Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Bupati Giri Prasta Hadiri HUT Ke-57 Partai Golkar di Badung

BALIILU Tayang

:

eka
HADIRI HUT PARTAI GOLKAR: Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Ketua DPRD Putu Parwata menghadiri Hut Partai Golkar yang Ke-57 di New Alamkasa, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Selasa (19/10 ).

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri HUT ke-57 Partai Golkar bertempat di New Alamkasa, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Selasa (19/10 ). Dalam HUT Partai Golkar yang mengambil tema “Bersatu Untuk Menang, Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit, Golkar Menang” ini turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata, Ketua DPD Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry, Ketua DPD Golkar Badung yang juga Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa, Anggota DPRD Badung dari Fraksi Golkar dan para simpatisan Partai Golkar Badung.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan, dalam situasi pandemi Covid-19 ini, negara, provinsi, apalagi Kabupaten Badung mengalami kontraksi bahkan ini dialami semua lini dan sektor. Bupati berterima kasih atas arahan pemerintah pusat, apalagi Kabupaten Badung selalu gencar menangani Covid-19 tentu juga bersama kader-kader Partai Golkar yang ada di Kabupaten Badung sehingga saat ini Badung sampai ke PPKM Level 2.

“Kami selalu berusaha caranya biar bisa bangkitnya ekonomi ini secara cepat, bahkan kami berterima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo, beliau akan menyelenggarakan G-20 bahkan beliau akan menjadi Presidennya terhadap 20 negara besar yang akan dilaksanakan di Bali ini tentunya di Kabupaten Badung tahun 2022. Dan saya sudah memahami betul temen-temen di Partai Golkar melalui fraksinya, tokohnya, kadernya sudah telah dan ikut melaksanakan upaya membangun Badung yang kita cintai bersama ini, oleh karena itu saya dalam kesempatan yang berbahagia ini izinkan saya menyampaikan terimakasih kepada bapak ibu sekalian karena bapak ibu sudah mewarnai pembangunan di Kabupaten Badung ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati Giri Prasta mengatakan, kaitannya dengan kebijakan politik anggaran yang dilakukan ini sudah tentu secara bersama-sama dengan Fraksi Partai Golkar di DPRD Badung, salah satu contoh yang dilakukan yang terdampak, terdampak secara sosial itu. Presiden Jokowi juga sudah melaksanakan tugasnya kepada warga Indonesia melalui Kemensos bahwa bantuan PKH, bantuan nontunai dan bantuan sosial sudah diberikan kepada masyarakat Badung. Bahkan dari Kementerian Desa BLTDD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa), pihaknya juga mengambil sikap memberi bantuan langsung tunai kepada seluruh warga Badung yang masuk KK.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Hadiri Karya Mamungkah di Pura Penataran Dalem Tegal Besung Banjaran

“Mungkin dari 34 provinsi 515 kabupaten/kota di Indonesia hanya Kabupaten Badung satu-satunya memberi bantuan langsung tunai, dan kami mohon doanya kepada bapak ibu sekalian Partai Golkar Badung, karena kami mempunyai strategi dampak secara sosial dan dampak secara ekonomi. Akan saya buktikan bulan depan, bulan November kami akan memberi bantuan stimulus dana langsung kepada UMKM yang ada di Kabupaten Badung di luar yang sudah dibantu dari kementerian,” terangnya. Pada kesempatan tersebut, secara pribadi Bupati Giri Prasta membantu Rp 50 juta dan Ketua DPRD Putu Parwata membantu Rp 7 juta.

Sementara itu Ketua DPD Golkar Badung I Wayan Suyasa dalam kesempatan ini mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran Bupati Giri Prasta dan Ketua DPRD Putu Parwata dalam acara peringatan hari jadi ke-57 Partai Golkar. “Ini adalah simbol institusi Pemerintah Kabupaten Badung yang bersedia hadir di hajatan Partai Golkar, saya mendukung beliau karena beliau memiliki program dan konsep yang sudah jelas selaku pemerintah mengayomi semua lembaga elit politik ataupun politik yang ada di Kabupaten Badung, intinya terlepas beliau dari ketua partai, berarti beliau orang yang negarawan,” tegasnya.

Dikatakan, kegiatan ini dilaksanakan dengan prokes yang ketat, dan pihaknya juga mendukung pemulihan ekonomi di Kabupaten Badung. “Diimbau kepada seluruh kader Partai Golkar selama ini kita berjalan dalam melaksanakan tugas lembaga partai, kita sadar dan kita yakini segala perjuangan apalagi di politik pasti ada hal yang kurang berkenan untuk itu mari kita saling mengisi dan saling rangkul untuk perkembangan Partai Golkar ke depan,” pungkasnya. (gs)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan

NEWS

Menkeu: Selaraskan Tiga Mesin Pertumbuhan untuk Ekonomi Berkelanjutan

Published

on

By

Menkeu Purbaya
RAPAT: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Kerja Nasional Kejaksaan Agung yang dilaksanakan secara daring, pada Selasa (13/01). (Foto: Hms Kemenkeu)

Jakarta, baliilu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, melainkan agenda besar lintas generasi. Melalui Asta Cita, pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, menjaga stabilitas nasional, serta memastikan pemerataan manfaat pembangunan bagi seluruh masyarakat.

Untuk mencapai visi tersebut, pemerintah mengandalkan tiga mesin pertumbuhan utama, yakni fiskal, sektor keuangan, dan investasi. Ketiganya diharapkan dapat bergerak selaras dan saling memperkuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Asta Cita menuntut pertumbuhan tinggi, stabilitas nasional, dan pemerataan manfaat pembangunan. Mesin pertumbuhan harus bekerja selaras. Mesin fiskal, mesin sektor keuangan, dan investasi,” ungkap Menkeu dalam Rapat Kerja Nasional Kejaksaan Agung yang dilaksanakan secara daring, pada Selasa (13/01).

Di sektor fiskal, pemerintah berkomitmen mengoptimalkan belanja negara agar dilaksanakan tepat waktu, tepat sasaran, dan bebas dari kebocoran. Sementara itu, di sektor keuangan, pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan Bank Sentral agar kebijakan moneter sejalan dengan kebijakan fiskal.

Dari sisi investasi, pemerintah telah membentuk satuan tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah untuk mengatasi debottlenecking investasi melalui mekanisme penyelesaian hambatan investasi secara rutin. Setiap pekan, pemerintah menggelar sidang untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha di Indonesia, sehingga iklim investasi dapat semakin kondusif.

“Saya pikir nanti kalau tiga sistem itu, sistem fiskal, moneter, dan investasi sudah jalan baik, kita bisa tumbuh lebih cepat,” tandas Menkeu.

Untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045, APBN 2026 diarahkan bersifat ekspansif namun tetap terukur, dengan fokus pada delapan agenda prioritas. Belanja negara ditujukan untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat, memperkuat fondasi jangka panjang, serta meningkatkan produktivitas nasional. (gs/bi)

Baca Juga  Bupati dan Wabup Badung Laksanakan Inspeksi Lapangan Terkait Pengawasan dan Pengendalian Usaha Rumah Kost di Kuta Utara

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Terima Laporan OIKN, Presiden Prabowo Tekankan Percepatan Pembangunan IKN

Published

on

By

pembangunan ikn
BERI KETERANGAN: Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangannya kepada awak media di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Selasa, 13 Januari 2026. (Foto: BPMI Setpres/Cahyo/presidenri.go.id)

Malang, baliilu.com – Presiden Prabowo Subianto menerima laporan perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dari Otorita IKN dalam kunjungan kerjanya di IKN pada Selasa, 13 Januari 2026. Dalam keterangannya kepada awak media di Kabupaten Malang, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa sejak awal Presiden memberikan perhatian agar pembangunan fasilitas negara tersebut dapat dipercepat.

“Bapak Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif, yang harapannya bisa selesai di tahun 2028,” ujar Menteri Pras.

Dalam rapat bersama OIKN tersebut, Presiden Prabowo memberikan sejumlah catatan atas paparan yang disampaikan. Menurut Menteri Pras, catatan Presiden pada prinsipnya menekankan dua hal utama yakni perbaikan dan percepatan proses pembangunan.

“Jadi tadi masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap pertama misalnya mengenai desain, kemudian mengenai fungsi, dan diminta terus-menerus OIKN dan Kementerian PU untuk memperbaiki,” katanya.

Lebih lanjut, Mensesneg menegaskan bahwa percepatan tersebut ditujukan agar tiga fungsi utama pemerintahan di IKN dapat segera terwujud. “Catatannya adalah untuk perbaikan dan percepatan proses pembangunan supaya tiga fungsi bisa segera selesai,” lanjut Menteri Pras.

Dari IKN, Presiden kemudian melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur untuk meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang. Pemerintah, kata Mensesneg, secara paralel terus membangun berbagai fasilitas pendidikan mulai dari sekolah rakyat untuk masyarakat desil 1 dan desil 2 hingga sekolah unggulan.

“Sekali lagi ini memang kita bekerja keras untuk meningkatkan fasilitas-fasilitas pendidikan kita. Sekolah rakyat untuk desil 1, desil 2 kita adakan, kita bangun. Kemudian yang sekolah unggulan juga kita bangun karena kita benar-benar ingin mempersiapkan sumber daya manusia kita, yang kita harapkan akan mengawaki kebangkitan Indonesia Emas 2045,” tandasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Hadiri HUT Ke-22 Ombudsman RI Perwakilan Bali, Jaya Negara Tanam Pohon dan Gowes Napak Tilas Bersama

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

OTT Pegawai Pajak Jadi Momentum Bersih-bersih dan Bangun Kepercayaan Publik

Published

on

By

OTT pegawai Pajak
Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, baliilu.com – Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap pegawai Direktorat Jenderal Pajak di Jakarta kembali menjadi sorotan publik. Di tengah tekanan penerimaan negara yang belum mencapai target (shortfall) dan defisit APBN yang mendekati 3 persen, kasus ini memantik kekhawatiran baru mengenai integritas institusi perpajakan.

Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak justru berpendapat bahwa momentum ini justru harus dipahami sebagai bukti bahwa mekanisme pengawasan negara bekerja dan keberanian penegak hukum tidak pernah surut.

“Kita harus tegas menyebut bahwa ini adalah perilaku oknum, bukan representasi dari keseluruhan institusi perpajakan. Justru saat kondisi fiskal sedang menantang, bersih-bersih harus lebih keras dilakukan. Kepercayaan publik adalah fondasi penerimaan negara,” ujarnya dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Menurut Amin, respons cepat Kementerian Keuangan dan DJP yang menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada KPK adalah langkah penting untuk menjaga marwah reformasi perpajakan. Ia menegaskan bahwa publik perlu melihat bahwa negara tidak memberi ruang kompromi terhadap penyimpangan, sekecil apa pun.

Penindakan terbuka seperti ini memperlihatkan bahwa sistem check and balance mulai menghasilkan dampak: digitalisasi proses, pengawasan berlapis, serta audit berbasis risiko mulai menutup ruang abu-abu dalam relasi antara auditor, konsultan pajak, dan wajib pajak besar.

“Kalau kita ingin membangun sistem perpajakan modern dan kredibel, maka ketegasan seperti ini bukan gangguan, tapi syarat. Membersihkan oknum justru menguatkan pondasi negara,” tambah Politisi Fraksi PKS itu.

Ia menilai pembenahan harus dilakukan lebih pada tiga sisi, yaitu perbaikan sistem pemeriksaan pajak, reformasi SDM, dan penataan ulang ekosistem konsultan pajak. Amin menegaskan perlunya digitalisasi pemeriksaan dari hulu ke hilir agar setiap keputusan fiskus terlacak secara otomatis, meminimalkan ruang negosiasi yang dapat disalahgunakan.

Baca Juga  Bupati Badung Sampaikan Penjelasan Dokumen Penganggaran Daerah dan 1 Ranperda pada Rapat Paripurna

Dari sisi SDM, rotasi cepat, promosi berbasis integritas, serta lifestyle check digital wajib diperkuat. Sementara itu, peran konsultan pajak harus dikembalikan kepada fungsi profesionalnya yang berperan sebagai penasihat kepatuhan, bukan broker akses dan celah penyimpangan.

“Harus dipastikan reformasi perpajakan tidak berhenti pada slogan. Ruang penyimpangan harus semakin sempit, tata kelola makin kuat, dan integritas aparat menjadi tiang utama menjaga penerimaan negara,” tutur Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini.

Dengan langkah tegas, pengawasan konsisten, dan reformasi berkelanjutan, Amin yakin setiap rupiah pajak dapat kembali ke rakyat dalam bentuk pembangunan yang merata, adil, dan berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca