Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Surat Perpanjangan Status Siaga Darurat Gubernur Bali ternyata Hoax

BALIILU Tayang

:

de
DUA SURAT HOAX: Surat pernyataan dan keputusan Gubernur Bali yang beredar di media sosial WA ternyata hoax.

Denpasar, baliilu.com – Beredarnya surat pernyataan Gubernur Nomor 57/SatgasCovid19/III/2020 tanggal 31 Maret 2020, dan Keputusan Gubernur Bali Nomor 272/04-G/HK/2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang Perpanjangan Status Siaga Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Provinsi Bali melalui media social Whatsapp, Gubernur Bali Wayan Koster menyebutkan surat pernyataan dan keputusan memperpanjang status siaga darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona di Provinsi Bali yang sudah beredar itu adalah hoax.

“Kedua surat tersebut adalah hoax,” tegas Gubernur Bali Wayan Koster ketika dikonfirmasi soal beredarnya surat pernyataan memperpanjang  status siaga darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona di Provinsi Bali, Sabtu (28/3-2020).

Lebih jauh soal diperpanjang atau tidaknya status siaga darurat bencana, Gubernur dan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, sedang melakukan evaluasi terkait perkembangan penyebaran Covid-19 di Provinsi Bali. Rencananya akan dibahas pada rapat gabungan pada Senin 30 Maret mendatang.

Diinformasikan, Keputusan Gubernur Nomor 258/04-G/HK/2020 tertanggal 16 Maret 2020 tentang Status Siaga Penanggulangan Covid-19 di Provinsi Bali, masa berlakunya sejak tanggal 16 Maret sampai dengan 30 Maret 2020, dan sampai saat ini masih berlaku.

“Terkait keputusan apakah diperpanjang atau tidaknya status Siaga Penanggulangan Covid-19 di Provinsi Bali, baru akan diputuskan pada rapat gabungan Senin 30 Maret 2020,” kata politisi yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali itu. (*/gs)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Baca Juga  Putus Penyebaran Covid-19, Desa Peguyangan Kaja Edukasi Masyarakat Protokol Kesehatan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Restorasi Suci Pura Agung Besakih Dimulai, Gubernur Koster Kembalikan Keagungan Parahyangan

Published

on

By

restorasi pura besakih
PELAKSANAAN NGERUAK: Gubernur Bali Wayan Koster menandai pelaksanaan upacara Ngeruak/Mulang Dasar dan peletakan batu pertama (groundbreaking) Tahap II Paket Pekerjaan Penataan Area Parahyangan di Pura Banua, Besakih, Rendang, Karangasem, Jumat (1/5), bertepatan dengan Rahina Purnama di kawasan Pura Banua Besakih, Rendang. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster resmi memulai langkah besar yang telah lama dirancangnya: Restorasi Kawasan Parahyangan di Pura Agung Besakih, pusat spiritual umat Hindu Bali sekaligus titik kosmologi Pulau Dewata.

Momentum sakral itu ditandai dengan pelaksanaan upacara Ngeruak/Mulang Dasar dan peletakan batu pertama (groundbreaking) Tahap II Paket Pekerjaan Penataan Area Parahyangan di Pura Banua, Besakih, Rendang, Karangasem, Jumat (1/5), bertepatan dengan Rahina Purnama di kawasan Pura Banua Besakih, Rendang.

Di hadapan para undangan di Wantilan Kesari Warmadewa Besakih, Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan restorasi menyeluruh kawasan suci untuk mengembalikan bentuk, struktur, dan nilai asli Parahyangan sesuai pakem arsitektur Bali.

“Ini bukan pembangunan baru, bukan juga rehab biasa. Ini restorasi, membangun kembali dengan tetap mempertahankan keaslian,” tegasnya.

Dari Ketidakteraturan Menuju Harmoni Suci

Restorasi ini berangkat dari realitas lapangan yang selama puluhan tahun menunjukkan ketidakteraturan. Mulai dari Kori Candi Bentar, penyengker, hingga palinggih, ditemukan perbedaan mencolok dalam material, warna, motif, hingga ukuran.

Material bangunan bervariasi, mulai batu padas, bata merah, hingga beton campuran semen dan pasir, dengan kualitas yang tidak seragam. Sebagian bangunan bahkan mengalami kerusakan, berlumut, dan tidak terawat.

“Secara keseluruhan tidak harmonis dan tidak mencerminkan keagungan kawasan suci dengan latar Gunung Agung,” ungkap Koster.

Menurutnya, kondisi ini terjadi karena sebelumnya tidak ada standar baku. Penataan bergantung pada kemampuan masing-masing daerah kabupaten/ kota maupun partisipasi umat, sehingga menghasilkan tampilan kawasan yang timpang.

Melalui restorasi ini, sebanyak total 30 titik suci (pelinggih) dimana 26 diantaranya merupakan areal unsur utama Pura Agung Besakih dan 4 lainnya pura pasemetonan, akan ditata ulang dengan prinsip utama: Mengembalikan ke arsitektur pakem Bali aslinya; Menggunakan material seragam dan berkualitas; Menyeragamkan ornamen sesuai karakter asli. Tujuannya bukan hanya estetika, tetapi juga mengembalikan harmoni sekala dan niskala.

Baca Juga  Masuki Musim Penghujan, DLHK Denpasar Intensifkan Perompesan

Proyek Rp 1 Triliun Lebih: Dari Parkir hingga Parahyangan

Restorasi Parahyangan merupakan tahap kedua dari penataan besar kawasan Besakih. Sebelumnya, pada tahap pertama, pemerintah telah menata palemahan melalui pembangunan gedung parkir, fasilitas umat, hingga kios pedagang.

Total anggaran yang digelontorkan untuk keseluruhan penataan mencapai lebih dari Rp 1 triliun, dengan rincian penataan tahap pertama total sekitar Rp 911 miliar yang asalnya dari APBN sekitar 430 miliar dan sekitar Rp 480 miliar dari APBD Pemerintah Provinsi Bali. Menariknya, pembangunan tahap awal tetap berjalan di tengah tekanan pandemi Covid-19. Kemudian pembangunan tahap II yang sudah juga dilaksanakan tahun 2025 dengan biaya 66 miliar, akan dituntaskan tahun 2026 dengan anggaran 203 miliar yang merupakan sharing anggaran bersama Pemkab Badung.

Namun bagi Koster, perubahan paling nyata justru dirasakan pada aspek akses dan parkir yang sebelumnya menjadi sumber persoalan klasik.

“Dulu krodit sekali. Kendaraan menumpuk, umat tidak bisa masuk, bahkan ada yang sembahyang dari jalan lalu pulang,” kenangnya.

Kini, dengan sistem parkir terpusat dan pengaturan berbasis kebijakan gubernur, kemacetan yang dulu kerap terjadi saat upacara besar nyaris tidak lagi ditemukan.

Restorasi Bukan Sekadar Proyek, Tapi Laku Spiritual

Lebih jauh, Koster menegaskan bahwa proyek ini tidak boleh dipandang sebagai pekerjaan konstruksi biasa. “Ini linggih stana Ida Bhatara. Harus dikerjakan dengan rasa, dengan doa, tidak bisa asal bangun,” ujarnya.

Ia bahkan meminta seluruh kontraktor bekerja dengan kesadaran spiritual, mengawali dan mengakhiri pekerjaan dengan doa. “Jangan hanya mikir untung. Kalau kualitas dikurangi, hasilnya tidak baik. Ini tempat suci, bukan proyek biasa,” tegasnya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi pesan keras agar tidak ada kompromi terhadap kualitas dalam proyek yang menyangkut kawasan suci.

Baca Juga  Objek Wisata Terfavorit Toya Devasya, Gelar Spraying Disinfektan Siap Sambut Wisatawan

Dari Warisan Leluhur Menuju Masa Depan Bali

Di balik proyek besar ini, tersimpan refleksi mendalam tentang Bali sebagai ruang sakral yang diwariskan para leluhur.

Koster mengingatkan bahwa Besakih bukan sekadar kawasan religius, melainkan bagian dari sistem kosmologi Bali, Madya Ning Bhuwana, yang terhubung dengan tatanan Padma Bhuwana, Catur Loka Pala, hingga Kahyangan Jagat.

“Bali ini bukan tanah biasa. Ini tanah yang disucikan oleh para leluhur. Kita hanya melanjutkan apa yang telah mereka rintis,” ujarnya.

Ia menegaskan, generasi saat ini memikul tanggung jawab untuk menjaga dan menyempurnakan warisan tersebut, sebelum nantinya diwariskan kembali ke generasi berikutnya. “Bali harus tetap ada sepanjang zaman, dengan kualitas yang semakin baik,” katanya.

Tahap Lanjutan: Akses Besar, Integrasi Infrastruktur Jalan

Tak berhenti pada Parahyangan, pemerintah juga telah menyiapkan tahap ketiga, yakni penataan akses menuju Besakih dari arah Bangli, Singaraja, Karangasem, dan Klungkung. Rencana ini mencakup: 2027: Perencanaan dan DED, 2028: Pembangunan, 2029: Penyelesaian.

Dengan sistem ini, perjalanan umat dari rumah hingga ke pura diharapkan menjadi satu pengalaman spiritual yang utuh, tertata, aman, dan nyaman.

Untuk Bali, Indonesia, dan Dunia

Koster menutup dengan penegasan bahwa restorasi Besakih bukan hanya untuk Bali semata. “Ini bukan hanya untuk Bali, tetapi untuk Indonesia dan dunia,” tegasnya.

Dengan target penyelesaian tahap kedua pada November 2026, proyek ini menjadi tonggak penting dalam upaya mengembalikan keagungan Pura Agung Besakih sebagai jantung spiritual yang hidup, secara fisik maupun niskala.

Sebuah kerja besar yang bukan hanya membangun, tetapi menghidupkan kembali ruh suci warisan peradaban Bali. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Hari Buruh Penuh Edukatif, Rekreatif, dan Sosial, Gubernur Koster: Matur Suksma, Keringat Pekerja Mesin Ekonomi Bali

Published

on

By

may day bali
BUKA JALAN SEHAT: Gubernur Bali Wayan Koster membuka jalan sehat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Jumat (1/5/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Jumat (1/5/2026).

Hadir di tengah-tengah lebih dari 1.200 partisipan dari berbagai sektor, Gubernur Koster dengan tulus menyampaikan terima kasih kepada para pekerja karena keringat mereka menjadi mesin penggerak ekonomi daerah.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pelaku usaha, atas semangat dalam berinvestasi dan membuka lapangan kerja di Bali.

Lebih jauh, Gubernur Koster menyambut baik peringatan May Day yang dibingkai dalam ragam kegiatan yang begitu edukatif, rekreatif, dan menyentuh sisi sosial.

Ia menilai, ini merupakan wajah baru May Day di Bali tahun 2026. “Tidak ada lagi ketegangan di jalanan. Yang ada adalah dialog yang sehat, jabat tangan yang erat, dan kebahagiaan yang dibagi rata,” ucapnya.

Gubernur Koster menyampaikan rasa bangga, menyaksikan lebih dari 1.200 partisipan dari berbagai unsur seperti pemerintah, pengusaha hingga serikat pekerja, berkumpul dalam peringatan May Day Tahun 2026. Ia menilai, kehadiran berbagai komponen adalah bukti nyata harmonisnya hubungan industrial di Bali.

Masih dalam sambutannya, ia menekankan bahwa May Day tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah visi besar dalam menjawab tantangan zaman yang dikemas dalam tema kegiatan “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”.

Ia mengingatkan agar kolaborasi jangan hanya menjadi slogan di atas kertas. “Ini adalah bagian dari dharma bakti. Kita sadar sepenuhnya bahwa kemajuan ekonomi Bali mustahil dicapai jika kita berjalan sendiri-sendiri,” imbuhnya.

Berikutnya, Gubernur kelahiran Desa Sembiran ini menyinggung hubungan timbal balik pekerja dan pelaku usaha. Dijelaskan olehnya, kemajuan dunia usaha hanya bisa dicapai bila digerakkan oleh pekerja yang kompeten dan Sejahtera. Sebaliknya, kesejahteraan pekerja hanya akan terjamin apabila dunia usaha tumbuh sehat, tangguh, dan berkelanjutan.

Baca Juga  Putus Penyebaran Covid-19, Desa Peguyangan Kaja Edukasi Masyarakat Protokol Kesehatan

“Inilah ekosistem yang sedang kita bangun sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik, namun juga  sedang membangun jiwa dan kesejahteraan krama Bali,” urainya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini menegaskan komitmen Pemprov Bali menjadi jembatan yang kokoh bagi hubungan industrial.

“Kami berdiri di tengah-tengah untuk memastikan investasi tetap kondusif, namun di saat yang sama, perlindungan terhadap hak-hak tenaga kerja adalah harga mati yang tidak bisa ditawar,” pungkasnya.

Untuk diketahui, peringatan May Day Tahun 2026 Provinsi Bali diisi dengan beragam kegiatan seperti jalan santai, pasar murah, pameran dan hiburan. Gubernur Koster yang hadir dengan pakaian adat karena akan mengikuti acara di Pura Besakih, menyapa para peserta kegiatan May Day. Pada kesempatan itu, ia juga menyerahkan bingkisan kepada pekerja penyandang disabilitas. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Walikota Denpasar Jaya Negara Hadiri “Pemelaspasan“ Bale Kulkul Banjar Panti Gede Pemecutan Kaja

Published

on

By

walikota jaya negara
HADIRI KARYA: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri rangkaian prosesi Karya Pemelaspasan dan Mendem Pedagingan bale kulkul, dan panyengker di Banjar Panti Gede, Pemecutan Kaja yang bertepatan dengan rahina Purnama Sasih Jyestha, Jumat (1/5). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri rangkaian prosesi Karya Pemelaspasan dan Mendem Pedagingan bale kulkul, dan panyengker di Banjar Panti Gede, Pemecutan Kaja yang bertepatan dengan rahina Purnama Sasih Jyestha, Jumat (1/5).

Pada acara pemelaspasan turut hadir pula Penglingsir Puri Agung Jero Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya; Bendesa Desa Adat Denpasar, Anak Agung Ngurah Alit Wirakesuma; Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkim) Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, dan tamu undangan lainnya.

Ditemui di sela-sela kegiatan berlangsung, Walikota Jaya Negara menyambut baik pelaksanaan rangkaian karya ini karena sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam (bergotong-royong). Karya ini juga diharapkan dapat membingkai jati diri masyarakat Kota Denpasar yang maju dan berbasis kebudayaan.

Selebihnya, Jaya Negara juga mengatakan Pemerintah Kota Denpasar akan terus bersinergi dengan masyarakat dan seluruh elemen terkait lainnya untuk mendorong terwujudnya semangat tersebut.

“Terselenggaranya Karya Pemelaspasan bale kulkul di Banjar Panti Gede ini dengan penuh kebersamaan dan rasa tulus ikhlas masyarakat yang melaksanakannya. Semoga akan dapat memberi kerahayuan yang sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam,” harap Jaya Negara.

Sementara Kadis Perkim Cipta Sudewa Atmaja menambahkan, Pemerintah Kota Denpasar memberikan bantuan hibah Rp500 juta tahun anggaran (TA) 2025 melalui Disperkim Kota Denpasar. Hibah itu untuk renovasi balai kulkul, merajan dan candi bentar Banjar Panti Gede, Desa Pemecutan Kaja.

Kelian Adat Banjar Panti Gede, I Ketut Antara didampingi Kadus Panti Gede, I Gusti Ngurah Bagus Manu Raditya menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Denpasar dalam pembangunan bale kulkul dan penyengker di Banjar Panti Gede.

Baca Juga  Masuki Musim Penghujan, DLHK Denpasar Intensifkan Perompesan

“Kami mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya atas kehadiran Bapak Walikota dan Bapak Wakil Walikota dalam acara ini. Juga atas bantuan yang telah diberikan Pemerintah Kota Denpasar untuk pembangunan Bale Kulkul di Banjar Panti Gede. Semoga ini bisa memberikan manfaat bagi umat se-Dharma,” harapnya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca