Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

OLAHRAGA

Soekarno Cup III Bali 2026: Panggung Talenta Muda, Denpasar Tampil sebagai Juara

BALIILU Tayang

:

soekarno cup
LIGA KAMPUNG SOEKARNO: Partai puncak Liga Kampung Soekarno Cup III Tahun 2026 Provinsi Bali yang berlangsung di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Senin (25/5/2026). (Foto: ist)

Denpasar, baliilu.com – Turnamen sepak bola usia muda di Stadion Ngurah Rai berlangsung penuh sportivitas, Denpasar taklukkan Badung 3-2 di partai final.

Atmosfer kompetitif dan semangat sportivitas mewarnai partai puncak Liga Kampung Soekarno Cup III Tahun 2026 Provinsi Bali yang berlangsung di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Senin (25/5/2026).

Turnamen sepak bola usia muda yang menjadi ajang pembinaan talenta muda Bali ini resmi ditutup oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital, Prananda Prabowo, bersama Ketua Panitia Nasional Liga Kampung Soekarno Cup, Komarudin Watubun.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali I Wayan Koster, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, serta jajaran pengurus DPD dan DPC PDI Perjuangan se-Bali.

Kompetisi yang digelar DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini diikuti sembilan tim Banteng Muda dari kabupaten/kota se-Bali, yakni Denpasar, Badung, Gianyar, Klungkung, Bangli, Buleleng, Karangasem, Tabanan, dan Jembrana. Sejak bergulir pada 9 Mei 2026, pertandingan berlangsung sengit dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, baik di Stadion Ngurah Rai maupun Stadion Kompyang Sujana, Denpasar.

Partai grand final mempertemukan dua tim kuat, Banteng Muda Denpasar melawan Banteng Muda Badung. Dalam laga penuh gengsi tersebut, Banteng Muda Denpasar berhasil keluar sebagai juara usai menaklukkan Banteng Muda Badung dengan skor tipis 3-2.

Sementara itu, perebutan tempat ketiga dimenangkan Banteng Muda Tabanan setelah mengalahkan Banteng Muda Karangasem dengan skor telak 4-0.

Atas kemenangan tersebut, Banteng Muda Denpasar berhak membawa pulang hadiah pembinaan berupa beasiswa sebesar Rp 50 juta. Posisi runner-up yang ditempati Banteng Muda Badung memperoleh Rp 40 juta, sedangkan juara ketiga Banteng Muda Tabanan mendapatkan Rp 30 juta. Panitia juga memberikan penghargaan khusus bagi top scorer dan tim fair play.

Baca Juga  Liga Kampung Soekarno Cup III Tahun 2026 Provinsi Bali Resmi Bergulir

Ketua Panitia Liga Kampung Soekarno Cup III Bali, I Wayan Adi Arnawa, mengatakan bahwa turnamen ini bukan sekadar kompetisi sepak bola, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda melalui olahraga.

“Liga Soekarno Cup ini menjadi wadah bagi talenta-talenta muda Bali untuk bermain dalam kompetisi formal sekaligus menjunjung tinggi sportivitas dan fair play,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan tahun ketiga ini juga menjadi sarana seleksi pemain muda yang nantinya diproyeksikan memperkuat Bali pada ajang Soekarno Cup tingkat nasional di Surabaya. Selain itu, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat nasionalisme, persatuan, dan sportivitas sesuai nilai-nilai yang diwariskan oleh Proklamator RI, Bung Karno.

“Kegiatan ini menjadi ruang bagi talenta muda untuk tampil dan berkembang. Penyelenggaraan tahun ketiga ini didasari komitmen untuk membumikan ajaran Trisakti Bung Karno, khususnya berkepribadian dalam kebudayaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, olahraga merupakan instrumen efektif dalam membentuk mentalitas generasi muda yang tangguh, sehat jasmani, serta memiliki jiwa korsa yang kuat.

Tingginya antusiasme masyarakat selama turnamen berlangsung menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola akar rumput di Bali. Seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman dan lancar dengan semangat sportivitas yang dijunjung tinggi oleh pemain maupun ofisial tim.

“Yang paling penting adalah bagaimana sepak bola bisa menjadi wadah pemersatu generasi muda sekaligus membangun mentalitas pejuang yang sehat, tangguh, dan kompetitif,” tambahnya.

Ke depan, penyelenggaraan Soekarno Cup direncanakan akan diperluas hingga tingkat kabupaten guna memperkuat pembinaan sepak bola usia dini. Selain itu, program pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) di desa-desa untuk kelompok umur 8 hingga 15 tahun juga mulai didorong sebagai bagian dari regenerasi atlet Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

OLAHRAGA

Konsisten Gelar Soekarno Cup, Pelatih Gung Bram: PDIP Hadirkan Wadah Pembinaan Pemain Muda Bali untuk Indonesia

Published

on

By

soekarno cup
LIGA KAMPUNG SOEKARNO: Liga Kampung Soekarno Cup III Tahun 2026 regional Bali telah usai, Senin 25 Mei 2026 di Stadion Ngurah Rai. Banteng Denpasar berhasil meraih gelar juara, Badung runner up, Tabanan juara ketiga dan Karangasem peringkat keempat. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Liga Kampung Soekarno Cup III tahun 2026 regional Bali telah usai, Senin 25 Mei 2026 di Stadion Ngurah Rai. Banteng Denpasar berhasil meraih gelar juara. Badung runner up, Tabanan juara ketiga dan Karangasem peringkat keempat. Para juara, top skor dan pemain terbaik mendapat hadiah beasiswa senilai Rp 117 juta.

Selanjutnya tim talent scouting DPD PDI Perjuangan Bali akan mempersiapkan tim Banteng Bali yang solid untuk menghadapi grand final Liga Kampung Soekarno Cup Nasional di Surabaya, Jawa Timur.

Kesan positif disampaikan sejumlah pelatih, official dan pemain usai laga. Mereka mengapresiasi penyelenggaraan Liga Kampung dan memuji PDI-P sebagai partai politik yang konsisten menyelenggarakan event ini sebagai wadah pembinaan pemain muda Bali.

Pelatih Denpasar AA Ketut Bramastra, mengatakan Liga Kampung Soekarno Cup termasuk event sepakbola yang konsisten digelar. Kini sudah memasuki kali ketiga.

“Event ini banyak melahirkan potensi pemain muda di Bali yang akan mengharumkan nama Bali di kancah nasional. Event ini sangat luar biasa, yang fokus pada pembinaan pada kelompok umur. Secara kompetitif ya harus dilakukan seperti ini, baik dari federasi PSSI dan Partai PDI Perjuangan dan juga pihak lainnya,” jelas pelatih yang akrab disapa Gung Bram.

Mantan pelatih Perseden Denpasar ini mengatakan, langkah nyata yang telah dilakukan PDI Perjuangan sangat positif karena dengan adanya wadah event ini sistem pembinaan di Provinsi Bali berjalan baik.

“Setiap tim pasti akan membuat pembinaan untuk bisa tampil di event pembinaan seperti ini. Apalagi rutinitas setiap penyelenggaraan Piala Bung Karno di level nasional Bali selalu berjuang untuk tampil di final,” kata Gung Bram.

Baca Juga  Jabar Tahan Imbang Sulsel 3-3, Perburuan Tiket Semifinal Soekarno Cup 2025 Makin Panas

Ia berharap, tim Banteng Bali bisa berbicara di Surabaya pada Liga Kampung Nasional. Ia akan menambah amunisi pemain-pemain melalui seleksi pemain dengan menerapkan promosi dan degradasi untuk membentuk tim Bali yang solid.

Pelatih Badung, Gede Eka Milantara menambahkan, Liga Kampung Soekarno Cup III sangat bagus bagi pembinaan pemain muda Bali. Melalui event ini akan muncul talenta muda Bali karena regulasinya cukup fair tidak melibatkan pemain pro dan elite pro academy (EPA).

“Sehingga bisa maksimalkan pemain muda yang belum merasakan jenjang pro. Tentu ini bisa munculkan talenta muda yang bagus lagi untuk Bali. Ke depan, kami berharap Liga Kampung tetap digelar tiap tahun, bisa melahirkan talenta muda yang bisa harumkan Bali dan Indonesia di kancah internasional,” katanya.

Pada laga final, diawali dengan pertandingan perebutan juara ketiga yang diraih Banteng Tabanan usai menaklukkan Karangasem 4-0. Juara pertama kembali diraih Banteng Denpasar usai menundukkan Badung 3-2. Para juara mendapat hadiah beasiswa senilai Rp 117 juta. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

OLAHRAGA

PDI Perjuangan Libatkan Difabel pada Grand Final Soekarno Cup, Simbol Fair Play dan Dukungan Kemanusiaan

Published

on

By

LIGA KAMPUNG SOEKARNO: Grand Final Liga Kampung Soekarno Cup III tahun 2026 regional Bali menghadirkan anak-anak difabel (anak down syndrom) sebagai player escort di Stadion Ngurah Rai Denpasar, Senin, 25 Mei 2026 sore. (Foto: bi)

Denpasar, baliilu.com – Ada yang istimewa pada grand final Liga Kampung Soekarno Cup III tahun 2026 regional Bali di Stadion Ngurah Rai Denpasar, Senin, 25 Mei 2026 sore. Pada laga final antara Banteng Denpasar dan Banteng Badung, ribuan mata penonton tertuju pada kids players escort (anak-anak pendamping pemain) kedua tim.

PDI Perjuangan Bali selaku penyelenggara event ini, menghadirkan anak-anak difabel (anak down syndrom) sebagai player escort. Partai politik berlambang Banteng ini ikut mengkampanyekan fair play dan juga dukungan terhadap kemanusiaan di tanah air.

Anak-anak difabel yang dihadirkan berasal dari Persatuan Oràng Tua Anak Down Syndrom (POTADS Bali). Wadah ini kumpulan orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus Anak Down Syndrom (ADS). Mereka bersatu untuk saling menguatkan dan membentuk ADS menjadi anak yang mandiri berketerampilan dan mempunyai kepercayaan diri. Mereka yang hadir di stadion Ngurah Rai berjumlah 22 anak. Kebanyakan berasal dari Denpasar, Badung dan Tabanan. Mereka hanya sebagian dari anak-anak yang tergabung dalam POTADS Bali. Organisasi POTADS ada di seluruh Indonesia.

Anak-anak difabel tampak bahagia. Mereka bisa merasakan langsung atmosfer event Soekarno Cup saat menggandeng tangan para pemain dan berjalan masuk ke stadion.

Tradisi ini sejarah dan memiliki misi besar lewat kampanye Say Yes for Children yang terwujud lewat hasil kerja sama antara FIFA dan UNICEF. Tujuannya memanfaatkan kepopuleran sepak bola untuk mempromosikan perlindungan dan hak-hak anak di seluruh dunia. PDI Perjuangan mulai dari jajaran DPP hingga DPD Bali ikut memperjuangkan dan melindungi hak-hak anak di seluruh Indonesia. PDIP komitmen bahwa anak-anak merupakan simbol Fair Play dan Kemanusiaan.

Baca Juga  Jabar Tahan Imbang Sulsel 3-3, Perburuan Tiket Semifinal Soekarno Cup 2025 Makin Panas

Kehadiran anak-anak difabel di Stadion Ngurah Rai merupakan pengingat bahwa sepak bola merupakan permainan suci, ramah keluarga, dan harus dijauhkan dari kekerasan atau rasisme. Anak-anak ini sebagai simbol kemurnian olahraga sepakbola.

Anak-anak difabel yang mendampingi para pemain mendapat sambutan hangat dari Muhammad Prananda Prabowo, ketua DPP PDI Perjuangan Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital; Komarudin Watubun, ketua Bidang Kehormatan; Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster dan seluruh pengurus DPC, kepala daerah, anggota legislatif dan ribuan penonton yang memenuhi tribun penonton.

Sebelumnya, Ketua Panitia Liga Kampung Soekarno Cup Bali, Adi Arnawa menegaskan, Liga Kampung telah berkembang menjadi wadah positif bagi generasi muda Bali yang memiliki bakat di bidang sepak bola untuk tampil dalam kompetisi formal dan terarah.

“Kegiatan Soekarno Cup ini ternyata menjadi wadah bagi talenta-talenta muda yang bisa bermain bola dalam kompetisi formal yang dilaksanakan oleh PDI Perjuangan,” ungkapnya.

Menurutnya, penyelenggaraan turnamen tersebut merupakan bentuk nyata komitmen PDI Perjuangan dalam mendukung perkembangan olahraga, khususnya sepak bola usia dini dan muda di Bali.

Adi Arnawa juga menyebut semangat olahraga yang diwariskan Bung Karno menjadi inspirasi utama penyelenggaraan Soekarno Cup.

Pada laga final, diawali dengan pertandingan perebutan juara ketiga yang diraih Banteng Tabanan usai menaklukkan Karangasem 4-0. Juara pertama kembali diraih Banteng Denpasar usai menundukkan Badung 3-2. Para juara mendapat hadiah beasiswa senilai Rp 117 juta. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

OLAHRAGA

16 SMP di Buleleng Ikuti Jantra Olahraga Tradisional Tingkat Kabupaten Buleleng 2026

Published

on

By

jantra olahraga
JANTRA OLAHRAGA TRADISIONAL: Pelaksanaan Jantra Olahraga Tradisional Tingkat Kabupaten Buleleng Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 23–24 Mei 2026 di Lapangan Bhuwana Patra Singaraja. (Foto: Hms Buleleng)

Buleleng, baliilu.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya daerah melalui pelaksanaan Jantra Olahraga Tradisional Tingkat Kabupaten Buleleng Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 23–24 Mei 2026 di Lapangan Bhuwana Patra Singaraja ini menjadi bagian dari rangkaian Jantra Tradisi Bali VI Tahun 2026.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, I Nyoman Wisandika, secara resmi membuka kegiatan Jantra Olahraga Tradisional Tingkat Kabupaten Buleleng Tahun 2026. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti hampir 300 peserta dari 16 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Buleleng.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana pembinaan generasi muda agar lebih mengenal, mencintai, dan bangga terhadap olahraga tradisional Bali di tengah perkembangan zaman modern.

“Melalui Jantra Olahraga Tradisional ini, kami ingin menanamkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal sekaligus menjaga agar olahraga tradisional Bali tetap lestari dan tidak tergerus perkembangan zaman,” ungkapnya

Ia menambahkan, cabang olahraga tradisional yang diperlombakan meliputi terompah panjang berkelompok putri, deduplak atau lari batok kelapa berkelompok putra, megala-gala atau hadang putra dan putri, serta metajog berkelompok putra. Berbagai perlombaan tersebut tidak hanya menonjolkan aspek kompetisi, tetapi juga memperkuat nilai sportivitas, kebersamaan, dan solidaritas sosial di kalangan peserta.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, I Made Tegeh Okta Maheri, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan melestarikan olahraga tradisional sebagai warisan budaya bangsa, menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal, meningkatkan kebugaran jasmani dan kerja sama antar peserta, serta menyiapkan duta Kabupaten Buleleng untuk ajang Jantra Tradisi Bali di tingkat yang lebih tinggi.

Baca Juga  Soekarno Cup 2025 Sajikan Pertandingan Sengit, Bali-Jateng Satu Grup, DKI Jakarta, Jatim, Jabar, Sulawesi Huni Grup Maut

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah membangun karakter generasi muda melalui nilai sportivitas, kerja sama, dan kebersamaan yang terkandung dalam olahraga tradisional,” ungkapnya

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap olahraga tradisional Bali tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat serta mampu menjadi bagian penting dalam penguatan identitas budaya daerah. (gs/bi)

Loading

Advertisements
iklan stikom
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca