Wednesday, 28 September 2022
Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

SENI

Tampilkan Fragmentari ‘’Amertaning Wimala Bhuana’’, Denpasar Kolaborasikan Tiga Barungan Gong Kebyar di PKB XLIV

Walikota Jaya Negara: Semangat Denpasar, Berikan yang Terbaik

BALIILU Tayang

:

jaya negara
Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede saat menyaksikan Pembinaan Gong Kebyar Dewasa Anak-Anak dan Wanita Duta Kota Denpasar pada PKB XLIV Tahun 2022 di Wantilan Sewaka Prema Desa Adat Renon, Selasa (10/5). (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Tiga Duta Gong Kebyar yang akan menjadi Duta Kota Denpasar pada Utsawa (Parade) Gong Kebyar Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV Tahun 2022 mendapatkan pembinaan dari Tim Kesenian Provinsi Bali di Wantilan Sewaka Prema, Desa Adat Panjer, Selasa (10/5). Dimana, tiga barungan Gong Kebyar yakni Sekeha Gong Kebyar Dewasa Cittha Gurnita Kanti, Desa Dauh Puri Kauh, Sekeha Gong Kebyar Anak-Anak Buana Swara Murti, Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin dan Sekehe Gong Wanita Gita Widya Swari, LPM Kelurahan Renon akan berkolaborasi untuk tampil bersama.

Pembinaan Tiga Duta Gong Kebyar Duta Kota Denpasar ini dihadiri Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana, Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara serta undangan lainnya. Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan doa bersama atas berpulangnya seniman Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Supartama.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan apresiasi atas berbagai persiapan yang dilaksanakan duta kesenian Kota Denpasar, khususnya Tiga Sekeha Gong Kebyar Duta Kota Denpasar. 

gong kebyar
Salah satu tarian yang akan ikut serta parade Gong Kebyar di PKB 2022.

“Tadi kita saksikan penampilannya sudah maksimal, tentu kami berharap seluruh duta kesenian Kota Denpasar yang akan berlaga di PKB, khususnya Tiga Sekeha Gong Kebyar ini dapat menjaga penjiwaan, emosi serta konsistensi penampilan, sehingga saat pentas nanti dapat memberikan hasil yang maksimal,” jelasnya.

Jaya Negara juga  menekankan catatan penting dalam pembinaan agar ditindaklanjuti sebaik mungkin. Sehingga dalam penampilan nanti dapat sesuai dengan pakem, uger-uger serta pembawaan seni itu sendiri.

“Jadi masukan-masukan yang diberikan oleh Tim Pembina Provinsi agar ditindaklanjuti untuk maksimalnya penampilan nanti, semangat Denpasar,  berikan hasil yang terbaik dan maksimal, serta tetap jaga kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga  Arya Wibawa Dilantik Jadi Ketua Umum Pratisentana Sira Arya Kanuruhan Kota Denpasar

Sementara, Kadisbud Kota Denpasar, Raka Purwantara mengatakan, sajian Gong Kebyar Kota Denpasar tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Dimana, ketiga duta gong kebyar, yakni Sekeha Gong Kebyar Dewasa Cittha Gurnita Kanti, Desa Dauh Puri Kauh, Sekeha Gong Kebyar Anak-Anak Buana Swara Murti, Banjar Ambengan dan Sekeha Gong Wanita Gita Widya Swari, LPM Kelurahan Renon akan berkolaborasi untuk tampil bersama dalam satu panggung.

Dikatakannya, adapun materi yang akan dibawakan yakni Sekeha Gong Kebyar Dewasa Cittha Gurnita Kanti, Desa Dauh Puri Kauh akan membawakan Tabuh Pat Pepanggulan Wari Drawa dan Tari Tenggek. Selanjutnya Sekeha Gong Kebyar Anak-Anak Buana Swara Murti, Banjar Ambengan, Desa Peguyangan Kangin akan membawakan Tabuh Kreasi Muni Dwara Murti Candra dan Tari Kreasi Katak Ngongkek. Sementara Sekeha Gong Wanita Gita Widya Swari, LPM Kelurahan Renon akan membawakan Tabuh Kreasi Sekar Kemuda dan Tari Puja Prasamya. Sedangkan Fragmentari ‘’Amertaning Wimala Bhuana’’ akan dibawakan bersama-sama secara kolaborasi oleh ketiga gong kebyar Duta Kota Denpasar.

“Ini yang pertama kalinya, tiga barungan gong kebyar tampil dalam satu panggung, dimana akan ditampilkan Fragmentari ‘Amertaning Wimala Bhuana’ sebagai penampilan puncak, semangat berikan yang terbaik,” jelasnya. (ags/eka)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan

SENI

Ny. Putri Koster Saksikan Penayangan Perdana Film “Tatu”

Ny. Putri Koster Apresiasi atas Kreativitas dan Kesadaran para Generasi Muda Bangkitkan Dunia Perfilman Bali

Published

on

By

ny. putri koster
Ny. Putri Koster foto bersama usai menyaksikan penayangan perdana Film "Tatu" bertempat di Ruang Audiovisual, Gedung Dharma Negara Alaya, Lumintang, Denpasar. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Ny. Putri Koster berkesempatan menyaksikan penayangan perdana Film “Tatu” yang merupakan film karya putra-putri terbaik Bali, bertempat di Ruang Audiovisual, Gedung Dharma Negara Alaya, Lumintang, Denpasar, Sabtu (3/9).

Mengawali arahan singkatnya, Ny. Putri Koster menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kreativitas serta kesadaran dari para generasi muda untuk membangkitkan dunia perfilman khususnya di Bali dengan mengangkat tema-tema kehidupan di tengah masyarakat. Untuk itu, pendamping orang nomor satu di Bali ini mengajak semua pihak baik itu pemerintah, para seniman bersinergi untuk bersatu padu membangkitkan kembali dunia perfilman. Kita mulai dari anak muda Bali, pemainnya orang Bali, ditonton masyarakat Bali sehingga dunia sinema semakin bergeliat.

Wanita yang akrab dipanggil Bunda Putri ini juga berharap agar para seniman tidak berhenti berkarya untuk  menghasilkan Garapan-garapan film berkualitas dengan mengangkat hal-hal kecil yang terjadi di masyarakat sekitar. Dari Bali kita mulai angkat tema film yang mengandung kearifan lokal, dari Bali kita akan mengimbas ke nusantara sehingga perfilman bangkit. Kita jadikan Bali sebagai pusat industri perfilman Nusantara.

Film Tatu merupakan film yang sangat spesial mengingat film ini selain bernuansa Bali dan mengambil lokasi syuting di Desa Tenganan, Karangasem yang asri dan indah, film ini juga  disutradarai oleh putra Bali Puja Astawa dan diperankan sekitar 40 orang pemain yang juga asli dari Bali. Film yang mengangkat tema perjuangan seorang perempuan mempertahankan hidup dengan caranya namun terhalang oleh kerasnya orang tua ini menghadirkan seniman diantaranya De Gajah, Jun Bintang, Made Adnyana, Dewi Pradewi dan IB Purwa Sidemen yang bermain peran dengan sangat apik dan natural. (gs/bi)

Baca Juga  Tim Yustisi Kota Denpasar Bina 2 Orang Pelanggar Prokes

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Wawali Arya Wibawa Apresiasi Film “Tatu” Garapan Puja Astawa

Published

on

By

cok ace
Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Wakil Gubernur Bali Cok Ace berkesempatan menyaksikan penayangan film "Tatu" yang disutradarai Puja Astawa di Ruang Audio Visual (Mini Theatre) Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar. (Foto: Ist)

Denpasar, baliilu.com – Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa berkesempatan menyaksikan penayangan film “Tatu” yang disutradarai Puja Astawa di Ruang Audio Visual (Mini Theatre) Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar, Sabtu (3/9).

Film yang diperankan oleh insan-insan kreatif Bali ini juga tampak disaksikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. Tampak juga hadir Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho.

“Kami mengapresiasi karya film “Tatu” yang disutradarai Puja Astawa, dengan karya film yang apik menampilkan keaslian kehidupan masyarakat Bali,” ujar Arya Wibawa.

Lebih lanjut Arya Wibawa menyampaikan karya film yang melibatkan insan kreatif Bali mampu menunjukkan keindahan alam Bali, dengan ramah tamah masyarakatnya serta sisi sosial dari masyarakat Bali. Film ini menurutnya juga memberikan pembelajaran bagi kita semua bagaimana dalam mengambil keputusan jangan cepat menyimpulkan, namun harus mampu melihat dari berbagai sudut pandang. “Selamat dan sukses atas penayangan Film Tatu di ruang Audio Visual DNA Denpasar, sebagai gedung yang memiliki ruang kreativitas yang dapat dimanfaatkan oleh anak muda maupun komunitas untuk menuangkan ide tanpa batas,” ujar Agus Arya Wibawa.

Sementara Puja Astawa menyampaikan film “Tatu” dengan gendre film drama keluarga dengan menghadirkan nuansa Bali. “Kami mencoba menuangkan ide dalam sebuah garapan film yang dibuat oleh orang Bali dan dibuat di Bali,” ujarnya. Puja Astawa mengaku mencoba berusaha maksimal dengan menghadirkan budaya Bali, serta pembuatan film ini benar-benar alami salah satunya tempat syuting sedikit pun tidak ada yang diseting. Hal ini kami ingin menunjukkan kepada masyarakat luas inilah situasi kondisi kehidupan masyarakat Bali.

Baca Juga  Arya Wibawa Dilantik Jadi Ketua Umum Pratisentana Sira Arya Kanuruhan Kota Denpasar

“Mari mendukung produk lokal, karya lokal, anak lokal untuk perkembangan film lokal di Bali,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan penggalan cerita film “Tatu” yakni sosok perempuan yang bernama I Luh  merupakan anak tunggal dari seorang ayah tanpa istri. I Luh menjalin kasih dengan Kadek seorang pria yang juga seorang dukun sakti dan merupakan salah satu keluarga dari musuh bebuyutan ayahnya. I Luh tidak pernah bermaksud mengecewakan ayahnya namun ia tengah berjuang melawan penyakitnya sendiri tanpa diketahui ayahnya.

“Pesan dari film ini bahwa hitam tak selalu pahit, putih pun belum tentu manis. Jangan terlalu cepat menyimpulkan segala sesuatu yang belum tentu benar. Karena yang baik belum tentu benar, dan begitu juga sebaliknya,” tutupnya. (eka/bi)

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

SENI

Purwa Carita Campuhan, Kompetisi Ide Cerita Film Pendek tentang Pelestarian Lingkungan dari Cerita Rakyat Bali

Published

on

By

campuhan
Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud AAGN Ari Dwipayana (angkat tangan) didampingi Sutradara Garin Nngroho (kiri) saat konferensi pers di Ubud Gianyar, Senin (29/8/2022). (Foto: Ist)

Gianyar, baliilu.com – Yayasan Puri Kauhan Ubud bekerja sama dengan Minikino (Organisasi Festival Film Pendek) mengadakan kompetisi film pendek yang mengambil inspirasi dari cerita rakyat Bali dengan tema pemuliaan air dan pelestarian alam-lingkungan di Bali.  Kompetisi yang masih dalam rangkaian acara Sastra Saraswati Sewana tersebut akan memberikan apresiasi berupa dana produksi masing-masing 25 juta rupiah bagi 5 ide film pendek terbaik. Tujuan kompetisi ini, yaitu memperkenalkan kearifan lokal masyarakat Bali dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.

“Mengapa cerita rakyat? Ini penting sekali untuk saya sampaikan bahwa masyarakat Bali ketika berbicara tentang budayanya atau berbicara tentang sistem keyakinannya, itu tidak hanya merujuk pada teks atau lontar, tetapi biasanya merujuk pada mitologi, cerita-cerita yang berkembang dan tumbuh di dalam masyarakat. Dan itu ada terjadi di berbagai tempat di Bali. Kepercayaan atau pengetahuan yang muncul bukan karena membaca teks saja, namun juga karena banyak mendengar cerita atau mitologi,” ujar Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud AAGN Ari Dwipayana saat konferensi pers di Ubud, Gianyar, Senin (29/8/2022).

Ari menilai, cerita-cerita rakyat yang berkembang di masyarakat Bali banyak mengandung pesan yang luar biasa, terutama tentang konservasi lingkungan serta konservasi budaya. Misalnya, cerita tentang hutan larangan/alas kekeran,  suatu kawasan hutan yang dilindungi secara adat. Ada aturan tidak tertulis dengan wahana cerita rakyat, seperti tumbuhannya tidak boleh dipetik dan  jika dipetik dapat membuat pemetiknya tersesat  dan banyak  cerita lainnya. Pesannya jelas,  manusia harus menjaga alam dan tidak boleh merusaknya.

Sementara itu, sutradara Garin Nugroho yang menjadi ketua dewan juri dalam kompetisi tersebut mengatakan, isu seni budaya dan lingkungan menjadi isu utama dunia saat ini. Dunia memberikan perhatian lebih terhadap perpaduan isu tersebut, khususnya pascapandemi Covid-19 yang menggoncang dunia. Lebih lanjut Garin bercerita, bahwa sebagian besar film animasi khususnya yang bertemakan keluarga yang diproduksi Hollywood bersumber dari cerita rakyat masyarakat Timur Tengah.

Baca Juga  Persentase Kesembuhan Pasien Covid-19 di Kota Denpasar Capai 97,83 Persen

“Kalau kita lihat hampir 60% film yang diproduksi Hollywood khususnya yang animasi dan keluarga temanya itu diambil dari cerita rakyat masyarakat timur tengah, ada Simba, Aladin, dan sebagainya. Artinya, cerita rakyat itu menjadi sumber produksi film yang pesannya disebarkan ke seluruh dunia,” tutur Garin.

Lebih lanjut, Garin menilai, saat ini komposisi masyarakat Indonesia 60%-nya penduduk usia muda, yang sebagian besar hidup dan dihidupi oleh handphone atau dunia digital. Dengan demikian, langkah Yayasan Puri Kauhan Ubud melakukan kompetisi film pendek yang dapat terakses dengan mudah dalam dunia digital adalah langkah yang tepat guna memperkenalkan kembali cerita rakyat yang memiliki pesan terkait konservasi alam dan lingkungan.

Rangkaian acara kompetisi film pendek tersebut akan berlangsung dari September – Desember 2022. Adapun tahap pertama kompetisi ini, yaitu pendaftaran proposal ide cerita yang dibuka dari tanggal 1 – 15 September 2022. Ide proposal dari semua peserta yang mendaftar akan dinilai dan diseleksi oleh para dewan juri yang kompeten.  Ketua dewan juri  Garin Nugroho (sutradara dan produser) dan Happy Salma (artis dan produser),  Tjokorda Raka Kerthyasa (Bendesa Desa  Adat dan tokoh budaya),  Robby Navicula (musisi yang peduli terhadap isu lingkungan), Anak Agung Gde Ariawan (Yayasan Puri Kauhan Ubud dan pemerhati seni), dan I Wayan Suarmaja (Koordinator penyuluh Bahasa Bali).

Sastra Saraswati Sewana 2022 mengangkat tema ‘’Toya Uriphing Bhuwana, Usadhaning Sangaskara, Air Sumber Kehidupan Penyembuh Peradaban’’. Kegiatan ini fokus di tiga tempat yaitu, Hulu, Tengah (campuhan) dan pesisir. Kegiatan di tengah diselenggarakan di sepanjang DAS OOS yang diselenggarakan sejak bulan Juni 2022 dan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti penanaman pohon, bersih-bersih petirtan dan sumber mata air, inventarisasi peninggalan arkeologi di sepanjang DAS Oos, revitalisasi desa wisata melalui pelatihan desa wisata dan pelatihan pengelolaan sampah, pelatihan pemanfaatan tanaman obat untuk kesehatan keluarga, upacara bendera di campuhan dan parade seni HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, pameran Seni Rupa Toya-Agra-Rupa yang dirangkai kegiatan art-talk dan lomba seni lukis anak-anak SD dengan tema lingkungan,  pentas seni Nyapuh Tirah Campuhan, hingga kompetisi film pendek yang diinspirasi cerita-cerita rakyat masyarakat Bali. (*/bi)

Baca Juga  Sebanyak 25 Pasien Covid-19 di Kota Denpasar Sembuh

Advertisements
iklan pemprov

iklan dprd badung
Advertisements
iklan dprd bali
Advertisements
iklan pemkot ri
Advertisements
iklan hut ri
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca