Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Setwan DPRD Bali dan Forward Kunjungi Dispar Kota Yogyakarta

Menuju Pariwisata yang Berkualitas

Loading

BALIILU Tayang

:

Setwan DPRD Bali
Kabid Industri Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Yogyakarta Cesaria Eka Yulianti, S.ST, MT saat memberikan keterangan kepada awak media. (Foto: wsa)

Yogyakarta, baliilu.com – Meski Kota Yogyakarta hanya mengandalkan destinasi wisata Keraton Yogyakarta dan Malioboro, namun ibukota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini mampu menyerap kunjungan wisatawan hingga menembus 9 juta wisatawan. Melonjak hampir 80 persen pasca-Covid-19 yang sebelumnya hanya 4,8 juta wisatawan.

Kabid Industri Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Yogyakarta Cesaria Eka Yulianti, S.ST, MT mengungkapkan hal tersebut saat menerima kunjungan kerja rombongan Sekretariat DPRD Bali bersama 26 anggota Forward yang terdiri atas wartawan media cetak, elektronik maupun media online, Jumat (1/11/2024). Rombongan Setwan DPRD Bali bersama Forward dipimpin Kasubbag TU, Kepeg, Humas dan Protokol DPRD Bali Kadek Putra Suantara.

Walau kehadiran wisatawan cukup besar, kata Yulianti, benefit yang diperoleh dari kunjungan ini relatif masih kecil. Rata-rata masa tinggal atau lenght of stay wisatawan yang dominan wisatawan Nusantara ini hanya 1,4 hari. “Karena masa tinggalnya sangat terbatas, tentu saja benefit yang diperoleh sangat kecil,” ujar Yulianti.

Untuk itu, Yulianti menyatakan, Pemkot Yogyakarta mulai memikirkan untuk quality tourism atau wisatawan berkualitas. Jumlah wisatawan tidak perlu banyak, tetapi masa tinggal dan kemampuan beli wisatawan tinggi. “Kebijakan Pemkot Yogyakarta menuju quality tourism untuk menghindari kemacetan lalu lintas, sampah, serta polusi,” ujarnya.

Saat ini, sebut Yulianti, Yogyakarta hanya mengandalkan wisata ikonik seperti Keraton Yogyakarta dan Malioboro, serta didukung oleh Yogyakarta sebagai kota pelajar. Untuk menuju quality tourism, destinasi ini mulai dibenahi. Dia menunjuk Keraton Yogyakarta saat ini dikunjungi oleh siswa dengan tiket masuk hanya Rp 20.000.

“Saat ini hanya ada 4 bagian keraton yang dijual untuk pariwisata. Selain tidak semua areal keraton bisa dikunjungi, waktu kunjungan juga dibatasi. Ini tentu saja untuk menjaring wisatawan berkualitas,” ungkapnya.

Baca Juga  Nyoman Satria Terima Studi Banding DPRD Kota Bogor

Demikian juga dengan Malioboro yang sudah sangat ikonik dengan Kota Yogyakarta. Sebelum ke Malioboro, terkesan belum dapat ke Yogyakarta. “Ini pun sudah menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan,” katanya.

Dari dua destinasi di atas, katanya, Kota Yogyakarta tidak memperoleh retribusi dan pendapatan. Kota Yogyakarta justru memperoleh pendapatan dari fasilitas pariwisata yang ada seperti dari 700 hotel serta 600 buah restoran. “Dari sini kami hanya memperoleh Rp 231,7 miliar atau setara dengan 37 persen dari keseluruhan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Yogyakarta,” ungkapnya.

Untuk mencegah kejenuhan wisatawan ke kota gudeg, Cesaria Eka Yulianti mengungkapkan, pihaknya juga merancang destinasi wisata baru di beberapa wilayah Kota Yogyakarta. Dia menunjuk pengembangan wisata di Kota Gede, Kota Baru serta Paku Alaman. “Sebagai kota pelajar, keluarga mahasiswa dipastikan tetap berkunjung ke Yogyakarta walaupun untuk menjenguk sang anak atau pas saat kelulusan sang putra,” katanya.

Pada kesempatan itu, Yulianti juga mengungkapkan trik-trik untuk meminimalkan tunggakan pajak. Salah satunya dengan pemasangan stiker di tempat usaha para wajib pajak yang menunggak. “Dengan stiker ini tentu saja WP akan malu dan berusaha untuk melunasi kewajibannya,” katanya.

Sebelumnya Ketua Rombongan Setwan DPRD Bali bersama Forward Kadek Putra Suantara menyampaikan tujuan dari studi perbandingan yang digelar. “Selain untuk silaturahmi, kedatangan kami ke Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta untuk sharing terkait pariwisata seperti apa upaya yang dilakukan menuju quality tourism serta apa langkah-langkah yang dilakukan untuk menghindari kejenuhan wisatawan datang ke suatu destinasi,” katanya.

Kadek Putra Suantara juga menyampaikan, khusus Bali mengembangkan pariwisata budaya dan alam yang didasari konsep Tri Hita Karana yakni hubungan baik antara manusia dengan Tuhan, hubungan baik manusia dengan manusia, serta hubungan baik manusia dengan alam sekitarnya. “Ketiga ini harus selaras untuk pariwisata tetap eksis,” katanya.

Baca Juga  Fraksi PDIP Bali Apresiasi dan Dukung Penuh 3 Raperda sebagai Derivasi UU Provinsi Bali

Selain itu, Kadek Putra juga menegaskan kembali peran media dalam mempromosikan serta mengungkap destinasi-destinasi yang ada sehingga daya tariknya bisa diketahui masyarakat. “Karena itulah, kami melibatkan media dalam setiap kegiatan pembangunan termasuk dalam hal studi perbandingan untuk memperoleh sharing informasi di sektor pariwisata,” ujarnya.

Usai tanya jawab dan diskusi, acara ditutup dengan saling tukar cinderamata antara rombongan Setwan DPRD Provinsi Bali dengan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. Usai saling bertukar cinderamata, kunjungan kerja ditutup dengan sesi foto bersama. (wsa)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

NEWS

Pemkab Tabanan Gencarkan Aksi Bersih Sampah, Ratusan ASN Turun ke Jalan

Published

on

By

sampah tabanan
RESIK SAMPAH: Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga dan di bawah komando Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila bersama jajaran kepala perangkat daerah dan ratusan ASN turun langsung melakukan aksi bersih sampah bertajuk Resik Sampah Ngayah Ring Pertiwi, Jumat (22/5), di Kawasan Kota Tabanan. (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan bergerak cepat mengatasi persoalan sampah yang mulai meluber di sejumlah ruas jalan utama kota. Mendapat atensi langsung dari Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga dan di bawah komando Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila bersama jajaran kepala perangkat daerah dan ratusan ASN turun langsung melakukan aksi bersih sampah bertajuk Resik Sampah Ngayah Ring Pertiwi, Jumat (22/5), di Kawasan Kota Tabanan.

Langkah ini dilakukan sebagai respon atas meningkatnya timbulan sampah tercampur pasca diberlakukannya kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber di Kabupaten Tabanan.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari implementasi Surat Edaran Bupati Nomor 07/DLH/2026 tentang Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Kabupaten Tabanan. Sejak 1 Mei 2026, TPA Mandung hanya menerima jenis sampah residu. Namun dalam pelaksanaannya, sebagian besar masyarakat dinilai masih belum melakukan pemilahan sampah rumah tangga sehingga menyebabkan penumpukan sampah di sejumlah titik dan memicu pencemaran lingkungan.

Melihat kondisi tersebut, Pemkab Tabanan bergerak cepat agar timbulan sampah tidak semakin meluas. Melalui gerakan gotong royong yang melibatkan ASN lintas perangkat daerah, pemerintah menunjukkan keseriusannya menjaga kebersihan dan keindahan kota sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Adapun titik-titik pembersihan dipusatkan di beberapa lokasi strategis, mulai dari sisi Timur dan Barat Lapangan Alit Saputra, Jalan KS Tubun, Jalan Diponegoro, kawasan Jalan Gajah Mada, Jalan Gelatik, seputaran Toko Cakra Tabanan, Jalan Rama hingga Jalan Melati. Seluruh peserta terlihat bersama-sama memilah dan mengumpulkan sampah yang menumpuk di pinggir jalan maupun area publik.

Selain membersihkan kawasan kota, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Pemerintah daerah terus mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan setiap hari.

Baca Juga  Wawali Arya Wibawa Terima Kegiatan ‘’Capacity Building’’ Wawali Kota Pekalongan

Menyampaikan arahan Bupati Tabanan, Sekda I Gede Susila menyampaikan persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan, kesadaran memilah sampah dari rumah tangga menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah berbasis sumber di Kabupaten Tabanan. “Kami ingin memberikan contoh langsung kepada masyarakat, bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Sampah harus dipilah dari rumah agar tidak menimbulkan penumpukan dan pencemaran lingkungan,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

PDI Perjuangan Tabanan Gelar Lomba Senam “Nangun Sat Kerthi Loka Bali“

 Bangkitkan Semangat Kebersamaan dan Budaya Sehat

Loading

Published

on

By

pdi tabanan
LOMBA SENAM: DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan menggelar Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan suasana meriah dan penuh semangat yang berlangsung di Lapangan Voli Jagasatru, Banjar Sema, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan Jumat 22 Mei 2026. (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan menggelar Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali dengan suasana meriah dan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus membumikan visi Gubernur Bali, Wayan Koster, yakni “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.

Melalui lomba senam ini, masyarakat diajak untuk menumbuhkan budaya hidup sehat melalui olahraga bersama, sekaligus memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan antar peserta dan masyarakat.

Acara dibuka langsung oleh Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, I Made Dirga. Perlombaan diikuti oleh 10 grup yang mewakili masing-masing PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Tabanan. Setiap grup terdiri dari 9 peserta dengan kategori usia di atas 50 tahun atau lansia.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Voli Jagasatru, Banjar Sema, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan Jumat 22 Mei 2026 ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Turut hadir Kepala Sekretariat DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai I Made Dirga, Ketua Fraksi I Putu Eka Nurcahyadi, seluruh Ketua PAC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan, serta seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan.

Ketua Panitia Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, I Made Suarta menjelaskan kegiatan ini merupakan representasi harmoni antara alam, manusia, dan budaya Bali. Gerakan-gerakan dalam senam ini mengandung semangat menjaga keseimbangan kehidupan sesuai filosofi Bali dan diharapkan menjadi implementasi nyata dari visi pembangunan Bali berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini termasuk dalam rangkain Bulan Bung Karno 2026 dan HUT PDI-Perjuangan Ke-53.

Dia mengatakan, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa semangat gotong-royong dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pola hidup sehat di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga  Gubernur Koster Larang Pembangunan Terminal LNG di Areal Hutan Mangrove

“Diharapkan kegiatan serupa dapat rutin digelar setiap tahun agar semakin memperkuat budaya hidup sehat sekaligus menjaga warisan budayajn Bali tetap lestari,” katanya.

Lomba berlangsung sukses, penuh semangat, kekompakan, dan kebersamaan dari seluruh peserta maupun masyarakat yang hadir. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Dari Ladies Program Rakerkomwil IV APEKSI Ke-21

Puri Jero Kuta dan Pasar Kumbasari Suguhkan Kekayaan Seni dan Tradisi Budaya Bali kepada Istri Kepala Daerah

Loading

Published

on

By

city tour denpasar
KUNJUNGAN: Belasan istri Kepala Daerah para anggota APEKSI Komwil IV, pada Jumat (22/5) saat melakukan kunjungan ke Pasar Kumbasari. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Selain kawasan Sanur, dua objek City Tour Kota Denpasar, yakni Puri Jero Kuta dan Pasar Kumbasari turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV APEKSI ke-21, yang dibalut dalam kegiatan Ladies Program.

Belasan istri Kepala Daerah para anggota APEKSI Komwil IV ini, pada Jumat (22/5), dikenalkan dengan kesenian dan tradisi budaya Bali, melalui belajar Tari Pendet dan juga membuat Gebogan yang biasa digunakan sebagai sarana upakara di Bali.

Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, dan Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya, menyampaikan, pada Ladies Program Rakerkomwil IV  APEKSI ke-21, pengenalan budaya Bali menjadi salah satu poin utama.

Selain sebagai promosi wisata budaya Kota Denpasar, hal ini juga ditujukan agar kesenian dan budaya Bali lebih dikenal oleh masyarakat secara luas.

“Kami ingin mengenalkan secara lebih mendalam tentang Tari Pendet dan Gebogan yang selama ini mungkin hanya disaksikan saja oleh para wisatawan saat berkunjung ke Bali. Lewat belajar tari Pendet dan membuat Gebogan ini, saya harap ibu-ibu Kepala Daerah juga mengetahui tentang seluk beluk kesenian Bali, sebagai kekayaan warisan leluhur,” ungkap Sagung Antari.

Usai berkegiatan di Puri Jero Kuta, rombongan istri Kepala Daerah melanjutkan perjalanan menuju Pasar Kumbasari, untuk melihat berbagai produk unggulan UMKM binaan Dekranasda dan Disperindag Kota Denpasar.

Pemilihan lokasi ini sebagai City Tour pada Ladies Program juga bukan tanpa alasan. Sagung Antari mengemukakan, berbagai produk unggulan UMKM Kota Denpasar yang dijajakan di Pasar Kumbasari memiliki potensi untuk dipasarkan secara luas. Untuk itu, dengan menyertakan Pasar Kumbasari sebagai salah satu lokasi tujuan, secara tidak langsung akan mempromosikan potensi ekonomi kreatif Kota Denpasar.

Baca Juga  Pemkab Teluk Bintuni Lakukan Studi Banding ke Kota Denpasar

“Ada berbagai macam produk kerajinan Kota Denpasar yang memiliki ciri khas. Seperti aneka kain endek, sandal, dan lainnya,” kata Sagung Antari.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana mengungkapkan, pada setiap gelaran Rakerkomwil IV APEKSI, Ladies Program merupakan agenda wajib yang harus selalu ada. Selain sebagai ajang untuk mempererat komunikasi dan kolaborasi antarkota, acara ini juga sekaligus menjadi momentum untuk saling bertukar pengalaman dan juga informasi seputar program penunjang pembangunan.

“Salah satunya adalah program kerajinan, kesenian, dan ekonomi kreatif yang biasanya dikomandoi oleh istri para kepala daerah. Tentu semangat ini yang kita usung, agar sinergi dan kolaborasi antarkota semakin erat,” katanya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca