Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Seminar Internasional “Zero Waste” Rangkaian “CityNet Executive Committee Meeting”

Walikota Jaya Negara Harapkan Harmoni dan Kearifan Lokal Menginspirasi Gerakan Kota Tanpa Limbah

Loading

BALIILU Tayang

:

Walikota Jaya Negara
SEMINAR: Pembukaan Seminar Internasional bertajuk “Zero Waste and Circular Economy” yang diikuti oleh delegasi dari berbagai kota anggota jaringan CityNet se-Asia Pasifik, Senin (27/10), berlangsung di Bali Beach Convention Center, Sanur. (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Asia-Pacific International Seminar on Zero Waste menjadi rangkaian pembuka CityNet Executive Committee Meeting Ke-45 Tahun 2025, yang digelar di Bali Beach Convention Center, Sanur, pada Senin (27/10).

Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, hadir langsung dalam seminar yang diikuti oleh delegasi dari berbagai kota anggota jaringan CityNet se-Asia Pasifik. Turut hadir pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Rangkaian acara ditutup dengan pemukulan kul-kul sebagai simbol harmoni dan kebersamaan.

Dalam sambutannya, Walikota Jaya Negara mengajak para peserta untuk merenungkan filosofi keseimbangan hidup dan rasa hormat terhadap alam sebagai nilai yang telah menjadi napas masyarakat Bali selama berabad-abad.

“Udara pagi Denpasar selalu dimulai dengan aroma dupa dari canang yang perlahan naik di depan rumah warga sebagai tradisi kecil penuh makna untuk merenungkan filosofi keseimbangan hidup dan rasa hormat terhadap alam, nilai yang telah menjadi napas masyarakat Bali,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada CityNet Secretariat serta Zero Waste Foundation yang telah mempercayakan Denpasar sebagai tuan rumah forum strategis ini.

Walikota Jaya Negara menegaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar wacana teknis, melainkan seruan moral untuk perubahan. Menurutnya, filosofi Zero Waste harus berakar dari kesadaran kecil dan kebiasaan sehari-hari dalam menghormati alam, sebagaimana nilai yang terkandung dalam Tri Hita Karana yakni keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

“Kearifan lokal adalah fondasi inovasi global. Denpasar ingin menunjukkan bahwa kota budaya juga bisa menjadi kota berkelanjutan,” tegasnya.

Jaya Negara juga menyinggung bahwa Denpasar, seperti banyak kota lain di Asia Pasifik, baru-baru ini diingatkan oleh alam melalui peristiwa banjir. Jaya Negara menyebut kejadian tersebut bukan sekadar ujian, melainkan pengingat bahwa keseimbangan alam tidak dapat dinegosiasikan.

Baca Juga  Maskot dan Jingle Pilwali Resmi Diluncurkan KPU Denpasar

“Menjaga lingkungan bukanlah pilihan, tetapi keharusan moral dan tanggung jawab bersama. Daya tahan kota tidak hanya dibangun melalui infrastruktur, melainkan juga melalui kesadaran, perubahan perilaku, dan kebijakan yang berpihak pada alam,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa turut memaparkan berbagai inisiatif nyata Pemerintah Kota Denpasar dalam mendukung prinsip Zero Waste. Program tersebut mencakup pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat rumah tangga, penguatan bank sampah komunitas, serta pengembangan ekonomi sirkular yang melibatkan generasi muda.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat jejaring, memperluas kolaborasi, dan menyalakan semangat baru membangun kota tanpa limbah. Dari Denpasar, mari kita belajar, berbagi, dan bergerak bersama mengubah kebiasaan menjadi gerakan, gerakan menjadi kebijakan, dan kebijakan menjadi budaya,” ujar Arya Wibawa.

Puncak kegiatan ditandai dengan peluncuran Call to Action for Zero-Waste Cities, sebuah komitmen bersama para pemimpin kota anggota CityNet untuk membangun kota yang berdaya tahan, berbudaya bersih, dan berkelanjutan.

Dalam sesi peluncuran Call to Action for Zero-Waste Cities, tiga perwakilan negara anggota CityNet membacakan deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen global menuju kota tanpa limbah.

Perwakilan Sri Lanka, Walikota Yraie Cally Balthazar dari Dewan Kota Kolombo, menyampaikan bahwa kota-kota adalah penggerak kemajuan global, namun juga menjadi penghasil sebagian besar limbah dunia.

“Sebagai pusat inovasi dan peluang, kami memiliki kekuatan sekaligus tanggung jawab untuk memimpin transisi menuju masyarakat tanpa sampah,” ujarnya.

Dari Filipina, Walikota Ronnie Dadivas dari Roxas City menegaskan bahwa pendekatan Zero Waste menawarkan jalan menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan tangguh mengurangi polusi, menekan emisi, melestarikan sumber daya, serta menciptakan lapangan kerja hijau.

Baca Juga  Siswa SD di Denpasar Dikenalkan Muatan Lokal Mesolah dan Megending

Sementara itu, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menutup deklarasi dengan menegaskan pentingnya tindakan nyata lintas negara.

“Ini menjadi seruan kita bersama untuk bertindak dengan penuh urgensi, memimpin dengan keberanian, dan mentransformasi kota-kota kita demi bumi dan generasi yang akan datang. Dari Denpasar, tanah yang penuh harmoni, pesan moral itu bergema dari kearifan lokal menuju inspirasi global demi masa depan yang bersih, berbudaya, dan berkelanjutan,” pungkas Jaya Negara. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bupati Sanjaya Terima Kunjungan Dubes RI untuk Yunani

Published

on

By

Bupati Sanjaya terima kunjungan Dubes RI untuk Yunani
TERIMA KUNJUNGAN: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menerima kunjungan Duta Besar Republik Indonesia untuk Yunani, Bebeb Abdul Kurnia Nugraha Djundjunan, di Kantor Bupati Tabanan, Jumat (23/10). (Foto: gs/bi)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menerima kunjungan Duta Besar Republik Indonesia untuk Yunani, Bebeb Abdul Kurnia Nugraha Djundjunan, di Kantor Bupati Tabanan, Jumat (23/10). Pertemuan tersebut membahas penjajakan kerja sama sister city, pemasaran produk unggulan daerah, serta peluang pengembangan sumber daya manusia melalui penempatan pekerja migran Indonesia secara resmi di Yunani.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekda dan Asisten serta Perangkat Daerah terkait, Sekretaris Kedutaan Besar RI di Athena Alfan Attariq, serta perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Denpasar, Mitra Training Center (MTC) Internasional, dan mitra usaha lainnya guna membahal hal lebih lanjut. Penjajakan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi yang sesuai dengan potensi Tabanan dan kebutuhan kedua pihak.

Di kesempatan itu, Bupati Sanjaya menyampaikan Tabanan terbuka terhadap kerja sama internasional yang dapat memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kabupaten Tabanan dikatakannya memiliki potensi pertanian berupa beras merah organik, beras hitam, kopi robusta, salak, durian, manggis, kelapa, kakao, serta berbagai komoditas hortikultura dari kawasan Bedugul. Potensi tersebut didukung oleh UMKM yang mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah dan berpeluang menembus pasar internasional.

“Pemerintah Kabupaten Tabanan sangat terbuka untuk menjalin kerja sama dengan mitra di Yunani. Kami berharap pertemuan ini menjadi awal yang baik untuk membangun hubungan yang lebih intensif, baik dalam bentuk sister city maupun kerja sama di bidang pertanian, perdagangan, dan pengembangan sumber daya manusia,” tegas Sanjaya.

Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi pertanian dan perluasan akses pasar tanpa mengabaikan keberlanjutan sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian Tabanan,sehingga dapat mempertahankan perannya sebagai salah satu lumbung pangan Bali. Sebagai referensi, Bupati Sanjaya mencontohkan kerja sama sister city dengan Kota Toyama, Jepang, yang dapat menjadi bahan pembelajaran dalam menjajaki kolaborasi serupa dengan Yunani. Selain itu, peluang di sektor perhotelan dan pariwisata diharapkan dapat mendukung peningkatan keterampilan tenaga kerja asal Tabanan melalui mekanisme penempatan resmi dan perlindungan yang memadai.

Baca Juga  Nekat Buka Lewati Pukul 20.00 Wita, Walikota Peringatkan Satu Pengelola Minimarket

Sementara itu, Dubes RI untuk Yunani, Bebeb Abdul Kurnia Nugraha Djundjunan, menyampaikan, bahwa kunjungan langsung ke daerah penting untuk memahami potensi dan kebutuhan pemerintah daerah. Ia menyebutkan bahwa Indonesia dan Yunani telah menjalin hubungan persahabatan selama sekitar 75 tahun yang dapat terus diperkuat melalui kerja sama ekonomi.

“Kami lebih suka turun langsung ke daerah untuk memahami apa yang dibutuhkan dan potensi yang dimiliki. Dengan demikian, peluang kerja sama yang dikembangkan dapat lebih tepat sasaran. Dari Tabanan, kami melihat potensi produk pertanian, kerajinan, dan furnitur, serta peluang di bidang tenaga kerja, khususnya sektor hospitality,” ungkap Bebeb.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga berharap komunikasi dan koordinasi antarpihak dapat berlanjut pada pemetaan potensi serta perumusan kerja sama yang konkret. Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas pasar produk unggulan daerah, membuka kesempatan kerja, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan tetap memperhatikan kepentingan serta perlindungan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Tim SAR Evakuasi Jenazah Perempuan Tanpa Identitas di Pantai Nyang-Nyang

Published

on

By

Tim SAR evakuasi jenazah di Pantai Nyang-Nyang
EVAKUASI: Tim SAR gabungan mengevakuasi sesosok jenazah perempuan tanpa identitas yang ditemukan di pesisir Pantai Nyang-Nyang, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Sabtu (24/10/2026). (Foto: Hms SAR)

Badung, baliilu.com – Tim SAR gabungan mengevakuasi sesosok jenazah perempuan tanpa identitas yang ditemukan di pesisir Pantai Nyang-Nyang, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Sabtu (24/10/2026). Informasi penemuan jenazah diterima petugas siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 17.20 Wita dari Resana, Kelian Desa Pecatu.

Berdasarkan laporan yang diterima, jenazah tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pemancing di pinggir Pantai Nyang-Nyang sekitar pukul 16.50 Wita. Pemancing kemudian melaporkan penemuan tersebut kepada pihak berwajib dan Kelian Desa Pecatu, yang selanjutnya meminta bantuan evakuasi kepada tim SAR.

Menindaklanjuti laporan tersebut, operator komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar langsung berkoordinasi dengan Kelian Desa Pecatu, Bhabinkamtibmas Pecatu, serta pihak ambulans. Di waktu bersamaan, para personel mempersiapkan peralatan evakuasi dan sekitar pukul 17.40 Wita sebanyak 5 personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

Setengah jam berselang mereka tiba di Pantai Nyang-Nyang, selanjutnya melakukan pembagian tugas, sebelum melakukan proses evakuasi bersama unsur SAR gabungan. Dari ciri-ciri warna kulit, dan wajah diperkirakan jenasah tersebut adalah warga negara asing. Setelah melalui proses penanganan di lokasi, pada pukul 19.30 Wita jenazah berhasil dievakuasi.

“Kita evakuasi kurang lebih 2 jam, dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit Sanglah dengan menggunakan ambulance Yayasan Masjid Alfatah,” terang Wahyu Sidiarta, selalu koordinator lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Hingga proses evakuasi selesai, identitas korban serta waktu dan penyebab pasti kematiannya belum diketahui. Penanganan lebih lanjut diserahkan kepada pihak berwenang sesuai prosedur yang berlaku. Unsur SAR gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi meliputi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Polsek Kuta Selatan, Polair Kuta Selatan, Inafis Polda Bali, Balawista Badung, perangkat Desa Pecatu, serta masyarakat setempat. (gs/bi)

Baca Juga  Maskot dan Jingle Pilwali Resmi Diluncurkan KPU Denpasar

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wawali Arya Wibawa Buka Parade Gong Kebyar dan Baleganjur Se-Kota Denpasar

Wadahi Kreativitas Seni Generasi Muda Lestarikan Budaya Bali

Loading

Published

on

By

Wawali Arya Wibawa buka Parade Gong Kebyar dan Baleganjur
SERAHKAN HADIAH: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyerahkan hadiah usai membuka Parade Gong Kebyar dan Baleganjur se-Kota Denpasar di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Jumat (23/10). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Gelaran tahunan Parade Gong Kebyar dan Baleganjur se-Kota Denpasar secara resmi dibuka Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar, Jumat (23/10). Pembukaan ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan kepada perwakilan peserta yang akan menampilkan kemampuan terbaiknya. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 23–24 Oktober 2026, ini diikuti 16 sekaa, terdiri atas delapan Sekaa Gong Kebyar dan delapan Sekaa Baleganjur.

Dalam kesempatan tersebut turut dilaksanakan penyerahan dana pembinaan sebesar Rp 35 juta untuk Sekaa Gong Kebyar dan Rp 25 juta untuk Sekaa Baleganjur sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian dan pengembangan seni budaya di Kota Denpasar. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebudayaan Nasional dan Hari Sumpah Pemuda di Kota Denpasar ini diharapkan mampu mendorong kreativitas dan inovasi seni di kalangan generasi muda.

Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, usai membuka kegiatan mengatakan bahwa Parade Gong Kebyar dan Baleganjur se-Kota Denpasar merupakan wahana kreativitas dan aktivitas inovatif generasi muda dalam melestarikan seni dan budaya Bali, khususnya seni karawitan.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menampilkan keindahan dan kekuatan seni Baleganjur, tetapi juga menjadi ajang pembinaan bagi para peserta untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas dalam berkesenian.

“Melalui kegiatan ini, kita dapat melestarikan kesenian dan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya melestarikan budaya kita,” ujar Arya Wibawa.

Arya Wibawa berharap parade ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri serta menunjukkan bakat dalam menciptakan, memainkan, dan mengembangkan seni budaya Bali. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi para peserta untuk mempersiapkan diri menghadapi kegiatan seni pada tingkat yang lebih tinggi, seperti Pesta Kesenian Bali (PKB).

Baca Juga  Walikota Jaya Negara Serahkan Santunan Kematian kepada Veteran Pejuang

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi generasi muda untuk terus berkarya dan meningkatkan kemampuan dalam bidang seni dan budaya, khususnya gamelan Baleganjur dan Gong Kebyar, sejalan dengan semangat Hari Sumpah Pemuda,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, didampingi Kepala Bidang Kesenian, I Wayan Narta, menjelaskan bahwa Parade Gong Kebyar dan Baleganjur se-Kota Denpasar merupakan salah satu upaya untuk memberikan ruang ekspresi dan pengembangan kreativitas bagi para pelaku seni, khususnya generasi muda.

“Melalui penyelenggaraan parade ini, diharapkan semangat generasi muda dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan seni budaya Bali dapat terus tumbuh dan berkelanjutan,”ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, di samping sebagai ajang pembinaan dan pelestarian kesenian trasidional dalam rangka mewujudkan kota kreatif menuju Denpasar maju, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi dari semua pembinaan sekaa baleganjur yang ada di Kota Denpasar.

Secara teknis Kabid Kesenian, Wayan Narta menambahkan, jumlah sekaa peserta parade tahun 2026 ini yakni 16 sekaa. Beberapa unsur menjadi dasar pengamatan meliputi teknik (gegedig dan tetekep), ide dan gagasan, struktur meliputi komposisi (pangawit, pangawak, pangecet), kreativitas (pengembangan musikalitas dan originalitas garapan) serta penampilan (ekspresi, gerak dan tabuh). (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca