Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

BUDAYA

Tabanan Dukung Penuh Kreativitas Lomba Barong Bangkung Virtual Se-Bali

BALIILU Tayang

:

eka
PEMBUKAAN LOMBA BARONG BANGKUNG: Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M saat menghadiri pembukaan Lomba Barong Bangkung Virtual Se-Bali yang diselenggarakan oleh Sekaa Barong Bangkal Ganas di Kantor Desa Delod Peken, Tabanan, Rabu (17/11). (Foto : Ist)

 Tabanan, baliilu.com – Mendukung penuh kegiatan kreatif yang dilakukan anak muda Desa Delod Peken, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M menghadiri pembukaan Lomba Barong Bangkung Virtual Se-Bali yang diselenggarakan oleh Sekaa Barong Bangkal Ganas di Kantor Desa Delod Peken, Tabanan, Rabu (17/11).    

 Turut hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Tabanan, Sekda, Kadis Kebudayaan, Kepala BKD, Kabag Kesra, Kabag Prokopim, Camat dan Perbekel Delod Peken, OPD terkait dan tokoh masyarakat setempat.

Pembukaan acara ini juga diramaikan oleh seluruh peserta Lomba Barong Bangkung virtual dan anggota Sekaa Barong Bangkal Ganas. Sekaligus sebagai pemrakarsa acara, kegiatan lomba ini merupakan bentuk peringatan hari jadi Ke- 17 Sekaa Barong Bangkal Ganas. Sementara masih dalam situasi pandemi, pelaksanaan lomba dilakukan secara virtual dan peserta nantinya akan memberikan penampilan terbaik guna memperebutkan hadiah juara 1, 2, 3 dan favorit.

Adapun sumber pengadaan dana pada lomba ini, didapatkan dari tokoh-tokoh masyarakat setempat di Tabanan. Masih dalam suasana Hari Raya Galungan dan Kuningan, Barong Bangkung, sebagai jenis Barong yang tradisinya dipentaskan oleh anak-anak dan remaja berkeliling desa ini merupakan suatu budaya dan tradisi di Bali serta dipercaya memiliki tujuan untuk menolak bala sekaligus sebagai bentuk perayaan kemenangan Dharma (Kebaikan) melawan Adharma (Kejahatan).

 Dalam kesempatan tersebut Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasinya atas upaya dan kreativitas masyarakat Desa Delod Peken dalam mempopulerkan Barong Bangkung sebagai wujud seni dan budaya asli masyarakat Bali yang patut dilestarikan.

“Saya memberikan apresiasi dan kehormatan kepada Sekaa Barong Bangkal Ganas yang sudah mampu memberikan kreativitas yang luar biasa dalam memperkenalkan seni Barong Bangkung,” ujar Sanjaya.    

Baca Juga  MoU PDDS dengan Marriot Group Resmi Ditandatangani

Mewakili Pemerintah Tabanan, ia juga merasa wajib untuk terus mengayomi dan mendukung kreativitas utamanya anak-anak muda di Tabanan, dalam membangkitkan seni dan budaya. “Kita harus bangga sebagai orang Tabanan, sebab ramainya Barong Bangkung yang biasa ditampilkan di kota atau kabupaten-kabupaten lain di Bali itu, asalnya kebanyakan dari Tabanan,” imbuhnya.    

 Lebih lanjut ia berharap, agar seni dan budaya asli Bali seperti Barong Bangkung, Ogoh-Ogoh dan seni yang membutuhkan kreativitas anak muda di Tabanan tidak sampai ditinggalkan dan terus dipopulerkan. “Kami selaku pemerintah akan terus mendukung kegiatan-kegiatan yang positif di masyarakat, karena seni dan budaya tidak bisa jalan sendiri, harus didukung oleh pemerintah,” tegas Sanjaya.

 Hal tersebut agar bisa linear dan bersinergi dengan Program Pembangunan Kesejahteraan Rakyat yang mencakup adat, agama, tradisi, seni dan budaya dalam mewujudkan visi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan

BUDAYA

Sekda Eddy Mulya “Ngaturang Bhakti Pujawali” di Pura Agung Lokanatha Lumintang

Published

on

By

Pura Agung Lokanatha Denpasar
BHAKTI PUJAWALI: Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya saat menghadiri bhakti Pujawali di Pura Agung Pura Agung Lokanatha Denpasar bertepatan dengan Purnama Sasih Kadasa, Kamis (2/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan bhakti serangkaian Pujawali di Pura Agung Lokanatha Denpasar bertepatan dengan Purnama Sasih Kadasa, Kamis (2/4). Pelaksanaan bhakti pujawali tersebut dihadiri Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede serta unsur Forkopimda Denpasar dan Kepala OPD di lingkungan Pemkot Denpasar.

Piodalan yang jatuh tepat pada Purnama Kedasa setiap tahunnya selalu memberikan nuansa spiritual bagi umat Hindu yang melaksanakan persembahyangan di Pura Agung Lokanatha Denpasar ini. Rangkaian upacara diawali dengan Tarian Rejang Dewa, Rejang Renteng, Topeng Wali, Wayang Lemah hingga Topeng Sidakarya. Seluruh rangkaian diakhiri dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Peranda Gede Putra Telaga, Griya Telaga Gulingan Sanur.

Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pujawali ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat khususnya umat Hindu untuk selalu eling serta meningkatkan srada bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Dimana, pujawali hendaknya menjadi momentum untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana.

“Dengan pelaksanaan pujawali ini mari kita tingkatkan sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana,” ujar Eddy Mulya.

Sementara Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara mengatakan, Karya Pedudusan Alit sekaligus pujawali di Pura Agung Lokanatha Denpasar dilaksanakan bertepatan dengan Purnama Sasih Kadasa. Dimana, Ida Bhatara nyejer selama satu hari untuk selanjutnya dilaksanakan Penganyar dan Penyineban. 

Alit Surya Antara mengaku bersyukur seluruh rangkaian piodalan telah berjalan lancar, dimana tahapan demi tahapan pujawali sudah terlaksana dengan baik. Sehingga dapat mendukung terciptanya keseimbangan alam semesta beserta isinya.

Baca Juga  Peringatan Bulan Bung Karno, Pemkab Tabanan Lakukan Gerakan Mereresik di Danau Beratan

“Kami berharap momentum pujawali ini menjadi wahana untuk meningkatkan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa untuk mendukung keseimbangan alam semesta,” ujarnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Walikota Jaya Negara Hadiri “Karya Ngenteg Linggih“ di Banjar Tengah Renon

Published

on

By

walikota jaya negara
SERAHKAN DANA HIBAH: Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyerahkan dana hibah saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih lan Pedudusan Alit di Peryangan Ida Ratu Gede Begawan Penyarikan, Banjar Adat Tengah, Renon, bertepatan dengan Purnama Sasih Kadasa pada Rabu (2/4). (Foto: Hms Dps)

Denpasar, baliilu.com – Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih lan Pedudusan Alit di Peryangan Ida Ratu Gede Begawan Penyarikan, Banjar Adat Tengah, Renon, bertepatan dengan Purnama Sasih Kadasa pada Rabu (2/4). Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara juga turut menandatangani prasasti dan menyerahkan dana hibah sebesar Rp. 400 juta untuk upakara.

Turut hadir dalam kegiatan ini Anggota DPRD Provinsi Bali, Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya dan Wayan Sari Galung, Anggota DPRD Kota Denpasar I Ketut Budiarta, tokoh masyarakat setempat serta krama pengempon.

Dalam sambutannya, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga Banjar Tengah Renon dalam menyelenggarakan karya secara gotong-royong. Menurutnya, kebersamaan krama dalam mempersiapkan hingga melaksanakan yadnya menjadi cerminan nilai luhur budaya Bali yang tetap terjaga.

“Pelaksanaan karya ini menunjukkan kekompakan dan semangat gotong-royong krama pengempon. Semoga melalui yadnya ini, warga dianugerahi kerahayuan dan kerukunan dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, upacara Ngenteg Linggih merupakan prosesi sakral untuk melinggihkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya di tempat suci. Prosesi ini juga sebagai wujud permohonan agar Ida Sang Hyang Widhi Wasa berkenan menetapkan stana-Nya, sehingga dapat memberikan perlindungan, keharmonisan, serta kesejahteraan bagi seluruh pratisentana.

“Upacara ini merupakan prosesi untuk melinggihkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa pada stana-Nya (ngenteg), sekaligus memohon anugerah perlindungan dan kesejahteraan bagi umat,” imbuhnya.

Sementara itu, Parwantaka Karya, I Made Suwena menjelaskan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 22 Maret 2026 yang diawali dengan upacara nunas toya dan melaspas taring. Selanjutnya, pada 23 Maret dilaksanakan nunas piuning, 25 Maret ngentegan beras (ngingsah), 29 Maret mecaru pelinggih Ratu Gede dan Balai Banjar, serta 31 Maret melasti ke segara.

Baca Juga  Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat, Bupati Tabanan Hadiri Pernikahan Warga dan Serahkan Program Semara Ratih

Puncak karya jatuh pada Rabu, 2 April 2026 bertepatan dengan Wrespati Wage Watugunung yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Wanasari Sanur. Rangkaian upacara akan dilanjutkan dengan nyineb pada 5 April dan meajar-ajar pada 12 April mendatang.

Lebih lanjut dijelaskan, Karya Ngenteg Linggih lan Pedudusan Alit idealnya dilaksanakan maksimal setiap 30 tahun sekali. Namun demikian, di Pura ini, karya ini sebelumnya belum pernah dilaksanakan sehingga berdasarkan kesepakatan krama, upacara digelar dengan swadaya masyarakat yang melibatkan sekitar 190 kepala keluarga, serta didukung bantuan hibah dari Pemerintah Kota Denpasar.

Pihaknya berharap, seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar serta memberikan kerahayuan dan kerahajengan bagi seluruh krama Banjar Adat Tengah Renon.

“Kami berharap karya ini dapat berjalan labda karya serta memberikan kerahayuan bagi seluruh krama adat,” pungkasnya. (eka/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

BUDAYA

Gubernur Koster: Karya IBTK di Besakih harus Berjalan Tertib dan Khidmat

Published

on

By

ibtk
NEDUNANG: Gubernur Bali Wayan Koster saat nedunang Ida Bhatara ke Paselang serangkaian pelaksanaan upacara karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih pada Kamis (2/4/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Karangasem, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pelaksanaan upacara karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih harus berlangsung dengan sebaik-baiknya, tertib, dan penuh khidmat tanpa gangguan selama rangkaian upacara berlangsung.

Penegasan tersebut disampaikan dalam sambrama wacana saat puncak karya yang digelar pada Kamis (2/4/2026), bertepatan dengan Hari Purnama Kedasa. Dalam kesempatan itu, Koster menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh dari seluruh pihak mengingat Besakih merupakan pura terbesar dan paling suci di Bali yang menjadi pusat persembahyangan umat Hindu, tidak hanya dari Bali tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.

“Upacara karya ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar tidak terjadi gangguan selama pelaksanaannya,” tegasnya.

Gubernur Koster juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah melakukan berbagai langkah strategis guna memastikan kenyamanan umat selama pelaksanaan karya yang berlangsung selama 21 hari hingga 23 April 2026. Pemerintah menyiapkan fasilitas penunjang termasuk layanan transportasi khusus bagi lansia, ibu hamil, serta pemedek berkebutuhan khusus dari area parkir menuju lokasi utama persembahyangan.

Selain itu, pengaturan jadwal kedatangan umat dari seluruh kabupaten dan kota di Bali hingga luar daerah seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara dilakukan secara ketat untuk menghindari kepadatan di kawasan suci Besakih.

Dalam sambutannya, Koster juga menyoroti keberlanjutan penataan kawasan Besakih yang saat ini memasuki tahap kedua. Setelah tahap pertama rampung pada 2022 dengan anggaran sekitar Rp 800 miliar, tahap lanjutan difokuskan pada penataan 26 titik pelinggih dengan anggaran sekitar Rp 203 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Bali. Ia menegaskan bahwa seluruh penataan dilakukan dengan menjaga nilai historis, arsitektur, dan keseragaman estetika kawasan.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Pimpin Penghijauan dan Resmikan Teba Modern di Kawasan Pura Luhur Batukau

Menurutnya, tidak boleh ada lagi perbedaan mencolok dalam bahan maupun warna bangunan di kawasan Besakih, sehingga seluruhnya harus serasi dan tetap mencerminkan keaslian kawasan suci tersebut.

Penataan Akses Jalan Menuju Besakih

Lebih lanjut, Koster mengungkapkan rencana tahap ketiga berupa penataan akses jalan menuju Besakih dari berbagai arah seperti Klungkung dan Bangli.

Studi perencanaan akan dimulai pada 2026 hingga 2027, dengan target pembangunan dimulai pada 2028 dan rampung pada 2030 guna mengatasi potensi kemacetan di masa mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi kinerja Badan Pengelola Kawasan Suci Besakih yang sejak dibentuk pada 2023 telah menunjukkan hasil positif dengan pendapatan mencapai Rp 14,5 miliar pada 2025. Pendapatan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan upacara, membantu desa adat dan desa dinas, serta kebutuhan operasional kawasan.

Pemerintah Provinsi Bali juga memberikan bantuan khusus sebesar Rp 3,2 miliar untuk mendukung pelaksanaan karya IBTK tahun ini.

Di tengah dinamika global, Koster turut menegaskan bahwa kondisi Bali tetap aman dan kondusif. Hingga 31 Maret 2026, kunjungan wisatawan ke Bali mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan wisatawan domestik meningkat hingga 31 persen, yang menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi yang dicintai.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga terus mempercepat penanganan sampah dengan kebijakan bahwa Tempat Pembuangan Sementara ke depan hanya menerima sampah residu dan ditargetkan ditutup sepenuhnya pada Agustus 2026.

Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik juga akan dimulai pada pertengahan 2026 dan ditargetkan selesai pada 2027, sehingga pada 2028 seluruh sampah di Bali dapat diolah menjadi energi.

Sementara itu, rangkaian puncak karya Ida Bhatara Turun Kabeh dipuput oleh 33 orang sulinggih yang merupakan representasi seluruh wilayah Bali.

Baca Juga  Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat, Bupati Tabanan Hadiri Pernikahan Warga dan Serahkan Program Semara Ratih

Para sulinggih memimpin prosesi di berbagai titik utama di kawasan Besakih, termasuk Penataran Agung sebagai pusat utama kegiatan, sejumlah pura di kawasan Catur Lawa dan Catur Dala, serta pedharman yang menjadi bagian dari kompleks Pura Agung Besakih.

Rangkaian upacara pada puncak karya berlangsung khidmat diawali dengan persembahyangan bersama, dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Bali, penyerahan dana simbolis kepada Jro Bendesa, prosesi nunas tirta, nedunang Ida Bhatara ke Paselang, dan ditutup dengan persembahyangan bersama.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kesempatan tersebut, di antaranya Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Anggota DPRD Bali Ni Made Sumiati, Bupati Karangasem beserta Wakil Bupati Karangasem, Bupati Buleleng, Bupati Klungkung serta Sekretaris Daerah Buleleng dan Bangli. Hadir pula Ketua PHDI Bali Jro Mangku Kenak dan Ketua PHRI Bali sekaligus Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023 Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Di akhir sambutannya, Gubernur Koster mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Bali agar tetap aman, bersih, dan harmonis, serta berharap seluruh rangkaian karya Ida Bhatara Turun Kabeh tahun ini berjalan lancar dan sukses serta membawa kebaikan bagi Bali dan seluruh masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
itb sikom bali 2a
Advertisements
nyepi dan idulfitri dprd badung
Advertisements
Nyepi DPRD Bali
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca