Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Sinergi Bangun Adat dan Infrastruktur, Bupati Badung Apresiasi Krama Desa Adat Balangan

BALIILU Tayang

:

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Karya Atma Wedana, Pitra Yadnya, dan Metatah Massal krama Desa Adat Balangan di Kecamatan Mengwi.
HADIRI KARYA: Bupati Adi Arnawa saat hadiri Karya Atma Wedana, Pitra Yadnya, Potong Gigi, dan Mepetik Massal krama Desa Adat Balangan di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Jumat (28/8). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Semangat kebersamaan dan gotong-royong krama Desa Adat Balangan mendapat pujian langsung dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Hal itu disampaikannya saat menyaksikan langsung kekompakan warga dalam rangkaian Karya Atma Wedana, Pitra Yadnya, Potong Gigi, dan Mepetik Massal di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Jumat (28/8).

Kehadiran Bupati menjadi wujud nyata dukungan pemerintah terhadap penguatan adat, tradisi, dan kehidupan keagamaan masyarakat setempat. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Yudana, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel Desa Kuwum, Bendesa Adat Balangan, serta jajaran tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya secara kolektif ini. Menurutnya, pelaksanaan upacara massal ini mencerminkan kuatnya semangat gotong-royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang masih terjaga erat di tengah masyarakat Desa Adat Balangan dalam menunaikan kewajiban adat mendasar.

“Pemkab Badung berkomitmen penuh untuk selalu hadir dan mengawal kegiatan adat serta keagamaan masyarakat. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam meringankan beban finansial krama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adi Arnawa memaparkan bahwa Pemkab Badung saat ini tengah memprioritaskan program penataan serta pembangunan infrastruktur wilayah, terutama dalam mengurai titik-titik kemacetan lalu lintas. Kebijakan ini dinilai krusial untuk menjaga kenyamanan aktivitas harian masyarakat sekaligus mempertahankan daya tarik pariwisata Badung sebagai sektor penopang utama pendapatan daerah.

Kendati fokus pada infrastruktur, ia menegaskan bahwa dukungan terhadap sektor keagamaan dan pelestarian adat tetap menjadi bagian integral yang tidak terpisahkan dari kebijakan anggaran daerah. Alokasi bantuan untuk pembangunan wantilan, perbaikan fasilitas desa, hingga pelaksanaan upacara Yadnya dipastikan tetap mendapat porsi perhatian yang proporsional.

Baca Juga  Camat Kuta Selatan, Peringkat Pertama Penghargaan Wiloka Legal Culture Kemenkumham RI

Ia juga secara khusus memuji sinergi antara Perbekel, Bendesa Adat, Panitia Karya, dan seluruh krama Desa Adat Balangan yang telah bekerja keras menyukseskan acara hingga berjalan lancar (labda karya).

“Semangat kebersamaan seperti ini harus terus dirawat. Pemerintah dan masyarakat harus berjalan beriringan agar kewajiban adat terpenuhi, sementara program pembangunan daerah tetap melaju,” ucap Adi Arnawa.

Sementara itu, Manggala Karya I Made Murna menjelaskan bahwa Karya Atma Wedana Kinembulan merupakan agenda periodik 5 tahunan yang diinisiasi oleh kepanitiaan bersama krama Desa Adat Balangan. Kegiatan ini menjadi momentum bakti luhur sekaligus bagian dari pembersihan spiritual melalui upacara Pitra Yadnya.

Pada upacara kali ini, tercatat jumlah peserta yang mengikuti rangkaian yadnya meliputi Nyakar/Memukur (Puspa) sebanyak 62 diri, Nglangkir dan Ngelungah sebanyak 9 diri, Warak Keruron sebanyak 12 diri, serta Metatah (Potong Gigi) sebanyak 93 diri.

I Made Murna turut mengapresiasi kontribusi nyata Pemerintah Desa Kuwum yang memberikan dukungan pembiayaan operasional karya melalui alokasi anggaran desa senilai lebih dari Rp 300 juta. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Prosesi “Ngajum” Karya Pitra Yadnya dan Atma Wedana Desa Adat Serangan

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Ikuti Prosesi Ngajum Karya Serangan
NGAJUM: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengikuti prosesi “Ngajum” saat Karya Pitra Yadnya dan Atma Wedana Desa Adat Serangan, di Lapangan Wayan Bulit Serangan, Minggu (13/9). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri sekaligus mengikuti prosesi Ngajum serangkaian Karya Pitra Yadnya lan Atma Wedana Desa Adat Serangan, yang diselenggarakan di Lapangan Wayan Bulit Serangan, Minggu (13/9).

Diiringi suara gamelan dan lantunan kidung suci, karya ini dipuput oleh dua orang Sulinggih, yakni Ida Ratu Peranda Ngurah Tegal dari Griya Tegal dan Ida Pedanda Budha dari Griya Ulun Uma Mengwi.

Usai mengikuti prosesi Ngajum, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan, Karya Pitra Yadnya lan Atma Wedana yang dilaksanakan secara bersamaan adalah bentuk penerapan semangat gotong-royong yang seiring dengan spirit Kota Denpasar yakni Vasudhaiva Khutumbakam.

Selain meringankan beban biaya bagi masyarakat, pelaksanaan karya ini juga diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan di antara masyarakat.

“Pelaksanaan ini patut diapresiasi, selain sebagai sebuah bentuk kewajiban Umat Hindu yang harus dijalankan, karya ini juga mengusung semangat gotong-royong menyama braya antar-masyarakat yang begitu kental,” kata Jaya Negara.

Bendesa Adat Serangan, I Nyoman Gede Pariatha didampingi Manggala Karya, I Wayan Astawa menjelaskan, rangkaian karya ini dimulai sejak Jumat (4/9) lalu. Adapun jumlah peserta yang ikut dalam rangkaian karya ini berjumlah total 76 peserta. Gede Pariatha memerinci, jumlah tersebut terdiri dari peserta Ngaben sebanyak 19, peserta Nyekah 41, peserta Warak Keruron 14, dan peserta Ngelangkir sebanyak 2.

Para peserta yang mengikuti karya ini, dikenakan biaya yakni masing-masing Rp 3 juta untuk Ngaben dan Nyekah, serta Rp 1 juta untuk prosesi Warak Keruron dan Ngelangkir. Selebihnya, biaya ditanggung Desa Adat Serangan, dan juga punia dari berbagai kalangan masyarakat.

“Tujuan utama kami adalah meringankan beban masyarakat atau krama desa. Dengan dilaksanakan bersama, rasa kebersamaan dan menyama braya juga semakin kuat,” katanya. (eka/bi)

Baca Juga  Badung Raih Penghargaan Wahana Tata Nugraha Tahun 2024

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Puncak Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri

Published

on

By

Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri
KARYA PELEBON: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri Puncak Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri, istri Gubernur Bali periode 1978–1988, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, sekaligus ibunda Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, pada Redite Pon Wuku Prangbakat, Minggu (13/9). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Puncak Karya Pelebon I Gusti Ayu Badri, istri Gubernur Bali periode 1978–1988, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, sekaligus ibunda Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, berlangsung khidmat pada Redite Pon Wuku Prangbakat, Minggu (13/9). Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, turut hadir dalam prosesi pelebon dengan tingkatan Munggah Tumpang Salu Utama yang menggunakan Bade Awin/Bade Padma, sebagaimana yang digunakan dalam pelebon almarhum sang suami terdahulu.

Sejak pagi, masyarakat dan keluarga tampak mempersiapkan berbagai rangkaian upacara. Prosesi diawali dengan Melaspas Pemereman, Bade, dan Lembu. Selanjutnya, dilaksanakan Tedun Layon atau prosesi menurunkan jenazah dari Bale Semaanggen menuju Bade Awin/Bade Padma pada pukul 12.05 Wita.

Iring-iringan pelebon diawali dengan uperengga, kemudian Tirta dan Saji pada bagian depan. Pada bagian akhir iring-iringan tampak Gayod, Baris Ketekok Jago, Lembu Putih, dan Bade Awin/Bade Padma. Seluruh rangkaian pelebon turut diiringi Gambelan Gambang, Baleganjur Ngarap, dan Angklung.

Dalam suasana cuaca cerah, iring-iringan bergerak dari Jalan Tjok Agung Tresna menuju Jalan Merdeka dan selanjutnya menuju Setra Desa Adat Tanjung Bungkak sebagai lokasi pelaksanaan upacara. Setelah rangkaian pelebon selesai, upacara dilanjutkan dengan prosesi Nganyut ke Segara Sanur.

Pengrajeg Karya yang juga Anggota DPD RI, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, di sela-sela upacara menyampaikan bahwa seluruh persiapan yang telah dilaksanakan bermuara pada puncak upacara hari ini. Ia pun menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian upacara dapat berjalan dengan lancar.

“Pertama, kami bersyukur upakara ibunda kami dapat berjalan dengan lancar. Kedua, kami mengucapkan terima kasih atas doa dan bantuan semua pihak yang telah ikut menyukseskan upakara ini. Terima kasih kepada semua pihak,” ujarnya.

Baca Juga  Badung Dukung Pengembangan Olahraga Rekreasi untuk Masyarakat dan Pelestarian Budaya

Dijelaskannya, baik dari sisi Bade yang digunakan maupun tingkatan upacara pelebon I Gusti Ayu Badri, disamakan dengan upacara pelebon sang suami yang telah lebih dahulu berpulang. Tingkatan upacara yang digunakan yakni Munggah Tumpang Salu Ngewangun.

“Ini tingkatannya Ngewangun. Kami samakan dengan suaminya, Ajik terdahulu. Mudah-mudahan mereka bisa damai di sana,” katanya.

Sementara itu, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya I Gusti Ayu Badri. Menurutnya, sosok I Gusti Ayu Badri merupakan bagian penting dari perjalanan keluarga besar Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, khususnya dalam mendampingi sang suami yang pernah mengemban amanah sebagai Gubernur Bali periode 1978–1988.

“Atas nama Pemerintah Kota Denpasar dan masyarakat Kota Denpasar, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya I Gusti Ayu Badri. Beliau merupakan sosok yang selama ini dikenal sebagai pendamping setia Prof. Dr. Ida Bagus Mantra dalam menjalankan pengabdian bagi Bali,” ujarnya.

Jaya Negara juga mengenang I Gusti Ayu Badri sebagai sosok ibu yang telah memberikan keteladanan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Ia berharap seluruh amal kebaikan almarhumah mendapat tempat yang baik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam melewati masa duka.

“Semoga almarhumah mendapat tempat yang baik di sisi-Nya dan seluruh keluarga yang ditinggalkan, khususnya keluarga besar Ida Bagus Mantra, diberikan ketabahan dan keikhlasan. Semoga seluruh rangkaian upacara ini berjalan lancar dan menjadi jalan bagi almarhumah menuju kedamaian,” harapnya.

Puncak Karya Pelebon dipuput oleh empat orang sulinggih. Prosesi Atetangi Ngewisik, Pralina Pering, Ngardi Tirta Pengarep, hingga Melaspas Pemereman pada pagi hari dipuput Ida Pedanda Gede Ketut Peling. Selanjutnya, prosesi Nedunin Layon dipuput Ida Pedanda Gede Buruan dan prosesi Nedunin Layon di Setra dipuput Ida Pedanda Gede Suyasa. Prosesi Ngereka Puspa dipuput Ida Pedanda Gede Suyasa dan Ida Pedanda Jelantik Oyo. Sementara itu, prosesi Nganyut ke Segara dan Pesucian di Merajan Griya dipuput Ida Pedanda Gede Ketut Peling.

Baca Juga  Camat Kuta Selatan, Peringkat Pertama Penghargaan Wiloka Legal Culture Kemenkumham RI

I Gusti Ayu Badri mengembuskan napas terakhir di RS Bros, Denpasar, Bali, pada Sabtu (5/9) sore. Kepergian I Gusti Ayu Badri meninggalkan lima orang anak, yakni Ida Ayu Wijayanti, Ida Bagus Putra Diksotama Mantra, Ida Bagus Oka Udayana (almarhum), Ida Bagus Gde Wirawibawa (almarhum), dan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. Almarhumah juga meninggalkan 14 orang cucu serta sejumlah cicit. (eka/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Badung Apresiasi Semangat Krama Desa Adat Kuta Gelar “Atma Wedana“

Published

on

By

Pimpinan Daerah Jadi Upasaksi Upacara Atma Wedana Desa Adat Kuta
UPASAKSI: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, dan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat sebagai upasaksi serta mengikuti prosesi Ngastawang Upacara Atma Wedana, Nyekah Kurung Nyatur Rebah, dan Upacara Manusa Yadnya (Mepandes/Metatah), Kamis (10/9), di Pura Segara, Kelurahan Kuta. (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Krama Desa Adat Kuta menggelar rangkaian Upacara Atma Wedana, Nyekah Kurung Nyatur Rebah, dan Upacara Manusa Yadnya (Mepandes/Metatah), Kamis (10/9). Kegiatan ini dipusatkan di Bale Peyadnyan, Pura Segara, Kelurahan Kuta, dengan menghadirkan Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Wijaya Nanda dari Griya Kutuh sebagai Yajamana Karya.

Semangat gotong-royong krama Desa Adat Kuta dalam melaksanakan upacara massal ini mendapat apresiasi langsung dari jajaran pimpinan daerah. Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, dan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti hadir langsung sebagai upasaksi serta mengikuti prosesi Ngastawang.

Wagub dalam sambutannya menyampaikan bahwa, Pemprov Bali dan Pemkab Badung terus bersinergi menata wilayah Kuta, termasuk melalui rencana pembangunan moda transportasi Trem. Ia berpesan agar persatuan krama adat tetap kokoh terjaga demi masa depan generasi penerus.

“Masyarakat Kuta harus menjadi tuan di rumahnya sendiri. Kami mendoakan agar pelaksanaan upacara berjalan lancar dan krama Desa Adat Kuta tetap bersatu-padu menanggung suka dan duka,” kata Giri Prasta.

Seusai acara, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas rasa persatuan dan semangat gotong-royong warga Desa Adat Kuta dalam menyelenggarakan upacara adat dan manusa yadnya secara massal ini. “Selain dapat meringankan beban ekonomi krama, pelaksanaan upacara massal yang dikerjakan secara bersama-sama oleh 13 banjar ini menjadi bukti nyata kokohnya kebersamaan dan tradisi gotong-royong warga Desa Adat Kuta. Kami berkomitmen untuk terus hadir mendampingi dan memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian adat, agama, dan budaya di Kabupaten Badung,” ujarnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana melaporkan upacara massal ini meliputi Ngaben (12 sawa), Nyekah (91 sawa), Warak Keruron (60 sawa), Ngelangkir (20 sawa), dan Mepandes (68 orang). Puncak karya adat tersebut dijadwalkan jatuh pada tanggal 11 September.

Baca Juga  HUT Ke-16 Mangupura: Pemkab Badung Imbau Ucapan Tak Gunakan Bunga Papan, Tetapi Lewat Bibit Pohon

“Seluruh banten dikerjakan oleh serati banten dari 13 Banjar di Desa Adat Kuta. Saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Badung dan Provinsi Bali yang telah banyak membantu, serta krama yang bahu-membahu menyukseskan kegiatan ini,” jelas Alit Ardana.

Upacara ini dihadiri Anggota DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana, I Nyoman Sudana, I Wayan Puspa Negara, Sekcam Kuta I Putu Dedik Adi Ardiana beserta unsur Tripika, Bendesa Madya MDA Badung Ida Bagus Gede Widnyana, serta perwakilan PHDI, MDA Kecamatan Kuta, Bendesa Adat se-Kecamatan Kuta, perwakilan Lurah Kuta, dan krama desa. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca