Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

SMSI Bali Umumkan Pemenang Lomba News Konten Kreator

BALIILU Tayang

:

de
Deputi Kemenparekraf RI Vinsensius Jemadu serahkan hadiah kepada pemenang pertama. (Foto: gs)

Karangasem, baliilu.com – Serangkaian kegiatan Focus Group Discussion (FGD) kerja sama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bali, Dewan juri mengumumkan tiga pemenang Lomba News Konten Kreator Penguatan Destinasi Desa Wisata di Museum Pustaka Lontar Desa Dukuh Penaban, Kel/Kab. Karangasem, Bali, Selasa (22/2/2022).

Sebelum membacakan para pemenang, I Gusti Ngurah Dibia selaku perwakilan Dewan Juri (Dewa Sastra, I Gusti Ngurah Dibia dan Wahyu Siswadi) di pengujung acara FGD memaparkan beberapa poin dan kriteria yang mendasari penilaian Dewan Juri News Konten Kreator.

“Untuk kriteria gramatikal atau tata bahasa, teknis penulisan, pemenuhan kaidah jurnalistik seperti akurasi data, keberimbangan dan sesuai fakta. Sedangkan kriteria IT dinilai dari google analytics, viewer, share, dan engagement,” ungkap Ngurah Dibia yang juga Pemimpin Redaksi barometerbali.com ini.

Kadis Pariwisata Tjok Bagus Pemayun serahkan hadiah kepada pemenang kedua. (Foto: gs)

Selain itu disebutkan pula kriteria penilaian juri dari sisi materi berupa orisinalitas dan kesesuaian tema, wawasan atau pemahaman terhadap desa wisata. “Materi penulisan dinilai juga apakah memuat unsur inspiratif, edukatif, mudah dipahami, dan mampu menimbulkan kesan positif,” tambahnya.

Pengumuman pemenang disahkan dengan Surat Keputusan No: 29/SMSI-A/II/2022 tentang Hasil Penilaian Dewan Juri Lomba News Konten Kreator berdasarkan rapat Dewan Juri pada tanggal 20 Februari 2022 di Gedung PWI Bali.

Hasilnya, terpilih tiga pemenang dari lima besar dalam lomba yang diikuti 16 peserta, yang merupakan wartawan media lokal di Bali.

Terpilih sebagai juara pertama adalah Ni Kadek Novi Febriani dari media radarbali.id dengan judul berita “Pesona Desa Wisata Temukus yang Masih Terbungkus” dan berhak atas uang Rp 3 juta. Juara kedua diraih Ni Luh Dian Suryantini dari baliexpress.jawapos.com dengan judul berita “Unik, Menggantung Ari-Ari di Tigawasa sebagai Penghormatan 4 Saudara” dan menerima uang tunai Rp 2 juta.

Baca Juga  Cek Kesehatan Gratis SMSI Bali Bersama RSU Bhakti Rahayu, Disambut Antusias Warga

Juara ketiga jatuh kepada Angga Wijaya dari media gemabali.id dengan judul berita “Kampung Loloan, Mutiara Terpendam di Bali Barat”, yang menerima uang Rp 1 juta.

Untuk juara ketiga hadiah diserahkan oleh Ketua SMSI Bali Emanuel Dewata Oja (Edo), juara Kedua Kadis Pariwisata Prov Bali Tjok Bagus Pemayun dan juara pertama hadiah diserahkan oleh Deputi Kemenparekraf RI Vinsensius Jemadu. Selain uang tunai, untuk juara 1 hingga 3 juga menerima plakat dan piagam. Sementara lima besar menerima piagam penghargaan.  (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Arak Bali Laku Dilelang US$400 di Las Vegas Amerika

Published

on

By

Arak Bali laku dilelang US$400 di Las Vegas
LAKU DILELANG: Empat botol arak racikan Gede Rico Hardiana Widnyana dan I Wayan Eka Darmawan laku dilelang dengan total harga US$400 dalam acara Charity F@!& Cancer Flair Show di Circus Circus Hotel, Las Vegas, Amerika Serikat. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Arak Bali menembus panggung internasional. Empat botol arak racikan Gede Rico Hardiana Widnyana dan I Wayan Eka Darmawan laku dilelang dengan total harga US$400 dalam acara Charity F@!& Cancer Flair Show di Circus Circus Hotel, Las Vegas, Amerika Serikat.

