Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Sekda Badung Lakukan Penanaman Bibit Kelapa dan Serahkan Bibit Cabai di Desa Adat Sibang Gede Abiansemal

BALIILU Tayang

:

sekda badung
Sekda Wayan Adi Arnawa saat serahkan bibit cabai di Lahan Ketahanan Pangan Desa Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal Badung, Jumat (2/12). (Foto: ist)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung dalam kesempatan ini diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, menghadiri acara penanaman bibit kelapa dan menyerahkan bibit cabai di Lahan Ketahanan Pangan Desa Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal Badung, Jumat (2/12).

Turut hadir dalam kesempatan ini Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana, Camat Abiansemal IB. Putu Mas Arimbawa, unsur Tripika Kecamatan Abiansemal, Perbekel Desa Sibang Gede I Wayan Darmika, Bendesa Adat Sibang Gede, Kelian Subak Yeh dan Kelian Subak Abian Sibang Gede serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya Sekda Wayan Adi Arnawa mengatakan, penanaman bibit kelapa dan penyerahan bibit cabai di Desa Adat Sibang Gede yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian bersama Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) untuk mendorong semua desa agar mendukung ketahanan pangan yang menjadi impian Desa Sibang Gede. Dengan tema “Melalui Pengabdian Masyarakat Perhiptani Badung Bangkit Bersama Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan” sudah bisa mewujudkan dan ini sudah terbukti sesuai fakta di lapangan dan harapan pertanian sudah terbukti menjadi pendorong pariwisata. Oleh karena itu pemerintah sangat mengapresiasi dan dari sisi kondisi di Desa Sibang Gede sudah dipikirkan untuk segera mendorong untuk melombakan semua desa yang ada di Badung.

“Semua lahan-lahan kosong yang tidak bermanfaat agar benar-benar dimanfaatkan untuk ditanami supaya memenuhi kebutuhan pangan kita, karena kita tidak mau terlena hanya dari sektor pariwisata saja. Bagaimana kita sebisa mungkin untuk bergerak dalam sektor pertanian untuk mengantisipasi apa yang dikhawatirkan Bapak Presiden terkait dengan krisis pangan dan krisis energi,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Gugus Perhiptani Putu Rai Parwata mengungkapkan, Perhiptani merupakan organisasi profesi yang bersifat keilmuan, keahlian, persaudaraan dan kemasyarakatan. Dimana keanggotaan meliputi tiga bagian, pertama anggota biasa yang meliputi warga negara indonesia yang telah mendapatkan pendidikan/pelatihan dalam penyuluhan pertanian, kedua anggota luar biasa yang meliputi warga negara indonesia yang berminat dan berperan serta dalam penyuluhan pertanian, dan yang terakhir ketiga anggota kehormatan adalah seseorang yang dipandang berjasa dalam pembangunan ilmu dan kegiatan penyuluhan pertanian serta pengembangan organisasi Perhiptani. Untuk terwujudnya pertanian yang berwawasan agribisnis, penyuluhan pertanian mempunyai kedudukan dan peranan penting dalam pembangunan nasional khususnya pembangunan pertanian.

Baca Juga  Hadiri Gertam Padi di Desa Tibubeneng, Sekda Badung Ajak Krama Subak Bangga Jadi Petani

Lebih lanjut dapat disampaikan, jumlah anggota Perhiptani di Kabupaten Badung sebanyak 57 orang terdiri dari 19 Pegawai PNS, 19 Pegawai P3k, dan 19 orang Tenaga Kontrak. “Harapan kami kepada pemerintah daerah untuk mempercepat proses penyelenggaraan penyuluhan, diperlukan penambahan tenaga penyuluh sehingga terwujud satu desa satu orang penyuluh. Penambahan tenaga seperti penyuluh pertanian, penyuluh peternakan, dan pengamat hama penyakit tanaman minimal satu kecamatan satu pengamat hama, meningkatkan sumber daya penyuluh, serta meningkatkan sarana prasarana penyuluhan,” harapnya.

Adapun bibit yang diserahkan bibit Hortikultura berupa bibit cabai, terong dan tomat sebanyak 15 ribu pohon kepada subak, kelompok tani dan pkk di kecamatan abiansemal, dan penanaman jahe merah, keladi togog, keladi bening serta kelapa daksina di lahan ketahanan pangan desa sibang gede,” ungkapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara”: ASN Peduli Endek, Gerakkan IKM Bali Bangkit

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Dekranasda Bali Fashion Day "Wastra Hitakara" di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Senin (31/8).
HADIRI DBFD: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara” yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Senin (31/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara” menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pelestarian dan pengembangan kain tenun endek Bali dengan melibatkan ASN sebagai pengguna sekaligus konsumen produk IKM lokal. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Senin (31/8), ini juga menjadi ruang promosi bagi produk IKM/UMKM Bali Bangkit.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menegaskan bahwa kebijakan Gubernur Bali mengenai penggunaan busana berbahan endek setiap Selasa dan Jumat, serta penggunaan kain endek secara serentak sebagai bagian dari busana adat pada Kamis, HUT Pemerintah Provinsi Bali, serta rahina Purnama dan Tilem, memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membangun kekompakan dan kerapian ASN.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga warisan budaya leluhur berupa kain tenun tradisional dengan motif khas masing-masing wilayah di Bali. Pada saat yang sama, penggunaan endek secara konsisten diharapkan menciptakan permintaan yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi para perajin, penenun, dan pelaku IKM Bali.

Karena itu, Ny. Putri Koster mengajak ASN tidak berhenti pada penggunaan kain endek, tetapi juga mengambil bagian dalam menggerakkan perekonomian lokal dengan membeli produk IKM Bali Bangkit maupun produk perajin di sentra-sentra endek di wilayah masing-masing.

“Mari kita belajar bersama untuk mencintai produk lokal buatan perajin Bali, perajin yang merupakan saudara kita sendiri. Jika bukan kita yang peduli terhadap warisan leluhur, siapa lagi yang akan menjaganya?” tegas Ny. Putri Koster.

Ia mengingatkan agar masyarakat Bali tidak membiarkan produk kerajinan lokal semakin terpinggirkan akibat membanjirnya produk dari luar Bali yang ditawarkan dengan harga lebih murah.

Baca Juga  Sekda Badung Buka Lomba Tari Rangda dan Mekendang Tunggal

“Jangan sampai produk kita semakin terpinggirkan, bahkan hilang, karena kita lebih memilih membeli dan menggunakan produk troso, yakni produk buatan luar Bali yang didatangkan dan dijual di Bali dengan harga murah,” ujarnya.

Dekranasda Bali Fashion Day merupakan salah satu bagian dari trilogi fashion show Dekranasda Provinsi Bali. Kegiatan ini dirancang tidak semata-mata sebagai pertunjukan busana, tetapi sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan kain tenun endek, kreativitas desainer muda lokal Bali, model busana, koreografi, serta komposisi musik dalam satu panggung.

Melalui kolaborasi tersebut, Dekranasda Provinsi Bali berupaya meningkatkan kualitas dan memperluas penggunaan kain endek sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem industri mode berbasis wastra Bali. Dengan demikian, kain endek tidak hanya lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan mampu berkembang mengikuti kebutuhan serta selera masyarakat.

Dekranasda Bali Fashion Day juga membawa pesan bahwa ASN dapat mengambil peran nyata dalam keberlangsungan IKM/UMKM Bali. Peran tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, yakni menggunakan, membeli, dan turut mempromosikan produk buatan perajin lokal.

Gubernur Bali Wayan Koster, yang turut hadir menyaksikan Dekranasda Bali Fashion Day, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu cara kreatif untuk mempromosikan produk IKM/UMKM sekaligus membangun kebersamaan di lingkungan perangkat daerah.

“Secara khusus, kegiatan ini memberikan kesan tersendiri dalam cara mempromosikan produk IKM/UMKM secara tidak langsung dan memberikan dampak positif bagi penjual maupun produsen. Kegiatan ini sekaligus menggairahkan suasana internal perangkat daerah dan memperkuat kebersamaan. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang terlibat,” ujar Gubernur Koster.

Dekranasda Bali Fashion Day kali ini melibatkan empat perangkat daerah, yakni Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali; Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali; Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali; serta Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali.

Baca Juga  Badung Sosialisasikan Alokasi Anggaran Kelurahan di Kabupaten Badung 2024

Melalui keterlibatan ASN, desainer, perajin, penenun, pelaku IKM/UMKM, serta perangkat daerah, Dekranasda Bali Fashion Day diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pertunjukan busana, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga endek, menghidupkan karya perajin, dan menggerakkan perekonomian Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Penandatanganan Kerja Sama Pemprov Bali, Pemkab Badung dan PT KAI terkait Pengembangan Perkeretaapian

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat penandatanganan kerja sama pengembangan perkeretaapian trem di Gedung Kertasabha, Denpasar, Selasa (1/9/2026).
TANDA TANGAN KERJA SAMA: Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan penandatanganan kerja sama pengembangan perkeretaapian yang dilaksanakan di Gedung Kertasabha, Denpasar, Selasa (1/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menindaklanjuti rencana pengembangan transportasi perkeretaapian di Bali. Moda yang dikembangkan berupa trem listrik berbasis baterai. Trem direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu, Kabupaten Badung. Pengembangan ini diarahkan sebagai salah satu solusi transportasi massal untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di kawasan Badung.

Penandatanganan kerja sama pengembangan perkeretaapian dilaksanakan di Gedung Kertasabha, Denpasar, Selasa (1/9/2026). Hadir Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Direktur Utama PT KAI, CEO Angkasa Pura, Sekda Kabupaten Badung dan pihak terkait lain.

Kerja sama menjadi tindak lanjut atas usulan Pemerintah Provinsi Bali mengenai perbaikan fasilitas dan sistem transportasi di Bali, khususnya Kabupaten Badung.

PT KAI memilih konsep trem, bukan MRT maupun LRT. Trem dinilai lebih sesuai dengan karakteristik dan kondisi Bali. Moda dirancang dengan konsep ramah lingkungan, berbasis teknologi baterai, tingkat kebisingan rendah, berukuran relatif kecil, terintegrasi dengan sistem transportasi lainnya dan menyesuaikan karakteristik dan kearifan lokal Bali. Penggunaan baterai membuat trem tidak membutuhkan kabel listrik di sepanjang jalur.

Rute awal yang dirancang menghubungkan kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, kawasan Canggu, Kabupaten Badung. Panjang trase sekitar 12 kilometer. Jalur dirancang menggunakan dua jalur. Disiapkan area persilangan untuk mendukung kelancaran operasional trem. Lebar trase sekitar 3 meter. Dimensi trem sekitar 2 meter lebih, sehingga relatif kecil dan bahkan lebih kecil dibandingkan bus.

Alasan pengembangan Trem karena Koridor Bandara–Canggu memiliki tingkat mobilitas yang sangat tinggi. Setiap hari diperkirakan terdapat sekitar 150 ribu orang yang bergerak di kawasan tersebut dengan sekitar 80 ribu kendaraan.

Baca Juga  Sekda Badung Hadiri "Closing Ceremony" Bali International Choir Festival 11

Tingginya mobilitas menjadi salah satu pertimbangan utama perlunya moda transportasi massal baru.

Trem diharapkan menjadi alternatif untuk mengurangi kepadatan kendaraan, meningkatkan mobilitas masyarakat, mendukung konektivitas kawasan pariwisata, dan mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Kapasitas dan waktu tempuh, Trem diproyeksikan mampu mengangkut sekitar 15 ribu–20 ribu penumpang dalam kondisi maksimal. Waktu tempuh diproyeksikan sekitar 30 menit. Jeda keberangkatan antartrem dirancang sekitar 10 menit.

Dalam operasional maksimal, kapasitas angkut diproyeksikan mencapai sekitar 60 ribu penumpang per hari. Kapasitas tersebut diharapkan mampu mengakomodasi sekitar 40 persen kepadatan mobilitas pada koridor Bandara–Canggu.

Target pembangunan dan operasional, dimulai groundbreaking ditargetkan Maret 2027 Trase pertama ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. Seluruh jalur hingga Canggu ditargetkan selesai dan beroperasi pada 2029.

Setelah penandatanganan kerja sama, tahapan berikutnya meliputi studi teknis, penyusunan kajian lanjutan, sosialisasi kepada masyarakat, pelibatan desa adat, koordinasi dengan pelaku pariwisata, koordinasi dengan hotel dan akomodasi wisata, serta pelibatan pemangku kepentingan lainnya.

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut kerja sama ini merupakan tindak lanjut atas usulan Kementerian Bappenas dan Pemprov Bali untuk memperbaiki fasilitas dan sistem transportasi. Fokus utama berada pada wilayah Kabupaten Badung, yang menghadapi persoalan kepadatan lalu lintas.

Konsep trem dinilai semakin konkret untuk menjadi salah satu solusi kemacetan, khususnya jalur Bandara–Canggu.

“Pengembangan transportasi harus tetap memperhatikan keunikan Bali, menjaga keindahan Bali, mendukung pariwisata dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat,” tandasnya.

Gubernur Koster menegaskan pembangunan trem tidak boleh mengganggu ekosistem pariwisata Bali. Jalur transportasi harus memperhatikan keberadaan hotel, akomodasi wisata, objek pariwisata, lingkungan, permukiman, dan kehidupan masyarakat sepanjang trase.

“Kenyamanan wisatawan harus tetap dijaga. Keberadaan trem justru diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Bali,” kata Gubernur Koster.

Baca Juga  Badung Sosialisasikan Alokasi Anggaran Kelurahan di Kabupaten Badung 2024

Gubernur Koster mengungkapkan trem dirancang berbeda dengan konsep kereta api konvensional.

Karakter yang ingin ditonjolkan tidak berisik, tidak berukuran besar, ramah lingkungan, menggunakan baterai, menyesuaikan kondisi Bali dan memperhatikan kearifan lokal.

Gubernur menekankan bahwa pengembangan transportasi harus tetap menjaga identitas, budaya, keindahan dan harmoni Bali.

Sementara Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin mengatakan PT KAI menempatkan aspek budaya, lingkungan dan kehidupan masyarakat lokal sebagai pertimbangan sejak tahap perencanaan. Ia mengatakan Bali dipandang sebagai wilayah strategis dengan keluhuran budaya, spiritualitas, jati diri masyarakat dan kehidupan sosial yang khas.

“Infrastruktur transportasi harus dikembangkan secara hati-hati. Kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan identitas dan harmoni Bali,” kata Bobby.

Bobby menjelaskan teknologi dengan baterai dipilih antara lain untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan, mengurangi kebisingan, menjaga kenyamanan masyarakat dan menjaga kenyamanan wisatawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Badung Serahkan Bantuan Rp 1,4 Miliar untuk “Karya Agung” Pitra Yadnya Desa Adat Jimbaran

Published

on

By

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyerahkan dana hibah saat menghadiri Karya Agung Pitra Yadnya Ngaben Massal Desa Adat Jimbaran, Selasa (1/9).
SERAHKAN HIBAH: Bupati Wayan Adi Arnawa menyerahkan dana hibah saat menghadiri “Karya Agung” Pitra Yadnya Desa Adat Jimbaran, Selasa (1/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Krama Desa Adat Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, menggelar Upacara Pitra Yadnya (Ngaben) Sawa Pranawa Madya, Metatah dan Nyekah Massal VII Tahun 2026, Selasa (1/9). Kegiatan keagamaan massal yang rutin dilaksanakan setiap tiga tahun sekali ini menjadi momentum penting dalam menjaga tradisi sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat di tengah perkembangan zaman. Pemerintah Kabupaten Badung memberikan dukungan dan perhatian penuh terhadap pelaksanaan upacara ini sebagai bagian dari komitmen pelestarian budaya warisan leluhur.

Sebagai bentuk dukungan nyata untuk meringankan beban ekonomi warga, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadir langsung dan menyerahkan bantuan dana hibah secara simbolis kepada Manggala Prawartaka sebesar Rp 1,4 miliar lebih. Langkah ini sejalan dengan Keputusan Jero Bendesa Adat Jimbaran Nomor 002 Tahun 2006 tentang pembentukan Prawartaka Ngaben, yang menegaskan fungsi upacara massal dalam memupuk nilai gotong-royong dan meringankan pembiayaan yadnya bagi krama setempat.

Dalam sambrama wacananya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat kebersamaan krama Desa Adat Jimbaran. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Badung saya sangat mengapresiasi semangat krama yang telah bersatu dan bergotong-royong dalam melaksanakan Karya Pitra Yadnya ini. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan rahayu,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Bupati juga berpesan agar masyarakat senantiasa memperkuat persatuan dan semangat menyama braya (persaudaraan). Menurutnya, pelaksanaan Pitra Yadnya tidak hanya memiliki nilai keagamaan yang sakral, melainkan juga instrumen vital dalam membentengi adat dan kebudayaan Bali.

“Melalui kegiatan seperti ini, selain sebagai bentuk bakti kepada leluhur, kita juga secara tidak langsung ikut menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur. Pemkab Badung akan selalu mendukung berbagai kegiatan positif yang dilaksanakan di masyarakat,” tegas Adi Arnawa.

Baca Juga  Sekda Badung Hadiri "Closing Ceremony" Bali International Choir Festival 11

Di samping itu, Bupati Adi Arnawa mengingatkan pentingnya sektor pariwisata bagi Kabupaten Badung, mengingat PAD Badung sebagian besar bersumber dari sektor ini. Pemkab Badung terus melakukan pembangunan ruas jalan baru di beberapa lokasi untuk mengatasi persoalan kemacetan serta melakukan penataan kawasan Pantai Kuta guna meningkatkan kenyamanan wisatawan.

Sementara itu, Manggala Prawartaka I Made Kariasa melaporkan bahwa rangkaian upacara telah berjalan bertahap mulai dari Atur Piuning hingga upakara Ngaskara. Puncak upacara Nyekah dan Memukur dijadwalkan berlangsung pada 3 September 2026. Karya massal tahun ini tercatat diikuti oleh 113 sawa Ngaben Gede, 169 sawa Nyekah, 18 Ngelungah, 42 Ngelangkir, serta 55 peserta Metatah. Upacara sakral ini dipuput oleh Ida Pedanda Made Pemaron, Ida Pedanda Istri Simpangan Manuaba, serta Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Pancering Bhuana.

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Bali I Wayan Disel Astawa, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, anggota DPRD Badung Made Sudira, unsur Tripika Kuta Selatan, Lurah Jimbaran, dan Bendesa Adat Jimbaran. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca