Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Penandatanganan Kerja Sama Pemprov Bali, Pemkab Badung dan PT KAI terkait Pengembangan Perkeretaapian

BALIILU Tayang

:

Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat penandatanganan kerja sama pengembangan perkeretaapian trem di Gedung Kertasabha, Denpasar, Selasa (1/9/2026).
TANDA TANGAN KERJA SAMA: Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan penandatanganan kerja sama pengembangan perkeretaapian yang dilaksanakan di Gedung Kertasabha, Denpasar, Selasa (1/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menindaklanjuti rencana pengembangan transportasi perkeretaapian di Bali. Moda yang dikembangkan berupa trem listrik berbasis baterai. Trem direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu, Kabupaten Badung. Pengembangan ini diarahkan sebagai salah satu solusi transportasi massal untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di kawasan Badung.

Penandatanganan kerja sama pengembangan perkeretaapian dilaksanakan di Gedung Kertasabha, Denpasar, Selasa (1/9/2026). Hadir Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Direktur Utama PT KAI, CEO Angkasa Pura, Sekda Kabupaten Badung dan pihak terkait lain.

Kerja sama menjadi tindak lanjut atas usulan Pemerintah Provinsi Bali mengenai perbaikan fasilitas dan sistem transportasi di Bali, khususnya Kabupaten Badung.

PT KAI memilih konsep trem, bukan MRT maupun LRT. Trem dinilai lebih sesuai dengan karakteristik dan kondisi Bali. Moda dirancang dengan konsep ramah lingkungan, berbasis teknologi baterai, tingkat kebisingan rendah, berukuran relatif kecil, terintegrasi dengan sistem transportasi lainnya dan menyesuaikan karakteristik dan kearifan lokal Bali. Penggunaan baterai membuat trem tidak membutuhkan kabel listrik di sepanjang jalur.

Rute awal yang dirancang menghubungkan kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, kawasan Canggu, Kabupaten Badung. Panjang trase sekitar 12 kilometer. Jalur dirancang menggunakan dua jalur. Disiapkan area persilangan untuk mendukung kelancaran operasional trem. Lebar trase sekitar 3 meter. Dimensi trem sekitar 2 meter lebih, sehingga relatif kecil dan bahkan lebih kecil dibandingkan bus.

Alasan pengembangan Trem karena Koridor Bandara–Canggu memiliki tingkat mobilitas yang sangat tinggi. Setiap hari diperkirakan terdapat sekitar 150 ribu orang yang bergerak di kawasan tersebut dengan sekitar 80 ribu kendaraan.

Baca Juga  Gubernur Koster Sampaikan Permasalahan dan Tantangan Kebudayaan Bali ke Depan, Menurun Budaya sebagai Sumber Nilai-nilai Kehidupan Masyarakat Bali

Tingginya mobilitas menjadi salah satu pertimbangan utama perlunya moda transportasi massal baru.

Trem diharapkan menjadi alternatif untuk mengurangi kepadatan kendaraan, meningkatkan mobilitas masyarakat, mendukung konektivitas kawasan pariwisata, dan mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Kapasitas dan waktu tempuh, Trem diproyeksikan mampu mengangkut sekitar 15 ribu–20 ribu penumpang dalam kondisi maksimal. Waktu tempuh diproyeksikan sekitar 30 menit. Jeda keberangkatan antartrem dirancang sekitar 10 menit.

Dalam operasional maksimal, kapasitas angkut diproyeksikan mencapai sekitar 60 ribu penumpang per hari. Kapasitas tersebut diharapkan mampu mengakomodasi sekitar 40 persen kepadatan mobilitas pada koridor Bandara–Canggu.

Target pembangunan dan operasional, dimulai groundbreaking ditargetkan Maret 2027 Trase pertama ditargetkan mulai beroperasi pada 2028. Seluruh jalur hingga Canggu ditargetkan selesai dan beroperasi pada 2029.

Setelah penandatanganan kerja sama, tahapan berikutnya meliputi studi teknis, penyusunan kajian lanjutan, sosialisasi kepada masyarakat, pelibatan desa adat, koordinasi dengan pelaku pariwisata, koordinasi dengan hotel dan akomodasi wisata, serta pelibatan pemangku kepentingan lainnya.

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut kerja sama ini merupakan tindak lanjut atas usulan Kementerian Bappenas dan Pemprov Bali untuk memperbaiki fasilitas dan sistem transportasi. Fokus utama berada pada wilayah Kabupaten Badung, yang menghadapi persoalan kepadatan lalu lintas.

Konsep trem dinilai semakin konkret untuk menjadi salah satu solusi kemacetan, khususnya jalur Bandara–Canggu.

“Pengembangan transportasi harus tetap memperhatikan keunikan Bali, menjaga keindahan Bali, mendukung pariwisata dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat,” tandasnya.

Gubernur Koster menegaskan pembangunan trem tidak boleh mengganggu ekosistem pariwisata Bali. Jalur transportasi harus memperhatikan keberadaan hotel, akomodasi wisata, objek pariwisata, lingkungan, permukiman, dan kehidupan masyarakat sepanjang trase.

“Kenyamanan wisatawan harus tetap dijaga. Keberadaan trem justru diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Bali,” kata Gubernur Koster.

Baca Juga  Gubernur Koster Dukung ICANN87 Digelar di Bali

Gubernur Koster mengungkapkan trem dirancang berbeda dengan konsep kereta api konvensional.

Karakter yang ingin ditonjolkan tidak berisik, tidak berukuran besar, ramah lingkungan, menggunakan baterai, menyesuaikan kondisi Bali dan memperhatikan kearifan lokal.

Gubernur menekankan bahwa pengembangan transportasi harus tetap menjaga identitas, budaya, keindahan dan harmoni Bali.

Sementara Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin mengatakan PT KAI menempatkan aspek budaya, lingkungan dan kehidupan masyarakat lokal sebagai pertimbangan sejak tahap perencanaan. Ia mengatakan Bali dipandang sebagai wilayah strategis dengan keluhuran budaya, spiritualitas, jati diri masyarakat dan kehidupan sosial yang khas.

“Infrastruktur transportasi harus dikembangkan secara hati-hati. Kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan identitas dan harmoni Bali,” kata Bobby.

Bobby menjelaskan teknologi dengan baterai dipilih antara lain untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan, mengurangi kebisingan, menjaga kenyamanan masyarakat dan menjaga kenyamanan wisatawan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bawa 243 Orang, Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Area Masalembo

Published

on

By

Infografis Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Masalembo
Infografis Kapal Virgo Transport 8. (Foto: SAR)

Surabaya, Jatim, baliilu.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya memberangkatkan KN SAR 249 Permadi dan Helikopter HR-3601 dalam rangka mendukung pencarian kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak saat dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin, Minggu (13/9).

Kapal Virgo Transport 8 dengan data penumpang 243 orang tersebut diketahui hilang kontak sekitar pukul 01.00 WIB setelah sebelumnya dilaporkan sedang menghadapi kondisi cuaca buruk dalam perjalanan menuju Banjarmasin.

Kantor SAR Banjarmasin yang menerima informasi ini langsung memberangkatkan satu tim rescue menuju Dermaga SAR Basirih pada pukul 04.30 WITA untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju lokasi perkiraan posisi terakhir menggunakan KN SAR Laksmana 241, dengan estimasi waktu tempuh sekitar lima jam.

Guna mendukung upaya pencarian tersebut, Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M. memberangkatkan KN SAR 249 Permadi dari Dermaga Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak pada Minggu (13/9) pukul 08.30 WIB untuk menuju area pencarian Kapal Virgo Transport 8.

“KN SAR 249 Permadi berangkat diawaki oleh 11 orang kru kapal dan membawa 4 orang rescuer Kantor SAR Surabaya juga 2 orang Polairud Polda Jatim” jelas Nanang.

Tidak hanya KN SAR 249 Permadi, Helikopter HR 3601 juga diberangkatkan dari Skuadron 400 Lanudal Juanda pada pukul 08.22 WIB untuk mendukung Kantor SAR Banjarmasin dalam pencarian Kapal Virgo Transport 8. Helikopter dengan lima kru dan 2 rescuer Kantor SAR Surabaya diperkirakan tiba di Banjarmasin sekitar pukul 10.31 WIB dan akan berkoordinasi dengan SAR Mission Coordinator (SMC) operasi SAR ini yakni I Putu Sudayana, S.E., M.A.P., Kepala Kantor SAR Banjarmasin.

Sementara itu, update KM Virgo Transport 8 pada Minggu, 13 September 2026 pukul 11.35 WIB,

Baca Juga  Donasi Sukarela dan Gotong-royong ASN Pemprov Bali Sudah Terkumpul Rp 2,5 M, Gubernur Koster Sumbang Rp 50 Juta

Kapal KM Virgo Transport 8 (RORO) tersebut melakukan perjalanan rute Surabaya ke Banjarmasin yang berangkat Sabtu, 12 September 2026 pukul 10.13 WIB. Kemudian hilang kontak Minggu, 13 September 2026 pukul 02.00 WITA / 01.00 WIB.

Dari informasi SAR bahwa kapal terbalik karena dihantam cuaca buruk yang mengakibatkan kapal miring ekstrem, lalu terbalik. Posisi terakhir kapal: 4°31’51.82″S 114°02’06.88″E — ±80 mil laut dari Banjarmasin (area Masalembo). Total di atas kapal: 243 orang (penumpang + ABK).

Data terkini jumlah korban dan berhasil dievakuasi yakni selamat dievakuasi 115 orang, ditemukan meninggal dunia 1 orang, dan masih dalam pencarian ±127 orang. Masih diverifikasi/diproses 70 orang (data awal).

SAR menginformasikan bahwa angka masih berkembang karena pendataan belum final. Perbedaan angka berasal dari proses verifikasi yang masih berlangsung di lapangan.

Sedangkan kapal yang membantu evakuasi di antaranya TB TCP sebanyak 38 orang, TB Majuhan IX sebanyak 16 orang (15 selamat + 1 meninggal) dan MV Handa sebanyak 32 orang.

Tim SAR Gabungan yang dikerahkan yakni KN SAR Laksmana 241 (Banjarmasin), KN SAR 249 Permadi + helikopter (Surabaya), Helikopter Dauphin AS 365 N3+ dari Lanudal Juanda, dan Posko keluarga: Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya & Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin melalui SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana menyampaikan bahwa pencarian akan dilakukan secara optimal dengan melibatkan seluruh unsur terkait. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Buka Pangkung Karung Kite Festival III, Dorong Tabanan Jadi Titik Kumpul Komunitas

Published

on

By

Bupati Sanjaya Buka Pangkung Karung Kite Festival III
BUKA PKKF 2026: Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat membuka Pangkung Karung Kite Festival III Tahun 2026 di Area Subak Serongga, Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan, Minggu (13/9). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendukung pelestarian adat, budaya, dan kreativitas masyarakat kembali diwujudkan melalui kehadiran Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya sekaligus membuka Pangkung Karung Kite Festival III Tahun 2026 di Area Subak Serongga, Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan, Minggu (13/9). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan permainan tradisional sekaligus mendorong aktivitas positif yang mampu menggerakkan masyarakat dan perekonomian lokal.

Pembukaan festival turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta anggota, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, para kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Kerambitan bersama unsur Forkopimcam, Perbekel Desa Pangkung Karung, Ketua Pelangi Tabanan, serta para peserta festival. Sejak pagi, Area Subak Serongga telah dipadati antusiasme masyarakat dan peserta yang datang untuk mengikuti maupun menyaksikan festival layang-layang yang telah memasuki penyelenggaraan tahun ketiga.

Tahun ini, sebanyak 920 peserta dari Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar, Jembrana, dan Kota Denpasar turut ambil bagian dalam perlombaan. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah tersebut menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat Bali terhadap permainan tradisional layang-layang, sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan budaya di tingkat desa mampu menjadi ruang berkumpul bagi berbagai komunitas.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia, tokoh masyarakat, serta para pemekas di Desa Dinas dan Desa Adat Pangkung Karung yang telah konsisten menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, jumlah peserta yang hampir mencapai seribu orang menjadi bukti bahwa festival ini memiliki daya tarik yang kuat dan mampu menghadirkan masyarakat dari berbagai kabupaten/kota ke Tabanan.

“Saya memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia, para tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan Pangkung Karung Kite Festival ini. Kehadiran peserta dari berbagai kabupaten dan kota menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki daya tarik yang luar biasa. Ribuan masyarakat datang ke Desa Pangkung Karung, dan tentu ini menjadi kebanggaan bagi kita sebagai masyarakat Tabanan,” ujar Bupati Sanjaya.

Baca Juga  Pemkab Badung dan Asosiasi Pariwisata Sepakat Wujudkan Tata Kelola Pariwisata Berkualitas

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan terus membuka ruang bagi berbagai komunitas untuk menjadikan Tabanan sebagai tempat berkumpul dan melaksanakan kegiatan positif. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan karakter masyarakat Tabanan yang terbuka dan ramah terhadap masyarakat dari berbagai daerah.

“Kami ingin Tabanan menjadi salah satu titik berkumpul bagi berbagai komunitas, baik komunitas layang-layang, mancing, otomotif, maupun komunitas lainnya. Silakan datang dan berkegiatan di Tabanan. Pemerintah bersama masyarakat Tabanan tentu sangat terbuka dan menyambut kehadiran masyarakat dari berbagai daerah. Inilah bagian dari keramahan dan semangat kebersamaan yang kita miliki,” ungkapnya.

Menurut Bupati Sanjaya, kegiatan yang mampu menghadirkan masyarakat dari berbagai daerah tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan. Lebih dari itu, festival layang-layang menjadi ruang untuk mempertahankan hobi, budaya, kearifan lokal, serta nilai gotong royong yang diwariskan secara turun-temurun.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mampu menghidupkan perekonomian masyarakat, terutama UMKM di sekitar lokasi. Membuat sebuah layang-layang hingga dapat diterbangkan tinggi membutuhkan proses yang panjang, kreativitas, kerja sama, dan gotong royong. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga,” jelasnya.

Bupati Sanjaya berharap Pangkung Karung Kite Festival dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun dan berkembang menjadi event yang mampu menarik lebih banyak pecinta layang-layang, bahkan hingga tingkat dunia. Ia juga mengapresiasi pemanfaatan hamparan persawahan sebagai lokasi kegiatan yang sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Pangkung Karung Kite Festival III, I Wayan Arjawa, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, khususnya Bupati Sanjaya, terhadap pelestarian permainan tradisional layang-layang. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar sebagai wadah pelestarian permainan tradisional, mempererat tali silaturahmi antarwarga, serta menumbuhkan kreativitas dan sportivitas generasi muda.

Baca Juga  Gladi Bersih PKB XLVIII, Bupati Adi Arnawa Apresiasi Taman Penasar Duta Badung

Dalam festival ini, terdapat 17 kategori layangan yang dilombakan dengan penilaian secara objektif oleh dewan juri. Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga menyiapkan dua piala bergilir Desa Pangkung Karung, piagam penghargaan bagi para juara, satu piala bagi pengirim peserta terbanyak, serta enam piala untuk masing-masing kategori dan penghargaan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

HUT Ke-47 STT Widya Dharma Banjar Sayan, Bupati Adi Arnawa Tekankan Pendidikan dan SDM Unggul

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa Hadiri HUT Ke-47 STT Widya Dharma
HADIRI HUT STT: Bupati Adi Arnawa saat menghadiri puncak HUT Ke-47 STT. Widya Dharma, Banjar Sayan Baleran, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Sayan, Desa Werdi Bhuwana, Mengwi, Sabtu (12/9). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan pembangunan daerah tidak boleh hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi dan fisik. Kemajuan harus beriringan dengan penguatan sumber daya manusia (SDM) serta pelestarian adat dan budaya Bali.

Hal itu disampaikan Bupati Adi Arnawa saat menghadiri puncak HUT Ke-47 Sekaa Teruna Teruni (STT) Widya Dharma, Banjar Sayan Baleran, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Sayan, Desa Werdi Bhuwana, Mengwi, Sabtu (12/9). Acara dihadiri Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel Werdi Bhuwana I Ketut Sadia Wijaya, Bendesa Adat I Made Bangur, serta tokoh masyarakat setempat.

Di hadapan generasi muda, Bupati menempatkan pendidikan sebagai investasi strategis agar masyarakat Badung mampu menjadi pelaku utama pembangunan di tengah berkembangnya pariwisata. “Buat apa infrastruktur kita hebat, tetapi kita tidak menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri. Untuk mewujudkannya, satu-satunya jalan adalah menyiapkan SDM unggul,” tegas Adi Arnawa.

Guna mendukung hal itu, Pemerintah Kabupaten Badung memperkuat akses pendidikan lewat sekolah gratis jenjang SD hingga SMA/SMK, termasuk swasta. Langkah konkret ini diperluas dengan penyediaan beasiswa S1 hingga wisuda bagi kelompok prioritas.

“Mulai tahun 2026 ini, kami memberikan bantuan beasiswa S1 gratis selama 4 tahun sampai wisuda bagi anak petani, warga kurang mampu, hingga anak ketiga dan keempat,” ujarnya.

Kebijakan ini memiliki dimensi sosial dan kultural. Melalui organisasi Sekaa Teruna, ia mengingatkan pemuda agar tidak sekadar mengejar orientasi ekonomi, melainkan memanfaatkannya sebagai ruang belajar kepemimpinan dan pengabdian.

“Mumpung masih ada kesempatan, belajar! Jangan cepat-cepat berpikir hanya mencari uang. Berorganisasi di Sekaa Teruna adalah tempat belajar mempersiapkan diri menjadi generasi penerus adat dan budaya Bali,” ucap Bupati.

Baca Juga  Gubernur Koster Targetkan Bali Bebas Pembangkit Tenaga Fosil, PLTS Jadi Andalan Menuju Net Zero Emission 2045

Lebih lanjut, Adi Arnawa memaparkan bahwa pariwisata Badung tidak terpisahkan dari budaya Bali. Penguatan generasi muda krusial untuk menjaga keberlanjutan tersebut di tengah tantangan daerah saat ini.

“Seperti diketahui, saya saat ini sedang fokus ke infrastruktur untuk memperkuat konektivitas sekaligus menjawab persoalan kemacetan yang berpotensi mempengaruhi daya saing pariwisata. Kita semua tahu bahwa Kabupaten Badung ini hidup dari sektor pariwisata, dan tantangan di depan mata adalah isu kemacetan tersebut,” jelasnya.

Selain fisik, Pemkab Badung memperkuat program sosial yang humanis, mulai dari perhatian terhadap penyandang disabilitas, lansia, hingga penguatan desa adat. “Pembangunan tidak hanya berbicara tentang jalan dan infrastruktur, tetapi bagaimana pemerintah hadir memberikan manfaat dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua STT Widya Dharma I Made Untung Wistika mengapresiasi dukungan dari pemerintah. Ia berharap organisasi pemuda ini bisa terus menjadi wadah kreativitas, inovasi, dan pengabdian generasi muda. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca