Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

SMSI Gelar FGD PFII di Bali, Perkuat Visi Indonesia Jadi Pusat Keuangan Global

Dirangkaikan Pengukuhan dan Pelantikan Kelompok Kerja Jaksa Garda Desa, Program Kolaborasi Kejaksaan RI dan Kementerian Desa PDTT

Loading

BALIILU Tayang

:

fgd smsi
BUKA FGD: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya (tengah) membuka Focus Group Discussion (FGD) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) bertema "Mengkapitalisasi Likuiditas Global untuk Akselerasi Infrastruktur dan Pembangunan Nasional Berkelanjutan" yang digelar di Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Bali, Jumat (10/7/2026). (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) memulai langkah strategis untuk mendorong Indonesia menjadi pusat finansial bertaraf internasional melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mengkapitalisasi Likuiditas Global untuk Akselerasi Infrastruktur dan Pembangunan Nasional Berkelanjutan” yang digelar di Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Bali, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pengukuhan dan pelantikan Kelompok Kerja Jaksa Garda Desa (Pokja Jaga Desa) program kolaborasi Kejaksaan Republik Indonesia dan Kementerian Desa PDTT yang bertujuan mendampingi, mengawal, dan mengawasi pengelolaan Dana Desa agar lebih transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi.

FGD dibuka oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, dan dihadiri jajaran pengurus SMSI Pusat, SMSI Provinsi Bali, serta insan pers dari berbagai daerah di Bali.

Dalam sambutannya, Sanjaya mengapresiasi kepercayaan SMSI Pusat yang memilih Bali sebagai lokasi pertama penyelenggaraan FGD Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya yang sangat besar sehingga layak menjadi pusat keuangan dunia.

“Kalau dibandingkan dengan negara lain, Indonesia ini negara yang sangat kaya. Tetapi mengapa Singapura yang menjadi pusat keuangan dunia? Ini yang menarik. Semestinya kita, khususnya masyarakat dan pemerintah Bali, menjadi garda terdepan untuk menjadikan Bali sebagai pusat keuangan dunia,” tandas Sanjaya.

Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, menjelaskan Bali dipilih sebagai titik awal pembahasan PFII karena memiliki posisi strategis sebagai wajah Indonesia di mata dunia.

“Bali kami pilih sebagai tempat pertama untuk membahas Pusat Finansial Internasional Indonesia karena Bali merupakan etalase Indonesia. Ketika orang di dunia mengenal Indonesia, yang pertama kali mereka sebut adalah Bali,” ujarnya.

Firdaus mengatakan, selama ini pusat keuangan dunia identik dengan negara-negara seperti Swiss dan Singapura. Melalui gagasan PFII, Indonesia diharapkan mampu menghadirkan pusat finansial internasional yang dapat memperkuat perekonomian nasional.

Baca Juga  <strong>SMSI Bali Gandeng RSU Puri Raharja Gelar Cek Kesehatan Gratis di Lapangan Niti Mandala</strong>

“Selama ini Swiss dan Singapura selalu menjadi pusat uang dunia. Sekarang kita ingin Indonesia, khususnya Bali, memiliki kota yang menjadi pusat finansial internasional,” katanya.

Menurutnya, keberadaan PFII nantinya tidak hanya akan memperkuat sektor keuangan, tetapi juga mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung pelestarian budaya Bali.

“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Bali, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun dalam mendukung pelestarian budaya Bali,” tambah Firdaus.

Sementara itu, Ketua SMSI Provinsi Bali, Emanuel Dewata Oja, menegaskan bahwa pelaksanaan FGD merupakan program kerja SMSI Pusat dan SMSI Bali mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah penyelenggaraan perdana.

“Program ini sepenuhnya merupakan program kerja pengurus pusat. Saya sendiri tidak tahu mengapa Bali dipilih menjadi tempat pertama pelaksanaannya. Kami di Bali hanya bertindak sebagai penyelenggara atau tuan rumah,” kata pria yang akrab disapa Edo itu.

Melalui forum tersebut, SMSI berharap mampu menghimpun berbagai masukan dari akademisi, praktisi, pelaku industri, serta para pemangku kepentingan sebagai bahan penyusunan konsep Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang dapat mempercepat pembangunan nasional secara berkelanjutan.

FGD PFII yang digelar SMSI ini mendapat dukungan dari Bank BPD Bali bersama sejumlah perbankan lainnya. Hadir sebagai narasumber Dewan Pakar PHRI Bali Trisno Nugroho dan Anggota Pokja Gubernur Bali Bidang Ekonomi Perbankan Dr. Agus Syabarrudin, dengan diskusi dipandu Wakil Ketua Umum SMSI Pusat Yono Hartono.

Turut hadir dalam FGD tersebut Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bali, Ketua SMSI kabupaten/kota se-Bali dan wartawan Pena NTT.

Baca Juga  Ngopi Bareng, Sekda Dewa Indra Ajak Media Berkolaborasi Penuhi Hak Publik

Acara FGD ini berlangsung dengan sukses atas dukungan DPD RI Perwakilan Bali, Pemkab Tabanan, dan Bank BPD Bali bersama perbankan lainnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp 3,091 Miliar

Published

on

By

Stand UMKM Buleleng Festival 2026
Suasana stand UMKM pada pelaksanaan Buleleng Festival 2026. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pelaksanaan Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8). Selama lima hari penyelenggaraan, festival ini berhasil mencatatkan perputaran ekonomi sebesar Rp 3,091 miliar lebih. Diperkirakan sampai akhir kegiatan, perputaran ekonomi mencapai Rp 3,6 miliar lebih.

Angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa produk UMKM lokal Buleleng sangat digemari masyarakat, wisatawan domestik maupun mancanegara. Buleleng Festival 2026 diikuti sebanyak 105 UMKM lokal dari berbagai sektor, antara lain kriya, kuliner, olahan pangan, dan fashion. Para pelaku usaha tersebut tersebar di tiga zona, yakni Zona A sebanyak 48 tenan, Zona B sebanyak 38 tenan, dan Zona C sebanyak 19 tenan.

“Selama enam hari ini masyarakat telah menyaksikan dan merasakan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan kreativitas warga Buleleng yang memancarkan energi positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar Bupati Sutjidra.

Dari sisi ekonomi, Bupati menegaskan festival ini membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM untuk menampilkan produk kreatif dan kuliner khas Buleleng. Selain itu juga memperkuat jaringan pasar dan memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk berkarya. Sementara dari sisi budaya, pemerintah daerah berhasil memfasilitasi pelestarian dan inovasi, di mana tradisi bertemu kreativitas modern sehingga budaya Buleleng tetap relevan dan hidup.

Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, seniman, komunitas, pelaku usaha, hingga aparat keamanan dari Polres Buleleng dan Kodim 1609/Buleleng. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh perangkat daerah, Kelian Desa Adat Buleleng, Prajuru Banjar Adat, sponsor, relawan, dan seluruh pengunjung yang telah menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama festival berlangsung.

Baca Juga  Bangkitkan Ekonomi Bali, SMSI Gelar FGD Penguatan Destinasi Desa Wisata

“Terima kasih kepada seluruh pengunjung Buleleng Festival yang telah menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan, sehingga Buleleng Festival tahun 2026 dapat berjalan nyaman, aman, tertib dan asri,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membawa semangat “Uriping Rasa” ke kehidupan sehari-hari: terus melestarikan budaya, saling menghargai, memperkuat gotong royong, dan mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. Pemkab Buleleng juga berkomitmen akan terus mendukung pengembangan kebudayaan dan ekonomi kreatif melalui program-program yang berpihak kepada pelaku seni dan UMKM.

“Semoga hasil dan semangat festival ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Buleleng,” tutup Bupati Sutjidra. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Cegah Kriminalitas dan Trek-trekan, Polsek Dentim Intensifkan Patroli Subuh di Wilayah Denpasar

Published

on

By

Personel Polsek Denpasar Timur melaksanakan patroli subuh di kawasan Renon dan sekitarnya untuk cegah gangguan Kamtibmas.
PATROLI: Polsek Denpasar Timur (Dentim) mengintensifkan kegiatan patroli subuh di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas, Senin (24/8/2026) dini hari. (Foto: Hms Polresta Dps)

Denpasar, baliilu.com – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif pada waktu dini hari, Polsek Denpasar Timur (Dentim) mengintensifkan kegiatan patroli subuh di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan Kamtibmas, Senin (24/8/2026) dini hari.

Dipimpin oleh Perwira Pengawas (Pawas) Iptu I Ketut Sudarsana, S.H.,M.H., patroli menyasar sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Renon, Jalur 11, Bundaran Renon, Lapangan Bajra Sandhi, Kantor KPU di Jalan Raya Puputan Renon, serta seputaran Jalan Tohpati.

Dalam kegiatan tersebut, personel melaksanakan patroli preventif sekaligus pemantauan terhadap aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak muda yang masih berkumpul hingga dini hari. Petugas juga memberikan imbauan Kamtibmas agar tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, tidak melakukan aksi trek-trekan, serta mengajak masyarakat untuk kembali ke rumah masing-masing demi menjaga keamanan dan ketertiban.

Kapolsek Dentim AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H.,M.H., mengatakan kegiatan patroli secara rutin dan preventif akan terus ditingkatkan, khususnya pada jam-jam rawan, sebagai upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas.

“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi kriminalitas, trek-trekan maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu Kamtibmas. Kami mengimbau masyarakat, khususnya anak muda, agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  SMSI Bali Siap Gelar Musprov, Undang Perwakilan Google Indonesia
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bangkitkan Semangat Anak-anak Korban Gempa, Kapendam IX/Udayana Turun Langsung Dampingi Trauma Healing di Manggarai

Published

on

By

Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution berinteraksi dengan anak-anak korban gempa di posko pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
TRAUMA HEALING: Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution turut hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, melaksanakan trauma healing khususnya anak-anak di posko pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, pada Senin (24/8/2026). (Foto: Pendam IX)

Manggarai, NTT, baliilu.com – Pascabencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), prajurit Kodam IX/Udayana terus menunjukkan komitmen dan kepedulian dalam membantu masyarakat terdampak. Tidak hanya dalam penanganan kondisi darurat, prajurit juga hadir memberikan dukungan sosial dan psikologis guna membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.

Berbagai upaya dilakukan jajaran Kodam IX/Udayana, mulai dari menyiapkan posko pengungsian, memberikan pelayanan kesehatan, mendirikan dapur lapangan, hingga menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat, termasuk menjangkau warga di wilayah pelosok dan lokasi yang sulit diakses. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk senantiasa hadir dan membantu masyarakat dalam setiap situasi, khususnya ketika menghadapi bencana.

Sejalan dengan upaya tersebut, Prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 834/WM pada Senin (24/8/2026) melaksanakan kegiatan pembersihan Posko Pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, bersama warga setempat. Kegiatan dilakukan secara gotong-royong untuk menciptakan lingkungan pengungsian yang bersih dan sehat sekaligus meminimalkan risiko munculnya berbagai penyakit selama masyarakat masih berada di lokasi pengungsian.

Tidak berhenti pada aspek kebersihan lingkungan, prajurit Yonif TP 834/WM juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi para korban bencana, khususnya anak-anak. Melalui permainan, interaksi, dan berbagai kegiatan yang membangun suasana positif, prajurit berupaya membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan yang dialami masyarakat, sekaligus menumbuhkan kembali semangat dan rasa percaya diri setelah menghadapi bencana.

Di tengah-tengah kegiatan tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution turut hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya anak-anak di posko pengungsian. Kapendam memberikan motivasi serta mengajak anak-anak untuk tetap bersemangat, bermain, dan tidak larut dalam kesedihan akibat bencana yang mereka alami.

Baca Juga  Sukses Tahap I, SMSI Bali dan Kemenparekraf RI Kembali Jalin Kerja Sama

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan, penanganan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga bagaimana memastikan kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak, mendapat perhatian.

“Pascabencana, kebutuhan masyarakat bukan hanya makanan, tempat tinggal dan pelayanan kesehatan. Kita juga harus memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis mereka, khususnya anak-anak. Karena itu, kegiatan trauma healing menjadi bagian penting untuk membantu mengembalikan rasa aman, keceriaan dan semangat mereka,” ujar Kapendam.

Menurutnya, keterlibatan prajurit dalam berbagai kegiatan di posko pengungsian merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Kebersihan lingkungan, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan hingga pendampingan psikologis dilaksanakan secara terpadu agar masyarakat dapat melalui masa pemulihan dengan lebih baik.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa mereka tidak sendiri. Prajurit Kodam IX/Udayana akan terus hadir bersama masyarakat, membantu sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki. Semangat gotong-royong seperti yang kita lihat hari ini menjadi kekuatan penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana,” tegasnya.

Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan semangat Kemanunggalan TNI dan rakyat, di mana prajurit bersama masyarakat bahu-membahu menjaga lingkungan, memberikan dukungan dan membangun kembali optimisme di tengah situasi pascabencana. Kehadiran prajurit di posko pengungsian diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara nyata, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan keyakinan bahwa masyarakat terdampak akan terus mendapatkan perhatian hingga proses pemulihan berjalan secara optimal. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca