Thursday, 22 February 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

KESEHATAN

Sekda Dewa Indra Tegaskan Virus Corona Belum Masuk Bali

BALIILU Tayang

:

de
SEKDA DEWA INDRA: Gelar rapat antisipasi, sikapi kekhawatiran atas penyebaran virus corona, Senin (27/1/2020). (Foto:Ist)

Denpasar, baliilu.com – Menyikapi kekhawatiran atas penyebaran virus corona, Pemerintah Provinsi Bali menggelar rapat membahas langkah antisipasi pencegahan penyakit yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Tiongkok itu. Rapat yang dipimpin Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra di Ruang Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Senin (27/1/2020) melibatkan unsur kesehatan kabupaten/kota, pariwisata, keamanan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sebagai garda terdepan yang bertugas mendeteksi wisatawan yang masuk ke Bali.

Dalam kesempatan itu, Dewa Indra yang didampingi Kadis Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjana menegaskan bahwa hingga saat ini virus corona belum terdeteksi masuk Bali. Ia pun menyayangkan simpang siurnya pemberitaan yang menyebut keberadaan pasien suspect corona. “Inilah yang harus kita pahami bersama, jangan sembarangan nyebut suspect. Sebab secara medis untuk menyebut suspect ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi. Selain menunjukkan gejala fisik berupa demam, batuk, pilek nyeri tenggorokan dan pneumonia, seorang bisa disebut suspect corona bila punya riwayat ke China atau wilayah/negara yang terjangkit dalam waktu 14 hari sebelum timbul gejala. Selain itu, yang bersangkutan sempat kontak dengan kasus terkonfirmasi corona atau mengunjungi fasilitas kesehatan di negara dimana infeksi corona telah dilaporkan.

Meski hingga saat ini virus baru dengan kode 2019-nCoV belum terdeteksi masuk Bali, namun pihaknya tetap menyiapkan langkah pengendalian dan tata laksana penanganan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan. Saat ini ada sejumlah rumah sakit rujukan untuk penanganan corona yaitu RSUP Sanglah, RS Sanjiwani Gianyar dan Rumah Sakit Tabanan.

Pada bagian lain, Sekda Dewa Indra juga menyampaikan keprihatinan atas kemunculan virus baru yang beberapa pekan terakhir menyita perhatian dunia internasional. Bagi Daerah Bali, kemunculan penyakit ini tak hanya mengkhawatirkan dari sudut pandang kesehatan, namun akan berdampak pula bagi sektor pariwisata. Oleh sebab itu, Dewa Indra menekankan pentingnya optimalisasi upaya pencegahan agar penyakit ini jangan sampai masuk Bali. “Kita perketat pengawasan di pintu-pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan,” ucapnya. Selain itu, ia sangat mengharapkan kerjasama media agar memberitakan kasus ini secara proporsional. Untuk mengatur lalu lintas informasi agar tidak simpang siur, Sekda Dewa Indra menunjuk Kadis Kesehatan Bali Ketut Suarjaya sebagai juru bicara yang bertugas memberi informasi terkait perkembangan virus corona di Daerah Bali.

Sementara itu, Kadiskes Bali dr. Ketut Suarjaya memaparkan situasi global virus corona hingga 25 Januari 2020 dengan jumlah kasus mencapai 1.320 dan telah tersebar di sejumlah negara yaitu China, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Vietnam, Australia, Nepal, Perancis dan Amerika Serikat. “Seluruh kasus yang terdata pernah ada riwayat perjalanan ke Wuhan. Bahkan perkembangan terakhir yang saya pantau semalam, kasusnya sudah mencapai 2019, tersebar di 14 negara,” imbuhnya. Suarjaya menyebut, hingga saat ini belum ada vaksin untuk virus corona karena memang baru ditemukan tahun 2019. “Pengobatan yang dilakukan bersifat supportif sesuai dengan gejala yang ada,” tambahnya. Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi hal yang sangat penting untuk dioptimalkan saat ini. Terkait dengan upaya pencegahan, KKP Kelas I Denpasar telah menyiagakan thermal scanner di pintu masuk bandara dan pelabuhan. (*/balu1)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KESEHATAN

Pemkot Gelar Vaksinasi, Sterilisasi dan Konsultasi Gratis untuk HPR

Published

on

By

vaksinasi gratis di lapangan lumintang denpasar
VAKSINASI: Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana saat meninjau vaksinasi rabies untuk hewan peliharaan dan sterilisasi gratis, Selasa (20/2) di Parkir Utara Lapangan Lumintang. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Serangkaian HUT ke-236 Kota Denpasar, Dinas Pertanian Kota Denpasar bekerjasama dengan Yayasan BAWA (Bali Animal Welfare) dan Seva Buana menggelar vaksinasi rabies untuk hewan peliharaan dan sterilisasi gratis, Selasa (20/2) di Parkir Utara Lapangan Lumintang.

Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana hadir meninjau pelaksanaan vaksinasi rabies yang tampak sejak pagi telah dihadiri masyarakat membawa binatang kesayangan, serta melaksanakan pendaftaran yang telah dimulai pada Pukul 09.00 Wita.

Sekda Alit Wiradana didampingi Kadis Pertanian, AA Gede Bayu Brahmasta didampingi Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ni Made Suparmi menjelaskan, pelaksanaan pelayanan vaksinasi rabies seperti anjing, kucing dan kera/monyet dalam rangka memperingati HUT ke-236 Kota Denpasar, dimana kegiatan dilaksanakan selama dua hari, dari tanggal 20-21 Februari 2024.

Kadis Pertanian, AA Gede Bayu Brahmasta menambahkan kegiatan vaksinasi ini untuk mengantisipasi Hewan Pembawa Rabies (HPR), serta mendukung terciptanya kesehatan hewan yang berkelanjutan di Kota Denpasar, dengan target 90% dari populasi HPR akan tervaksinasi.

“Vaksinasi rabies ini dilaksanakan untuk memastikan kesehatan HPR dan bebas rabies di Kota Denpasar,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, hasil dari pelaksanaan vaksinasi pada hari pertama yakni sebanyak 75 ekor anjing dan 12 ekor kucing. Terdapat pula sejumlah 20 ekor anjing dan 1 ekor kucing melakukan konsultasi kesehatan dan 25 ekor anjing dan 3 ekor kucing dilakukan sterilisasi.

“Kami berharap masyarakat Kota Denpasar yang memiliki hewan kesayangan dapat memanfaatkan layanan vaksinasi rabies gratis ini serta dapat menghubungi Distan Kota Denpasar Bidang Kesehatan Hewan, atau dapat melihat jadwal di masing-masing desa/kelurahan,” ujarnya. (eka/bi)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Deteksi Kanker Sejak Dini, Ny. Antari Jaya Negara Ajak Para Wanita Rutin Lakukan Test IVA

Published

on

By

gebyar test iva denpasar
GEBYAR IVA TEST: Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat meninjau pelaksanaan Gebyar IVA Test  yang diinisiasi Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan, bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI), yang digelar di Puskesmas Pembantu Penatih, pada Senin (19/2) pagi.  (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menyerukan ajakan untuk mengikuti pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test, sebagai sebuah langkah deteksi awal kanker serviks, kepada para wanita.

Hal ini diungkapkan Antari Jaya Negara saat meninjau pelaksanaan Gebyar IVA Test yang diinisiasi Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan, bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI), yang digelar di Puskesmas Pembantu Penatih, pada Senin (19/2) pagi.

Hadir mendampingi saat peninjauan itu, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ayu Agung Candrawati.

“Saya mendorong kepada para wanita di Kota Denpasar untuk mau ikut pemeriksaan ini, sebagai upaya untuk mencegah terjangkitnya kanker tersebut dalam tubuh kita,” ungkapnya.

Selain itu, Antari Jaya Negara juga mengimbau, para wanita agar secara rutin melakukan test SADARI untuk deteksi kanker pada payudara. “Upaya lain yang kita bisa lakukan adalah test SADARI, yakni untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini,” lanjut Antari Jaya Negara.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ayu Agung Candarawati memaparkan, penyelenggaraan Gebyar IVA ini adalah sinergitas dengan Yayasan Kanker Indonesia yang digagas untuk memperingati Hari Kanker Sedunia.

“Tema Hari Kanker Sedunia tahun ini adalah Close the Care Gap yang artinya akhiri kesenjangan perawatan penderita kanker. Kita bekerjasama dengan YKI agar bisa memfasilitasi pemeriksaan bagi para wanita,” kata dr. Candrawati.

Selebihnya, dr. Candrawati juga menyampaikan, agar para wanita tetap menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mengurangi konsumsi makanan siap saji, serta penggunaan bahan kimia di area organ vital wanita. (eka/bi)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

KESEHATAN

Harap Pertahankan Predikat WBBM, Menteri PAN-RB RI Tinjau Langsung RS Mata Bali Mandara

Published

on

By

mata
TINJAU RS: MenPAN RB Abdullah Azwar Anas saat meninjau langsung RS Mata Bali Mandara, Denpasar pada Selasa (5/12) siang. (Foto: Hms Pemprov)

Denpasar, baliilu.com – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abdullah Azwar Anas mengharapkan jajaran pimpinan, pengelola serta karyawan Rumah Sakit Mata Bali Mandara bisa mempertahankan Predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dari Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. “Saya harap RS Mata Bali Mandara kedepannya bisa mempertahankan predikat ini,” kata MenPAN RB saat meninjau langsung RS Mata Bali Mandara, Denpasar pada Selasa (5/12) siang.

MenPAN-RB sendiri mengatakan untuk mencapai predikat tersebut diperlukan usaha yang tidak mudah, dengan berbagai proses penilaian serta survei yang dilakukan secara bertahap hingga akhirnya predikat tersebut bisa diberikan kepada suatu instansi. Predikat tersebut menunjukkan pula bahwa instansi terkait melaksanakan reformasi birokrasi dengan sangat baik, dengan telah memenuhi sebagian besar kriteria proses perbaikan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. “Untuk itu saya ucapkan selamat dan mudah-mudahan hal ini bisa menjadi contoh bagi Rumah Sakit ataupun instansi lainnya,” tukas MenPAN-RB.

Dalam kunjungannya MenPAN-RB Azwar Anas mencoba langsung sejumlah layanan yang diberikan RS Mata Bali Mandara  salah satunya adalah sistem pendaftaran mandiri (KIOSK).  Sistem ini membuat pasien tidak perlu mengantri di loket pendaftaran karena pasien dapat melakukan pendaftaran di anjungan pendaftaran mandiri dengan menscan kartu berobat dan memilih dokter yang akan dikunjungi.

Direktur RS Mata Bali Mandara Provinsi Bali dr. Ni Made Yuniti dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan kepada MenPAN-RB pelayanan RSMBM telah mengimplementasikan smart hospital yang terdiri dari digitalisasi layanan, manajemen dan juga digitalisasi pengawasan yang terintegrasi. “Digitalisasi pelayanan dilakukan mulai dari pendaftaran online, e-rekam medis, e-resep, dan e-payment. Untuk proses pengawasan dan pengendalian, RS Mata Bali Mandara melakukan digitalisasi berupa SIPRIMA yang berfungsi untuk proses manajemen risiko, SI EDIS CETAR untuk proses SPJ, SISMADAK untuk pemantauan indikator mutu serta SIKEDOK dan SIKIPER yang digunakan untuk evaluasi kinerja dokter dan perawat,” jelasnya.

Nampak pula dalam kesempatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra,  Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Bali, Ketut Nayaka, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom serta Plt Direktur RSUD Bali Mandara dr. Ketut Suarjaya. (gs/bi)

Advertisements
ucapan Natal dan Tahun Baru
Advertisements
imlek
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca