Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

TP PKK Provinsi Bali – OPD Pemprov Sinergi Percepat Vaksinasi untuk Penyandang Disabilitas

BALIILU Tayang

:

de
TERIMA VAKSIN: Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster dan OPD Pemprov Bali menerima bantuan vaksin Sinopharm saat rapat dengan Staf Khusus Presiden, Susilo tentang percepatan vaksinasi penyandang disabilitas bertempat di ruang Rapat Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Rabu (18/8/2021).

Denpasar, baliilu.com – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Bali bersinergi dengan TP PKK Provinsi Bali dalam upaya mempercepat vaksinasi untuk kalangan penyandang disabilitas di Pulau Dewata. Hal ini menyusul diterimanya bantuan vaksin Sinopharm khusus untuk disabilitas dari Presiden Joko Widodo.  

Demikian terungkap saat Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster dan OPD Pemprov Bali menerima bantuan vaksin Sinopharm dan rapat dengan Staf Khusus Presiden, Susilo tentang percepatan vaksinasi penyandang disabilitas bertempat di ruang Rapat Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Rabu (18/8/2021).

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster sangat mengapreasiasi bantuan 11.309 vaksin Sinopharm yang diberikan oleh Presiden RI Joko Widodo untuk disabilitas di Provinsi Bali. Untuk itu, ia berharap agar proses vaksinasi dikebut hingga bisa selesai vaksin dosis kedua pada akhir September mendatang.

“Sekarang sudah pertengahan bulan Agustus, mari kita kebut vaksinasi ini dengan bekerja fokus, lurus dan tulus, sehingga target akhir September bisa tercapai untuk dosis kedua,” ajaknya dalam rapat yang dipimpin Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Bali I Wayan Suarjana.

Alasannya perlu dikebut, menurut Ny. Putri Koster, karena mengingat tanggal kadaluarsa vaksin Sinopharm tinggal sebentar lagi. Yakni, awal bulan Oktober 2021. “Kita gerak cepat, hari ini kita membuat WA grup, kemudian saya minta akhir Agustus data penyandang disabilitas penerima vaksin sudah rampung, sehingga awal September kita bisa suntikkan dosis pertama dan akhir September dosis kedua,” tandasnya.

Selain itu, pendamping orang nomor satu di Bali ini juga menyampaikan, acara vaksinasi bagi penyandang disabilitas bisa sekaligus sebagai ajang penyerahan bantuan beras bagi mereka. Karena menurutnya, banyak penyandang disabilitas yang sangat memerlukan bantuan. “Jadi setelah vaksin mereka mendapat oleh-oleh beras, ini bisa menarik animo mereka untuk divaksin,” terangnya.

Baca Juga  Ny. Putri Koster Jadi Narasumber di Acara Bahagia dan Sejahtera

Lebih lanjut, ia mengatakan akan mengikutsertakan PKK untuk menyosialisasikan kegiatan tersebut di desa-desa, sehingga proses pendataan dapat lebih cepat dan tepat. Ia mengatakan, Pemprov Bali sudah sangat kebut bekerja guna mempercepat capaian vaksinasi. Apalagi  dengan bantuan vaksin ini, ia yakin jangkauan akan lebih luas karena mencakupi masyarakat yang sulit dijangkau.

Sebelumnya Staf Khusus Presiden, Susilo menjelaskan bahwa vaksin Sinopharm tersebut merupakan hibah dari Raja Uni Emirat Arab kepada Presiden Joko Widodo yang akan didistribusikan kepada difabel, khususnya bagi yang berada di zona merah. Menurutnya, total vaksin yang dihibahkan sebanyak 225.006, dan Bali mendapatkan sekitar 11.309 vaksin.

“Target penyandang disabilitas mendapatkan dua dosis vaksin, sehingga sekitar 5.600 penyandang disabilitas di Bali akan mendapatkan hibah vaksin tersebut,” sebutnya, sekaligus mengatakan bahwa vaksin tersebut akan disebar di sekitar 120 puskesmas di Bali.

Selanjutnya OPD Pemrov Bali yang terkait dan TP PKK Provinsi Bali akan bersinergi dalam upaya mempercepat vaksinasi di Bali.

Pada kesempatan itu, Ny. Putri Koster juga berkesempatan menyerahkan cinderamata berupa kain endek bagi Staf Khusus Presiden, Susilo.

Hadir pula dalam rapat, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prov Bali Dewa Gede Mahendra Putra, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, Kepala Pelaksana BPBD Bali I Made Rentin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Prov Bali Putu Anom Agustina serta perwakilan dari Dompet Duafa dan Puspadi Bali. (gs)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

KESEHATAN

Satu Suntikan Vaksin Heksavalen, Gabungkan Enam Perlindungan Penyakit

Bali Jadi Daerah Percontohan Vaksin Heksavalen

Loading

Published

on

By

Vaksin Heksavalen
Balita saat menerima suntikan Vaksin Heksavalen. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Orang tua kini bisa sedikit bernapas lega. Keluhan tentang banyaknya suntikan saat imunisasi dasar pada bayi akhirnya direspons pemerintah dengan meluncurkan Vaksin Heksavalen, inovasi yang menggabungkan enam perlindungan penyakit ke dalam satu suntikan.

Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga wilayah percontohan nasional bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai mengimplementasikan vaksin pada bulan Oktober tahun ini, dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025.

Vaksin Heksavalen memberikan perlindungan terhadap Difteri, Pertusis, TetanusH hepatitis B, Haemophilus Influenzae tipe B (Hib), dan Polio, serta menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menyebut terobosan ini merupakan hasil evaluasi lapangan terhadap berbagai keluhan masyarakat.

“Kami menemukan banyak orang tua mengeluhkan anaknya terlalu sering disuntik saat imunisasi. Kalau dulu dua jenis vaksin disuntikkan terpisah, sekarang cukup satu kali,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).

Menurutnya, pengurangan jumlah suntikan tidak hanya mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi, tetapi juga meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

Selain dari sisi kenyamanan, vaksin kombinasi ini juga menjadi langkah strategis untuk menutup kesenjangan cakupan imunisasi yang sebelumnya kerap muncul antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi.

“Dengan dijadikan satu dosis Heksavalen, cakupannya akan sama. Ini langkah penting agar semua bayi mendapat perlindungan penuh,” jelas dr. Sebawa.

Dari sisi pelaksanaan, pihaknya menambahkan efisiensi juga dirasakan oleh tenaga kesehatan. Pemberian vaksin kini lebih praktis dan efektif, sehingga pelayanan dapat dioptimalkan di berbagai fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik, bidan praktik mandiri, hingga posyandu.

Baca Juga  TP PKK Provinsi Bali Gencar Sosialisasi Bahaya Narkoba terhadap Generasi Muda

“Untuk Kabupaten Buleleng, sasaran awal bayi usia 2 bulan sampai 2 bulan 29 hari sudah terdata sekitar 2.450 bayi,” tambahnya.

Dr. Sebawa berharap, dengan penerapan vaksin Heksavalen ini, pemerintah menargetkan capaian IDL sebesar 95 persen, sekaligus mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat enam penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Pastikan Kesehatan, Dinkes Denpasar Rutin Cek Kesehatan Warga Terdampak Banjir

Published

on

By

SAFARI KESEHATAN: Pelaksanaan safari kesehatan Dinas Kesehatan Kota Denpasar dengan menyasar wilayah terdampak pada Minggu (14/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar terus berupaya memastikan kesehatan warga yang terdampak banjir melalui program Safari Kesehatan yang digelar secara rutin. Giat tersebut dikemas dengan sistem jemput bola yang menyasar titik-titik wilayah terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, AA Ayu Agung Candrawati saat dikonfirmasi Minggu (14/9) menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memantau dan menjaga kesehatan warga yang berada di kantong-kantong pengungsian akibat banjir.

“Sebagai upaya memastikan kesehatan warga terdampak banjir, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan secara rutin menggelar Safari Kesehatan. Pemeriksaan menyasar kantong-kantong pengungsian, dengan menerjunkan Tim Kesehatan Puskesmas yang mewilayahi,” kata Agung Candrawati.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga dan dapat segera mendapatkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan.

“Harapannya dapat memastikan kesehatan warga terdampak,” ujarnya.

Bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, Agung Candrawati mengimbau untuk menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat, atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus di wilayah masing-masing.

“Warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat menghubungi Dinas Kesehatan, Puskesmas terdekat atau Perbekel/Lurah serta Kaling/Kadus,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan Safari Kesehatan, tim kesehatan juga memberikan edukasi dan penyuluhan tentang kesehatan kepada warga terdampak, termasuk cara pencegahan penyakit yang umum terjadi pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit. Selain itu, dilakukan juga distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan dasar untuk mendukung pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian.

Dengan upaya ini, Dinkes Denpasar berharap dapat meminimalisir risiko kesehatan bagi warga terdampak banjir dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Kerja sama antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan pemerintah setempat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kesehatan warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pasca-banjir,” ujarnya. (eka/bi)

Baca Juga  TP PKK Provinsi Bali Gencar Sosialisasi Bahaya Narkoba terhadap Generasi Muda

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Kunjungan Spesialis Obgyn ke Puskesmas, Tingkatkan Keterampilan Nakes untuk Pelayanan Prima bagi Ibu Hamil

Published

on

By

obgyn puskesmas buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng saat intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng intensifkan program Kunjungan Spesialis Obgyn (SPOG) ke Puskesmas yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Program ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan bagi ibu hamil oleh dokter spesialis, tetapi juga bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas dalam memberikan pelayanan prima kepada ibu hamil.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, menjelaskan bahwa melalui kunjungan ini, dokter umum dan bidan di Puskesmas mendapatkan pelatihan langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi dalam hal pemeriksaan kehamilan, deteksi risiko tinggi, serta penggunaan USG dasar.

“Diharapkan setelah mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis, tenaga medis di Puskesmas mampu melakukan pemeriksaan dengan USG secara mandiri. Ini akan sangat membantu dalam deteksi dini risiko kehamilan, sehingga ibu hamil dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak awal,” ujar Budiastawan, Jumat (14/3).

Budiastawan menjelaskan, pada semester pertama, program ini telah dilaksanakan di 16 Puskesmas, dengan setiap Puskesmas memeriksa 10 ibu hamil oleh dokter spesialis. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% ibu hamil mengalami kehamilan berisiko tinggi, terutama akibat kurangnya perencanaan kehamilan, usia di atas 35 tahun, serta anemia.

Dengan adanya peningkatan keterampilan tenaga kesehatan, Puskesmas diharapkan mampu memberikan pelayanan prima secara mandiri, mulai dari deteksi dini, pemeriksaan rutin, hingga penanganan awal bagi ibu hamil. Jika ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, maka rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut akan segera disiapkan.

Selain itu, Budiastawan mengimbau pasangan usia subur untuk merencanakan kehamilan dengan baik, termasuk memperhatikan usia dan kondisi kesehatan sebelum hamil. Bagi ibu hamil, pemeriksaan rutin ke Puskesmas setiap bulan sangat dianjurkan agar potensi risiko dapat terdeteksi sejak dini.

Baca Juga  3 Desa di Nusa Penida Jadi Sasaran Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” TP PKK Provinsi Bali

“Dengan peningkatan keterampilan tenaga medis di Puskesmas, kami berharap ibu hamil dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik, cepat, dan tepat. Langkah ini juga berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah risiko seperti bayi lahir dengan berat badan rendah, gizi buruk, dan stunting,” tutup Budiastawan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca