Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Siwaratri di Era Digital, Melayani Sang Diri, Memuliakan Anugerah Menjadi Manusia

BALIILU Tayang

:

Melakukan persembahyangan bersama saat hari suci Siwa Ratri. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Fenomena di tengah riuhnya getaran zaman ketika jari lebih sering menyentuh layar daripada dada sendiri, manusia hidup dalam terang teknologi namun sering kehilangan cahaya batin. Notifikasi berbunyi nyaris tanpa jeda, informasi mengalir tanpa sempat direnungi, dan identitas digital perlahan menggantikan jati diri sejati. Demikian dikatakan Luh Irma Susanthi selaku Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, dikonfirmasi, Sabtu (17/1).

Dilanjutkan, kisah Lubdaka adalah hasil mahakarya Mpu Tanakung, yang menyimpan banyak nilai kehidupan, tetapi yang penting dipahami sesungguhnya dari cerita Lubdhaka merupakan simbolik tentang ajaran Ketuhanan dalam Hindu, diterjemahkan bahwa pemburu itu sesungguhnya asas dasar manusia, dimana manusia sebagai pemburu cahaya, pemburu Ketuhanan.

“Bahwa setiap manusia di dunia ini wajib berburu kebajikan, esensi Ketuhanan. Itu sebabnya yang diburu binatang. Sifat kebinatangan itulah yang diburu. Binatang juga disebut satwa itu juga bisa bermakna pemusnahan sifat buruk menuju sifat-sifat kebaikan dan itulah yang harus dimunculkan dalam dirinya, jadi Siwaratri itu sesungguhnya malam perenungan bagi umat Hindu untuk merenungi dan menyadari siapa jati dirinya agar matutur ikang atma ri jatinya atau dialog antara jiwa dan kesejatiannya,” jelas Irma.

Ditambahkan Irma, Siwaratri menjadi malam refleksi, bukan untuk menghakimi diri, tetapi untuk menyadari di mana kita kehilangan arah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Baca Juga  Benarkah Malam Siwaratri Sebagai Malam Peleburan Dosa?

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri Puncak “Karya” di Pura Sor Waringin Ulun Desa Padangsumbu

Published

on

By

Walikota Jaya Negara
HADIRI KARYA: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara saat menghadiri puncak “Karya” di Pura Sor Waringin Ulun, Desa Padangsumbu, Kamis (12/2). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri puncak Karya di Pura Sor Waringin Ulun, Desa Padangsumbu, Kecamatan Denpasar Barat, bertepatan dengan Wrespati Kliwon, Menail, Kamis (12/2). Kehadiran orang nomor satu di Kota Denpasar ini menjadi wujud nyata dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat dan tradisi, sekaligus penguatan nilai sradha bhakti masyarakat.

Puncak karya tersebut merupakan rangkaian Karya Ngenteg Linggih Pedudusan, Wrespati Kalpa Agung, Nyatur Mukti, serta Caru Walik Sumpah yang digelar dengan penuh khidmat. Turut hadir dalam kesempatan itu Anggota DPRD Kota Denpasar I Nyoman Tananjaya, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Surya Antara, Camat Denpasar Barat Wayan Yusswara, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Badung.

Rangkaian yadnya dipuput secara Siwa Budha oleh Ida Pedanda Gede Swabawa Karang Adnyana dari Griya Buda Keling, didampingi Ida Pedanda Gede Wayahan Jelantik Dauh dari Griya Siangan Gianyar, serta Ida Pedanda Gede Sakti dari Griya Telabah Batubidak Kerobokan.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas semangat kebersamaan krama desa dalam menyukseskan upacara. Jaya Negara menegaskan bahwa upacara yadnya tidak hanya menjadi sarana spiritual, tetapi juga mempererat rasa persaudaraan serta gotong-royong masyarakat.

“Melalui pelaksanaan karya seperti ini, kita berharap nilai-nilai kebersamaan terus terjaga, sekaligus memperkuat harmoni antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Pamucuk Karya I Wayan Nik Selamat menjelaskan bahwa rangkaian upacara telah dimulai sejak 3 Januari 2026, diawali dengan pemelastian ke pantai dan nunas tirta, serta dilaksanakan sesuai dresta desa setempat. Upacara nyejer berlangsung selama lima hari, dilanjutkan rangkaian ngeremekin, nganyarin, maprani, dan nyenuk pada 17 Februari 2026. Penyineban karya dijadwalkan pada 29 Maret 2026.

Baca Juga  Benarkah Malam Siwaratri Sebagai Malam Peleburan Dosa?

“Atas nama krama pengempon, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung atas dukungan yang diberikan, sehingga seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar,” ungkapnya.

Pelaksanaan puncak karya ini diakhiri dengan penyerahan punia, serta Walikota Jaya Negara juga berkesempatan meninjau pelawatan di pura setempat. (eka/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Wawali Denpasar Arya Wibawa “Mendem Pedagingan“ di Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas Desa Adat Renon

Published

on

By

Karya Bendesa Manik Mas
MENDEM PEDAGINGAN: Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa saat mengikuti prosesi Mendem Pedagingan serangkaian Karya Melaspas lan Mecaru di Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas, Banjar Adat Tengah, Desa Adat Renon bertepatan Rahina Wraspati Kliwon Menail, Kamis (12/2) pagi. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengikuti prosesi Mendem Pedagingan serangkaian Karya Melaspas lan Mecaru di Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas, Banjar Adat Tengah, Desa Adat Renon bertepatan Rahina Wraspati Kliwon Menail, Kamis (12/2) pagi.

Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan tersebut menyambut baik pelaksanaan Karya Melaspas lan Mecaru Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas, Banjar Adat Tengah, Desa Adat Renon ini.

“Kebersamaan dan rasa tulus ikhlas seluruh Pengempon Pura serta masyarakat sekitar, semoga dapat memberikan berkah bagi yang melaksanakannya, sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” ujarnya.

Ditambahkan Arya Wibawa, sinergi yang baik ini menjadi penting guna mendukung pelaksanaan Karya Melaspas lan Mecaru Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas, Banjar Adat Tengah, Desa Adat Renon.

“Sinergi erat Pemerintah Kota Denpasar dengan masyarakat dalam mewujudkan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau rasa bergotong-royong mencapai tujuan yang bersama membingkai Kota Denpasar maju berlandaskan budaya,” ujar Arya Wibawa.

Sementara, Ketua Panitia Karya, Wayan Sukertha saat ditemui menjelaskan bahwa Karya Melaspas lan Mecaru Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas, Banjar Adat Tengah, Desa Adat Renon dilaksanakan pasca-pembenahan Pelinggih Pura sebanyak kurang lebih sembilan titik Pelinggih yang telah dimulai sejak beberapa bulan yang lalu.

“Terimakasih kepada Pemkot Denpasar khususnya Bapak Wakil Walikota Denpasar yang telah hadir dan mengikuti prosesi Mendem Pedagingan Pelinggih Pemerajan Gede Bendesa Manik Mas, Banjar Adat Tengah, Desa Adat Renon yang dilaksanakan oleh masyarakat kami ini. Semoga dengan lancarnya pelaksanaan karya ini dapat memberikan kebaikan bagi kita semua,” ungkapnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Baca Juga  Pemkot Denpasar ‘’Ngaturang Bhakti’’ Siwaratri di Pura Agung Jagatnatha Denpasar
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Bupati Adi Arnawa Hadiri “Karya Ngenteg Linggih” di Pura Pererepan Dalem Pemutih dan Dalem Kapal Bualu

Published

on

By

Bupati Adi Arnawa
HADIRI KARYA: Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri “Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Nilapati, Nyurud Ayu” dan “Padudusan Wraspati Kalpa Agung” di Pura Pererepan Dalem Pemutih dan Dalem Kapal Bualu, Rabu (11/2). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Nilapati, Nyurud Ayu dan Padudusan Wraspati Kalpa Agung di Pura Pererepan Dalem Pemutih dan Dalem Kapal Bualu, Rahina Buda Wage Menail, Rabu (11/2) di lingkungan Desa Bualu, Kelurahan Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung.

Turut hadir dalam kesempatan ini Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Anggota DPRD Provinsi Bali Ketut Tama Tenaya, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, Lurah Bualu, Kaling, Bendesa Adat Bualu, tokoh masyarakat I Wayan Muntra serta masyarakat setempat. Bupati Adi Arnawa membantu dana Hibah Upakara Tahun anggaran Induk 2026 sebesar Rp 300 juta.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, menyampaikan rasa syukur dan bahagia dapat hadir serta ikut menjadi upasaksi di tengah-tengah krama dalam pelaksanaan karya. Apresiasi yang tinggi atas semangat, kekompakan, dan gotong-royong masyarakat dalam melaksanakan upacara yang utama ini.

“Semangat dan kekompakan masyarakat dalam ngayah adalah cerminan nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Pemkab Badung akan senantiasa mendukung upaya masyarakat dalam menjaga kelestarian adat dan budaya. Saya berharap upacara ini berjalan dengan lancar sebagai wujud ungkapan rasa syukur dan terima kasih kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Semoga kita semua senantiasa dianugerahi kesehatan dan kerahayuan,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati menyoroti persoalan kemacetan dan keterbatasan akses jalan di Badung. Pemkab Badung terus melakukan pembangunan jalan baru untuk mempercepat waktu tempuh masyarakat. Selain itu, Pemkab Badung menggulirkan berbagai program bantuan, antara lain Beasiswa S1 gratis sekitar 400 orang dari keluarga berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan, serta bantuan bagi Lansia yang mencapai umur 75 tahun, diberikan bantuan Rp 3 juta pada saat hari ulang tahun,” tutupnya.

Baca Juga  Pemkot Denpasar ‘’Ngaturang Bhakti’’ Siwaratri di Pura Agung Jagatnatha Denpasar

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya I Made Suarma, mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati Badung bersama undangan lainnya dimana krama melaksanakan upacara Mamungkah, Ngenteg Linggih, Nilapati, Nyurud Ayu dan Padudusan Wraspati Kalpa Agung di Pura Pererepan Dalem Pemutih dan Dalem Kapal Bualu.

“Adapun upacara ini kami laksanakan mengawali dari tanggal 18 ngaturan uning karya, tanggal 28 Januari melaspas, tanggal 30 Januari nuur tirta, 31 januari netegan karya, tanggal 2 februari mecaru, tanggal 5 dan 6 Februari nunas tirta. Pada tanggal 8 Februari penilapatian, tanggal 9 Februari melaksanakan upacara pemelastian dan puncaknya tanggal 11 Februari. Untuk dana yang kami habiskan dalam upacara ini sekitar kurang lebih Rp 550 juta sampai penyineban tanggal 14,” jelasnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
STIKOM Bali
Advertisements
DPRD Badung Ucapan Imlek
Advertisements
Nataru Pemkot
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca