Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Seminar Kepemimpinan Peradah Badung, Generasi Muda Tangguh Calon Pemimpin Bangsa

BALIILU Tayang

:

de
FOTO BERSAMA: Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Kabupaten Badung menggelar seminar kepemimpinan di Gedung Sekretariat DPRD Badung, ditutup dengan sesi foto bersama, Minggu (26/12). (Foto: eka)

Badung, baliilu.com – Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Kabupaten Badung menggelar seminar kepemimpinan di Gedung Sekretariat DPRD Badung, Minggu (26/12). Seminar yang mengambil tema “Generasi Tangguh Calon Pemimpin Bangsa” ini menghadirkan keynote speaker Ketua DPRD Kabupaten Badung Dr. Drs. I Putu Parwata MK, M.M., dengan dua narasumber Ketua KPU Kabupaten Badung I Wayan Sucipta dan dosen FISIP Universitas Warmadewa I Putu Eka Mahardika, SIP, MAP. 

Ketua DPRD Badung, Putu Parwata menyampaikan, bagaimana menghidupkan generasi muda sebagai satu kekuatan politik untuk meneruskan tujuan dan cita- cita bangsa, pemerintah daerah khususnya Bali dan Kabupaten Badung, dengan berbagai spesifikasi keahliannya.

Lebih lanjut diungkapkan, keberhasilan generasi muda adalah generasi muda yang mau berubah dan serius untuk membangun daerahnya. Adapun kunci keberhasilan adalah fokus dan serius, serta jangan pernah menyerah. Persiapan untuk menjadi generasi muda yang berhasil harus menggunakan IQ dan EQ. IQ itu untuk menangkap suasana baru sebagai seorang pemimpin, sementara EQ itu untuk menjabarkan secara seni bagaimana harus menjadi pemimpin dan bagaimana pemimpin memiliki prestasi yang baik supaya dipercaya.

“Kekuatan seorang pemimpin adalah bagaimana kita memerankan diri sendiri, memiliki keyakinan dan prinsip yang kuat sehingga bisa menjadi pemimpin yang terampil. Bagaimana kita mengembangkan jati diri, harus ada keyakinan pada diri kita sendiri, bahwa kita mampu menjadi pemimpin,” jelasnya.

Diterangkannya juga, pemimpin yang kuat perlu perencanaan yang solid, sehingga apa yang menjadi harapan seorang bisa berhasil. “Pemimpin terbaik adalah ketika orang-orang hampir tidak tahu dia ada, dan ketika pekerjaannya selesai, tujuannya terpenuhi, mereka akan berkata kita melakukannya bersama,” tandasnya.

Sementara itu, dosen FISIP Universitas Warmadewa, I Putu Eka Mahardika menyatakan, penting sekali  memahami bahwa investasi saat ini salah satunya adalah investasi politik. Pencapaian-pencapaian di bidang politik ini tidak bisa serta merta.

Baca Juga  FP Unud Gelar Seminar dan Workshop Nasional Penguatan Budidaya dan Bisnis Tanaman Hias

“Kita harus punya mimpi, mimpi kita sebagai generasi yang bisa sebagai penerus tokoh-tokoh yang menjadi panutan saat ini di Badung harus kita lanjutkan dan kita lengkapi. Hendaknya selaku pemimpin menjadi panutan bagi orang yang dipimpinnya, bahkan bisa mengorbankan diri bagi yang dipimpin,” bebernya.

Pada kesempatan yang sama Ketua KPU Kabupaten Badung I Wayan Sucipta mengungkapkan, ketika  punya mimpi maka harus jengah dengan melakukan sesuatu. Ketika ingin menjadi seseorang maka harus berjuang. Jika ingin menjadi seseorang tetapi tidak ada usaha untuk memanfaatkan kesempatan yang ditawarkan, maka mimpi tidak akan menjadi kenyataan tetapi akan menjadi sebatas keinginan saja.

“Kuncinya berani mengambil kesempatan, jangan takut gagal. Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah doa dan restu orangtua. Doa dan restu orangtua kita adalah cap dan stempel legalitas kita dalam melakukan aktivitas apapun,” katanya.

Ketua DPK Peradah Indonesia Badung, Ida Bagus Mahendra Sada Prabhawa, S.Ak. (Foto: eka)

Di sela- sela seminar, Ketua DPK Peradah Indonesia Badung, Ida Bagus Mahendra Sada Prabhawa, S.Ak., mengatakan, kegiatan seminar yang dilaksanakan kali ini di-support oleh Ketua DPRD Kabupaten Badung.

“Dengan adanya kegiatan ini saya sebagai Ketua Peradah berharap ke depannya generasi muda yang ada di Badung, khususnya sekaa teruna bisa menjadi ujung tombak perjuangan bangsa, mampu keluar dari zona nyaman untuk mencari zona- zona yang bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kita,” ucap Prabhawa, sembari menyatakan kegiatan ini diinisiasi oleh DPK Peradah Kabupaten Badung, DPP Peradah Provinsi Bali, dan DPN Peradah Indonesia.

Disinggung mengenai kemungkinan kurang bergairahnya Peradah Badung saat ini di dalam melakukan kegiatan-kegiatan, Prabhawa yang juga menjabat Wakil Ketua KNPI Badung ini mengiakan, semenjak pandemi kegiatan kepemudaan di Badung kurang greget. “Untuk mengatasi hal ini kami melakukan pendekatan melalui tokoh-tokoh masyarakat, stakeholder, dan kami kolaborasikan dengan sekaa teruna,” ujarnya.

Baca Juga  Seminar Bahasa Isyarat, Tingkatkan Inklusivitas dan Komunikasi Nonverbal

Kenapa sekaa teruna, imbuh Bagus Mahendra, karena mereka inilah ujung tombak dan akar dari organisasi kepemudaan yang ada di Kabupaten Badung. “Salah satu upaya untuk kembali membangkitkan greget kegiatan kepemudaan kami menggelar seminar hari ini dengan menghadirkan narasumber-narasumber yang berpotensi hingga bisa menggebrak generasi muda Kabupaten Badung ini untuk menjadi generasi yang hebat,” pungkasnya.  

 Seminar kepemimpinan yang digelar dihadiri pengurus Sekaa Teruna se-Kecamatan Abiansemal. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Disbudpar Buleleng Gelar Lomba Wayang dan Perasi untuk Anak Muda

Published

on

By

Disbudpar Buleleng Gelar Lomba Wayang dan Perasi
LOMBA WAYANG: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng saat menggelar Lomba Wayang dan Perasi di Wantilan Sasana Budaya dan Lingkungan Museum Gedong Kertya, Rabu, (16/8). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng kembali menggelar Lomba Berbasis Tradisi dan Budaya Masyarakat Bali di Wantilan Sasana Budaya dan Lingkungan Museum Gedong Kertya, Rabu, (16/8). Ajang tahunan ini diikuti oleh pemuda-pemudi perwakilan dari sembilan kecamatan di Kabupaten Buleleng.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, I Nyoman Wisandika, menjelaskan bahwa pelaksanaan tahun ini dikemas lebih sederhana dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya terdapat empat hingga lima cabang lomba, kali ini pihaknya fokus pada dua kategori utama, yakni pembuatan wayang dan perasi.

“Lebih sederhana ya, kalau kemarin tahun lalu kita mungkin ada empat lomba, lima lomba. Nah sekarang ada dua lomba yaitu membuat wayang dan perasi,” ujar Wisandika di lokasi acara.

Ia merinci, perlombaan wayang tahun ini mengangkat lakon Sahadewa. Pemilihan kisah ini menandai babak pamungkas dari rangkaian narasi pewayangan yang telah dilombakan secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir.

“Jadi wayang ini sebenarnya ini episode terakhir ini. Karena kemarin kan Yudhistira sudah, Bima sudah, Arjuna sudah, Nakula sudah, sekarang Sahadewanya. Jadi ini episode terakhir dari membuat wayang,” tambahnya.

Sementara itu, untuk kategori perasi atau seni menulis dan menggambar di atas daun lontar, panitia menetapkan tema Sutasoma. Baik peserta lomba wayang maupun perasi diberi waktu pengerjaan selama lima jam, dengan target pengumuman pemenang pada sore hari.

Wisandika tidak menampik bahwa regenerasi seniman pembuat wayang dan perasi menghadapi tantangan tersendiri akibat minimnya minat generasi muda. Karena itu, pelestarian melalui jalur kompetisi ini menjadi langkah strategis instansinya dalam merawat warisan leluhur.

“Salah satunya seperti yang disampaikan, itu memang regenerasi. Terutama perasi itu kan cerita bergambar, cerita di atas lontar, itu memang agak susah. Termasuk wayang,” ungkapnya.

Baca Juga  Cetak Pemimpin yang Berintegritas, Pj. Gubernur Bali Buka PKN Tingkat II 2024

Kompetisi yang menyasar kelompok usia 15 hingga 25 tahun ini melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar tingkat sekolah menengah. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Buleleng berharap kegiatan ini tidak berhenti sekadar sebagai ajang perlombaan, melainkan berlanjut pada program pembinaan jangka panjang di masing-masing kecamatan.

“Harapan kita seperti itu. Karena kita tahu generasi muda itu agak sedikit sekali peminatnya untuk membuat wayang, perasi. Oleh karena itulah sebagai instansi yang memang membawahi untuk terus melakukan perlindungan dan pelestarian,” pungkas Wisandika.

Adapun hasil lomba wayang pada kegiatan ini Juara 1 diraih Kecamatan Buleleng, Juara 2 diraih Kecamatan Gerogak dan Juara 3 diraih Kecamatan Seririt.

Sedangkan untuk lomba Perasi Juara 1 diraih Kecamatan Kubutambahan, Juara 2 diraih Kecamatan Buleleng dan Juara 3 diraih Kecamatan Banjar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Kembali Berulah: Viral Ngaku Pecalang Minta Uang Keamanan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Turun Tangan

Published

on

By

Tersangka Viral Ngaku Pecalang Minta Uang Keamanan
Tersangka pelaku IKS yang mengaku sebagai pecalang serta meminta uang banjar dan uang keamanan. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Menindaklanjuti video viral di media sosial TikTok yang memperlihatkan seseorang mengaku sebagai pecalang dan meminta uang banjar serta uang keamanan pecalang, Bhabinkamtibmas Desa Pemecutan Kelod bersama Babinsa turun langsung ke lokasi untuk memastikan persoalan tersebut ditangani secara baik.

Pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 12.30 WITA, Bhabinkamtibmas Desa Pemecutan Kelod Aiptu I Made Murdana bersama Babinsa Sertu Tony Cahyono mendampingi Perbekel Desa Pemecutan Kelod I Wayan Tantra, S.H., serta Kelian Adat Br. Abiantimbul menindaklanjuti informasi yang beredar melalui akun TikTok Lisa Fiesta Aurora dan akun TikTok Bali Berkabar.

Dalam video tersebut, seorang pria yang diketahui berinisial IKS, asal Gianyar, diduga mengaku sebagai pecalang dan meminta sejumlah uang kepada pemilik warung. Peristiwa tersebut terjadi di Warung Nasi Campur Jawa milik Sri Jumalis yang berlokasi di Jalan Gunung Soputan. Saat mendatangi warung tersebut, yang bersangkutan diketahui menerima uang sebesar Rp 120.000.

Pelaku IKS sebelumnya sudah beberapa kali melakukan hal serupa di wilayah Denpasar Timur dan Denpasar Utara.

Sementara itu Kasi Humas Polresta Denpasar menyampaikan, bahwa pihak korban menyatakan telah memaafkan yang bersangkutan. Selanjutnya, disepakati penyelesaian dengan membuat surat pernyataan sebagai bentuk pertanggungjawaban agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kejadiann ini telah ditindaklanjuti atas informasi yang beredar di media sosial sekaligus untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, pelaku akan membuat surat pernyataan dan diberikan pembinaan,” ujar Kasi Humas.

Atas saran Perbekel Desa Pemecutan Kelod, surat pernyataan tersebut nantinya akan ditembuskan kepada Kapolsek Ubud, Koramil Ubud, Kepala Desa/Perbekel Mas Ubud, Bendesa Adat Mas, serta Kelian Adat Br. Bangkilesan, Mas, Ubud yang merupakan daerah tempat tinggal pelaku.

Baca Juga  Ny. Antari Jaya Negara Ikuti Seminar TP PKK Provinsi Bali "Sekolah Menjadi Ibu"

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah mengatasnamakan lembaga adat, pecalang maupun organisasi tertentu untuk kepentingan pribadi. Apabila menemukan tindakan yang mencurigakan atau meresahkan, masyarakat dapat segera melaporkannya kepada aparat keamanan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Dukung Keluarga Integritas Antikorupsi, Optimalkan Digitalisasi Pelayanan Publik untuk Hilangkan Ruang Pungli

Published

on

By

Gubernur Koster Hadiri Bimtek Keluarga Berintegritas KPK
BIMTEK: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri pembukaan Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (16/9/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, transparan, dan bebas dari korupsi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menerapkan pelayanan publik berbasis digital untuk mempercepat akses pelayanan sekaligus mempersempit ruang terjadinya pungutan liar (pungli).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri pembukaan Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (16/9/2026).

Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas mengangkat tema “Mewujudkan Keluarga Berintegritas melalui Penanaman Nilai-nilai Antikorupsi” dan diikuti para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali beserta pasangan masing-masing. Kegiatan turut dihadiri Wakil Ketua KPK RI Ibnu Basuki Widodo.

Gubernur Koster menyampaikan dukungan penuh terhadap Program Keluarga Berintegritas yang digagas KPK. Menurutnya, upaya pencegahan korupsi tidak hanya dilakukan melalui penguatan sistem pemerintahan, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai tempat pertama pembentukan karakter, kejujuran, dan integritas.

“Keterlibatan keluarga itu sangat penting dan menjadi kunci pembentukan karakter sejak dini. Oleh sebab itu, saya sangat tertarik jika Program Keluarga Berintegritas ditanamkan oleh semua pihak. Tidak hanya di sektor pegawai negeri dan swasta, tetapi semua kalangan juga wajib terlibat. Mari kita mulai dari diri kita sendiri,” tegas Gubernur Koster.

Gubernur Koster mengatakan keluarga juga memiliki peran penting dalam membangun pola hidup yang sehat dan bertanggung jawab, termasuk dalam mengelola keuangan sesuai kemampuan. Menurutnya, keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran penting untuk menghindari tekanan ekonomi yang dapat membuka celah terhadap perilaku koruptif.

Baca Juga  Tingkatkan Pemahanan Eksistensi Kualitas Diri, BEM FK Unud Gelar Seminar Nasional 2023

“Jika masuknya 10, mari gunakan 8 ke bawah sehingga sisanya bisa kita tabung. Jangan sampai masuknya 10, tetapi penghabisannya melebihi 10. Nanti bingung mencari penutupnya sehingga menimbulkan risiko dan tekanan,” ujarnya.

Dari sisi kelembagaan, Gubernur Koster menegaskan Pemerintah Provinsi Bali sejak awal telah mencanangkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, transparan, bebas dari korupsi, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui reformasi birokrasi, antara lain dengan penyederhanaan struktur pemerintahan melalui pengurangan jumlah Perangkat Daerah dari 49 menjadi 38. Pengisian jabatan juga dilaksanakan dengan menerapkan sistem merit berdasarkan kompetensi, prestasi, dan persyaratan administrasi.

“Pengisian jabatannya dilakukan dengan sistem merit, jadi betul-betul berdasarkan prestasi, kelengkapan administrasi, dan murni tanpa adanya sistem bayar-membayar,” kata Gubernur Koster.

Untuk mempersempit ruang terjadinya pungutan liar, Pemprov Bali juga terus mendorong pelayanan publik berbasis digital. Gubernur Koster menilai digitalisasi dapat mengurangi interaksi yang berpotensi membuka ruang terjadinya penyimpangan sekaligus meningkatkan efektivitas dan transparansi pelayanan.

Namun, ia menegaskan bahwa sistem yang baik tetap harus didukung oleh integritas orang-orang yang menjalankannya.

“Sebaik apapun sistem digital yang kita miliki, apabila oknumnya kurang berintegritas, semua akan menjadi sia-sia. Karena itulah pentingnya peran serta keluarga dalam melakukan kontrol terhadap pasangannya, terlebih jika memiliki jabatan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK RI Ibnu Basuki Widodo menekankan pentingnya keluarga sebagai lingkungan pertama dalam menanamkan nilai-nilai antikorupsi. Nilai tersebut antara lain meliputi kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, kepedulian, moral, dan etika.

Menurut Ibnu, pola hidup sederhana menjadi salah satu bagian penting dalam membangun keluarga berintegritas. Setiap anggota keluarga diharapkan mampu hidup sesuai kemampuan dan penghasilan yang sah serta tidak menjadikan gaya hidup dan kemewahan sebagai tuntutan yang dapat memberikan tekanan kepada anggota keluarga lainnya.

Baca Juga  Delegasi FP Unud Hadiri Seminar Nasional dan Lokakarya Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia WIT 2022

Ibnu menjelaskan bahwa keluarga memiliki posisi strategis karena menjadi lingkungan sosial pertama yang membentuk karakter, nilai, dan perilaku seseorang. Keluarga menjadi tempat pertama untuk menanamkan kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan integritas sekaligus mempengaruhi cara seseorang berpikir, mengambil keputusan, dan menghadapi godaan.

Karena itu, keluarga dapat menjadi benteng integritas, tetapi juga berpotensi menjadi sumber tekanan atau pintu masuk terjadinya korupsi apabila nilai-nilai integritas tidak dijaga. Setiap anggota keluarga diharapkan dapat menjalankan fungsi kontrol dengan saling mengingatkan dan tidak memberikan tuntutan yang mendorong anggota keluarga lainnya melakukan penyimpangan.

Dalam upaya pemberantasan korupsi, KPK menjalankan tiga strategi yang dikenal sebagai Trisula Pemberantasan Korupsi, yakni pendidikan masyarakat untuk membangun budaya antikorupsi; pencegahan untuk menutup celah korupsi melalui perbaikan sistem dan tata kelola; serta penindakan melalui proses penegakan hukum hingga pemulihan aset negara (asset recovery).

Program Keluarga Berintegritas menjadi bagian dari strategi pendidikan masyarakat dengan menempatkan keluarga sebagai fondasi pencegahan korupsi. Melalui keluarga, nilai kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, dan kepedulian diharapkan tidak hanya dipahami, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan data penanganan tindak pidana korupsi di Indonesia. Hingga April 2026, tercatat sebanyak 1.996 pelaku tindak pidana korupsi berdasarkan profesi/jabatan sejak 2004. Sementara itu, pada periode 2004 hingga April 2026 tercatat 1.820 kasus berdasarkan instansi dan 1.827 kasus berdasarkan modus tindak pidana korupsi.

Gubernur Koster berharap kolaborasi Pemprov Bali dan KPK melalui Program Keluarga Berintegritas dapat semakin memperkuat budaya anti korupsi, tidak hanya di lingkungan pemerintahan, tetapi juga dalam keluarga dan masyarakat. Menurutnya, penguatan sistem pemerintahan harus berjalan beriringan dengan penguatan integritas individu agar upaya pencegahan korupsi dapat berlangsung secara berkelanjutan. (gs/bi)

Baca Juga  Dukung Program KPK, Bupati Tabanan Hadiri Seminar Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca