Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Subak Getih Desa Sudaji Jadi Pionir Pertanian Padi Sehat Menuju Organik

BALIILU Tayang

:

padi organik desa sudaji
PANEN: Kelompok Tani Sri Amerta Sari Aji melakukan panen perdana padi organik di Subak Getih Dusun Bantas pada Jumat (7/6). (Foto: bulelengkab.go.id)

Buleleng, baliilu.com – Kelompok Tani Sri Amerta Sari Aji yang menaungi Subak Getih Dusun Bantas, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, diharapkan menjadi pionir dalam pengembangan kawasan padi sehat menuju organik. Dalam kegiatan panen perdana hari ini, Jumat (7/6) di kawasan demplot dengan luas area sekitar 0,75 hektar tersebut berhasil menghasilkan gabah signifikan dari uji ubin yang telah dilakukan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng yang diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan, I Gusti Ayu Maya Kurnia, mengungkapkan bahwa hasil uji ubin dari demplot 75 are menunjukkan peningkatan hasil panen yang signifikan. “Sebelum menggunakan pupuk kimia, hasil panen sekitar 3 ton setiap kali panen, namun sekarang meningkat menjadi 5,9 ton per panen,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Dinas Pertanian Provinsi Bali bersama pemerintah daerah akan terus mengawal dan memberikan bantuan kepada seluruh subak di Buleleng. Saat ini, hampir seluruh subak di Buleleng sudah mulai menerapkan pertanian organik, meskipun prosesnya berbeda-beda. “Sesuai komitmen kami dengan Provinsi Bali, perlahan semua petani mulai menanam padi sehat menuju organik. Ini memang tidak bisa instan, tetapi secara bertahap semua petani di setiap kecamatan di Buleleng sudah mulai mengikuti program ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kelian Subak Getih, Gede Ardika, mengatakan bahwa kelompoknya ingin memberikan contoh kepada 17 subak lainnya di Kecamatan Sawan tentang dampak positif dari pertanian organik. “Program ini didukung penuh oleh Dinas Pertanian Provinsi Bali dan Buleleng serta Ketua P4S Bali Sri Organik. Berkat bantuan, dukungan, dan pendampingan mereka, kami bisa mendapatkan hasil panen yang lebih memuaskan dibandingkan metode sebelumnya,” katanya.

Gede Ardika menjelaskan bahwa proses penanaman padi di Subak Getih menggunakan metode SRI (System of Rice Intensification), yang dapat menghemat penggunaan benih, air, serta beralih dari pupuk dan pestisida kimia ke pupuk organik. Alhasil setelah menggunakan metode ini meninkat drastis dari kurang lebih 150 biji menjadi 310 biji per batangnya.

Baca Juga  TMMD Ke-124 Digelar di Buleleng, Bupati Tekankan Perlindungan Mangga Depeha

“Astungkara, setelah empat bulan kami bisa merasakan dampaknya. Hasilnya sangat luar biasa. Semoga ini bisa menjadi contoh bagi subak lainnya untuk mewujudkan padi sehat menuju organik,” pungkasnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

Bawa Misi Lingkungan, Gubernur Koster Lepas Kontingan Pramuka Bali Menuju Jambore Nasional XII di Cibubur

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster melepas Kontingen Pramuka Bali yang akan mengikuti Jambore Nasional XII di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali.
LEPAS KONTINGEN: Gubernur Bali Wayan Koster selaku Ketua Majelis Pimpinan Daerah Gerakan Pramuka Bali melepas Kontingen Pramuka Bali yang akan mengikuti Jambore Nasional XII di Bumi Perkemahan Graha Wisata Cibubur yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Jumat (7/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster selaku Ketua Majelis Pimpinan Daerah Gerakan Pramuka Bali melepas Kontingen Pramuka Bali yang akan mengikuti Jambore Nasional XII di Bumi Perkemahan Graha Wisata Cibubur. Pelepasan kontingen yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Jumat (7/8), ditandai pemakaian jaket dan penyerahan bendera oleh Gubernur Koster kepada pimpinan kontingen. Kontingen Bali yang berjumlah 352 orang ini membawa misi lingkungan dengan menerapkan budaya pengelolaan sampah berbasis sumber dan meminimalisir penggunaan plastik selama mengikuti Jambore.

Gubernur Koster dalam arahannya menyampaikan rasa bahagia karena dapat hadir di tengah-tengah adik-adik Pramuka. Ia pun terkenang dengan masa sekolah, dimana dirinya juga aktif di kegiatan Pramuka.

Menurut pendapatnya, Pramuka adalah gerakan positif yang bertujuan membangun disiplin, karakter dan jati diri generasi muda.

Dia menambahkan, gerakan ini sejalan dengan program Pemprov yaitu membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Bali yang unggul. SDM unggul yang dimaksud bukan semata cerdas secara intelektual, namun memiliki karakter, jati diri dan memegang teguh identitas sebagai orang Bali.

“Kalau kemampuan kognitif dan profesionalnya itu nomor dua. Yang pertama harus baik dan beradab,” ujarnya.

Gubernur kelahiran Desa Sembiran ini kemudian menyinggung karakter orang Bali yang dikenal santun dan baik. “Jumlah kita sedikit, tapi karakter itulah yang menjadi keunggulan SDM kita sehingga banyak yang jago dan mampu berkiprah di kancah nasional,” imbuhnya.

Ia berharap, adik-adik yang tergabung dalam gerakan Pramuka menunjukkan jati diri dan karakter sebagai orang Bali.

Menutup arahannya, Gubernur Bali dua periode ini berpesan agar peserta Jambore menjaga kesehatan dan mengikuti seluruh kegiatan dengan baik.

Baca Juga  Pemkab Buleleng dan BI Bali Luncurkan Program Semarak QRIS Buleleng & Aplikasi Pan-G Denbukit

“Manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Sebab kegiatan ini akan membangun semangat kompetisi, Nak Bali harus jengah dan tunjukkan yang terbaik,” pungkasnya.

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dalam laporannya merinci, 352 kontingen terdiri dari 288 Pramuka Penggalang, 36 Pembina Pramuka atau pendamping, 18 pimpinan kontingen cabang dan 10 pimpinan kontingen daerah.

Kontingan Bali akan mengikuti pertemuan akbar Pramuka Penggalang di Cibubur dari tanggal 12 hingga 21 Agustus 2026.

“Pemilihan peserta telah melalui seleksi, pemusatan latihan dan pembekalan yang matang,” terangnya.

Selama mengikuti Jambore, selain memperkenalkan budaya dan kearifan lokal, Kontingan Bali juga membawa misi lingkungan dengan penerapan budaya pengelolaan sampah berbasis sumber dan meminimalisir penggunaan plastik. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hadiri Pelantikan Pengurus GPEI, Gubernur Koster Ingin Bali Jadi Hub Ekspor Produk Nusantara

Published

on

By

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah GPEI Bali di Teater Saba, The Keranjang Bali, Kuta.
PENGUKUHAN: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (DPD GPEI) Bali Masa Bakti 2026–2031 di Teater Saba, The Keranjang Bali, Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta, Kamis (6/8). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Badung, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster ingin Bali menjadi hub ekspor produk yang dihasilkan berbagai daerah di Indonesia. Karena menurutnya, Bali punya ekosistem ekspor yang baik karena sudah dikenal dunia.

Hal itu disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (DPD GPEI) Bali Masa Bakti 2026–2031 di Teater Saba, The Keranjang Bali, Jalan By Pass Ngurah Rai, Kuta, Kamis (6/8).

Lebih lanjut ia memberi gambaran, secara faktual selama ini Daerah Bali telah menjadi hub ekspor bagi produk dari berbagai daerah di Nusantara.

“Faktanya sekarang sebenarnya sudah jadi hub, hanya saja belum dipolakan dan dikelola,” ucapnya.

Jika dipolakan dan dikelola dengan baik, ia yakin pertumbuhan ekspor Indonesia akan semakin meningkat.

“Karena Bali sudah punya branding dan standar mutu yang bisa dipertanggungjawabkan. Kalau sudah bersertifikat ekspor dari Bali, pasti laku. Itu yang membuat barang-barang yang dikirim dari Bali diterima oleh pasar dunia,” ujarnya.

Agar harapan ini bisa terwujud, saat ini pihaknya tengah menyiapkan Pusat Kebudayaan Bali yang pada Desember 2026 dijadwalkan masuk proses tender. “Kita berharap zona inti tuntas tahun 2027 dan mulai kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola zona komersial. Salah satu fasilitas unggulannya adalah Bali Expo. Doakan semoga segera terwujud,” imbuhnya.

Masih dalam arahannya, Gubernur Bali dua periode ini menyinggung pentingnya peran ekspor karena mampu meningkatkan nilai jual komoditi, baik itu hasil pertanian atau produk kerajinan. Agar nilai jualnya lebih meningkat, Koster menyarankan agar ekspor tak hanya fokus pada komoditi mentah. “Kalau bisa, ekspor juga produk olahan supaya nilai jual naik,” sarannya.

Baca Juga  BPBD Buleleng dan Diskominfosanti Buleleng Bersinergi Optimalisasi Pengelolaan Informasi Publik

Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus DPD GPEI Bali yang baru dikukuhkan. “Jadikan ini sebagai momentum untuk memajukan sektor perdagangan Daerah Bali agar lebih banyak komoditi yang menembus pasar ekspor,” katanya.

Wamendag Dyah Roro menambahkan, tahun ini pemerintah menargetkan nilai ekspor bisa mencapai $315 miliar dan saat ini baru terealisasi $218 miliar. Ia optimis, dengan potensi yang dimiliki berbagai daerah utamanya Daerah Bali, target itu bakal tercapai. Khusus untuk Bali, Dyah Roro memberi perhatian pada produksi seperti salak, manggis dan buah tropis lainnya yang sangat diminati pasar internasional.

Ketua Umum DPD GPEI Bali yang baru dilantik, A.A. Ngurah Aditya Pradnyana Sunu dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Gubernur Koster. “Terima kasih, ini adalah bentuk perhatian dan konsern Bapak Gubernur pada sektor perdagangan, khususnya ekspor,” ucapnya.

Ia berkomitmen melanjutkan visi meningkatkan kontribusi Bali untuk target ekspor nasional. Sependapat dengan Gubernur Koster, ia menilai Daerah Bali layak menjadi hub ekspor produk nusantara. “Tak hanya menjadi pusat keuangan, kami ingin Bali menjadi pusat perdagangan produk Nusantara dan trade tourism,” tambahnya.

Pengukuhan dan Pelantikan DPD GPEI Bali ditandai dengan penyerahan pataka oleh Sekjen DPP GPEI Toto Dirgantoro kepada Ketua Umum DPD GPEI Bali Ngurah Sunu. Acara juga diisi pelepasan ekspor perdana salak gula pasir seberat 3,5 ton dengan nilai $ 13.000 ke Tiongkok. Pelepasan truk pengangkut salak gula pasir ditandai pengibasan bendera oleh Wamen Dyah Roro, diikuti Gubernur Koster dan sejumlah undangan yang membunyikan cengceng. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Putri Koster Ajak Perempuan Bali Berani Jadi Womenpreneur Tanpa Tinggalkan Jati Diri

Published

on

By

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster menghadiri talkshow Perempuan Bali Berdaya di Atrium Icon Mall, Sanur.
HADIRI TALKSHOW: Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat menghadiri talkshow inspiratif bertajuk “Perempuan Bali Berdaya: Merajut Budaya dalam Membangun Bangsa” di Atrium Icon Mall, Sanur, Kamis (6/8/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Adat dan tradisi tidak pernah mengekang perempuan Bali untuk berwirausaha. Lahir dan tumbuh dalam adat serta tradisi yang kuat, perempuan Bali dikenal tangguh dalam menjalankan berbagai perannya, baik dalam keluarga, kehidupan adat, maupun ranah publik.

“Adat, budaya, dan tradisi Bali selalu memberikan peluang bagi perempuan untuk mandiri,” ungkap Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat menghadiri talkshow inspiratif bertajuk “Perempuan Bali Berdaya: Merajut Budaya dalam Membangun Bangsa” di Atrium Icon Mall, Sanur, Kamis (6/8/2026).

Putri Koster menjelaskan bahwa perempuan Bali tidak hanya menjalankan tugas domestik, tetapi juga memiliki hak untuk mengembangkan potensi, mengejar minat, dan mewujudkan cita-citanya di ranah publik. Salah satunya dengan menjadi perempuan pengusaha atau womenpreneur.

Womenpreneur harus memiliki jiwa yang kuat dan pantang menyerah. Jika jatuh, bangkit lagi. Harus memiliki visi dan tujuan, serta disiplin dan inovatif,” imbuhnya.

Menurutnya, karakter tangguh dan pantang menyerah telah melekat pada diri perempuan Bali. Hal tersebut tercermin dari kemampuan mereka dalam membagi waktu dan menjalankan berbagai tanggung jawab, mulai dari urusan rumah tangga, kegiatan adat dan tradisi, hingga pekerjaan serta aktivitas di ruang publik.

“Jangan takut, lakukan saja. Ibu yakin perempuan Bali pasti bisa. Namun, semuanya tetap harus dijalankan secara seimbang. Jangan sampai melupakan perannya sebagai ibu rumah tangga,” katanya.

Putri Koster menjelaskan bahwa bagaimanapun perempuan memiliki peran penting sebagai ibu dan istri dalam keluarga, mendampingi suami, serta menjadi benteng utama dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri menjelaskan bahwa sebanyak 64,5 persen UMKM di Indonesia digerakkan oleh perempuan.

Baca Juga  Napak Tilas Jejak Sejarah Sang Proklamator, Jadi Perayaan Satu Setengah Abad SDN 1 Paket Agung

“Hal ini membuktikan bahwa perempuan mampu menopang perekonomian daerah dan nasional, sekaligus menciptakan efek berganda yang positif bagi masyarakat,” jelasnya.

Dyah Roro menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan bersama pemerintah pusat akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan para pelaku usaha untuk memajukan UMKM dan sektor industri melalui berbagai program serta fasilitas yang tersedia.

Lebih lanjut, Ketua Umum BPD HIPMI Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih berharap kegiatan tersebut dapat menginspirasi perempuan Bali agar tidak takut memulai usaha dan berani menjadi womenpreneur.

Menurutnya, semakin banyak perempuan yang membangun dan mengembangkan UMKM lokal, seperti industri kerajinan, tenun, dan sektor kreatif lainnya, semakin besar pula peluang produk lokal untuk berkembang dan naik kelas. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca