseltibcarlantas yang mantap.

Ops Patuh Agung 2021 Polresta Denpasar akan digelar dari tanggal 20 September sampai dengan 3 Oktober 2021 dimana dalam pelaksanaan operasi kali ini melibatkan 120 personil dengan tema ”Kita Tingkatkan Disiplin Protokol Kesehatan dan Tertib Berlalulintas Dalam Rangka Mencegah Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) serta Mewujudkan Kamseltibcarlantas yang Mantap di Wilayah Hukum Polda Bali”. Permasalahan di bidang lalulintas dewasa ini telah berkembang dengan cepat dan dinamis. Hal ini sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk, yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Seiring dengan hal tersebut juga diharapkan adanya peningkatan Kamseltibcarlantas, menurunkan angka kecelakaan lalulintas, membangun budaya tertib berlalulintas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Dalam amanatnya Kapolresta Denpasar meminta kepada seluruh personil yang terlibat dalam operasi agar lebih fokus memperhatikan perkembangan Corona Virus Desiase-19 (Covid-19) yang terjadi di wilayah, dimana kita menyadari saat ini sedang dihadapkan dengan situasi pandemi bukan hanya Bali tapi seluruh wilayah Indonesia bahkan global mendunia, Dalam keadaan yang memprihatinkan ini kita harus tetap melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi kita, keselamatan bagi pengguna jalan memang sesuatu yang pertama dan utama dalam berlalulintas. Dalam konteks ini, lalulintas dapat dipahami sebagai urat nadi kehidupan, dan sebagai penjaga kehidupan, cermin budaya bangsa dan cermin tingkat modernitas.

Baca Juga  Pemantauan Prokes, 17 Orang Dijaring Tim Yustisi Denpasar

“Di samping melaksanakan tupoksi bidang lalulintas dalam giat ini kita juga diharapkan dapat melaksanakan education kepada masyarakat terkait pendisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan,” tegas Kapolresta Denpasar Kombes Jansen Avitus.

Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, di tengah pandemi Covid-19, maka operasi ini dilaksanakan dengan mengedepankan giat edukatif dan persuasif serta humanis dalam rangka meningkatkan simpati masyarakat terhadap polantas yang dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di wilayah Polresta Denpasar. (gs)

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hanya Tersisa 3 dari 11 Tempat Isoter di Denpasar, Tingkat Huniannya 34,17 Persen

Published

on

By

de
ISOTER: Tempat isolasi terpusat (isoter) untuk OTG/GR di Kota Denpasar terus berkurang. Dimana kini hanya tinggal tiga tempat isoter yang ketiganya berada di wilayah Sanur, Denpasar.

Denpasar, baliilu.com – Tempat isolasi terpusat (isoter) untuk OTG/GR di Kota Denpasar terus berkurang. Dimana kini hanya tinggal tiga tempat isoter yang ketiganya berada di wilayah Sanur, Denpasar.
 
Ketiga tempat isoter yang masih beroperasi ini yakni Wisma Werdhapura serta dua hotel yang berada di kawasan Sanur.
 
“Tempat isoter di Denpasar masih tersisa tiga. Dulu ada 11 tempat, kini sebanyak 8 tempat sudah kami tutup,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai saat dihubungi, Minggu 19 September 2021 siang.
 
Menurut Dewa Rai, berkurangnya tempat isoter ini dikarenakan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 harian di Denpasar sudah berkurang.
 
“Yang awalnya sampai tiga digit, sekarang tinggal dua digit. Kasusnya sudah menurun, sementara kesembuhan terus meningkat,” kata Dewa Rai.
 
Dengan tiga tempat Isoter tersebut, jumlah bed yang tersedia yakni 679 bed. Dimana yang terpakai saat ini sebanyak 232 bed atau 34,17 persen, sehingga sebanyak 447 bed kosong.
 
Adapun rincian dan kapasitas dari masing-masing tempat isoter tersebut yakni Wisma Werdhapura memiliki kapasitas 85 bed, dimana yang terisi hanya 3 bed. Hotel di Sanur dengan kapasitas 350 bed, yang terisi hanya 162 bed. Dan satu hotel di Sanur lagi dengan kapasitas 244 bed, kini hanya terisi 232 bed.
 
Dewa Rai mengatakan nantinya jika pasien yang menjalani isoter di Werdhapura Village sudah habis, maka isolasi akan dipusatkan di dua hotel saja. Hotel tersebut dipilih sebagai pusat isoter karena memiliki kapasitas bed yang banyak. Selain itu, juga akan mengurangi persebaran petugas baik dari petugas medis, Satpol PP, dan BPBD.
 
“Akan ada dua hotel yang kami jadikan tempat isoter nanti dan keduanya berada di wilayah Sanur,” katanya.
 
Untuk diketahui, saat terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19, Kota Denpasar memiliki 11 tempat isoter. Kesebelas tempat isoter tersebut yakni Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat (Bapelkesmas) Provinsi Bali, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bali, satu hotel di Jalan Veteran, satu hotel di Kuta. Juga di satu hotel di Desa Sidakarya, Werdhapura Sanur, tiga hotel di Jalan Cokroaminoto, serta dua hotel di Sanur. (eka)

Baca Juga  Kasus Melandai, Hari Ini 412 Orang Sembuh di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 159 Orang

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca

NEWS

Besok, Kantor Pemerintah Termasuk Mal Pelayanan Publik di Denpasar Terapkan Aplikasi PeduliLindungi

Published

on

By

de
Barcode Aplikasi PeduliLindungi yang sudah terpasang di Kantor Pemkot Denpasar

Denpasar, baliilu.com – Senin, 20 September 2021 besok kantor pemerintah yang ada di lingkungan Pemkot Denpasar mulai menerapkan aplikasi PeduliLindungi.
 
Beberapa barcode sudah terpasang di beberapa kantor pemerintah di Pemkot Denpasar salah satunya di Kantor Walikota Denpasar.
 
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai mengatakan penerapan aplikasi ini juga diterapkan di kantor desa/kelurahan hingga ke kantor Walikota Denpasar.
 
Tak hanya itu, Mal Pelayanan Publik Sewakadharma Lumintang juga menerapkan aplikasi ini. “Mulai besok kami di Denpasar menerapkan aplikasi PeduliLindungi. Ini berlaku dari kantor desa/lurah hingga Mal Pelayanan Publik di Lumintang,” katanya, Minggu 19 September 2021.
 
Namun Dewa Rai menambahkan, untuk besok ada beberapa kantor yang belum bisa menerapkan aplikasi ini. Hal ini dikarenakan belum semua kantor mendapat QR Code PeduliLindungi ini.
 
“Tapi yang pasti untuk Kantor Walikota, Mal Pelayanan Publik Sewakadharma dan beberapa kantor besok sudah menerapkan, dan memang ada beberapa yang belum karena usulan QR Code-nya belum turun,” katanya.
 
Dewa Rai mengatakan penggunaan aplikasi ini berlaku bagi pegawai maupun pengunjung yang masuk perkantoran. Ini juga berlaku bagi masyarakat yang akan mengurus dokumen kependudukan ataupun dokumen lainnya di Sewakadharma Lumintang.
 
“Mau tidak mau semua nanti harus menerapkan, karena ini akan jadi suatu hal yang wajib dalam upaya pengendalian Covid-19. Dengan aplikasi ini akan membatasi pengunjung yang datang ke kantor, termasuk bagaimana status kesehatan orang tersebut, apakah OTG, sudah divaksin atau bagaimana,” imbuhnya.
 
Pihaknya pun meminta masyarakat untuk segera mengunduh aplikasi ini karena tak hanya digunakan saat ke kantor pemerintahan, namun juga ke hotel, mal, objek wisata, termasuk perjalanan melalui bandara dan pelabuhan.
 
Penerapan aplikasi ini dilakukan sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 tahun 2021 tentang Penguatan Protokol Kesehatan dalam Tata Kelola Instansi Pemerintah dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019. (eka)

Baca Juga  301 Warga Kelurahan Panjer Ikuti Vaksinasi Dosis Kedua

Advertisements
de

de
Advertisements
de
Lanjutkan Membaca