Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Soal Bantuan Sekolah Swasta, Ketua DPRD Badung Putu Parwata: Pada Prinsipnya Pemerintah Berkeadilan

Ketua DPRD Badung Putu Parwata Menerima Audiensi Pengurus Badan Musyawarah Perguruan Swasta Kabupaten Badung

Loading

BALIILU Tayang

:

parwata
Ketua DPRD Kabupten Badung Putu Parwata, Jumat, 14 April 2023 menerima audiensi Pengurus Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Badung di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Badung. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupten Badung Putu Parwata, Jumat, 14 April 2023 menerima audiensi Pengurus Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Badung di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Badung. Kehadiran BMPS terkait persoalan klasik setiap tahun yakni sistem penerimaan siswa baru di sekolah swasta yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Hadir pada pertemuan tersebut Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung diwakili Sekretaris I Gusti Bagus Adi Parwata, Kepala Ombudsman Kabupaten Badung Mubarok, SH, Ketua BMPS Badung Drs. Wayan Reta, SH, MM, Sekretaris BMPS Badung Putu Yogi Pratama, Ketua PGRI Badung I Wayan Tur Adnyana, Ketua MKKS I Nyoman Ratana, beberapa kepala sekolah swasta se-Badung.

Selepas pertemuan, Putu Parwata kepada media mengatakan perihal kehadiran Badan Musyawarah Perguruan Swasta terkait masalah klasik yang selalu terjadi setiap tahun. Dimana mereka tidak mendapatkan murid yang optimal dan banyak yang lari ke sekolah negeri karena sekolah negeri gratis. Mereka menyampaikan bagaimana supaya sekolah swasta di Badung menjadi perhatian pemerintah. Karena, sekolah swasta ini merupakan pionir mendorong dunia pendidikan untuk meningkatkan sumber daya manusia.

putu parwata
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupten Badung Putu Parwata saat menjawab pertanyaan wartawan. (Foto: gs)

Terkait masalah sekolah swasta tersebut, Putu Parwata mengatakan pada prinsipnya pemerintah berkeadilan, memberikan bantuan kepada sekolah negeri dan sekolah swasta. Karena pemerintah sudah menggariskan dalam menggunakan uang yang namanya program mandatory adalah program pendidikan dan kesehatan. Program pendidikan minimal 20 persen dari kemampuan APBD-nya dan kesehatan 10 persen. Ini artinya pemerintah tidak boleh diskriminasi terhadap pendidikan dan bagaimana sekolah swasta ini bisa tetap didorong.

‘’Oleh karena itu, kami meminta kepada pemerintah dalam hal ini bupati bersama jajarannya agar memperhatikan, membantu dari operasional sarana prasarana sekolah swasta sesuai dengan kebutuhannya,’’ ujar Politisi PDI Perjuangan asal Dalung Kuta Utara ini.

Baca Juga  Harga Bahan Pokok Melonjak Tinggi, Begini Langkah Strategis Ketua DPRD Badung Putu Parwata

Selain itu, Putu Parwata ingin mendapatkan data yang jelas supaya gampang difasilitasi yaitu data klaster baik klaster guru, siswa dan klaster sarana prasarana yang lainnya. Dengan demikian, rumah besarnya bisa dijadikan acuan mendorong pemerintah untuk memberikan fasilitas. Karena pendidikan hal yang mandatory yang wajib menjadi perhatian pemerintah baik menggunakan APBD kabupaten maupun desa ikut berperan aktif. Klaster ini segera akan kita buatkan untuk bisa fasilitasi sekolah swasta baik dari PAUD, TK, SD dan SMP. Bahkan kemungkinan ada sekolah gratis di swasta sepanjang nanti pengklasterannya jelas, sehingga minimal bisa sama dengan sekolah negeri.  

‘‘Target pengklasteran bulan ini bisa diselesaikan oleh Dinas Pendidikan dan kita akan melakukan penyelasaran di APBD 2024,‘‘ ujar Parwata seraya mengatakan ini akan menjadi contoh bahwa Badung itu berlaku adil di dalam memberikan kewajiban pendidikan masyarakat Badung. Setelah diklaster kami akan rapat dengan Dinas Pendidikan apa sepantasnya diberikan masing-masing sekolah, apakah gedung fisik, sarana prasarana apakah operasionalnya.

Namun, Putu Parwata mengingatkan jangan sampai pengklasteran tersebut, sekolah swasta yang mempunyai kemampuan dan kompetensi ikut berpura-pura untuk mendapatkan satu bantuan. Ini juga tidak fair. Kami akan minta di Dinas Pendidikan untuk mengklaster tentu datanya dari Badan Musyawarah Perguruan Swasta. Karena kalau tanpa data tidak bisa membuat regulasi.  Ini harus jelas masternya. Bagaimana mengklaster sekolah swasta supaya regulasi yang dibuat pas. Ada klaster kelas atas, ada kelas menengah dan ada kelas rendah.

‘‘Kita baru hari ini melakukan diskusi apakah diskusi ini akan merumuskan kebijakan karena diskusinya di rumah rakyat yang memang adalah kewenangan kami melakukan satu regulasi kalau ini pantas dan patut,‘‘ pungkasnya. (gs/bi)

Baca Juga  Terima Audiensi Pengurus Yoga Tertawa, Putu Parwata Dukung Persiapan Capai Rekor MURI

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan

NEWS

Rakor Bappeda Se-Bali 2026, Jembrana Raih Peringkat Pertama

Published

on

By

Jembrana Raih Terbaik I Penghargaan Pembangunan Daerah
PERINGKAT PERTAMA: Kabupaten Jembrana sukses meraih peringkat pertama (Terbaik I) dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali Tahun 2026. (Foto: Hms Jembrana)

Jembrana, baliilu.com – Kabupaten Jembrana sukses meraih peringkat pertama (Terbaik I) dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali Tahun 2026. Prestasi gemilang ini diumumkan secara resmi di sela-sela acara Rapat Koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) se-Bali.

Tahun ini, Rapat Koordinasi Bappeda mengusung tema strategis, “Sinergi dan Keselarasan Pembangunan Pusat-Daerah: Mewujudkan Asta Cita RPJMN 2025-2029 Berbasis Nangun Sat Kerthi Loka Bali“.

Keberhasilan Kabupaten Jembrana dalam menyabet penghargaan tertinggi ini didasarkan pada penilaian komprehensif terhadap konsistensi dan kualitas dokumen perencanaan daerah. Indikator utama penilaian mencakup: pertama, keselarasan sinkronisasi antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kedua, keterpaduan program antara Rencana Kerja Pemerintah (RKP) pusat dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Piagam penghargaan Terbaik I diserahkan langsung sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam menjaga ritme pembangunan yang terarah, terintegrasi, dan sejalan dengan visi pembangunan nasional serta visi daerah Bali.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi kuat bagi seluruh jajaran OPD di Lingkungan Pemkab Jembrana untuk terus meningkatkan performa perencanaan dan eksekusi program demi kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Baca Juga  Lagi, Ketua DPRD Badung Serahkan Wireless kepada Pangempon Pura Pasek Gaduh Kerobokan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Wabup Agung Mayun Hadiri Rapat Paripurna PU Fraksi DPRD Gianyar

Published

on

By

Rapat Paripurna DPRD Gianyar Bahas APBD 2027
RAPAT PARIPURNA: Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gianyar dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (12/10) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Gianyar. (Foto: Hms Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gianyar dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027, Senin (12/10) di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Gianyar. Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD I Ketut Sudarsana tersebut, empat fraksi DPRD menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerataan infrastruktur, penanganan kemiskinan, dan pengurangan.

Pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Gianyar dibacakan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Gianyar I Made Suteja. DPRD mengapresiasi pengajuan Ranperda APBD 2027 oleh Bupati Gianyar serta menekankan pentingnya pembahasan anggaran secara kritis, transparan, dan akuntabel agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“APBD bukan hanya persoalan angka, tetapi mencerminkan arah kebijakan pembangunan daerah, instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat, penyediaan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Suteja membacakan PU Fraksi.

Dalam rencana tersebut, pendapatan daerah direncanakan lebih dari Rp 3.751 triliun, terdiri atas PAD sebesar Rp 2.478 triliun lebih dan pendapatan transfer Rp 1.272 triliun lebih. Sementara itu, belanja daerah direncanakan mencapai Rp 3.690 triliun lebih.

Empat fraksi, yakni PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, dan Demokrat Bersatu, menyampaikan sejumlah catatan strategi terhadap rencana anggaran tersebut.

Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi perbaikan infrastruktur jalan yang telah dilaksanakan pemerintah daerah. Fraksi ini juga mendorong agar kebijakan anggaran tetap berpihak kepada masyarakat, khususnya dalam menyediakan kebutuhan dasar, peningkatan kesejahteraan, dan pemerataan pembangunan.

Fraksi Golkar menyoroti proyeksi SiLPA sebesar Rp 158,9 miliar lebih dan meminta penjelasan mengenai besaran yang bersumber dari efisiensi anggaran maupun kegiatan yang tidak terealisasi. Fraksi ini juga menyerap optimalisasi penerimaan opsen pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor, serta alokasi anggaran untuk mengatasi kemiskinan, kemiskinan, dan masalah pendidikan serta kesehatan.

Baca Juga  Terima Audiensi Pengurus Yoga Tertawa, Putu Parwata Dukung Persiapan Capai Rekor MURI

Selain itu, pembangunan jalan di pedesaan dinilai perlu mendapat perhatian agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Fraksi Gerindra menekankan pentingnya perbaikan jaringan irigasi, rehabilitasi sekolah rusak, serta kepastian penyelesaian pembangunan dan peningkatan jalan pada tahun 2027. Fraksi ini juga meminta evaluasi terhadap pengelolaan usaha air minum dalam kemasan (AMDK) yang dinilai belum optimal dalam meningkatkan pendapatan daerah.

Persyaratan personalia administrasi penyaluran hibah juga menjadi perhatian agar anggaran yang telah ditetapkan dapat terserap tepat waktu dan tepat sasaran.

Sementara itu, Fraksi Demokrat Bersatu meminta penjelasan mengenai prioritas pembangunan, strategi peningkatan PAD dari sektor pariwisata, retribusi dan pengelolaan aset daerah, serta komitmen pemerintah dalam menjaga efisiensi belanja dan mencegah kebocoran anggaran.

Secara umum, keempat fraksi menegaskan bahwa APBD harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, memiliki target yang terukur, serta dikelola secara transparan dan akuntabel.

Meski memberikan sejumlah catatan dan pertanyaan, keempat fraksi pada prinsipnya menerima Ranperda APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2027 untuk dilanjutkan ke tahapan pembahasan berikutnya sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan-undangan.

Pembahasan selanjutnya diharapkan menghasilkan kebijakan anggaran yang efektif, efisien, tepat sasaran, serta mampu mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gianyar. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

DWP Buleleng Perkuat Peran Orang Tua Cegah Kekerasan pada Anak melalui Sosialisasi BESTIE Buleleng

Published

on

By

Sosialisasi BESTIE Buleleng bersama DWP
SOSIALISASI: Kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan pada anak serta pengenalan inovasi BESTIE Buleleng dari Dinsos P3A Kabupaten Buleleng yang diselenggarakan di Gedung PLUT Singaraja, Senin (12/10). (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Buleleng terus memperkuat peran keluarga dalam melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan. Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan pada anak serta pengenalan inovasi BESTIE Buleleng (Bersama Edukasi Sebaya, Tumbuhkan Inspirasi dan Empati) dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng dalam pertemuan rutin DWP Buleleng yang terselenggara di Gedung PLUT Singaraja, Senin (12/10).

Ketua DWP Kabupaten Buleleng, Ny. Dewi Suyasa, menyampaikan bahwa sosialisasi ini memberikan manfaat penting bagi para anggota, khususnya dalam meningkatkan pemahaman orang tua untuk melindungi anak di lingkungan keluarga.

Menurutnya, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, mengenali berbagai bentuk kekerasan, serta memberikan pemahaman agar anak mampu melindungi diri dari situasi yang membahayakan.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap ibu-ibu anggota DWP semakin mampu mendampingi dan mengawasi anak-anaknya, sekaligus membangun komunikasi yang baik agar anak memahami bentuk-bentuk kekerasan dan dapat mengantisipasinya,” ujarnya.

Dewi Suyasa juga berharap sosialisasi serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di masing-masing instansi, sekolah, serta unsur DWP perangkat daerah. Dengan demikian, informasi mengenai pencegahan kekerasan pada anak dan inovasi BESTIE Buleleng dapat tersebar lebih luas, tidak hanya di kalangan anggota DWP, tetapi juga masyarakat umum.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos P3A Kabupaten Buleleng, Putu Agustini, selaku narasumber, memaparkan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, meliputi kekerasan fisik, emosional, seksual, penelantaran, dan eksploitasi. Ia juga menekankan pentingnya upaya pencegahan melalui edukasi sejak dini, komunikasi antara anak dan orang tua, serta keterlibatan satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Baca Juga  Pilkada Badung 2024, Putu Parwata Minta Masyarakat Jaga Persatuan Meski Beda Pilihan

Dalam kesempatan tersebut, turut diperkenalkan inovasi BESTIE Buleleng, sebuah upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dengan menginspirasi remaja untuk memiliki empati dan menjadi tutor bagi teman sebaya. Program ini dijalankan melalui tiga langkah, yakni tutor sebaya, layanan WhatsApp, serta sinergi dengan lembaga terkait.

Masyarakat yang membutuhkan informasi atau layanan terkait pencegahan kekerasan pada anak dapat menghubungi layanan WhatsApp BESTIE Buleleng di nomor 0821-312-5468.

Melalui kegiatan ini, DWP Kabupaten Buleleng diharapkan semakin berperan aktif dalam membangun keluarga yang peduli, meningkatkan kewaspadaan terhadap kekerasan, serta mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca