Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sekda Adi Arnawa Hadiri Karya di Pura Penyarikan Tuban, Ingatkan Tetap Waspada di Tengah Status PPKM Level II

BALIILU Tayang

:

eka
HADIRI KARYA: Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Karya Mamungkah Rsi Gana lan Padudusan Alit di Pura Penyarikan, Banjar Pesalakan Desa Adat Tuban Kuta, Rabu (20/10).

Badung, baliilu.com – Di sela kesibukannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa menyempatkan diri untuk hadir di tengah-tengah krama Tuban yang sedang menggelar upacara adat keagamaan, Karya Mamungkah Rsi Gana lan Padudusan Alit di Pura Penyarikan, Rabu (20/10). Hadirnya birokrat asal Pecatu itu, mendapat sambutan antusias dari segenap krama.

Dalam sambutannya, Sekda Adi Arnawa menyebut, sangat mengapresiasi semangat dan komitmen krama Banjar Pesalakan Desa Adat Tuban dalam menggelar upacara suci yang puncaknya terlaksana bertepatan dengan Purnama Kelima itu. Terlebih, itu diketahui terlaksana atas swadaya murni krama. Disadarinya, itu tentu bukanlah hal mudah. Apalagi itu digelar di tengah-tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih menghantui gerak langkah dalam menjalankan upacara adat keagamaan.

“Tapi krama Banjar Pesalakan Desa Adat Tuban ternyata dengan hati besar, tulus ikhlas, dan itikad baik yang ning nirmala dapat melaksanakan karya suci ini secara sukses dan lancar sesuai harapan. Ini merupakan stiti bhakti kita kepada batara-batari yang berstana di pelinggih Pura Penyarikan Banjar Pesalakan Tuban,” ungkapnya dalam gelaran karya yang dihadiri pula anggota DPRD Badung Dapil Kuta yakni I Gusti Anom Gumanti dan Ni Luh Gede Sri Mediastuti, Camat Kuta Nyoman Rudiarta, Tripika Kuta, krama Banjar Pesalakan Desa Adat Tuban, serta penglingsir dan tokoh masyarakat setempat itu.

Di samping itu, pelaksanaan karya yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Griya Pemaron Sangeh itu, juga dipandang sekaligus dalam kaitan pelestarian seni, adat, dan budaya Bali. Tentunya berkenaan dengan langkah, upaya, dan komitmen mengajegkan Bali. “Di sini perlu juga saya ingatkan bahwa pandemi Covid-19 masih ada di sekeliling kita. Dan walaupun status Bali sekarang ada di Level II, kita harus tetap berhati-hati dan waspada. Apalagi dalam melaksanakan upacara yadnya, tentu melibatkan orang banyak, dan semuanya wajib tetap secara disiplin melaksanakan protokol kesehatan,” tambahnya sembari berharap agar pelaksanaan upacara suci yang disertai dengan doa, kehidupan dapat segera normal kembali.

Baca Juga  Sekda Badung Adi Arnawa Buka Kongres Tahunan/Askab PSSI Kabupaten Badung

Sementara terpisah, selaku Prawartaka Karya, Kelian Adat Banjar Pesalakan Tuban I Wayan Japa Munarta menyampaikan terimakasih atas hadirnya Sekda Adi Arnawa mewakili Pemerintah Kabupaten Badung. Rasa terimakasih juga disampaikannya kepada segenap krama, yang telah memberikan doa dan restu sejak pembangunan Pura Penyarikan hingga digelarnya karya.

“Tidak lupa kami mengucapkan apresiasi kepada pemerintah dan krama banjar yang dengan penuh ketulus ikhlasan dapat membangun Pura Penyarikan hingga terlaksananya upacara suci ini. Hal ini adalah wujud rasa bhakti dan syukur, sekaligus menambah semangat kerja demi menjaga agama, adat, seni, dan budaya bernafaskan Hindu Bali. Terkait pembiayaan pembangunan dan pelaksanaan upacara ini, adalah murni dari kas Banjar Pesalakan Tuban dengan nilai sebesar Rp 1 miliar,” bebernya dalam gelaran puncak karya yang dibarengi penyerahan punia senilai Rp 5 juta oleh Sekda Adi Arnawa. (gs)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan

NEWS

Buka Seminar Aksara Kawi, Ibu Putri Koster Ingatkan Perbedaan Budaya adalah Kebanggaan yang Harus Dirawat

Published

on

By

Seminar Aksara Kawi
SEMINAR AKSARA KAWI: Ibu Putri Koster, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali berfoto bersama usai memberikan sambutan sekaligus membuka Seminar Aksara Kawi dalam rangka Peringatan 1112 Tahun Prasasti Blanjong di Gedung Kerta Sabha, Denpasar, Minggu (15/2). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pendamping Gubernur Bali, Ibu Putri Koster, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali yang juga dikenal sebagai seniman multitalenta, mengajak generasi Pulau Dewata untuk menjaga kebudayaan Bali dengan bangga menggunakan bahasa lokal di daerah sendiri. Selain itu, kebanggaan menggunakan busana Bali sekaligus mengenal aksara Bali tentu menjadi kebiasaan yang harus terus ditanamkan, sehingga kita mampu menjaga jati diri budaya Bali dengan keberagaman yang kita miliki.

Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan sekaligus membuka Seminar Aksara Kawi dalam rangka Peringatan 1112 Tahun Prasasti Blanjong di Gedung Kerta Sabha, Denpasar, Minggu (15/2).

“Bali tentu kita ketahui sebagai daerah pariwisata dan wajah Indonesia dengan jumlah kunjungan wisatawan yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lain. Masuknya budaya Barat, saya harapkan tidak menjadikan generasi muda Bali lupa akan kebudayaan, tradisi, dan adat istiadat yang dimiliki, terutama pada busana, aksara, dan bahasa daerah Bali,” ungkap Ibu Putri Koster.

“Jika bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga dan melestarikan budaya kita ini? Antara Bali dengan daerah lain tentu memiliki perbedaan budaya sebagai ciri khas yang melekat. Namun, perbedaan tersebut sudah tentu menjadi kebanggaan yang harus kita jaga dan rawat sebagai kekayaan, baik di tingkat daerah maupun pusat,” tegasnya.

Kegiatan seminar yang diselenggarakan serangkaian Peringatan 1112 Tahun Prasasti Blanjong ini juga bertepatan dengan pelaksanaan Bulan Bahasa Bali 2026. Seminar ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Gede Suarbawa, Heri Purwanto, dan Fuad.

Dalam seminar yang mengangkat tajuk “Aksara Kawi” ini, salah satu narasumber, Gede Suarbawa, menjelaskan bahwa dalam sejarah sistem aksara di Indonesia dikenal tiga sistem yang pengaruhnya meluas dan mendalam dalam pembentukan tradisi keberaksaraan dan kehidupan masyarakat Indonesia. Ketiga sistem aksara tersebut adalah Pallawa, Arab, dan Latin. Di samping itu, terdapat sistem lain yang dijumpai dalam tinggalan arkeologi Indonesia yang pengaruhnya tidak mendalam dan tidak berkelanjutan, yaitu aksara Siddhamatrka/Pre-Nagari dan aksara Cina.

Baca Juga  Sekda Badung Wawancarai Tiga Calon Dewas PDAM Tirta Mangutama

“Aksara Pallawa memiliki sejarah panjang dalam dunia pertulisan di Indonesia. Aksara ini digunakan pada prasasti tertua dari Muara Kaman, Kutai, yang memuat informasi tentang kebesaran Raja Mulawarman, serta di Jawa Barat tentang Raja Purnawarman yang prasastinya menggunakan aksara dasar Pallawa. Pada masa-masa selanjutnya, di tempat lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali, sistem aksara ini mengalami transformasi menjadi aksara Kawi,” jelasnya.

Dengan dilaksanakannya Seminar Aksara Kawi ini, diharapkan tradisi dan kebudayaan kita sebagai bangsa yang beragam dan penuh warna semakin kuat, namun tetap hidup rukun berdampingan dengan rasa toleransi yang tinggi. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Patroli Sat Samapta Polres Gianyar Amankan Ibadah Minggu di Gereja Santa Maria Ratu Rosari

Published

on

By

Polres Gianyar
PENGAMANAN: Personel Polres Gianyar saat melakukan pemgamanan ibadah umat Kristen Katolik di Gereja Santa Maria Ratu Rosari, Jalan Mulawarman, Abianbase, Tedung, Gianyar, Minggu (15/2/2026) pagi. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Dalam upaya mencegah potensi gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat, Satuan Samapta Polres Gianyar melaksanakan patroli mobiling R4 pada Minggu (15/2/2026) pagi. Kegiatan difokuskan pada pengamanan ibadah umat Kristen Katolik di Gereja Santa Maria Ratu Rosari, Jalan Mulawarman, Abianbase, Tedung, Gianyar.

Patroli yang dipimpin kru Kijang 905 tersebut melibatkan personel Aipda I Wayan Beni Sastrawan, S.H., Bripka I Made Susila, dan Bripka I Gusti Putu Ari Purnawan. Petugas melakukan pemantauan langsung jalannya ibadah, berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta berdialog dengan petugas keamanan gereja untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan meningkatkan kewaspadaan.

Selain pengamanan di area gereja, personel juga melaksanakan pengaturan arus lalu lintas saat jemaat mulai berdatangan hingga selesai ibadah guna mencegah kepadatan kendaraan di depan lokasi.

Berdasarkan informasi dari pihak keamanan gereja, jumlah jemaat yang hadir diperkirakan sekitar 600 orang. Ibadah yang dipimpin oleh Romo Gusti Bagus Kusumawanta berlangsung khidmat dan berakhir sekitar pukul 09.45 Wita. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan tidak ditemukan hal mencurigakan.

Kasat Samapta Polres Gianyar, AKP Wibowo Sidi, S.H., mengatakan bahwa kegiatan patroli merupakan bagian dari pelayanan kepolisian dalam menjamin keamanan seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang.

“Kami hadir untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Patroli preventif akan terus ditingkatkan, khususnya pada kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak orang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antara kepolisian, aparat kewilayahan, dan petugas keamanan setempat menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap kondusif. “Sinergitas dengan unsur terkait sangat penting agar potensi gangguan dapat dicegah sejak dini. Hingga kegiatan selesai, situasi tetap aman, tertib, dan lancar,” tambahnya.

Baca Juga  Hadiri Pujawali di Pura Pucak Tedung Petang, Serahkan Dana Aci Rp 450 Juta

Kegiatan patroli berakhir dalam keadaan kondusif dengan arus lalu lintas terpantau ramai namun lancar. Polres Gianyar mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga toleransi serta segera melapor apabila menemukan hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Operasi Keselamatan Agung 2026, Polresta Denpasar Tindak Ratusan Pelanggaran Lalin secara Humanis

Published

on

By

Polresta Denpasar
INGATKAN: Personel Sat Lantas Polresta Denpasar saat mengingatkan pengendara motor menggunakan helm yang benar. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Operasi keselamatan lalu lintas yang digelar Polresta Denpasar memasuki hari ke-13 dengan hasil yang cukup signifikan. Sejumlah pelanggaran berhasil ditindak sebagai upaya meningkatkan disiplin dan keselamatan berkendara di jalan raya.

Dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung 2026, petugas mencatat sebanyak 562 teguran diberikan kepada pengendara yang melakukan pelanggaran ringan sebagai langkah edukatif.

Sementara itu, penindakan melalui ETLE statis mencapai 1.255 tilang, kemudian tilang manual sebanyak 219 kasus, serta 14 pelanggaran yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA) turut ditindak sesuai aturan yang berlaku.

Kasi Humas Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan bahwa operasi ini tidak semata-mata berfokus pada penindakan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas.

“Penegakan hukum dilakukan secara humanis dan edukatif. Harapannya masyarakat semakin disiplin sehingga angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan,” ujarnya.

Polresta Denpasar mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, melengkapi surat kendaraan, serta mengutamakan keselamatan demi terciptanya keamanan dan ketertiban bersama di jalan raya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri Penandatanganan PPJT Gilimanuk-Mengwi, Harapkan Terwujudnya Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Bali
Lanjutkan Membaca