Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sekda Alit Wiradana Pimpin Rakor MCSP dan SPI di Lima OPD

Dorong Intervensi di 8 Area, Wujudkan Tata Kelola Pemerintah yang Transparan dan Akuntabel

Loading

BALIILU Tayang

:

Sekda Alit Wiradana
RAKOR: Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana saat memimpin pelaksanaan Rapat Koordinasi MCSP dan SPI pada lima OPD yang dipusatkan di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Rabu (12/11). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar untuk melaksanakan intervensi pada delapan area perubahan. Hal ini sebagai upaya untuk mendukung optimalisasi capaian Indeks Monitoring Controlling, Surveipance for Prevention (MCSP) dan Survey Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2025. Demikian diungkapkan Sekda Alit Wiradana saat memimpin pelaksanaan Rapat Kordinasi MCSP dan SPI pada lima OPD yang dipusatkan di Graha Sewakadarma Kota Denpasar, Rabu (12/11).

Adapun kelima OPD tersebut yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik, dan Dinas Pariwisata Kota Denpasar. Pelaksanaan kegiatan tersebut turut dihadiri Kadis DPMPTSP, Ida Bagus Benny Pidada Rurus, Kadisdukcapil, Dewa Gde Juli Artabrata, Kadisperindag, Ni Nyoman Sri Utari, Kadis Pariwisata, Luh Putu Ryastiti, serta pegawai pengampu MCSP dan SPI.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Ida Bagus Alit Wiradana mengapresiasi kerja keras seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, yang telah berhasil meningkatkan indeks MCSP dan SPI Kota Denpasar menjadi yang tertinggi per hari ini. Dimana, angka tersebut terus bergerak dan semoga Kota Denpasar tetap menjadi yang tertinggi.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, yang telah berhasil meningkatkan indeks MCSP dan SPI Kota Denpasar menjadi yang tertinggi. Hal ini menunjukkan komitmen kami dalam mewujudkan tata kelola pemerintah yang transparan dan akuntabel,” ujar Alit Wiradana.

Sekda Ida Bagus Alit Wiradana juga mendorong intervensi di 8 area sebagai upaya mewujudkan tata kelola pemerintah yang transparan dan akuntabel. Sehingga angka tertinggi ini dapat dipertahankan hingga akhir tahun nanti.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Hadiri Festival Gerbang Nusantara Puskor Hindunesia 2025

“Kami akan terus melakukan intervensi di 8 area, kami berharap dengan intervensi ini, kita dapat meningkatkan kualitas tata kelola pemerintah dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Irban V Inspektorat Kota Denpasar, Jarot Agung Iswayudi mengatakan, per November 2025, Indeks Capaian MCSP Kota Denpasar berada pada peringkat 1 secara nasional. Meski demikian, angka tersebut masih bergerak hingga akhir tahun nanti. Sehingga intervensi di 8 area wajib dilaksanakan berkelanjutan, yaitu perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan publik, pengawasan APIP, manajemen ASN, pengelolaan BMD dan optimalisasi pendapatan daerah.

Sementara, terkait dengan SPI, Jarot mengatakan bahwa respons rate lima OPD tersebut terus mengalami peningkatan. Dimana, secara umum dokumen dinyatakan lengkap, renaksi prioritas dan bukti dukung renaksi.

“Saat ini MCPS Kota Denpasar berada di peringkat 1 nasional dengan nilai 87, namun seluruh OPD jangan lengah, segala intervensi harus terus dilaksanakan hingga akhir tahun,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Jadi Warga Bali Pertama Disensus BPS, Gubernur Koster Ajak Krama Bali Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Momentum Menguji Capaian Ekonomi Kerthi Bali, “Before and After”

Loading

Published

on

By

sensus ekonomi bali
PENEMPELAN: Gubernur Bali Wayan Koster saat melakukan penempelan tanda Sensus Ekonomi 2026 pada Senin (Soma Umanis, Sungsang) 8 Juni 2026 sore di Jayasabha, Denpasar. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendukung penuh Sensus Ekonomi 2026 terselenggara di Provinsi Bali dari tanggal 1 Mei – 31 Juli 2026.

Dukungan tersebut disampaikannya usai Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini didata oleh petugas Sensus dan melakukan penempelan tanda Sensus Ekonomi 2026 pada Senin (Soma Umanis, Sungsang) 8 Juni 2026 sore di Jayasabha, Denpasar, yang disaksikan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan.

Gubernur Koster dalam kesempatan itu mengajak seluruh masyarakat Bali agar turut mensukseskan penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026 yang akan memberikan manfaat untuk kepentingan perencanaan pembangunan ekonomi Indonesia pada umumnya dan Bali pada khsusunya.

“Dalam rangka pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, titiang sudah memenuhi kewajiban memberikan data dengan fakta yang baik, jujur dan benar, supaya data yang diperoleh dari hasil Sensus ini betul – betul merupakan data akurat, bisa dimanfaatkan BPS untuk kepentingan perencanaan pembangunan ekonomi di Indonesia, terutama sekali di Provinsi Bali,” ujarnya.

Sebagai Gubernur sekaligus juga sebagai pribadi, lebih lanjut Wayan Koster mengajak seluruh Krama Bali, baik itu pelaku usaha sampai seluruh segmen masyarakat agar menerima dan memberikan data ke tenaga Sensus Ekonomi 2026 yang akan melaksanakan tugas pendataan dari rumah ke rumah sampai ke tempat unit usaha.

Titiang nunas, ngiring sarengin Sensus Ekonomi 2026 ini agar berjalan dengan baik, lancar, dan sukses dengan memberikan data sesuai fakta, agar data yang diperoleh dari semua masyarakat Bali betul – betul akurat, bisa menjadi gambaran nyata untuk perencanaan pembangunan Indonesia, dan Bali pada khususnya,” kata Wayan Koster.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Apresiasi Peluncuran Komitmen Kawasan Rendah Emisi Desa Adat Intaran, Sanur

Gubernur Koster lebih lanjut berharap dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi ini, BPS Provinsi Bali bisa mengembangkan instrumen Sensus dengan melihat karakteristik Pulau Dewata, yang mana Ekonomi Bali 65 persen lebih didominasi oleh sektor Pariwisata.

“Sensus Ekonomi 2026 juga bisa dijadikan momentum untuk menguji capaian Ekonomi Kerthi Bali dengan memiliki 6 sektor unggulan, yang diantaranya meliputi 1) Sektor Pertanian, 2) Sektor Kelautan dan Perikanan, 3) Sektor Industri, 4) Sektor Industri Kecil Menengah (IKM), Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan Koperasi, 5) Sektor Ekonomi Kreatif dan Digital, dan 6) Sektor Pariwisata Berbasis Budaya. Kalau ini bisa dikembangkan, maka kita bisa melihat langsung “before” dan “after” dari Ekonomi Kerthi Bali,” tegas Wayan Koster yang merupakan mantan Dosen Kalkulus, Statistik, Probabilitas, dan Metode Penelitian di Universitas Tarumanagara, Universitas Pelita Harapan sampai di Perguruan Tinggi STIE Perbanas ini.

Kepala BPS Bali: Astungkara Pak Gubernur Koster Pertama Berikan Datanya

Sementara Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan mengungkapkan kegiatan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Bali secara perdana dilakukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

Astungkara, Bapak Gubernur Bali sudah berkenan menyampaikan datanya kepada petugas Sensus,” ujarnya.

BPS dalam kesempatannya juga melaporkan dihadapan Gubernur Bali bahwa Sensus Ekonomi 2026 yang kami selenggarakan setiap 10 tahun sekali ini bertujuan memotret peta dan struktur ekonomi Bangsa Indonesia untuk data perencanaan serta kebijakan pembangunan Pemerintah.

Dalam pelaksanaan di Bali, BPS telah memiliki 3.200 petugas Sensus Ekonomi yang menyebar ke Kabupaten/Kota di Bali. Petugas Sensus ini bersumber dari tenaga dari Desa sampai Mahasiswa, dan petugas yang paling banyak berada di wilayah Kabupaten Badung, Kabupaten Buleleng serta Kota Denpasar.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Lepas Peserta Pekan Daerah KTNA Denpasar

“Selain menyasar segmen rumah tangga, Sensus Ekonomi juga akan mendata pelaku usaha di Bali yang jumlah usahanya mencapai 640 ribu lebih. Kemudian hasil Sensus ini akan diolah secara nasional dan lagi setahun siap dirilis hasilnya,” ungkap Kepala BPS Provinsi Bali, sembari mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster yang telah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

TP Posyandu Bali Perkuat Implementasi 6 SPM Melalui Aksi Sosial di Jembrana

Published

on

By

posyandu bali
AKSOS: Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali saat melakukan kegiatan Aksi Sosial (Aksos) "Membina dan Berbagi" yang digelar di Kabupaten Jembrana, Senin (8/6/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Jembrana, baliilu.com – Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali terus mendorong percepatan implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui kegiatan Aksi Sosial (Aksos) “Membina dan Berbagi” yang digelar di Kabupaten Jembrana, Senin (8/6/2026). Selain memberikan edukasi terkait transformasi Posyandu, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran bantuan sembako kepada para kader Posyandu.

Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi, yakni Wantilan Pura Desa lan Puseh Desa Pekraman Dauhwaru dan Wantilan Pura Desa lan Puseh Desa Pekraman Kerta Jaya, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana. Sebanyak 120 kader Posyandu dari sejumlah desa dan kelurahan mengikuti kegiatan tersebut.

Pengarah Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menegaskan bahwa transformasi Posyandu menjadi lembaga yang menangani enam bidang SPM merupakan langkah strategis dalam mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat. Menurutnya, kader Posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam mendukung pembangunan di tingkat desa melalui pola kerja yang kolaboratif dan terintegrasi.

“Dengan pembagian tugas berdasarkan masing-masing bidang Standar Pelayanan Minimal, berbagai kebutuhan masyarakat dapat diidentifikasi lebih awal dan ditindaklanjuti melalui sinergi antara kader, pemerintah desa, dan perangkat daerah terkait,” ujarnya saat memberikan arahan kepada peserta.

Ia menjelaskan, transformasi Posyandu bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan dasar sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak, ibu, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Selain itu, Posyandu diharapkan mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam berbagai program pemberdayaan di lingkungannya masing-masing.

Lebih lanjut, Putu Anom Agustina menyampaikan bahwa Posyandu saat ini diharapkan menjadi pusat layanan informasi berbasis data yang mampu menangkap dan menampung aspirasi masyarakat. Data yang dihimpun kader Posyandu dapat menjadi dasar bagi pemerintah desa dalam merumuskan program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Hadiri “Piodalan” Padmasana Kantor Perumda Air Minum Kota Denpasar

Menurutnya, Posyandu juga harus mengedepankan pendekatan adaptif dan responsif. Adaptif berarti mampu menyesuaikan pelayanan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan, sedangkan responsif berarti cepat mengidentifikasi permasalahan serta mendorong penyelesaiannya secara terstruktur dan berkelanjutan.

Saat ini, Posyandu telah bertransformasi dari Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang menangani enam bidang SPM, yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali, Made Dwi Dewata, menekankan pentingnya validitas data yang diperoleh kader di lapangan. Menurutnya, seluruh informasi yang berhasil dihimpun akan diverifikasi dan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga mengajak para kader untuk turut aktif menyosialisasikan pengelolaan sampah berbasis sumber kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong terciptanya lingkungan yang bersih sekaligus mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Bali.

Pada kesempatan tersebut, para peserta memperoleh pembekalan mengenai implementasi Program Posyandu 6 SPM sekaligus menerima bantuan berupa 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu untuk masing-masing kader. Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan di Kabupaten Jembrana mencapai 3.600 kilogram beras, 7.200 butir telur, dan 240 kotak susu.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Jembrana, Ny. Ani Setiawarini Kembang Hartawan, mengungkapkan bahwa Kabupaten Jembrana saat ini memiliki 329 Posyandu dengan jumlah kader mencapai 2.648 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 Posyandu telah melaksanakan Program Posyandu 6 SPM.

Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan TP Posyandu Provinsi Bali. Menurutnya, kolaborasi dan pendampingan dari berbagai pihak masih sangat dibutuhkan untuk mempercepat implementasi Program Posyandu 6 SPM di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Lepas Mudik Bersama BUMN PT. Pegadaian Kanwil VII

Melalui kegiatan Aksos Membina dan Berbagi, TP Posyandu Provinsi Bali berharap pemahaman kader terhadap transformasi Posyandu semakin meningkat sehingga mampu memperkuat kualitas pelayanan dasar dan pemberdayaan masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Walikota Jaya Negara Dampingi Kunker Menteri LH Jumhur Hidayat di Denpasar

Tanam Pohon Langka Hingga Dialog, Apresiasi Kawasan Tukad Bindu Sebagai Keberhasilan Komunitas Jaga Lingkungan

Loading

Published

on

By

walikota jaya negara
DAMPINGI MENTERI LH: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat mendampingi Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup (LH) / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat di Kawasan Tukad Bindu, Kelurahan Kesiman, Denpasar, Selasa (9/6). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mendampingi Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup (LH) / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat di Kawasan Tukad Bindu, Kelurahan Kesiman, Denpasar, Selasa (9/6). Dalam kunjungan tersebut, Menteri LH, Jumhur Hidayat bersama jajaran turut menanam pohon langka, yakni cendana, gaharu dan pala serta berdialog bersama komunitas masyarakat peduli lingkungan.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Pejabat Utama Kementerian LH, Kadis DLHK Provinsi Bali, I Made Dwi Arbani, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara (Pusdal LH Bali Nusra) saat ini dijabat oleh Ni Nyoman Santi, Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, Plt. Kadis PUPR Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, komunitas masyarakat peduli lingkungan serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup (LH) / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan bahwa Indonesia memiliki kekayaan local wisdom yang sangat berharga dalam menjaga kelestarian lingkungan, dan salah satu contoh yang patut diapresiasi adalah yang dilakukan oleh Tukad Bindu di Denpasar. Kearifan lokal yang tumbuh dari masyarakat terbukti mampu menjadi fondasi kuat dalam membangun kesadaran kolektif untuk merawat sungai dan lingkungan secara berkelanjutan.

“Model seperti ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat,” ujar Jumhur Hidayat.

Menurutnya, keberhasilan Tukad Bindu menjadi bukti bahwa tata kelola sungai yang baik dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan warga setempat.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Tim Tukad Bindu yang telah berhasil membangun partisipasi masyarakat melalui pendekatan local wisdom dalam tata kelola lingkungan, khususnya pengelolaan sungai. Upaya ini tidak hanya menjaga fungsi ekologis sungai, tetapi juga memperkuat nilai sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat di sekitarnya,” katanya.

Baca Juga  Sekda Alit Wiradana Apresiasi Peluncuran Komitmen Kawasan Rendah Emisi Desa Adat Intaran, Sanur

Jumhur menambahkan bahwa praktik baik yang dikembangkan di Tukad Bindu layak menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. Sehingga apa yang dilakukan di Tukad Bindu dapat diadopsi dan direplikasi oleh berbagai daerah sebagai contoh tata kelola sungai yang berbasis partisipasi masyarakat dan kearifan lokal.

“Pemerintah mendorong lahirnya lebih banyak inisiatif serupa agar pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan selamat datang kepada Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, di Kota Denpasar. Menurutnya, kehadiran Menteri LH menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi Pemerintah Kota Denpasar dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat upaya pelestarian lingkungan.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Menteri Lingkungan Hidup di Kota Denpasar. Kehadiran beliau merupakan bentuk perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap berbagai upaya pelestarian lingkungan yang selama ini kami lakukan bersama masyarakat,” ujarnya.

Jaya Negara menegaskan bahwa kolaborasi dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, serta masyarakat perlu terus dioptimalkan demi menjaga keberlangsungan ekologi dan kelestarian lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi Pak Menteri sudah berkenan menerima usulan, saran, dan masukan dari komunitas peduli lingkungan di Kota Denpasar. Tentu hal tersebut juga akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan bagi kami dalam meningkatkan tata kelola lingkungan ke depan. Dengan sinergi yang kuat, kami optimistis berbagai program pelestarian lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca