Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Studi Tiru Setwan Bali Bersama Forward di DPRD Yogyakarta

Bangun Sinergitas dengan Media, Ada 5 Poin di UU Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta

Loading

BALIILU Tayang

:

dewan
KUNJUNGAN: Sekwan DPRD Bali I Gede Indra Dewa Putra, SE, MM, (nomor 2 dari kanan) didampingi Kabag Persidangan I Gst Agung Nyoman Alit Wikrama, S.Sos, M.Si, bersama Sekwan DPRD Yogyakarta Hariyanto didampingi Koordinator Wartawan DPRD Yogyakarta Santoso Sukarman saat Setwan Bali kunjungan ke DPRD Yogyakarta, Kamis (13/7/2023). (Foto: gs)

Yogyakarta, baliilu.com – Setelah mengunjungi Paniradya Kaistimewaan DIY, Setwan DPRD Bali bersama Forum Wartawan DPRD Bali (Forward), Kamis, 13 Juli 2023 melakukan studi tiru ke Kantor DPRD Yogyakarta dalam rangka meningkatkan sinergi dengan awak media dalam mendukung secara maksimal kegiatan-kegiatan pimpinan dan anggota dewan. Keunikan dan keistimewaan Yogyakarta juga menjadi bagian yang bisa dilakukan di Pemerintahan Provinsi Bali dalam rangka pelestarian adat, tradisi dan budaya.

Rombongan yang dipimpin langsung Sekwan DPRD Bali I Gede Indra Dewa Putra, SE, MM, didampingi Kabag Persidangan I Gst Agung Nyoman Alit Wikrama, S.Sos, M.Si, Kasubag TU, Kepeg, Humas dan Protokol Kadek Putra Suantara serta jajaran disambut Sekwan DPRD Yogyakarta Hariyanto didampingi Koordinator Wartawan Dewan, Santoso Sukarman.

Sekwan DPRD Bali Gede Indra menyampaikan kehadiran awak media yang sehari-hari ngepos di DPRD Bali sangat membantu menginformasikan kegiatan dewan. Termasuk memberikan masukan tentang kebijakan yang perlu mendapat respons dari pemerintah daerah.

‘‘Kami ingin tahu program kegiatan Setwan Yogyakarta dalam rangka meningkatkan sinergi dengan awak media sehingga secara maksimal mendukung kegiatan-kegiatan pimpinan dan anggota di dewan, juga program kegiatan keistimewaan Yogyakarta yang bisa dilakukan di pemerintahan Provinsi Bali dalam rangka pelestarian adat, tradisi dan budaya,‘‘ ucap Gede Indra seraya mengucapkan terimakasih telah menerima rombongan Setwan Bali.

Pada kesempatan itu, Sekwan Yogyakarta Haryanto menyampaikan terkait pengelolaan pemerintahan menganut dua undang-undang yakni UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Yogyakarta. Terkait dengan keistimewaan Yogyakarta ada lima kegiatan di dalam UU No. 13 Tahun 2012. Pertama, terkait tata cara pengisian jabatan gubernur dimana gubernur tidak dipilih tetapi ditetapkan dengan masa jabatan lima tahun. Yang menjadi gubernur adalah Sultan yang bertahta.

Baca Juga  TP PKK Badung Terima Kunjungan Studi Tiru TP PKK Tana Toraja

Penetapan berdasarkan usulan dari keraton. Keraton yang mengusulkan kepada dewan untuk melakukan proses penetapan yang calonnya dari Keraton dengan syarat- syarat hampir sama dengan UU Nomor 23 Tahun 2014. Setelah dicermati syarat-syarat terpenuhi baru ditetapkan.

Kedua, kelembagaan, dimana lembaga keistimewaan namanya Paniradya Kaistimewaan yang bertugas mengurusi Keistimewaan Yogyakarta termasuk anggarannya. Ada bentuk kecamatan dan kelurahan yang berbeda dengan daerah lain. Kecamatan disebut Kemantren, dimana salah satu perbedaan dengan kelembagaan yang ada.

Ketiga, pertanahan. Kalau di luar Yogyakarta adanya tanah hak milik dan tanah negara. Berbeda dengan di Yogyakarta ada tanah SG atau Sultan Ground, PAG atau Paku Alam Ground, tanah negara dan tanah hak milik. Soal SG yang mengelola adalah Sultan untuk kepentingan masyarakat. Siapa pun bisa memakai tanah Sultan tetapi atas seijin keraton. Demikian juga PAG dikelola oleh Paku Alaman tetapi peruntukannya untuk kepentingan sosial.

Keempat, tentang tata ruang. Ini mengatur tentang tata ruang termasuk contoh daerah Malioboro sebagai sumbu filosofi. Ada aturan yang tidak boleh dilakukan oleh masyarakat. Contoh, memasang baleho dan demo tidak boleh lewat daerah tersebut.

Kelima, masyarakat budaya yang dioptimalkan. Di antaranya pembenahan tempat-tempat pariwisata yang dibiayai dari dana istimewa. ‘‘Kelima kegiatan yakni penetapan jabatan, kelembagaan, tata ruang, pertanahan dan kebudayaan dibiayai oleh dana istimewa tersebut,‘‘ ujar Hariyanto.

Santoso Sukarman, koordinator wartawan dewan Yogyakarta mengatakan untuk memperkuat penetapan perda, wartawan di dewan secara intensif melakukan diskusi dan penggalian melalui studi tiru ke beberapa daerah. Seperti Perda DIY No. 1 Tahun 2022 tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

‘‘Kita melakukan napak tilas sejak perda tersebut dibahas dengan melakukan kunjungan ke beberapa daerah tentang Bung Karno dan Pancasila. Kita sudah ke Blitar, Ngawi, Tampak Siring, Taman Bung Karno Buleleng, akhir tahun ini ke Istana Batutulis, ke Bogor, Bengkulu untuk napak tilas sesuai perda tersebut,‘‘ ucapnya.

Baca Juga  Studi Tiru PKK Kota Denpasar, Pelajari Program Unggulan Kota Semarang

Selain press tour, wartawan bekerja sama dengan Setwan secara rutin menggelar forum diskusi yang digelar setiap dua bulan sekali.  Kita mengadakan diskusi dengan tema yang lagi hits saat ini. Peserta semua wartawan dengan narasumber dari luar yang sesuai dengan tema yang dibahas. ‘‘Semua fasilitas diakomodir oleh humas, dan itu sudah terselenggara 10 tahun lebih,’’ ujarnya.

Selain itu, setiap minggu dari humas dan protokol Setwan Yogyakarta melakukan konferensi pers masing-masing komisi sesuai kebutuhan tema. Seperti konferensi hari ini tentang kasus antraks yang terjadi di Bantul.

‘‘Walaupun difasilitasi penuh oleh Setwan untuk penulisan tetap kita kritis. Contoh terakhir kita menyuarakan masukan masyarakat waktu patung depan kantor dewan akan dicat. Masukan masyarakat menginginkan patung tetap asli,‘‘ ujar Sukarman seraya mengungkapkan pernah ngepos besar-besaran perlunya penerbangan langsung Yogya-Lombok yang kemudian terealisasi.

Wartawan dewan juga bersinergi dengan ikut membantu meningkatkan SDM dengan melakukan pelatihan penulisan sesuai kaidah jurnalistik terhadap staf humas. Pelatihan ini untuk meningkatkan kualitas penulisan yang akan dilaporkan di WEB DPRD dan akhirnya bisa dikutip oleh wartawan DPRD.

Menyimak sinergitas yang terbangun, Sekwan Gede Indra mengungkapkan perlunya forum diskusi antara wartawan dengan narasumber baik dari narsum hal-hal teknis maupun dari anggota dewan yang membidanginya.

‘’Saya akan berusaha apalagi hari ini ada tiga Raperda yang masuk. Maka kita akan diskusi dengan wartawan tentang substansi raperda tersebut,’’ ujar Gede Indra dan mengatakan tentang Perda Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ini penting dan strategis, dimana 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, NKRI, UUD 45 dan Bhinneka Tunggal Ika itu harga mati dan saya kira perlu menjadi masukan bagi kita di Provinsi Bali. (gs/bi)

Baca Juga  Raih Prestasi Tingkat Nasional, TP PKK Deli Serdang Studi Tiru di Posyandu 6 SPM Mandala Sari

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

DPRD Badung Gelar Rapat Paripurna Penyampaian PU Fraksi-Fraksi

Soroti Krisis Air Bersih, Dorong Teknologi SWRO hingga Pelebaran Jalan

Loading

Published

on

By

Ketua DPRD Badung Serahkan Dokumen PU Fraksi kepada Bupati
SERAHKAN DOKUMEN: Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menyerahkan dokumen PU Fraksi-Fraksi DPRD Badung kepada Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa pada Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung, Kamis (5/11/2026). (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung pada Kamis, 5 November 2026, menggelar Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis.

Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung ini dipimpin oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi para wakil ketua dan segenap anggota dewan.

Hadir pula dalam rapat tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I.B. Surya Suamba, pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat daerah.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menjelaskan bahwa agenda utama rapat paripurna ini adalah mendengarkan pandangan umum dari tiga fraksi yang ada di DPRD Badung—yakni Fraksi Golkar, Fraksi Gerindra, dan Fraksi PDI Perjuangan—terhadap empat Raperda, yang meliputi: Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama; Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara; Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan; dan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Dalam keterangannya usai rapat, Anom Gumanti menyoroti sejumlah catatan penting dari dewan, salah satunya terkait penuntasan krisis air bersih di wilayah Badung Selatan. Dewan mendorong Perumda Air Minum Tirta Mangutama tidak hanya bergantung pada sumber air konvensional, tetapi juga mulai mengkaji penerapan teknologi pengolahan air laut menjadi air bersih (Sea Water Reverse Osmosis / SWRO).

“Ketika melaksanakan penyelesaian kebutuhan air di Badung ini, dewan mendorong agar direksi melaksanakan atau mungkin melakukan teknologi SWRO, artinya bagaimana mengolah air laut untuk bisa menjadi air bersih,” ujar Anom Gumanti.

Baca Juga  Kesbangpol, TP. PKK Badung dan BNN Kabupaten Badung Studi Tiru ke Kota Batam

Ia menambahkan, sebelumnya pasokan air di Kuta Selatan hanya mengandalkan Dam Estuari. Dengan adanya tambahan penyertaan modal yang baru, pihak perumda kini berencana mengambil air di wilayah Tukad Mati guna menambah suplai ke wilayah selatan, di samping harapan agar teknologi SWRO dapat segera direalisasikan.

Selain masalah air bersih, rapat paripurna juga menyoroti persoalan infrastruktur dan kemacetan lalu lintas, khususnya di kawasan Kuta Selatan seperti Desa Pecatu. Dewan menerima usulan dari sejumlah fraksi agar jalan-jalan utama yang ada diperlebar atau dijadikan jalur operatif alternatif agar mobilitas pariwisata tidak terganggu.

Di sektor ketenagakerjaan dan keuangan, dewan mencatat adanya usulan untuk mengevaluasi dan meningkatkan nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK). Terkait tren peningkatan pendapatan daerah, Anom Gumanti menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik serta perencanaan anggaran yang realistis.

“Intinya bahwa anggaran ini agar bisa tepat guna, tepat sasaran, dan kemudian lagi bisa dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Anom Gumanti memastikan pihak legislatif akan melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan dana penyertaan modal yang telah disetujui. Evaluasi akan terus dilakukan untuk memastikan kinerja pengelolaan sumber daya manusia dan program kerja benar-benar berada di jalur yang tepat (on the track) serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah selatan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung Terima Empat Raperda Strategis, Krisis Air di Bukit Jadi Sorotan Utama

Published

on

By

Fraksi PDI Perjuangan Serahkan Pandangan Umum di DPRD Badung
SERAHKAN DOKUMEN PU FRAKSI: Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung, I Made Rai Wirata, S.H., M.I.Kom menyerahkan Pandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan kepada Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 yang digelar di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung. (Foto: bi)

Badung, baliilu.com – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Badung menyatakan dapat menerima empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) untuk selanjutnya ditetapkan menjadi peraturan daerah. Kendati demikian, persetujuan tersebut disertai berbagai catatan, koreksi, serta rekomendasi rinci yang akan dibahas lebih mendalam melalui rapat alat kelengkapan dewan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sikap politik tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026–2027 dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Badung terhadap empat Raperda strategis. Rapat yang digelar di Ruang Sidang Utama Gosana Lantai III Kantor DPRD Badung ini dipimpin oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, didampingi para wakil ketua serta segenap anggota dewan.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I.B. Surya Suamba, pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung, I Made Rai Wirata, S.H., M.I.Kom., memaparkan tanggapan fraksinya terhadap keempat Raperda yang meliputi: Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama; Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Bali Mandara; Raperda tentang Pencabutan Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan; dan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027.

Terkait penyertaan modal kepada Perumda Air Minum Tirta Mangutama sebesar Rp 150 miliar hingga tahun anggaran 2029—dengan alokasi Rp 37 miliar pada APBD 2027—Fraksi PDI Perjuangan menegaskan pentingnya landasan hukum yang kuat guna meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik. Fraksi PDI Perjuangan berharap penambahan modal ini dapat menyelesaikan masalah menahun di wilayah Bali Selatan.

Baca Juga  Dalami Pengelolaan Kesehatan dan Pariwisata, Pemkab Tabanan Jadi Tujuan Studi Tiru Kabupaten Padang Pariaman

“Dengan adanya penambahan penyertaan modal ini, kami berharap Direksi Perumda Air Minum Tirta Mangutama mampu mengatasi krisis air di daerah Bukit, seperti Desa Ungasan, Desa Pecatu, dan sekitarnya di Kecamatan Kuta Selatan. Sehingga, tidak ada alasan lagi bagi direksi untuk mengeluhkan kekurangan modal guna menuntaskan krisis air tersebut,” tegas Rai Wirata.

Sementara itu, untuk Raperda penyertaan modal kepada PT Jamkrida Bali Mandara, fraksi menyetujui pemenuhan kewajiban Pemkab Badung pada Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp 10 miliar dari total rencana penyertaan modal Rp 150 miliar hingga 2030.

Terkait Raperda Pencabutan Perda No. 10 Tahun 2010 tentang Administrasi Kependudukan, fraksi menilai substansi aturan tersebut sudah tidak relevan dan berpotensi tumpang tindih. Pengaturan teknis kependudukan skala kabupaten dinilai cukup diatur melalui peraturan kepala daerah.

Rincian APBD Kabupaten Badung Tahun 2027

Dalam pandangannya terhadap Raperda APBD 2027, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti pentingnya menjaga stabilitas perekonomian dan keuangan daerah dalam menunjang pelayanan publik. Komposisi keuangan daerah dirancang dengan rincian sebagai berikut: Pendapatan Daerah: dirancang sebesar Rp 11.634.722.053.183,00, yang terdiri atas: Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp 10.904.723.845.178,00, Pendapatan Transfer: Rp 729.998.208.005,00.

Belanja Daerah: Dirancang Rp 13.379.086.523.923,00, yang terdiri atas: Belanja Operasi: Rp 7.009.193.884.288,00, Belanja Modal: Rp 4.310.626.626.071,00, Belanja Tidak Terduga: Rp 145.421.455.883,00, dan Belanja Transfer: Rp 1.913.844.557.681,00.

Penerimaan Pembiayaan Daerah: Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp 534.528.799.452,00 dan penerimaan pembiayaan utang daerah Rp 2.614.248.087.124,00 (termasuk pinjaman daerah Rp 2.079.719.287.672,00).

Pengeluaran Pembiayaan: Mencakup penyertaan modal pada Perumda Tirta Mangutama (Rp 37 miliar) dan PT Jamkrida Bali Mandara (Rp 10 miliar), serta pembayaran pembiayaan utang daerah sebesar Rp 822.883.616.384,00.

Baca Juga  Raih Prestasi Tingkat Nasional, TP PKK Deli Serdang Studi Tiru di Posyandu 6 SPM Mandala Sari

Usulan Infrastruktur, Penataan Kawasan, dan Evaluasi Kebencanaan

Selain memberikan persetujuan, Fraksi PDI Perjuangan juga menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik, di antaranya:

Penuntasan pavingisasi gang, pelebaran serta pengaspalan Jalan Cemongkak menuju Buana Sari, pembuatan akses menurun ke Pantai Labuan Sait, dan pengaspalan Jalan Merpati di Desa Pecatu, Kuta Selatan.

Penataan Pantai Cemagi secara tuntas untuk kepentingan keagamaan, serta kelanjutan program trotoarisasi dari Mengening ke Munggu dan pembangunan jalan alternatif dari Banjar Seseh ke SD 2 Cemagi guna mengurai kemacetan.

Pembebasan lahan di sebelah utara Pusat Pemerintahan Mangupraja Mandala untuk dijadikan ruang terbuka hijau, sarana olahraga, rekreasi keluarga, serta wadah promosi bagi pelaku UMKM lokal.

Di sektor penanggulangan bencana, Fraksi menyampaikan duka mendalam atas tragedi tanah longsor di kawasan glamping eco park Desa Pelaga, Kecamatan Petang. Pemerintah Kabupaten Badung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) didorong untuk segera melakukan penanganan darurat serta mengevaluasi potensi kerawanan bencana alam guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.

Menutup pandangannya, Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan apresiasi kepada Bupati Badung beserta jajaran eksekutif atas kerja keras dalam mengatasi kemacetan melalui pembukaan akses jalan baru di Kuta Selatan serta koordinasi intensif yang membuat pembahasan penyertaan modal dapat berjalan lebih cepat dari target. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Hadiri Koordinasi Pencegahan Korupsi, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Daerah

Published

on

By

Bupati Sanjaya Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi
HADIRI RAKOR: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah se-Wilayah Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/11). (Foto: ist)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan Daerah se-Wilayah Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah sekaligus mendorong penyelamatan aset dan keuangan daerah melalui langkah-langkah pencegahan korupsi.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Bali yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Kasatgas V2 KPK RI Nurul Ichsan Al Huda, Kepala Kanwil BPN Provinsi Bali yang diwakili Kabid Pendapatan Hak dan Pendaftaran David Cristhian, Tim KPK RI, serta para Bupati dan Sekretaris Daerah se-Kabupaten/Kota di Bali.

Dalam sambutan Gubernur Bali yang disampaikan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, ditegaskan bahwa perbaikan tata kelola merupakan kunci utama dalam upaya pencegahan korupsi. Ia mengapresiasi pendampingan dan arahan KPK yang selama ini mendorong peningkatan tata kelola pemerintahan, salah satunya melalui capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) di wilayah Bali yang menunjukkan hasil tinggi.

“Tata kelola itu sifatnya dinamis. Maka, kita terus melakukan langkah-langkah dan penyempurnaan sesuai dengan perubahan regulasi, perkembangan keadaan, serta dinamika pemerintahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatgas V2 KPK RI Nurul Ichsan Al Huda menekankan pentingnya penyelamatan keuangan daerah melalui pengelolaan aset yang tertib dan akuntabel. Menurutnya, aset daerah memiliki nilai ekonomi yang harus dijaga agar tidak menimbulkan potensi kerugian keuangan daerah.

“Kalau aset-aset kita tidak ditangani dengan baik, apalagi bermasalah, upaya efisiensi dan penghematan yang dilakukan pemerintah tentu tidak akan memberikan hasil optimal. Mudah-mudahan pertemuan ini membawa manfaat dan perbaikan bagi penyelamatan keuangan daerah di seluruh wilayah Bali,” ungkapnya.

Baca Juga  Setwan DPRD Bali Sambangi DLHK NTB, Gali Inovasi Pengelolaan Sampah

Dalam koordinasi tersebut, pembahasan difokuskan pada progres sertifikasi aset milik pemerintah daerah, khususnya berupa tanah dan bangunan, serta penyelesaian tindak lanjut hasil review dan pendampingan KPK. Masing-masing pemerintah daerah juga diberikan kesempatan untuk memaparkan perkembangan penertiban dan sertifikasi aset sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan keuangan dan aset daerah yang transparan, tertib, dan bertanggung jawab.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan koordinasi tersebut. Menurutnya, sinergi dan komitmen seluruh pemerintah daerah menjadi langkah penting dalam menjaga aset serta keuangan daerah demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

“Kami menyambut baik dan mendukung upaya pencegahan korupsi melalui penguatan tata kelola pemerintahan. Melalui koordinasi dan pendampingan ini, kami berharap pengelolaan aset dan keuangan daerah semakin tertib, transparan, serta akuntabel,” tegas Bupati Sanjaya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca