Friday, 21 June 2024
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Subak Getih Desa Sudaji Jadi Pionir Pertanian Padi Sehat Menuju Organik

BALIILU Tayang

:

padi organik desa sudaji
PANEN: Kelompok Tani Sri Amerta Sari Aji melakukan panen perdana padi organik di Subak Getih Dusun Bantas pada Jumat (7/6). (Foto: bulelengkab.go.id)

Buleleng, baliilu.com – Kelompok Tani Sri Amerta Sari Aji yang menaungi Subak Getih Dusun Bantas, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, diharapkan menjadi pionir dalam pengembangan kawasan padi sehat menuju organik. Dalam kegiatan panen perdana hari ini, Jumat (7/6) di kawasan demplot dengan luas area sekitar 0,75 hektar tersebut berhasil menghasilkan gabah signifikan dari uji ubin yang telah dilakukan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng yang diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan, I Gusti Ayu Maya Kurnia, mengungkapkan bahwa hasil uji ubin dari demplot 75 are menunjukkan peningkatan hasil panen yang signifikan. “Sebelum menggunakan pupuk kimia, hasil panen sekitar 3 ton setiap kali panen, namun sekarang meningkat menjadi 5,9 ton per panen,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Dinas Pertanian Provinsi Bali bersama pemerintah daerah akan terus mengawal dan memberikan bantuan kepada seluruh subak di Buleleng. Saat ini, hampir seluruh subak di Buleleng sudah mulai menerapkan pertanian organik, meskipun prosesnya berbeda-beda. “Sesuai komitmen kami dengan Provinsi Bali, perlahan semua petani mulai menanam padi sehat menuju organik. Ini memang tidak bisa instan, tetapi secara bertahap semua petani di setiap kecamatan di Buleleng sudah mulai mengikuti program ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kelian Subak Getih, Gede Ardika, mengatakan bahwa kelompoknya ingin memberikan contoh kepada 17 subak lainnya di Kecamatan Sawan tentang dampak positif dari pertanian organik. “Program ini didukung penuh oleh Dinas Pertanian Provinsi Bali dan Buleleng serta Ketua P4S Bali Sri Organik. Berkat bantuan, dukungan, dan pendampingan mereka, kami bisa mendapatkan hasil panen yang lebih memuaskan dibandingkan metode sebelumnya,” katanya.

Gede Ardika menjelaskan bahwa proses penanaman padi di Subak Getih menggunakan metode SRI (System of Rice Intensification), yang dapat menghemat penggunaan benih, air, serta beralih dari pupuk dan pestisida kimia ke pupuk organik. Alhasil setelah menggunakan metode ini meninkat drastis dari kurang lebih 150 biji menjadi 310 biji per batangnya.

Baca Juga  Libur Lebaran, Dinas Dukcapil Buleleng Layani Ratusan Masyarakat

“Astungkara, setelah empat bulan kami bisa merasakan dampaknya. Hasilnya sangat luar biasa. Semoga ini bisa menjadi contoh bagi subak lainnya untuk mewujudkan padi sehat menuju organik,” pungkasnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan

NEWS

Diduga Alami Gangguan Mental, WNA Melukai Diri Sendiri dengan Pisau

Published

on

By

wna gangguan mental
EVAKUASI: WNA atas nama AZK laki-laki 48 tahun asal Amerika yang diduga mengalami gangguan mental (stres) dan melukai diri sendiri dievakuasi tim Polsek Ubud dari Rumah Dadong Villa Ubud. (Foto: Hms Polres Gianyar)

Gianyar, baliilu.com – Kabid Humas Polda Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan, S.I.K., M.H., menerangkan adanya seorang WNA atas nama AZK laki-laki 48 tahun asal Amerika yang diduga mengalami gangguan mental (stres) dan melukai diri sendiri dengan menggunakan pisau dapur.

Lokasi kejadian/TKP di rumah Dadong Villa alamat Banjar Penestanan Kaja Desa Sayan Ubud Gianyar dan sudah ditangani Polsek Ubud Polres Gianyar.

Menurut keterangan saksi-saksi, adapun kronologis kejadian pada Selasa, 18 Juni 2024 sekitar pukul 08.00 Wita saksi atas nama MIN bersama Konsulat Amerika atas nama JSC dan staf atas nama DH tiba di TKP (Rumah Dadong Villa) dan melihat WNA/korban sudah dalam keadaan lemas dengan kondisi tubuh dan tempat tidurnya berlumuran darah dan terdapat beberapa luka terbuka di bagian tubuh.

Adanya kejadian tersebut saksi melaporkan ke Polsek Ubud melalui telepon dan juga menghubungi pihak Klinik BIMC Sanggingan. Pada pukul 08.30 Wita personil Polsek Ubud dipimpin Pawas tiba di TKP kemudian melakukan olah TKP dan pemeriksaan luar sekaligus penanganan awal terhadap tubuh korban bersama tim medis Klinik BIMC Sanggingan yang dipimpin dr. Restu.

Dari hasil pemeriksaan dan penanganan terhadap tubuh korban terdapat beberapa luka terbuka di bagian tubuh diantaranya, luka terbuka di bagian leher sebelah kanan dengan panjang sekitar 8 cm dengan kedalamam 1,5 cm, luka pada kedua tangan dengan panjang 2 cm dengan kedalaman 1 cm,  dan luka pada kedua paha dengan panjang 2 cm dengan kedalaman 1 cm dimana kondisi korban dalam keadaan sadar dan bisa diajak berkomunikasi.

Setelah selesai penanganan awal, kemudian sekitar pukul 09.25 Wita WNA/korban dibawa ke Klinik BIMC Jalan Raya Sanggingan wilayah Banjar Lungsiakan Desa Kedewatan Ubud dengan menggunakan ambulance untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga  Libur Lebaran, Dinas Dukcapil Buleleng Layani Ratusan Masyarakat

Menurut keterangan saksi MIN selaku pemilik Rumah Dadong Villa, bahwa WNA/korban sudah tinggal di Rumah Dadong Villa sejak tanggal 15 Mei 2024 (rencana tinggal selama 2 bulan) dan yang bersangkutan tinggal seorang diri.

Pada Minggu, 16 Juni 2024 sekira pukul 21.00 Wita korban mengaku sakit kepada saksi kemudian diajak berobat ke BIMC Medica Clinik yang berlokasi di Lungsiakan Desa Kedewatan.

Pada saat itu pihak BIMC Lungsiakan menghubungi dan menginformasikan kepada pihak Konsulat Amerika dan pihak Konsulat Amerika berjanji akan datang, namun setelah ditunggu dari pihak konsulat tidak kunjung datang, dan sekira pukul 02.00 Wita dini hari WNA/korban diperbolehkan pulang ke Rumah Dadong Villa/ tempatnya menginap.

Pada Senin, 17 Juni 2024, saksi sempat melakukan pengecekan terhadap keberadaan korban sebanyak 2 kali, dan korban dalam keadan baik-baik saja.

Polres Gianyar sudah koordinasi lanjutan dengan pihak Konsulat USA dan BIMC Clinik terkait dengan WNA/korban dan dari pihak Konsulat sudah menghubungi pihak keluarga yang berada di luar negeri.

‘‘Saat ini WNA/korban AZK sudah dirujuk ke RS Prof. Ngoerah Sanglah Denpasar untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,‘‘ pungkas Kombes Jansen. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Apresiasi Kekompakan Warga Desa Gadungan Dalam Membangun Karya

Published

on

By

Bupati Sanjaya
HADIR: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat hadir dalam Upacara Pemlaspasan Kayangan di Bale Banjar Mekarsari Carik Kauh, Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, Kamis (20/6). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya kembali menunjukkan komitmennya untuk terus bergerak bersama masyarakat dalam pembangunan, baik secara sekala dan niskala. Sebagai bagian dari upayanya dalam memelihara harmoni dan kebersamaan dengan masyarakat, Bupati Sanjaya hadir sebagai Murdaning Jagat Tabanan dalam Upacara Pemlaspasan Kayangan di Bale Banjar Mekarsari Carik Kauh, Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, Kamis (20/6).

Acara yang dihadiri oleh perwakilan Anggota DPR RI, Sekretaris Daerah, para Kepala Perangkat Daerah terkait, serta para Kepala Bagian di lingkungan Setda Kabupaten Tabanan ini menandai komitmen serius Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendukung upacara keagamaan dan kebudayaan masyarakat. Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 21 Juni 2024 mendatang.

Menurut Bupati Sanjaya, keberhasilan acara ini tidak terlepas dari semangat gotong-royong masyarakat setempat yang terdiri dari 77 Kepala Keluarga (KK) serta partisipasi aktif warga dalam mengumpulkan dana urunan. “Saya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap semangat kebersamaan yang terus diusung oleh masyarakat Desa Gadungan. Karya yang tercipta didasari oleh rasa tulus, sikap gotong-royong dan kesaksiang oleh sang sulinggih dan murdaning jagat, sehingga bisa menjadi karya yang satwika,” ujar Bupati Sanjaya.

Dalam upacara yang dipimpin oleh Pemangku Khayangan Tiga Desa Gadungan, Bupati Sanjaya menegaskan pentingnya memelihara nilai-nilai luhur dalam menjaga keharmonisan sosial dan spiritual di tengah-tengah masyarakat. Ia juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan adat dan keagamaan yang menjadi warisan budaya masyarakat Tabanan. Sanjaya sekaligus berharap, kebersamaan dapat selalu dijalin oleh masyarakat untuk mempercepat Pembangunan Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Momentum pembangunan secara niskala ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya dalam menjaga kebersamaan dan kekompakan dalam berbagai aspek kehidupan, serta menjadi contoh nyata bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus dimulai dari akar rumput, yaitu partisipasi aktif dan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat.

Baca Juga  Hari Pertama MIPC 2024 di Buleleng Fokus pada Konsultasi Kekayaan Intelektual

Sejalan dengan harapan Bupati Tabanan, I Wayan Diarta selaku Ketua Panitia, menyampaikan ungkapan terimakasihnya kepada Bupati Sanjaya dan jajaran yang telah berkenan memberikan perhatian secara langsung serta hadir nyaksi upacara Pemlaspasan siang itu. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati, atas perhatian yang tidak pernah putus kepada masyarakat, terutama warga Desa Gadungan. Kami juga berharap, dengan hadirnya Bapak Bupati secara langsung, bisa terus memberikan motivasi bagi kami untuk mempererat kebersamaan dan kesatuan kami terutama dalam membangun Tabanan dari Desa,” paparnya. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Bupati Sanjaya Angkat Potensi Lebah Madu Sari di Desa Selabih Tabanan

Published

on

By

Lebah Madu Sari Desa Selabih
KUNJUNGI KELUARGA STUNTING: Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat mengunjungi Rumah Keluarga Stunting Banjar Selabih Pangkung Kuning, Desa Selabih dalam kunjungan ke-51 Program Bungan Desa di Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, Kamis (20/6). (Foto: Hms Tbn)

Tabanan, baliilu.com – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menggarisbawahi potensi ekonomi serta manfaat kesehatan dari industri Lebah Madu Sari dalam kunjungan ke-51 Program Bungan Desa di Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, Kamis (20/6). Dalam upaya mengeksplorasi dan mengembangkan potensi ekonomi lokal, Bupati Sanjaya secara khusus menyoroti pengembangan madu lebah sebagai salah satu aset berharga di wilayah tersebut.

Didampingi oleh para jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, termasuk Sekda, para Asisten Setda, seluruh Kepala Perangkat Daerah dan Kepala Bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Selbar dan Forkopimcam Selbar, Kelompok PKK dan tokoh masyarakat setempat, kunjungan Bupati Sanjaya di Banjar Selabih Wanasari Desa Selabih menjadi momen penting dalam mempromosikan inovasi dan pengembangan lokal.

Pada kunjungan tersebut, Bupati Sanjaya turut serta dalam proses panen madu bersama kelompok Wanawiyata Widyakarya Madu Sari Selabih. Dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, Bupati Sanjaya aktif terlibat dalam kegiatan memanen madu lebah. Metode panen ini tidak hanya sebagai upaya meningkatkan produksi madu secara lokal, tetapi juga sebagai demonstrasi nyata dari komitmen Pemerintah Daerah dalam mendukung industri kecil dan menengah yang berbasis pada sumber daya alam.

Madu lebah tidak hanya menjadi produk ekonomi yang bernilai tinggi, tetapi juga memiliki nilai tambah dalam sektor kesehatan. Terapi lebah, yang telah lama dikenal sebagai pengobatan tradisional, juga dipromosikan dalam kunjungan ini sebagai alternatif pengobatan yang efektif dan alami. Tak terlewat, Bupati Sanjaya saat itu terlihat mencoba langsung terapi alternatif ini, dengan penuh semangat pihaknya nampak berpartisipasi merasakan sengatan lebah madu. Tidak hanya itu, Desa Selabih juga memiliki unggulan lainnnya yaitu buah Sawo dan juga Kelapa.

Baca Juga  Sekda Suyasa Minta Perbekel/Lurah Proaktif Tindaklanjuti Surat Tercatat PN Singaraja

“Hari ini saya berada di Desa Selabih, khususnya di Banjar Selabih Wanasari, ini adalah kelompok lebah madu sari, ini suatu inovasi yang luar biasa. Pertama saya panen madu, di mana kalau musim madu ini dalam satu bulan bisa dipanen sebanyak 2 kali,” ujar Sanjaya. Secara ekonomis, produksi madu lebah di Desa Selabih menunjukkan potensi yang menjanjikan. Harga jual per botol kecil madu dari kelompok Wanawiyata Widyakarya Madu Sari Selabih dibanderol mulai dari 300 ribu rupiah, mencerminkan nilai tambah dari proses produksi yang dilakukan secara lokal dengan standar kualitas yang tinggi.

Menyadari pentingnya lingkungan yang sehat bagi produksi madu yang berkualitas, Bupati Sanjaya juga mendorong masyarakat setempat untuk memperhatikan kualitas tanaman dan bunga yang menjadi sumber pakan bagi lebah. “Kualitas makanan bagi lebah memiliki dampak signifikan terhadap kualitas madu yang dihasilkan. Ini adalah hal yang penting bagi pengembangan industri madu yang berkelanjutan di Tabanan,” tambah Sanjaya dalam kunjungan saat itu.

Melanjutkan rutinitas berkantor di Desa, Sanjaya beserta rombongan juga melakukan kunjungan meninjau rencana Pembangunan Tapal Batas Yeh Leh-Desa Selabih, Perbatasan Kabupaten Tabanan dengan Kabupaten Jembrana. Setelah itu diteruskan menuju Rumah Keluarga Stunting Banjar Selabih Pangkung Kuning, Desa Selabih, yang tercatat berjumlah 3 orang. Dan selanjutnya meninjau ragam pelayanan yang dihadirkan Pemerintah di Desa Selabih, seperti pelayanan Kesehatan, Perpustakaan, Perijinan, Pengurusan KTP hingga memberikan peluang bagi UMKM lokal.

Dalam arahan yang diberikan, Sanjaya juga menekankan potensi luar biasa yang dimiliki Desa Selabih, haruslah menjadi suatu kebanggaan tersendiri. “Madunya luar biasa, tadi saya lihat, sudah saya catat semua apa yang menjadi kebutuhan, se-Selabih ini. Saya ingin menyatakan dengan luas bahwa Desa Selabih saya jadikan Sentra Kampung Madu, Kampung Lebah di Seluruh Kabupaten Tabanan. Kemarin saya bangun kampung buah, termasuk di Selbar ini, jadikan sentra Buah dan Lebah. Kita angkat namanya, sehingga namanya menjadi terkenal, sehingga orang-orang dari seluruh Indonesia akan datang ke Desa Selabih, melihat dan merasakan cita rasanya madu lebah Selabih yang hebat ini, luar biasa, itu cita-cita kita,” sebutnya penuh semangat.

Baca Juga  Nikmatnya Tegukan Kopi di Heritage Coffee Farm & Roastery Munduk

I Dewa Putu Supartha, selaku Perbekel Desa Selabih melalui sambutannya memperkenalkan Desa Selabih sebagai salah satu Desa yang terletak di ujung barat Kabupaten Tabanan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Negara. “Desa Selabih memiliki potensi Pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pembentukan kelompok-kelompok, salah satunya kelompok madu sari, dengan keunggulannya berupa madu serta terapi lebah. Yang tadi sudah dikunjungi oleh Bapak Bupati,” jelasnya.

Pihaknya juga menyatakan, di samping potensi lebah madu juga ada kelompok Pokdarwis, dengan nama Segara Gunung yang terinspirasi dari pegunungan dan laut. “Saat ini di Selabih juga mencoba mengelola taman terbuka hijau Pantai selabih yang letak dan lokasinya sangat strategis dan kita juga punya berbagai kelompok seperti nelayan, kelompok ternak babi dan ternak sapi,” imbuh Dewa Putu Supartha. (gs/bi)

Advertisements
iklan sman 1 dps
Advertisements
stikom3b
Advertisements
waisak dprd badung
Advertisements
idul fitri dprd bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca