Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SENI

Sekda Adi Arnawa Hadiri Lomba Sketsa Ogoh-ogoh Antarpemuda Se-Kelurahan Benoa

BALIILU Tayang

:

de
LOMBA SKETSA OGOH-OGOH: Sekda Adi Arnawa saat menghadiri Lomba Sketsa Ogoh-Ogoh Antarpemuda Se-Kelurahan Benoa Kuta Selatan Tahun 2022 di Wantilan Kantor Lurah Benoa, Minggu (13/3). (foto: Ist)

Badung, baliilu.com – Sekda Adi Arnawa mewakili Bupati Badung menghadiri Lomba Sketsa Ogoh-ogoh antar-pemuda se-Kelurahan Benoa Kuta Selatan Tahun 2022 yang diadakan di Wantilan Kantor Lurah Benoa, Minggu (13/3).

Kegiatan yang diadakan oleh Karang Taruna Tri Duta Yowana ini telah terlaksana kurang lebih selama 1 bulan dimulai dari persiapan sampai hari ini dengan jumlah panitia 32 orang. Terdiri dari 3 rangkaian inti yaitu technical meeting pada 5 Maret 2022, perlombaan Lomba Sketsa Ogoh-ogoh pada 12 Maret 2022, dan yang terakhir penilaian dan penutupan Lomba Sketsa Ogoh-ogoh Karang Taruna Tahun Caka 1944 pada 13 Maret 2022.

Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan 17 peserta yang terdiri dari masing-masing perwakilan Sekaa Teruna Teruni dan Yowana se-Kelurahan Benoa. Turut hadir Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, Lurah Benoa I Wayan Karang Subawa, Ketua Karang Taruna Tri Duta Yowana I Made Sugiarta dan seluruh Kaling di Kelurahan Benoa. Di akhir acara Sekda Adi Arnawa menyerahkan dana bantuan Rp 10 juta.

Sekda Adi Arnawa serahkan dana bantuan. (Foto: Ist)

Dalam sambutannya, Sekda Adi Arnawa mengatakan persiapan yang membutuhkan waktu 3 bulan tetapi Karang Taruna Tri Duta Yowana ini memiliki dedikasi dan prestasi. ‘’Terbukti pada hari ini saya bisa menyaksikan langsung bagaimana suksesnya pelaksanaan event lomba sketsa ogoh-ogoh ini. Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung saya merasa bahagia sekali karena dalam suasana Covid-19 seperti ini karang taruna serta generasi muda sudah bisa membuktikan bahwa kepada kita semua mampu membuat event dengan melibatkan semua pemuda khususnya di Kelurahan Benoa ini dalam rangka melakukan pelestarian seni dan budaya khususnya terkait dengan sketsa ogoh-ogoh ini,’’ ujarnya.

“Perlu kita ketahui bersama bahwa saya hadir hari ini mewakili Bapak Bupati Badung dalam rangka untuk mendorong dan memotivasi generasi-generasi muda untuk kedepannya terus mengadakan event- event seperti ini. Kami berharap agar adik-adik selaku generasi penerus ke depan ini tetap menjaga budaya yang adiluhung ini, apabila kita tidak bisa melestarikan budaya kita ini jangan berharap pariwisata kita bisa bertahan. Mudah-mudahan ke depan kita akan bisa membuat event-event dengan kemasan yang lebih bagus dan menarik lagi, apakah itu lomba sketsa ogoh-ogoh termasuk lomba miniatur ogoh-ogoh dalam bentuk event-event yang melibatkan semua stakeholder pariwisata nantinya,’’ bebernya.

Baca Juga  Adi Arnawa Hadiri ‘’Karya Melaspas’’ Pura Dadia Batu Jelantik Gulingan

Sekda lanjut mengatakan, kita akan kemas event- event seperti ini yang layak dikunjungi oleh wisatawan internasional yang mau datang ke Bali juga menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Bali. Pemkab Badung akan terus mensupport dalam rangka penyelenggaraan kegiatan seperti sekarang ini  serta pada kesempatan yang baik ini yang pertama pihaknya mengajak kepada semua generasi muda yang hadir agar tetap menjaga dan mempertahankan budaya kita walaupun di tengah-tengah rombongan budaya luar yang masuk karena begitu banyaknya wisatawan yang datang ke Bali.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Tri Duta Yowana I Made Sugiarta dalam sambutannya mengatakan tahun ini pihaknya kembali melaksanakan program kegiatan Lomba Sketsa Ogoh-ogoh antarpemuda se-Kelurahan Benoa yang dilaksanakan Maret 2022. Kegiatan lomba sketsa ogoh-ogoh tahun ini sedikit berbeda karena dilaksanakan secara offline bertempat di wantilan Kantor Lurah Benoa. Sehingga kami dari panitia dapat menyaksikan langsung proses pembuatan sketsa yang akan dibuat serta kegiatan ini bertujuan untuk tetap menampilkan kreativitas generasi muda dan mengasah kemampuan yang dimiliki oleh anak-anak muda yang ada di Kelurahan Benoa di masa pandemi agar bakat yang mereka miliki terus berkembang.

‘’Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang sudah membantu kami dalam melaksanakan acara dengan lancar dan sukses. Tidak lupa juga, saya mengucapkan terima kasih kepada peserta yang sudah berantusias mengikuti lomba ini,’’ ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SENI

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hidupkan Semangat Seni Perempuan Melalui Lomba Gong Kebyar Wanita Tabanan 2025

Published

on

By

Gong Kebyar Wanita tabanan
BUKA GONG KEBYAR: Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, membuka Pagelaran Kesenian Gong Kebyar Wanita se-Kabupaten Tabanan Tahun 2025 yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Sabtu (18/10). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Seni gong kebyar di Kabupaten Tabanan dikenal sebagai wujud ekspresi budaya yang bernilai tinggi, mencerminkan keindahan, kekompakan, serta kedalaman rasa dalam setiap tabuhannya. Dalam upaya melestarikan dan menghidupkan warisan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, membuka Pagelaran Kesenian Gong Kebyar Wanita se-Kabupaten Tabanan Tahun 2025 yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Sabtu (18/10).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Jajaran Forkopimda Tabanan, Ketua GOW Kabupaten Tabanan, Ny. Budiasih Dirga, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Sekretaris Daerah, para asisten, para pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, kepala instansi vertikal dan BUMD di Tabanan, serta para peserta gong kebyar wanita dari berbagai kecamatan. Suasana gedung kesenian malam itu dipenuhi semangat dan kebanggaan para seniman perempuan yang tampil dengan pesona dan kemampuan luar biasa.

Pelaksanaan lomba gong kebyar wanita ini diharapkan menjadi wadah untuk membangkitkan kreativitas seniman, khususnya perempuan di Kabupaten Tabanan yang sejalan dengan semangat Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Melalui kegiatan ini, perempuan tidak hanya berperan sebagai penggerak keluarga, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam pelestarian seni dan budaya daerah.

Sebanyak sepuluh Sekaa Gong Wanita dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan berpartisipasi dalam lomba tahun ini. Di antaranya Sekhaa Gong Istri Suara Santi Giri dari Desa Wongaya Gede Kecamatan Penebel, Sekaa Gong Istri Gringsing Ulangun Shanti dari Desa Kaba-Kaba Kecamatan Kediri, Sekaa Gong Istri Sari Yoga dari Desa Tiyinggading Kecamatan Selemadeg Barat, Sekaa Gong Wanita Iswara Murthi dari Desa Meliling Kecamatan Kerambitan, Sanggar Tari dan Tabuh Natya Praja dari Desa Bajera Kecamatan Selemadeg, Sekaa Gong Istri Kesari Mesari 108 dari Desa Dajan Peken Kecamatan Tabanan, Sekaa Gong Ayuning Madusuara dari Desa Megati Kecamatan Selemadeg Timur, Sekaa Gong Istri Langen Suara dari Desa Candikuning Kecamatan Baturiti, Sekaa Gong Wanita Banua Budaya dari Desa Bantiran Kecamatan Pupuan, dan Sekaa Gong Kebyar Wanita Caksu Agni Swari dari Desa Tua Kecamatan Marga.

Baca Juga  Adi Arnawa Hadiri ‘’Karya Melaspas’’ Pura Dadia Batu Jelantik Gulingan

Pada kesempatan tersebut, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya tidak hanya membuka acara secara resmi, tetapi juga turut tampil membawakan Tabuh Lelambatan Galang Bulan bersama Sekaa gong Istri II Sanjayaning Singasana Kabupaten Tabanan di atas panggung megah Gedung Kesenian I Ketut Marya. Penampilannya yang memukau, disambut tepuk tangan meriah dari para penonton yang hadir, menambah semangat dan semarak suasana malam kesenian tersebut.

Dalam sambutannya, Ny. Rai Wahyuni menyampaikan, bahwa lomba gong kebyar wanita merupakan ajang untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat perempuan dalam dunia kesenian. “Pada malam hari ini semua memberikan penampilan terbaik sehingga suasana terasa berbeda. Lomba ini diselenggarakan untuk memberikan kesempatan kepada para wanita hebat Kabupaten Tabanan untuk bisa mengekspresikan kemampuannya dalam hal berkesenian. Para wanita hendaknya tidak boleh kalah untuk menabuh, karena untuk mengajegkan kesenian para wanita juga harus ambil bagian,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kegiatan tersebut terlaksana atas dukungan penuh dari Bupati Tabanan. “Kegiatan kita hari ini adalah atas dukungan penuh dari Bapak Bupati. Saya mewakili beliau membuka acara ini, dan untuk seluruh peserta saya ucapkan selamat berlomba, keluarkan kemampuan semaksimal mungkin agar mampu membuat penonton terpukau dan menyuguhkan seni yang luar biasa,” tambah Bunda Rai.

Bunda Rai juga menyampaikan rasa bangganya atas peningkatan kualitas para peserta dalam wawancara singkatnya usai acara. “Acara malam ini sungguh membanggakan, karena dari tahun ke tahun kualitasnya meningkat. Saya melihat banyak anak-anak muda ikut tampil, itu luar biasa. Harapan saya, lomba ini dapat terus digelar setiap tahun agar generasi muda, orang tua, dan anak-anak dapat terus mengajegkan adat serta budaya kita,” tuturnya dengan penuh semangat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, dalam laporannya malam itu, menyampaikan apresiasi kepada Ketua TP PKK dan Bupati Tabanan atas dukungan serta ide cemerlang yang memungkinkan kegiatan ini terselenggara secara berkelanjutan. “Dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan, para duta wanita yang berkompeten di bidang seni dan budaya telah tampil membanggakan. Ini menandakan, bahwa wanita Tabanan tidak kalah saing dengan kabupaten lain. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati dan juga Ibu Bupati sekaligus sebagai Ketua TP PKK Tabanan atas ide cemerlangnya, sehingga lomba ini dapat terselenggara setiap tahun,” ujarnya.

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Hadiri Acara Rsi Yadnya Apodgala di Kuta

Setelah seluruh penampilan usai, dewan juri mengumumkan hasil lomba dengan tiga indikator utama penilaian, yaitu teknik, keharmonisan, dan kreativitas. Dari hasil penilaian, Juara Pertama diraih oleh Sekaa Gong Istri Kesari Mesari 108 dari Desa Dajan Peken Kecamatan Tabanan dengan total nilai 825. Juara Kedua diraih oleh Sekaa Gong Wanita Banua Budaya dari Desa Bantiran Kecamatan Pupuan dengan total nilai 797. Sedangkan Juara Ketiga diraih oleh Sanggar Tari dan Tabuh Natya Praja Banjar Dinas Saraswati Desa Bajera Kecamatan Selemadeg dengan total nilai 775. (gs/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Wawali Arya Wibawa Buka Parade Baleganjur Se-Kota Denpasar 2025

Jadi Wahana Kreativitas dan Aktivitas Seni Inovatif Generasi Muda

Loading

Published

on

By

wawali arya wibawa
SERAHKAN PIAGAM: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Oka Cahyadi Wiguna saat menyerahkan Piagam Penghargaan serangkaian Pembukaan Parade Baleganjur se-Kota Denpasar di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Sabtu (18/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Gelaran tahunan Parade Baleganjur se-Kota Denpasar secara resmi dibuka Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Sabtu (18/10) dan akan berlangsung hingga Minggu (19/10).  Pembukaan ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan kepada perwakilan 12 peserta yang akan unjuk kebolehan dalam memainkan gambelan baleganjur. Kegiatan yang merupakan rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kota Denpasar ini diharapkan dapat mengembangkan kreativitas dan aktivitas seni inovatif di kalangan generasi muda Denpasar.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Made Oka Cahyadi Wiguna, Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar I Wayan Suadi Putra, Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar I Wayan Butuantara, Pimpinan OPD serta undangan lainnya.

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa usai membuka kegiatan mengatakan, Parade Baleganjur se-Kota Denpasar yang dilaksanakan hari ini merupakan wahana kreativitas dan aktivitas inovatif generasi muda dalam melestarikan seni dan budaya Bali, khususnya Gambelan Baleganjur. Kegiatan ini tidak hanya menampilkan keindahan dan kekuatan seni baleganjur, tetapi juga sebagai ajang pembinaan bagi para peserta untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas mereka.

“Melalui kegiatan ini, kita dapat melestarikan seni baleganjur dan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda akan pentingnya melestarikan budaya kita,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut dijelaskan, Parade Baleganjur ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan bakat generasi muda dalam penciptaan, memainkan dan kreativitas seni dan budaya. Parade Baleganjur ini juga menjadi ajang penting bagi para peserta untuk mempersiapkan diri menghadapi event yang lebih tinggi, seperti Pesta Kesenian Bali.

Baca Juga  ‘’Karya Melaspas’’ di Pura Pasek Gelgel Banjar Dirgahayu Abiansemal

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi generasi muda untuk terus berkarya dan meningkatkan kemampuan generasi dalam seni dan budaya, khususnya Gambelan Baleganjur yang sejalan dengan spirit Hari Sumpah Pemuda,” ujar Arya Wibawa.

Kadis Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara didampingi Kabid Kesenian, I Wayan Narta menjelaskan, Parade Baleganjur se-Kota Denpasar ini dilaksanakan serangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kota Denpasar Tahun 2025. Adapun kegiatan ini mengusung tema Wira Sinom Samskara yang bermakna bangkit bersama pemuda melestarikan seni dan budaya menuju Denpasar Maju.

“Kegiatan Parade ini diharapkan dapat mengembangkan kreativitas dan aktivitas seni inovatif di kalangan generasi muda, sebagai penerus atau pewaris seni budaya yang tumbuh dan berkembang di jaman globalisasi ini,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, di samping sebagai ajang pembinaan dan pelestarian kesenian trasidional dalam rangka mewujudkan Kota Kreatif menuju Denpasar maju, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi dari semua pembinaan sekaa baleganjur yang ada di Kota Denpasar.

“Peserta parade ini nantinya menampilkan Seni Baleganjur dengan Tema Kepahlawanan/Heroik (Ajeg Yowana Sebagai Tulang Punggung Pemajuan Budaya) dengan durasi waktu 8 – 10 menit, adapun pesertanya adalah sekaa baleganjur sebunan tingkat desa dinas/adat dan atau/banjar se-Kota Denpasar dengan ketentuan umur peserta antara 14 – 30 tahun pada saat Parade berlangsung,” jelasnya.

Secara teknis Kabid Kesenian, Wayan Narta menambahkan, jumlah sekaa peserta parade tahun 2025 ini yakni sebanyak 12 sekaa. Beberapa unsur menjadi dasar pengamatan meliputi pada kegiatan tahun ini. Yakni Teknik (gegedig dan tetekep), Ide dan Gagasan, Struktur meliputi komposisi (pangawit, pangawak, pangecet), Kreativitas (pengembangan musikalitas dan originalitas garapan) serta Penampilan (ekspresi, gerak dan tabuh).

Baca Juga  Sekda Adi Arnawa Buka Grand Final Jegeg Bagus Kelurahan Kapal 2023

“Garapan Baleganjur tetap mempertahankan struktur tabuh Baleganjur tradisi yang dikembangkan (dikreasikan) dan atraksi yang disesuaikan dengan tema dan judul garapan. Sentuhan inovasi menjadi tolak ukur kreativitas, pola struktur lagu dikemas dalam satu kesatuan yang utuh tidak terpisahkan,” jelasnya.

Nantinya, seluruh peserta diberikan piagam dan jasa sebesar Rp. 15 juta dipotong pajak dan empat peserta terbaik akan diberikan uang tambahan sebesar Rp. 10 juta dipotong pajak. (eka/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Pemkot Denpasar Kembali Gelar Parade Baleganjur Pada 18-19 Oktober Mendatang

Published

on

By

Parade Baleganjur denpasar
Parade Baleganjur Duta Kota Denpasar pada Pesta Kesenian Bali beberapa waktu lalu. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan bersiap kembali menggelar Parade Baleganjur se-Kota Denpasar di tahun 2025. Kegiatan yang merupakan rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kota Denpasar ini akan dilaksanakan di panggung terbuka Lapangan Puputan Badung Gusti Ngurah Made Agung selama 2 hari pada 18 hingga 19 Oktober 2025 mendatang. Parade ini diharapkan dapat mengembangkan kreativitas dan aktivitas seni kreatif inovatif di kalangan generasi muda Denpasar.

Kadis Kebudayaan Kota Denpasar Raka Purwantara didampingi Kabid Kesenian I Wayan Narta saat dijumpai Rabu (15/10) menjelaskan, Parade Baleganjur se-Kota Denpasar ini dilaksanakan serangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kota Denpasar Tahun 2025.

“Kegiatan Parade ini diharapkan dapat mengembangkan kreativitas dan aktivitas seni kreatif inovatif di kalangan generasi muda, sebagai penerus atau pewaris seni budaya yang tumbuh dan berkembang di jaman globalisasi ini,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, disamping sebagai ajang pembinaan dan pelestarian kesenian trasidional dalam rangka mewujudkan Kota Kreatif menuju Denpasar maju, kegiatan ini juga  menjadi sarana evaluasi dari semua pembinaan sekaa baleganjur yang ada di Kota Denpasar.

“Nantinya peserta menampilkan seni Baleganjur dengan tema Kepahlawanan/Heroik (Ajeg Yowana Sebagai Tulang Punggung Pemajuan Budaya) dengan durasi waktu 8 – 10 menit. Adapun pesertanya adalah sekaa baleganjur sebunan tingkat desa dinas/adat dan atau/banjar se- Kota Denpasar dengan ketentuan umur peserta antara 14 – 30 tahun pada saat Parade berlangsung,” jelasnya.

Secara teknis Kabid Kesenian Wayan Narta mengatakan, jumlah sekaa peserta parade tahun 2025 ini yakni sebanyak 12 sekaa. Beberapa unsur menjadi dasar pengamatan meliputi pada kegiatan tahun ini. Yakni teknik (gegedig dan tetekep), ide dan gagasan, struktur meliputi komposisi (pangawit, pangawak, pangecet), kreativitas (pengembangan musikalitas dan originalitas garapan) serta penampilan (ekspresi, gerak dan tabuh).

Baca Juga  Modernisasi Tak Boleh Menggerus Akar Budaya

“Garapan Baleganjur tetap mempertahankan struktur tabuh Baleganjur tradisi yang dikembangkan (dikreasikan) dan atraksi yang disesuaikan dengan tema dan judul garapan. Sentuhan inovasi menjadi tolak ukur kreativitas, pola struktur lagu dikemas dalam satu kesatuan yang utuh tidak terpisahkan,” jelasnya.

Nantinya, seluruh peserta akan diberikan piagam dan jasa sebesar Rp. 15 juta dipotong pajak dan empat peserta terbaik akan diberikan uang tambahan sebesar Rp. 10 juta dipotong pajak. (eka/bi)

Loading

Advertisements
IKLAN STIKOM 1A
Advertisements
Nataru 2026 dprd badung
Advertisements
bks lpd
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca