Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Sekda Adi Arnawa Pimpin Rakor Penanganan Covid-19, Pemkab Badung Tambah Tempat Isolasi Terpusat

BALIILU Tayang

:

eka
RAPAT PENANGANAN COVID-19: Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa memimpin langsung Rapat Penanganan Covid-19 dan Isoter di Badung di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Sabtu (14/8).

Badung, baliilu.com – Menindaklanjuti petunjuk dan arahan dari Menko Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) saat berkunjung ke Bali terkait penanganan Covid-19 khususnya progres tempat isolasi terpusat (Isoter), untuk itu Pemkab Badung melalui satgas penanganan Covid-19 melakukan langkah cepat dengan segera menambah tempat karantina/isoter bagi masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19. Ada dua tempat yang telah disiapkan untuk isoter, yaitu Rusunawa Mess Mahasiswa Unud (di depan Poltek) dengan kapasitas 300 bed dan Hotel Fashion Kuta dengan kapasitas 200 bed. Selain itu telah disiapkan pula isoter di Wisma Pelatihan Kementerian Agama di Desa Gulingan Mengwi kapasitas 35 bed. Hal tersebut terungkap saat rapat penanganan Covid-19 dan isoter di Badung dipimpin langsung Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Sabtu (14/8).

Rapat diikuti Forkopimda Badung, Ketua Majelis Madya Badung, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Badung, Kadis Kesehatan, para camat serta Satgas Penanganan Covid-19 Badung.

Sekda Adi Arnawa menyampaikan, rapat ini bertujuan untuk menindaklanjuti arahan dari Menko Marves terkait kondisi penanganan Covid-19 di Bali dan Badung khususnya. Dalam arahan Menko Marves ditekankan agar daerah berupaya untuk menempatkan masyarakat terkonfirmasi Covid-19 terpusat di isoter dan sebisa mungkin tidak ada istilah isolasi mandiri (isoman). Menindaklanjuti hal tersebut, kata Adi Arnawa, Badung telah menyiapkan dan menambah lokasi isoter. “Kami mengambil langkah cepat berkoordinasi dengan pihak Rektor Unud. Penambahan isoter di Rusunawa Unud dengan kapasitas 300 bed dalam waktu dekat sudah bisa digunakan,” terangnya.

Selain itu Sekda juga sudah berkomunikasi dengan Gubernur Bali untuk difasilitasi tambahan isoter dan Gubernur memberikan tempat di Hotel Fashion Kuta kapasitas 200 bed. “Saat ini kita sudah ada 5 tempat isoter di Badung dan secepatnya berproses untuk dua isoter lagi. Untuk itu kami bersama satgas Covid dan Forkopimda akan berusaha untuk melengkapi sarana prasarana yang dibutuhkan khususnya di Rusunawa Unud. Kami harapkan dengan penambahan tempat isoter ini tidak ada lagi yang terkonfirmasi positif melakukan isoman, harus isoter,” tambahnya seraya mengharapkan setelah kedua tempat tersebut sudah siap, agar masyarakat yang isoman dapat segera diantar ke tempat isoter.

Baca Juga  Sembuh Covid-19 di Denpasar Bertambah 10 Orang, Kasus Meninggal Dunia 1 Orang

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk penanganan Covid-19 di Badung. Mulai dari edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pelaksanaan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), vaksinasi termasuk menyiapkan tempat isoter. Selain itu telah dibentuk tim percepatan tracing dan testing berbasis desa/kelurahan. Kedepan untuk memotivasi aparat desa dan kelurahan dalam penanganan Covid, sekda mempunyai ide untuk melombakan penanganan Covid di tingkat desa kelurahan. “Kita bersama tim akan terus mendorong agar 3M ini menjadi budaya di masyarakat. Selain itu kami akan terus turun ke masyarakat bersama instansi vertikal dan majelis madya memberikan sosialisasi, agar masyarakat dapat membatasi kegiatan keagamaan, untuk menekan penyebaran Covid-19,” imbuhnya. 

Kadis Kesehatan, I Nyoman Gunarta menjelaskan, situasi perkembangan kasus Covid-19 di Badung per 13 Agustus 2021 cukup tinggi, kasus baru 295, kasus aktif 1.908, dirawat di RS 479, isolasi terpusat 478, isoman sebanyak 1.085, sembuh 416, dan meninggal 16 orang. Rencana penambahan isolasi terpusat, selain di Rusunawa Unud dan Hotel Fashion Kuta, telah pula disiapkan Wisma Pelatihan Kementerian Agama di Desa Gulingan Mengwi kapasitas 35 bed. Saat ini pihaknya sedang menyiapkan SDM, sarana prasarana pendukung seperti ambulance, tabung oksigen, serta APD dan kesiapan tempat isolasi. 

Diakui memang masih kesulitan dalam melaksanakan tracing dan testing, hal ini yang menyebabkan masih di level 4 disamping kasus konfirmasi yang masih tinggi. Untuk strategi penguatan pelacakan kontak erat akan dilakukan upaya dengan membentuk tim tracing dan testing (T2) berbasis desa, dengan koordinator perbekel, lurah dan bendesa adat. Melibatkan Babinsa/Bhabinkamtibmas sebagai anggota tim tracing dan testing untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang test, lacak dan isolasi agar masyarakat kooperatif dan mau membuka diri saat dilakukan tracing, mau melakukan test swab antigen di tempat dengan hasil positif masuk karantina terpusat. Hasil swab antigen kontak erat yang negatif, dilakukan isoman, pada hari kelima dilakukan exit test swab PCR. Hasil exit test PCR positif masuk karantina, bila hasil swab PCR negatif bisa beraktifitas. (gs/hb)

Baca Juga  Kasus Positif Covid-19 di Kota Denpasar 3 Orang, Sembuh Bertambah 1 Orang

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  Sebanyak 3 Pasien Covid-19 di Denpasar Sembuh, Kasus Positif Bertambah 10 Orang

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  Kasus Meninggal Dunia Nihil, Sembuh Covid-19 di Denpasar Bertambah 44 Orang

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  Sembuh Covid-19 di Denpasar Bertambah 10 Orang, Kasus Meninggal Dunia 1 Orang

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca