Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Serap Masukan Stakeholder, FKH Unud Gelar Workshop Revitalisasi Visi dan Misi serta Penyusunan RIP

BALIILU Tayang

:

serap
Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana mengadakan Workshop Revitalisasi Visi dan Misi serta Penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana secara hybrid. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Unit Pengembangan Pembelajaran dan Penjamin Mutu (UP3M) Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana mengadakan Workshop Revitalisasi Visi dan Misi serta Penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana secara hybrid, Selasa 28 Juni 2022, bertempat di ruang sidang lantai 1 Gedung FKH Unud, Denpasar.

Kegiatan workshop ini bertujuan untuk menyerap aspirasi dari para stakeholder mengenai kebutuhan pengguna pada saat ini. Kegiatan ini mengundang para dosen di lingkungan FKH Unud dan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang mulai dari akademisi hingga praktisi. Para narasumber yang dihadirkan adalah Prof. Dr. Ir. I Gede Mahardika, M.S. (Guru Besar Fakultas Peternakan Unud), drh. Soeharsono, DTVS., Ph.D (Peneliti dan Mantan Kepala BBVet Denpasar), Drh. I Dewa Made Anom (Dokter Hewan Praktisi), Drh. I Gede Asrama, MMA. (Kabid Keswan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung), drh. I Ketut Wirata, M.Si. (Kepala BBVet Denpasar).

Dekan FKH Prof. Dr. drh. I Nyoman Suartha, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh narasumber yang hadir untuk menyampaikan masukan kepada FKH pada workshop ini. “Pengembangan dan Revitalisasi Visi, Misi dan RIP Fakultas ini harus rutin dilakukan untuk mengevaluasi kurikulum yang ada apakah sudah sesuai dengan kebutuhan pasar serta perkembangan jaman,” ungkapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan oleh narasumber yang dimulai dari drh. Soeharsono mengenai tantangan dokter hewan sebagai profesi yang dimoderatori oleh drh. Romy Muhammad Dary Mufa, S.K.H., M.Si. drh. Soeharsono menekankan mengenai peran dunia kedokteran hewan dalam menyikapi penyakit-penyakit yang berkembang di dunia pada saat ini seperti penyakit ASF, PMK, maupun rabies yang menjadi hot issue pada saat ini. Lebih lanjut drh. Soeharsono menambahkan harapannya agar lulusan kedokteran hewan ke depan dapat semakin banyak berkontribusi dalam menghadapi isu-isu global.

Baca Juga  Pererat Kerja Sama, FKH Unud Terima Kunjungan BPTU-HPT Denpasar

Selanjutnya Prof. Dr. Ir Gede Mahardika, M.P menyampaikan materi dengan topik Visi, Misi dan Rencana Pengembangan Unud. Prof. Mahardika memaparkan bagaimana penyusunan Visi, Misi dan Rencana Pengembangan pada tingkat universitas. Visi dan Misi Universitas inilah yang akan diturunkan menjadi Visi, Misi Fakultas. Selain itu disampaikan juga mengenai Rencana Pengembangan Universitas Udayana kedepannya yang diharapkan Fakultas Kedokteran Hewan Unud bisa mengikutinya.  

drh. I Dewa Made Anom dalam pemaparan selanjutnya menyampaikan mengenai Visi dan Misi dokter hewan praktisi. drh. Anom menjelaskan mengenai syarat-syarat dalam menjadi dokter hewan praktisi. Ia menambahkan khususnya dalam pengembangan Rumah Sakit Hewan Universitas Udayana agar bisa semakin berkembang dan menjadi pusat rujukan dokter hewan di seluruh Bali. Pengembangan RSHP FKH Unud terutama dari SDM maupun Sarpras dapat membantu para dokter hewan di sekitar Bali dalam melakukan pemeriksaan khususnya pemeriksaan penunjang seperti penggunaan alat diagnostic yang advance. Selain itu dengan menjadi pusat rujukan maka kasus-kasus yang didapat mahasiswa bisa jauh lebih banyak dan bervariasi. 

Peserta Workshop Revitalisasi Visi dan Misi serta Penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana secara hybrid.

Sesi berikutnya merupakan pemaparan oleh drh. I Gede Asrama, MMA. Mengenai peran dan fungsi dokter hewan di pemerintahan yang dimoderatori oleh drh. Putu Devi Jayanti, S.K.H., M.Sc. drh. Gede Asrama menyampaikan bagaimana peran seorang dokter hewan di bidang pemerintahan khususnya di Kabupaten Badung. Peran dokter hewan di bidang pemerintah telah diatur oleh Otoritas Veteriner. Khususnya di Kabupaten Badung, dokter hewan berada pada Dinas Sosial, Dinas Perikanan dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung. Dokter hewan bergerak pada berbagi sektor dalam pengendalian kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner. 

Pemateri terakhir adalah drh. I Ketut Wirata, M.Si yang dimoderatori oleh drh. I Wayan Masa Tenaya, M.Phil, Ph.D. membawakan topik mengenai SDM Dokter Hewan di BBVet Denpasar. drh. Wirata menyampaikan tentang Medik Veteriner yang berada pada BBVet Denpasar yang dimana BBVet Denpasar merupakan UPT di bawah Kementerian Pertanian yang beroperasional di Bali, NTB dan NTT. Secara garis besar Medik Veteriner pada BBVet Denpasar dibagi menjadi 2 yaitu bidang administrasi dan laboran laboratorium. Sebaran medik veteriner di BBVet Denpasar lebih banyak di bidang Laboran pada laboratorium. Sebagai seorang medik veteriner di bidang pemerintahan maka seorang dokter hewan harus memiliki beberapa kompetensi seperti kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan kompetensi sosiokultural.

Baca Juga  Kerja Sama dengan Hewania, FKH Unud Siap Berpartisipasi dalam Telehealth Layanan Kesehatan Hewan

Dengan diadakannya kegiatan workshop ini, masukan-masukan dari para stakeholder akan dianalisa dan dirumuskan menjadi acuan dalam merevitalisasi visi – misi dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana serta dasar dalam menyusun Rencana Induk Pengembangan Fakultas. “Masukan-masukan dari para stakeholder sangat membantu kita dalam memetakan kebutuhan pasar maupun keilmuan yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini maupun kedepannya,” ungkap Dr. drh. Ni Nyoman Werdi Susari, M.Si selaku Ketua UP3M FKH Unud di akhir acara. Sumber: https://www.unud.ac.id/in/berita-fakultas1281-Serap-Masukan-Stake-Holder-FKH-Unud-menyelenggarakan-Workshop-Revitalisasi-Visi-dan-Misi-serta-Penyusunan-Rencana-Induk-Pengembangan.html (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Perkuat Kerukunan, Wawali Arya Wibawa Hadiri Silaturahmi Kebangsaan DMI Kota Denpasar

Published

on

By

Halal Bihalal Denpasar
HALAL BIHALAL: Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat menghadiri Halal Bihalal Silaturahmi Kebangsaan bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Denpasar di Musholla Baitul Mu’minin Panjer, Sabtu (18/4). (Foto: Hms Denpasar)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Kebangsaan yang diselenggarakan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Denpasar di Musholla Baitul Mu’minin Panjer, Sabtu (18/4).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar, Trimo, S.H., M.H., Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Oka Cahyadi, jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Denpasar, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Arya Wibawa menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Kebangsaan ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat jalinan komunikasi, kebersamaan, serta menjaga kerukunan antarumat beragama.

Menurutnya, hubungan harmonis yang dilandasi semangat menyama braya menjadi kunci dalam mendukung kelancaran pembangunan, khususnya di Kota Denpasar.

“Kota Denpasar sangat menjunjung tinggi nilai toleransi yang berlandaskan spirit Vasudhaiva Kutumbhakam. Kerukunan yang terjaga akan menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah,” ujar Arya Wibawa.

Sementara itu, Ketua Umum DMI Kota Denpasar, H. Mardi Soemitro, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkokoh kerukunan antarumat beragama di Kota Denpasar.

Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar elemen masyarakat dengan mengedepankan nilai menyama braya, serta semangat Islam Rahmatan lil ‘Alamin yang mengedepankan kasih sayang dan kedamaian tanpa membedakan suku, ras, dan agama.

Lebih lanjut disampaikan, peran dewan masjid tidak hanya terbatas pada kegiatan ibadah, namun juga diharapkan mampu berkontribusi dalam mendukung program pemerintah, pelayanan umat, serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Pengelolaan masjid ke depan hendaknya berlandaskan empat pilar, yakni sebagai Baitullah, Baitul Maal, Baituttarbiyah, dan Baitul Muamalah,” jelasnya. (gs/bi)

Baca Juga  FKH Unud Jajaki Kerja Sama dengan School of Veterinary Science Yamaguchi University dan Tottori University Japan

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

3 Desa di Nusa Penida Jadi Sasaran Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” TP PKK Provinsi Bali

Perkuat Pemberdayaan Keluarga, Edukasi Pengelolaan Sampah, dan Pencegahan Stunting

Loading

Published

on

By

TP PKK) Provinsi Bali melaksanakan aksi sosial “Bergerak dan Berbagi” di tiga desa di Kecamatan Nusa Penida
SERAHKAN BANTUAN: Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster menyerahkan sembako saat menghadiri aksi sosial “Bergerak dan Berbagi” di tiga desa di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Jumat (17/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Klungkung, baliilu.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali melaksanakan aksi sosial “Bergerak dan Berbagi” di tiga desa di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Jumat (17/4).

Adapun tiga desa yang menjadi sasaran kegiatan tersebut yakni Desa Bunga Mekar, Desa Batukandik, dan Desa Suana.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, dalam sambutannya menyampaikan bahwa TP PKK terus bergerak aktif mendukung program pemerintah melalui berbagai aksi nyata di masyarakat. Fokus utamanya adalah memberdayakan perempuan, meningkatkan kualitas keluarga, serta menyukseskan pembangunan daerah.

Putri Koster menjelaskan bahwa salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Bali saat ini adalah penanganan masalah lingkungan, khususnya sampah, melalui pengelolaan berbasis sumber.

Penanganan sampah dari rumah tangga dilakukan melalui pemilahan sampah menjadi organik, anorganik, dan residu. Pengelolaan yang efektif melibatkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), pengolahan sampah dapur menjadi kompos, serta penyediaan tempat sampah terpisah guna meningkatkan efisiensi daur ulang dan mengurangi volume sampah ke TPA.

“Di Nusa Penida jangan sampai ada sampah yang menumpuk seperti di TPA Suwung. Untuk itu, kita harus bisa menyelesaikan sampah dari sumbernya, mulai dari rumah tangga. Nusa Penida sebagai daerah wisata harus dijaga keindahan alamnya dengan baik,” ujarnya sembari mengajak masyarakat mendukung kebijakan kepala daerah.

Di sisi lain, Putri Koster juga menyoroti gangguan kesehatan pada anak-anak atau generasi muda yang seharusnya dapat dicegah sejak masa kehamilan. Untuk itu, ia mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi ikan guna mencegah stunting.

“Ikan merupakan sumber protein yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak guna memaksimalkan fase tumbuh kembangnya. Ikan juga mengandung omega-3 yang sangat penting bagi perkembangan otak. Konsumsi ikan sangat direkomendasikan karena kaya protein dan zat gizi penting yang mendukung perkembangan kognitif, daya ingat, serta kesehatan mata dan jantung,” ungkapnya.

Baca Juga  Tanggap Rabies dan Kontrol Populasi, FKH Unud Gelar PKM di Desa Nyalian Banjarangkan

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menyampaikan terima kasih kepada TP PKK Provinsi Bali atas pelaksanaan aksi sosial di Kecamatan Nusa Penida.

“Terima kasih kepada Ibu Ketua TP PKK Provinsi Bali yang telah menyerahkan bantuan kepada masyarakat kami di Kecamatan Nusa Penida,” ujarnya.

Di masing-masing desa tersebut, diserahkan berbagai bantuan, antara lain 50 paket Gemarikan yang berisi 1 kg ikan tuna bluefin, 1 kg ikan nila, dan 1 kg ikan kembung; 10 paket sembako yang terdiri atas beras 10 kg, minyak goreng 2 pcs, gula pasir 3 kg, kopi bubuk 2 bungkus, serta makanan ringan.

Selain itu, diberikan pula paket susu SGM Explor 150 gram (@2 kotak) kepada 10 balita dan paket susu SGM Bunda 150 gram (@2 kotak) kepada 10 ibu hamil. Bantuan lainnya berupa paket multivitamin untuk balita dan dewasa, 50 pak telur (@40 butir), 1.000 bibit cabai, 25 bibit jambu kristal, 25 bibit nangka, serta buku resep kuliner olahan kue dan pangan lokal dalam rangka kegiatan aksi sosial tahun 2026.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan layanan cek kesehatan gratis dan demo memasak yang menghadirkan Bali Chef Community.

Selain melaksanakan aksi sosial, TP PKK Provinsi Bali juga melakukan kunjungan ke tempat pengolahan rumput laut menjadi kerupuk yang diproduksi oleh Sarining Segara Semaya di Banjar Semaya, Desa Suana, Nusa Penida, Klungkung.

Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Kusuma Surya Putra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Bali I Made Dwi Dewata, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Putu Sumardiana, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali Sagung Mas Dwipayani, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada, Direktur Utama Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) I Gusti Ngurah Putra Dharma Jaya, serta Camat Nusa Penida I Kadek Yoga Kusuma. (gs/bi)

Baca Juga  Gandeng AFKHI dan FAO, FKH Unud Revitalisasi Kurikulum Antisipasi Isu-isu Global ‘’One Health’’

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ribuan Umat, Menko PMK dan Gubernur Koster Serukan Harmoni di Tengah Kebisingan Global pada Dharma Santi Nyepi 1948

Published

on

By

Dharma Santi Nyepi
DHARMA SANTI NYEPI: Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam acara Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra,Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (17/4). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam acara Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra,Taman Budaya Art Center Denpasar, Jumat (17/4). Kegiatan yang dihadiri sekitar 5.500 umat tersebut menjadi puncak rangkaian Hari Raya Nyepi sekaligus momentum mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Bali.

Acara diisi dengan dharma wacana (siraman rohani), pertunjukan seni budaya, serta hiburan musik yang memperkuat nuansa spiritual sekaligus kebersamaan. Selain digelar secara nasional di Bali, Dharma Santi juga dilaksanakan di berbagai daerah seperti Sulawesi Selatan, Papua Selatan, dan Sumatera Selatan sebagai bentuk perayaan serentak umat Hindu di seluruh Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka, Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya, anggota DPR RI dan DPD RI dapil Bali, serta jajaran Forkopimda Provinsi Bali dan tokoh masyarakat Hindu dari berbagai daerah.

Dalam sambutan yang disampaikan secara virtual, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Dharma Santi merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai persaudaraan, toleransi, dan persatuan bangsa.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Republik Indonesia, saya mengucapkan selamat merayakan Dharma Santi Tahun Baru Saka 1948 kepada seluruh umat Hindu di tanah air,” ujarnya.

Presiden juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hidup dan keharmonisan dalam keberagaman sebagai kekuatan utama bangsa Indonesia. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menghidupkan semangat gotong-royong serta nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  FKH Unud dan Animal Australia Beri Layanan Anjing dan Kucing Terlantar secara Cuma-cuma di RSH Unud

“Kita adalah bangsa besar yang rukun dalam perbedaan. Berbeda tetapi tetap satu. Kita harus terus saling menghormati, saling mendukung, dan saling mengasihi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden mengajak umat Hindu untuk senantiasa mengamalkan ajaran Tri Hita Karana sebagai fondasi menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam menjaga persatuan nasional.

Menko PMK Pratikno dalam sambutannya menyoroti tantangan kehidupan modern yang dipenuhi “kebisingan” informasi. Ia menilai derasnya arus media sosial dan informasi digital seringkali membuat masyarakat kehilangan ruang untuk hening dan refleksi diri.

“Kadang kemarahan lebih cepat daripada kebijaksanaan, ketersinggungan lebih cepat daripada pengertian,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai Nyepi seperti amati geni, amati karya, dan amati lelungan sangat relevan untuk membangun pribadi yang lebih tenang, reflektif, dan bijaksana. Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan di tengah meningkatnya bencana alam seperti banjir dan kebakaran hutan di berbagai wilayah.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menekankan bahwa Dharma Santi bukan sekadar perayaan, melainkan momen kembali pada keheningan diri. Ia mengaitkannya dengan ajaran dalam Bhagavad Gita tentang karma yoga—bertindak tanpa keterikatan pada hasil.

Acara ini menjadi penutup rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dengan mengusung semangat Vasudhaiva Kutumbakam—satu bumi satu keluarga—yang diharapkan semakin memperkuat kerukunan umat beragama serta kesadaran kolektif menjaga bumi sebagai rumah bersama.

Usai acara, suasana hangat dan penuh antusiasme terlihat di area pelataran Taman Budaya Art Center Denpasar. Gubernur Wayan Koster menjadi pusat perhatian para peserta yang berebut kesempatan untuk berfoto bersama. Dengan ramah, ia melayani permintaan swafoto dari masyarakat, tokoh adat, hingga generasi muda. (gs/bi)

Baca Juga  VEACE BEM FKH Unud Adakan ‘’Animal Feeding Activities’’ di Monkey Forest Sangeh

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca