Denpasar, baliilu.com – Pasangan Calon (Paslon) Walikota/Wakil Walikota Denpasar Nomor Urut 2 Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kertha Negara ( Paslon AMERTA) tak pernah henti saban pagi menyambangi pasar-pasar tradisional.
Seperti yang dilakukan Kamis (12/11-2020) pagi, mereka mendatangi Pasar Tembau, Desa Penatih dan Pasar Anggabaya, Denpasar Timur. Sesaat memasuki pasar, Paslon AMERTA langsung disambut hangat masyarakat, baik pedagang dan pengunjung pasar. Sambil menyapa dengan mengacungkan dua jari, mereka pun menghendaki dan mendukung Paslon Nomor Urut 2 memenangkan Pilwali Denpasar pada 9 Desember 2020 mendatang.
Seperti biasanya, pada saat turun ke pasar-pasar, Paslon AMERTA ini mendengarkan secara langsung keluhan dan aspirasi masyarakat, khususnya para pedagang. Dari keluhan dan aspirasi masyarakat yang selama ini disampaikan rata-rata menginginkan satu perubahan dan harapan baru. Perubahan dan harapan baru itu baik masalah pembenahan di pasar-pasar sehingga mampu mensejahterakan para pedagang, juga harapan baru masalah lapangan kerja, pendidikan, lingkungan, rekreasi, dan seni budaya.
“AMERTA harus turun ke pasar-pasar untuk menyerap aspirasi masyarakat dan pedagang kecil sebagai bahan kajian apa yang menjadi masalah perekonomian dan mencarikan solusi agar roda ekonomi bisa berputar saat pandemi Covid dan sesudahnya nanti,” ucap Ngurah Ambara saat mengunjungi Pasar Tembau dan Anggabaya, Denpasar Timur.
Untuk mewujudkan keinginan masyarakat dan terjadi perubahan di Denpasar, menurut Paslon AMERTA tidak ada cara lain selain menggunakan hak pilihnya dengan mendatangi TPT-TPS pada tanggal 9 Desember 2020 dalam Pilwali Denpasar.
Mencermati keluhan para pedagang yang pendapatannya turun akibat daya beli masyarakat pada saat pandemi Covid-19 ini turun sekitar 70%, Paslon AMERTA jika dipercaya memimpin Denpasar akan membangun system digitalisasi pada pasar-pasar tradisional yang ada di Denpasar. Dengan digitalisasi akan memudahkan pedagang menawarkan barang dagangannya. Tidak saja terpaku pada lapak-lapak mereka di pasar tetapi bisa lewat media sosial atau e-marketing.
Kalau Paslon AMERTA terpilih untuk memimpin Kota Denpasar, Ngurah Ambara tidak hanya menerapkan system digitalisasi yang mengedepankan transparansi juga akan terus mendorong melalui pemberian stimulus kepada pedagang di sektor UMKM. Karena kelompok usaha inilah yang masih bisa bertahan di situasi pandemi ini. Kehadiran pemerintah memberikan stimulus di sektor ini dimaksudkan agar UMKM bisa sehat dan terus berkembang sehingga menjadi tulang punggung perekonomian di Denpasar.
Menjawab tudingan bahwa program Paslon AMERTA dikatakan program muluk-muluk, Ngurah Ambara mengatakan bahwa apa yang tertuang dalam visi misinya merupakan hasil kajian yang sangat mendalam. ‘’Program kami bukannya program yang muluk-muluk, tetapi bisa diimplementasikan nantinya. Dengan program yang akan kami terapkan mampu meningkatkan PAD Denpasar yang selama ini stagnan, sehingga kami mampu memberikan bantuan untuk kelahiran Rp 1 juta, meninggal 10 juta, sekaa teruna 25 juta per tahun, untuk prajuru banjar, dan memberikan subsidi kepada masyarakat kurang mampu, pemuka agama, petani, nelayan dan pedagang pasar,” pungkas Ambara seraya menandaskan jika ingin perubahan dan harapan baru, ayo ke TPS dan tentukan pilihan pada Paslon AMERTA nomor urut 2. (*/eka)