Tabanan, baliilu.com – Mendukung penuh kegiatan kreatif yang dilakukan anak muda Desa Delod Peken, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M menghadiri pembukaan Lomba Barong Bangkung Virtual Se-Bali yang diselenggarakan oleh Sekaa Barong Bangkal Ganas di Kantor Desa Delod Peken, Tabanan, Rabu (17/11).
Turut hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Tabanan, Sekda, Kadis Kebudayaan, Kepala BKD, Kabag Kesra, Kabag Prokopim, Camat dan Perbekel Delod Peken, OPD terkait dan tokoh masyarakat setempat.
Pembukaan acara ini juga diramaikan oleh seluruh peserta Lomba Barong Bangkung virtual dan anggota Sekaa Barong Bangkal Ganas. Sekaligus sebagai pemrakarsa acara, kegiatan lomba ini merupakan bentuk peringatan hari jadi Ke- 17 Sekaa Barong Bangkal Ganas. Sementara masih dalam situasi pandemi, pelaksanaan lomba dilakukan secara virtual dan peserta nantinya akan memberikan penampilan terbaik guna memperebutkan hadiah juara 1, 2, 3 dan favorit.
Adapun sumber pengadaan dana pada lomba ini, didapatkan dari tokoh-tokoh masyarakat setempat di Tabanan. Masih dalam suasana Hari Raya Galungan dan Kuningan, Barong Bangkung, sebagai jenis Barong yang tradisinya dipentaskan oleh anak-anak dan remaja berkeliling desa ini merupakan suatu budaya dan tradisi di Bali serta dipercaya memiliki tujuan untuk menolak bala sekaligus sebagai bentuk perayaan kemenangan Dharma (Kebaikan) melawan Adharma (Kejahatan).
Dalam kesempatan tersebut Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasinya atas upaya dan kreativitas masyarakat Desa Delod Peken dalam mempopulerkan Barong Bangkung sebagai wujud seni dan budaya asli masyarakat Bali yang patut dilestarikan.
“Saya memberikan apresiasi dan kehormatan kepada Sekaa Barong Bangkal Ganas yang sudah mampu memberikan kreativitas yang luar biasa dalam memperkenalkan seni Barong Bangkung,” ujar Sanjaya.
Mewakili Pemerintah Tabanan, ia juga merasa wajib untuk terus mengayomi dan mendukung kreativitas utamanya anak-anak muda di Tabanan, dalam membangkitkan seni dan budaya. “Kita harus bangga sebagai orang Tabanan, sebab ramainya Barong Bangkung yang biasa ditampilkan di kota atau kabupaten-kabupaten lain di Bali itu, asalnya kebanyakan dari Tabanan,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia berharap, agar seni dan budaya asli Bali seperti Barong Bangkung, Ogoh-Ogoh dan seni yang membutuhkan kreativitas anak muda di Tabanan tidak sampai ditinggalkan dan terus dipopulerkan. “Kami selaku pemerintah akan terus mendukung kegiatan-kegiatan yang positif di masyarakat, karena seni dan budaya tidak bisa jalan sendiri, harus didukung oleh pemerintah,” tegas Sanjaya.
Hal tersebut agar bisa linear dan bersinergi dengan Program Pembangunan Kesejahteraan Rakyat yang mencakup adat, agama, tradisi, seni dan budaya dalam mewujudkan visi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). (gs/bi)