Empat botol tersebut masing-masing berukuran 750 mililiter. Dengan kurs sekitar Rp 18.040,80 per dolar AS, nilai lelang itu setara Rp 7,22 juta. Artinya, setiap botol memiliki nilai lelang rata-rata US$100 atau sekitar Rp 1,8 juta.

Yang membuat lelang ini menarik, seluruh hasilnya disumbangkan untuk kegiatan amal. Arak Bali tidak hanya diperkenalkan sebagai produk lokal, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan kemanusiaan di panggung internasional.

Bagi Rico, kesempatan berkompetisi melalui penampilan flair bartending, seni meracik minuman yang dipadukan dengan atraksi dan keterampilan memainkan botol menjadi ruang untuk membawa nama Bali lebih jauh, sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada audiens internasional.

“Bagi kami, ini bukan sekadar memperkenalkan arak Bali ke luar negeri. Kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal Bali memiliki potensi untuk mendapat perhatian di panggung internasional. Lebih dari itu, kami bangga karena hasil lelangnya dapat disumbangkan untuk kegiatan amal,” ujar Rico di Denpasar, Jumat (23/10/2026).

Menurut dia, pengenalan produk lokal melalui kegiatan internasional dapat membuka peluang baru bagi arak Bali untuk dikenal lebih luas. Apalagi, kegiatan tersebut tidak hanya menampilkan keterampilan bartender, tetapi juga membawa misi sosial.

Lelang empat botol arak Bali dengan nilai total US$400 menjadi salah satu sorotan dalam acara tersebut. Nilai itu menunjukkan bahwa produk yang mereka bawa memperoleh perhatian dalam kegiatan amal tersebut, meski penerimaan pasar yang lebih luas tetap membutuhkan promosi dan pengembangan berkelanjutan.

Baca Juga  Wagub Giri Prasta Apresiasi Aksi Penanaman Mangrove oleh SMSI Bali

Arak telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat Bali. Kini, melalui kreativitas dan penampilan profesional di luar negeri, produk tersebut diperkenalkan dalam konteks yang lebih luas, tanpa melepaskan identitas lokalnya.

Empat botol arak Bali itu mungkin hanya sebagian kecil dari rangkaian acara di Las Vegas. Namun, melalui lelang tersebut, nama arak Bali mendapat ruang untuk diperkenalkan di luar negeri, dengan kegiatan amal sebagai bagian dari ceritanya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Perkuat Kerja Sama Bali–Swiss, Bidik Investasi Industri Inovatif hingga Pengolahan Sampah

Pererat Hubungan Bali–Swiss, Momentum 75 Tahun Hubungan Diplomatik

Loading

Published

on

By

Gubernur Koster terima kunjungan Dubes Swiss
TERIMA KUNJUNGAN: Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan resmi perdana Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Yang Mulia Konstantin Obolensky, didampingi Konsul Kehormatan Swiss untuk Bali, Gerhard L. Nutz, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Rabu (21/10/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan resmi perdana Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Yang Mulia Konstantin Obolensky, didampingi Konsul Kehormatan Swiss untuk Bali, Gerhard L. Nutz, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Rabu (21/10/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persahabatan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Bali dan Swiss.

Kunjungan tersebut terasa semakin istimewa karena berlangsung di tengah peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Swiss. Bagi Bali, momentum ini tidak sekadar memperkuat hubungan antarpemerintah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mendukung pembangunan Bali yang berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Wayan Koster dan Duta Besar Konstantin Obolensky membahas perkembangan positif sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu penghubung penting antara Indonesia, khususnya Bali, dan Swiss.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam pertemuan, hingga 21 Oktober 2026 tercatat sekitar 29.000 wisatawan asal Swiss telah berkunjung ke Indonesia, dengan rata-rata kunjungan sekitar 3.065 orang per bulan. Angka ini mencerminkan potensi hubungan kedua negara yang tidak hanya bertumpu pada diplomasi, tetapi juga tumbuh melalui interaksi masyarakat, pertukaran budaya, dan kegiatan pariwisata.

Gubernur Wayan Koster menyambut baik perkembangan tersebut dan berharap hubungan yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui kerja sama yang semakin luas, sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian Bali.

Swiss Tertarik Kembangkan Kerja Sama Industri Inovatif dan Lingkungan

Duta Besar Konstantin Obolensky menyampaikan bahwa agenda kunjungan perdananya ke Bali cukup padat. Selain melakukan kunjungan resmi ke Jayasabha, ia meninjau sejumlah lokasi usaha milik warga negara maupun badan usaha asal Swiss, menghadiri agenda Global Etik IADEMA sehari sebelumnya, serta bersilaturahmi dengan komunitas diaspora Swiss yang tinggal di Bali.

Baca Juga  Pelantikan Pengurus SMSI Buleleng Periode 2024-2027

Saat ini, tercatat sekitar 700 warga negara Swiss menetap dan bekerja di Bali. Keberadaan komunitas tersebut menjadi salah satu gambaran eratnya hubungan masyarakat kedua pihak, sekaligus membuka ruang untuk memperkuat pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan peluang kolaborasi di berbagai bidang.

Lebih lanjut, Duta Besar Obolensky menegaskan dukungan Swiss terhadap pengembangan investasi dan pembangunan di Bali. Swiss juga menyatakan ketertarikan untuk menjajaki peluang kerja sama di sektor industri inovatif, pengolahan sampah, serta pengolahan air limbah.

Ketertarikan tersebut menjadi peluang strategis bagi Bali untuk memperluas kemitraan dengan Swiss, khususnya dalam pengembangan solusi inovatif yang mendukung pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Kerja sama di bidang ini juga relevan dengan kebutuhan Bali untuk menjaga kualitas lingkungan, memperkuat tata kelola persampahan, dan mempertahankan daya tarik pulau sebagai destinasi pariwisata dunia.

Gubernur Koster Sambut Komitmen Swiss, Dorong Kerja Sama Berkelanjutan

Gubernur Wayan Koster menyambut hangat kunjungan perdana Duta Besar Konstantin Obolensky dan mengapresiasi komitmen Swiss untuk terus memperkuat hubungan serta membuka peluang kerja sama di Bali.

Gubernur menegaskan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antara Bali dan Swiss, sejalan dengan hubungan baik Indonesia dan Swiss yang telah terjalin selama puluhan tahun. Melalui komunikasi dan kolaborasi yang berkesinambungan, hubungan tersebut diharapkan tidak hanya terjaga pada tingkat diplomatik, tetapi juga berkembang menjadi kemitraan konkret yang mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bagi Bali, kerja sama internasional memiliki arti penting ketika mampu mempertemukan potensi daerah dengan keunggulan mitra, termasuk dalam pengembangan industri inovatif, investasi, serta pengelolaan lingkungan. Karena itu, pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas peluang kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua pihak.

Baca Juga  Akun Anonim Pelintir Judul Berita, SMSI Bali: Bisa Dipidana

Endek Bali sebagai Simbol Persahabatan dan Promosi Produk Lokal

Sebagai penutup pertemuan, Gubernur Wayan Koster menyerahkan cinderamata berupa kain tenun endek khas Bali kepada Duta Besar Konstantin Obolensky. Pemberian tersebut tidak hanya menjadi simbol penghormatan dan persahabatan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya serta mempromosikan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bali kepada masyarakat internasional.

Kain endek, dengan ragam motif dan nilai budaya yang melekat di dalamnya, merepresentasikan kreativitas serta identitas masyarakat Bali. Melalui diplomasi budaya seperti ini, hubungan bilateral diharapkan semakin dekat, sekaligus membuka kesempatan bagi produk lokal Bali untuk memperoleh perhatian dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Pertemuan di Jayasabha pun menjadi penegasan bahwa hubungan Bali dan Swiss memiliki ruang besar untuk terus berkembang. Berbekal persahabatan yang telah terjalin, dukungan terhadap investasi, serta peluang kolaborasi di sektor strategis, Gubernur Wayan Koster berharap kemitraan kedua pihak semakin kuat dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi pembangunan Bali yang berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Peluncuran Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station Hibah Proyek Bali E-Mobility

Published

on

By

Gubernur Koster luncurkan Bus Listrik Trans Sarbagita
LUNCURKAN BUS LISTRIK: Gubernur Bali Wayan Koster, meluncurkan Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station hibah Proyek Bali E-Mobility di Lapangan Timur, Niti Mandala Renon, pada Kamis (22/10/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster, meluncurkan Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station hibah Proyek Bali E-Mobility di Lapangan Timur, Niti Mandala Renon, pada Kamis (22/10/2026).

Gubernur Koster menyampaikan bahwa peluncuran Bus Listrik Trans Sarbagita dan Charging Station merupakan langkah nyata dalam mempercepat penerapan energi bersih di Provinsi Bali, khususnya pada sektor transportasi, sejalan dengan kebijakan Bali Energi Bersih.

Pemerintah Provinsi Bali menerapkan kebijakan energi bersih dari hulu hingga hilir. Di sektor hulu, melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, Pemerintah Provinsi Bali mendorong pengurangan penggunaan energi fosil, seperti batu bara dan solar, serta percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Upaya tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat melalui alokasi kapasitas sebesar 1.000 megawatt untuk pengembangan PLTS di wilayah Jembrana dan Gilimanuk. Saat ini, proses perizinan tengah berjalan dan diharapkan pengembangan tersebut dapat mulai dilaksanakan pada 2027.

Sementara di sektor hilir, Pemerintah Provinsi Bali mempercepat penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Kendaraan Listrik Berbasis Baterai. Setelah sempat terkendala pandemi COVID-19, pada periode kedua kepemimpinannya, Gubernur Koster menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi kebijakan tersebut.

“Hasil studinya di Bali 90 persen lebih polusi udaranya bersumber dari pembangkit listrik dan transportasi yang menggunakan bahan bakar fosil. Oleh sebab itu kebijakan ini kita percepat,” katanya.

Gubernur Koster menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Republik Korea atas dukungan dan realisasi kerja sama dalam pengembangan transportasi ramah lingkungan di Bali. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas yang telah menunjuk Bali sebagai penerima manfaat sekaligus lokasi percontohan kerja sama tersebut.

Baca Juga  Cek Kesehatan Gratis SMSI Bali Gandeng RSU Puri Raharja Membludak, Tembus 439 Orang

Melalui proyek Bali E-Mobility, Pemerintah Republik Korea melalui Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan, bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas dan Global Green Growth Institute (GGGI), memberikan hibah berupa 11 unit bus listrik dan 6 unit infrastruktur pengisian daya kepada Pemerintah Provinsi Bali. Bus listrik yang dihibahkan tersebut telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan pembuatan bodi bus dilakukan di Indonesia.

“Desain dan warnanya pun kami yang mengarahkan, kombinasi warna hitam, merah dan putih sebagai lambang tri datu sebagai simbol yang lekat dengan nilai budaya Bali. Ayo rame-rame kita beralih menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai,” jelas Koster

Kepada Menteri PPN/ Kepala Bappenas, Koster menjelaskan bahwa penjualan mobil listrik di Bali terus menunjukkan peningkatan walaupun peningkatan kendaraan listrik roda dua masih belum maksimal. Ia mengajak seluruh komponen masyarakat Bali untuk bersama-sama beralih menggunakan kendaraan listrik karena lebih hemat, efisien, tidak bising dan tidak menghasilkan emisi gas buang.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyampaikan bahwa Proyek Bali E-Mobility merupakan bukti nyata kekuatan kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Republik Korea, dan GGGI dalam mendorong transisi energi dari penggunaan bahan bakar fosil menuju energi bersih. Bali menjadi lokasi percontohan yang diharapkan dapat memberikan pembelajaran bagi pengembangan kebijakan serupa di tingkat nasional.

Menteri Rachmat Pambudy mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Menurutnya, upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sampah rumah tangga, tetapi juga mencakup pengurangan pencemaran yang bersumber dari pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan industri yang masih menggunakan energi fosil.

“Saya sejak muda saya sudah kagum dengan kearifan lokal Tri Hita Karana di Bali yaitu bagaimana masyarakat membina hubungan yang baik dan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dan manusia serta manusia dengan alam. Bagaimana masyarakat Bali bisa memberikan kita contoh bagaimana memuliakan alam dengan konsep Tri Hita Karana,” ungkap Pambudy.

Baca Juga  SMSI Bali Gelar Rakorda Pertama di Indonesia, Libatkan Pengurus Seluruh Kabupaten Kota

Menurutnya, filosofi tersebut relevan dengan upaya mewujudkan transisi energi dan pembangunan yang selaras dengan alam. Ia berharap Bali dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia, dengan mengintegrasikan kearifan lokal, pemanfaatan energi bersih, dan upaya menjaga kelestarian lingkungan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca