Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Tari Siwa Nataraja Siap Buka Denfest 2020, Kreativitas Meretas Batas di Tengah Pandemi Covid-19

BALIILU Tayang

:

de
Suasana gladi pembukaan Denpasar Festival ke-13 Tahun 2020 di Dharma Negara Alaya Kota Denpasar, Rabu (30/9). (ist)

Denpasar, baliilu.com – Memasuki akhir tahun 2020, Pemkot Denpasar kembali bersiap untuk menggelar festival ikonik yang menjadi ciri khas Ibukota Provinsi Bali ini. Denpasar Festival siap digelar untuk kali ke-13 di tahun 2020 ini. Bahkan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Wisnutama Kusubandio dijadwalkan membuka festival daring pertama dan terpanjang ini pada 2 Oktober besok dengan sajian pementasan Garapan Siwa Nataraja yang dipusatkan di Dharma Negara Alaya Kota Denpasar.

Namun, suasana pelaksanaan festival tahun ini dipastikan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pandemi Covid-19 mewajibkan penerapan protokol kesehatan, sehingga festival dilaksanakan dengan dua sistem, yakni secara online sistem dan offline sistem dan berlangsung selama 3 bulan penuh dari Oktober hingga Desember.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar MA Dezire Mulyani didampingi Ketua Harian Bekraf Kota Denpasar I Putu ‘Lengkong’ Yuliarta saat diwawancarai Rabu (30/9) menjelaskan Denpasar Festival (Denfest) merupakan sebuah etalase produk-produk kreatif  unggulan Kota Denpasar. Pada ajang itulah proses kreatif masyarakat dalam setahun hadir di depan publik secara luas. “Produk kreatif tersebut  dapat berupa ekspresi, kreasi dan kontribusi terhadap kotanya,” jelasnya.

Selama 12 tahun pelaksanaan Denfest, sedikit banyak telah memberikan pengaruh terhadap pola pikir dan gerak pembangunan Kota Denpasar yang berfokus pada dua hal. Pertama, proaktivitas menanggapi isu dan tantangan jaman yang  tergambar dalam gerakan inklusif melibatkan semua kalangan. Kedua, keberanian membuka jalan  untuk berinovasi yang diawali dengan memetakan potensi, target, lalu mencapainya dengan jalan yang paling sesuai dengan kondisi dan  kemampuan sendiri. “Kedua hal ini tercermin dalam dinamika sehari-hari  yang puncaknya tertuang dalam perayaan tahunan Denfest,” jelas Dezire.

Dezire menjelaskan bahwa begitulah kutub-kutub gerakan ini menjadi pusaran sentrifugal yang bergerak dan menciptakan kesuksesan yang holistik dan berkelanjutan. Sinergi ekonomi kreatif dan turisme sebagai fondasi pemajuan Denpasar Festival. Paradigma tersebut mempertemukan globalisasi dan modernitas di satu sisi dan Budaya Bali dan keluhuran tradisi di sisi lain pada sebuah ranah bernama pariwisata budaya dengan bingkai orange economy dan Denpasar Festival sebagai ruang pajang atau etalasenya.

Baca Juga  Kemeriahan Pesta Rakyat Nongan 2023

Pada saat itu, 3 A yakni atraksi, akses, dan amenitas dirumuskan sebagai  komponen kepariwisataan nasional. “Untuk memajukan kepariwisataan nasional, tiga komponen yang seluruhnya menyakup perayaan, petualangan, destinasi, atraksi, fasilitas, hospitalitas, publisitas, cita rasa, cinderamata, dan pengalaman itulah yang harus dikembangkan.  Maka sembilan hal itu kemudian menjadi kisi-kisi pengembangan Denpasar Festival di masa depan dengan tajuk Denpasar Festival Berbasis  Kepariwisataan. Simulasi-simulasi pun telah dibuat untuk itu,” ujar Dezire.

Memasuki 2020 pandemi Covid-19 mewabah hampir di seluruh dunia, tak terkecuali Denpasar juga terdampak virus yang mulanya ditemukan di daerah Wuhan, China ini.  Kondisi ini pun mengakibatkan banyak aktivitas terhenti, aktivitas di Kota  Denpasar pun demikian. Dampak ikutannya, kondisi  ekonomi masyarakat menjadi terpuruk.

“Sebagai kota kreatif, Denpasar tak mau berpangku tangan  dan meratapi pandemi ini. Walikota IB Rai Dharmawijaya  Mantra bersama Wakil Walikota IGN Jaya Negara menugasi Badan Kreatif (BKraf) Denpasar membuat terobosan untuk menggerakkan ekonomi  masyarakat,” paparnya.

Beranjak dari ide dan semangat untuk tidak berdiam diri tersebut akhirnya lahir program-program yang mendorong siapa saja untuk menjalankan usaha rumahan berbasis  daring. Untuk memudahkan UMKM melakukan pemasaran bersama, BKraf menghadirkan pasar digital ‘Makin Dekat’. Setali tiga uang, akhirnya dari sana pula lahir konsep virtual  untuk penyelenggaraan Denpasar Festival 2020.

“Sebagai ekspresi optimisme bahwa dengan kreativitas  yang dijalankan secara benar keadaan sesulit apa pun pasti  dapat dihadapi dengan selamat, Denpasar Festival 2020  mengibarkan tema “Kreativitas Meretas Batas” (Beyond  Limit), dan akan berlangsung selama 3 bulan dengan platform digital bernama http://denfest.kreativi.id/ serta menghadirkan 189 mata acara dengan melibatkan 407 komunitas muda Kota Denpasar,” ujar Dezire.

Dengan tema tersebut, lanjut Dezire dalam kondisi serba terbatas di saat pandemi belum tuntas sepenuhnya ini, Denpasar Festival  dihadirkan dengan kombinasi gelaran langsung (off line)  dengan protokol kesehatan yang ketat dan gelaran daring  (online) yang diupayakan menyakup semua potensi kreatif  di Kota Denpasar dan dikemas semenarik mungkin serta  digaungkan ke seluruh penjuru dunia. Selain itu, diangkat pula konsep Siwa Nataraja dan Ngunda Bayu sebagai spirit melangkah.

Baca Juga  University of Sussex The United Kingdom - FEB Unud, Fokus Ciptakan Inovasi dan Solusi Pemulihan Ekonomi Lokal

Siwa Nataraja merupakan Siwa yang digambarkan dalam pose sedang menari. Siwa diyakini sebagai dewa yang menarikan seluruh kesadaran kosmis. Karenanya Siwa diyakini sebagai sumber segala tarian indah. “Dewa Siwa diyakini merupakan sumber dari mana kesadaran dan kreativitas kesenian menyebar (ngebek) dan kepadanya menyublim (ngingkes). Bagi dunia fana, Dewa Siwa menari untuk kemakmuran, kesejahteraan dan kedamaian. Dalam fase tertinggi, Siwa menari untuk melepaskan jiwa individu dari segala belenggu maya (ilusi),” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam filsafat keadaan itu disebut mukti, dimana kebenaran (satyam), kesucian (siwam), dan keindahan (sundaram) menjadi satu kesatuan tak terpisahkan. Pelepasan jiwa ini sebagai upaya meraih puncak kesadaran kosmis. “Maka Siwa Nataraja sejatinya adalah sumber inspirasi, motivasi, dan sekaligus tujuan berkreativitas para kreator seni menapaki tangga-tangga spiritualitas menuju kesadaran kosmis Siwa,” paparnya.

“Jika semua rancangan berjalan baik dan memuaskan pola ini dapat menjadi alternatif penyelenggaraan acara-acara  serupa di masa depan, khususnya di saat-saat kondisi dibatasi oleh keadaan tertentu,” harap Dezire.

Adapun morfologi pelaksanaan Denpasar Festival ke-13 Tahun 2020 ini terdiri atas OPD Pemerintah Kota, institusi pendidikan, budayawan & antropolog, kelompok budaya & seni, pelaku UMKM perdagangan, pengembang disain & kreatif dan organisasi sosial masyarkat. Inilah nantinya kita sebut pola gotong-royong membangkitkan perekonomian masyarakat. Denfest kali ini turut menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari food festival, craft, fashion  dan exhibition, virtual fashion show, pilem mebarung, kompetisi kreatif piala walikota, visualisasi puisi, drama satu babak, lomba esai foto Denfest 2020, lomba sketsa Denfest 2020, lomba ogoh-ogoh virtual, mendongeng, late art competition, music battle, workshop fotografi, workshop keramik dan workshop F & B.

Baca Juga  Bupati Tabanan Terima Penyerahan DIPA dan DAK 2023 dari Gubernur Bali

Selain itu, beragam hiburan dari tradisi, modern dan kontemporer juga akan hadir dalam pelaksanaan Denfest 2020 ini. Namun, kembali protokol kesehatan menjadi penglima utama pelaksanaannya. Sehingga masyarakat dapat tetap produktif dan aman di masa Covid-19 ini, dan perekonomian dapat kembali tumbuh. (eka)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS

Gubernur Koster Dukung Penguatan Tata Kelola Dekranasda, TP PKK, dan Posyandu untuk Perkuat Pemberdayaan Masyarakat

Published

on

By

Gubernur Koster hadiri rapat penguatan tata kelola lembaga
RAPAT PENGUATAN: Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Pembukaan Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranasda, TP PKK, dan Posyandu se-Indonesia Bagian Tengah di Bali Sunset Road Convention Center, Denpasar, Kamis (22/10). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungannya terhadap penguatan tata kelola Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Tim Penggerak PKK dan Posyandu sebagai upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Dukungan tersebut disampaikan saat Pembukaan Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranasda, TP PKK, dan Posyandu se-Indonesia Bagian Tengah di Bali Sunset Road Convention Center, Denpasar, Kamis (22/10).

Gubernur Koster menyambut baik pelaksanaan rapat koordinasi tersebut karena dinilai penting untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam menjalankan program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan koordinasi yang dilaksanakan di Bali juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, khususnya melalui peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan aktivitas ekonomi di daerah.

“Bagi kami di Bali, setiap tamu adalah rezeki. Setiap orang yang menginap di hotel tentu memberikan pemasukan bagi hotel dan turut menggerakkan perekonomian. Kegiatan seperti ini juga mendukung peningkatan kunjungan wisatawan domestik ke Bali,” ujar Koster.

Ia menegaskan, Pemprov Bali mendukung penguatan kegiatan Dekranasda, TP PKK, dan TP Posyandu karena ketiganya memiliki peran strategis dalam menghidupkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan ketiga lembaga tersebut, Pemprov Bali telah mengalokasikan anggaran masing-masing sebesar Rp 10 miliar untuk Dekranasda, TP PKK dan TP Posyandu, dengan mengacu pada arahan kebijakan pemerintah pusat.

Sementara itu, Ketua Harian Dekranas sekaligus Ketua Umum TP PKK dan TP Posyandu, Ny. Tri Tito Karnavian, menegaskan bahwa penguatan tata kelola ketiga lembaga tersebut harus dilaksanakan secara serius dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Ini bukan kegiatan main-main, karena ada regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan dan ada mekanisme pengawasan terhadap kegiatan ketiga lembaga ini,” tegasnya.

Baca Juga  Gubernur Koster Luncurkan Uji Coba Angkutan Shuttle Bus Listrik

Ia juga menyampaikan bahwa TP Posyandu akan menjalin kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN), yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat edukasi kepada masyarakat, terutama bagi ibu hamil, ibu, dan anak-anak, dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan gizi keluarga.

Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Bernhard E. Rondonuwu, menyampaikan bahwa penguatan tata kelola Dekranasda, TP PKK, dan Posyandu sangat penting karena berbagai persoalan keluarga dan masyarakat membutuhkan penanganan bersama.

Menurutnya, isu penurunan stunting, pengentasan kemiskinan, serta pengembangan dan pemberdayaan para perajin daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar penanganannya lebih efektif dan berkelanjutan.

Rapat tersebut diikuti oleh perwakilan dari 178 kabupaten/kota di wilayah Indonesia bagian tengah, yang melibatkan unsur Dekranasda, TP PKK, Posyandu, dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

Melalui pertemuan ini, hasil koordinasi diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam program dan penganggaran daerah secara konkret. Selain menyamakan persepsi mengenai mandat, kedudukan, dan hubungan kerja masing-masing lembaga, kegiatan ini juga diarahkan untuk membentuk pola kolaborasi yang terintegrasi, dengan perencanaan program yang lebih terarah, terukur, dan tepat sasaran.

Pertemuan di Bali ini menjadi bagian terakhir dari rangkaian tiga pertemuan penguatan tata kelola yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia. Hasilnya diharapkan menjadi landasan bagi peningkatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat peran Dekranasda, TP PKK, dan Posyandu bagi kesejahteraan masyarakat. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Arak Bali Laku Dilelang US$400 di Las Vegas Amerika

Published

on

By

Arak Bali laku dilelang US$400 di Las Vegas
LAKU DILELANG: Empat botol arak racikan Gede Rico Hardiana Widnyana dan I Wayan Eka Darmawan laku dilelang dengan total harga US$400 dalam acara Charity F@!& Cancer Flair Show di Circus Circus Hotel, Las Vegas, Amerika Serikat. (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Arak Bali menembus panggung internasional. Empat botol arak racikan Gede Rico Hardiana Widnyana dan I Wayan Eka Darmawan laku dilelang dengan total harga US$400 dalam acara Charity F@!& Cancer Flair Show di Circus Circus Hotel, Las Vegas, Amerika Serikat.

Empat botol tersebut masing-masing berukuran 750 mililiter. Dengan kurs sekitar Rp 18.040,80 per dolar AS, nilai lelang itu setara Rp 7,22 juta. Artinya, setiap botol memiliki nilai lelang rata-rata US$100 atau sekitar Rp 1,8 juta.

Yang membuat lelang ini menarik, seluruh hasilnya disumbangkan untuk kegiatan amal. Arak Bali tidak hanya diperkenalkan sebagai produk lokal, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan kemanusiaan di panggung internasional.

Bagi Rico, kesempatan berkompetisi melalui penampilan flair bartending, seni meracik minuman yang dipadukan dengan atraksi dan keterampilan memainkan botol menjadi ruang untuk membawa nama Bali lebih jauh, sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada audiens internasional.

“Bagi kami, ini bukan sekadar memperkenalkan arak Bali ke luar negeri. Kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal Bali memiliki potensi untuk mendapat perhatian di panggung internasional. Lebih dari itu, kami bangga karena hasil lelangnya dapat disumbangkan untuk kegiatan amal,” ujar Rico di Denpasar, Jumat (23/10/2026).

Menurut dia, pengenalan produk lokal melalui kegiatan internasional dapat membuka peluang baru bagi arak Bali untuk dikenal lebih luas. Apalagi, kegiatan tersebut tidak hanya menampilkan keterampilan bartender, tetapi juga membawa misi sosial.

Lelang empat botol arak Bali dengan nilai total US$400 menjadi salah satu sorotan dalam acara tersebut. Nilai itu menunjukkan bahwa produk yang mereka bawa memperoleh perhatian dalam kegiatan amal tersebut, meski penerimaan pasar yang lebih luas tetap membutuhkan promosi dan pengembangan berkelanjutan.

Baca Juga  Gede Wijaya: Tak Benar PPKM hanya Formalitas

Arak telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat Bali. Kini, melalui kreativitas dan penampilan profesional di luar negeri, produk tersebut diperkenalkan dalam konteks yang lebih luas, tanpa melepaskan identitas lokalnya.

Empat botol arak Bali itu mungkin hanya sebagian kecil dari rangkaian acara di Las Vegas. Namun, melalui lelang tersebut, nama arak Bali mendapat ruang untuk diperkenalkan di luar negeri, dengan kegiatan amal sebagai bagian dari ceritanya. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Gubernur Koster Perkuat Kerja Sama Bali–Swiss, Bidik Investasi Industri Inovatif hingga Pengolahan Sampah

Pererat Hubungan Bali–Swiss, Momentum 75 Tahun Hubungan Diplomatik

Loading

Published

on

By

Gubernur Koster terima kunjungan Dubes Swiss
TERIMA KUNJUNGAN: Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan resmi perdana Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Yang Mulia Konstantin Obolensky, didampingi Konsul Kehormatan Swiss untuk Bali, Gerhard L. Nutz, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Rabu (21/10/2026). (Foto: Hms Pemprov Bali)

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan resmi perdana Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Yang Mulia Konstantin Obolensky, didampingi Konsul Kehormatan Swiss untuk Bali, Gerhard L. Nutz, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Rabu (21/10/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persahabatan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Bali dan Swiss.

Kunjungan tersebut terasa semakin istimewa karena berlangsung di tengah peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Swiss. Bagi Bali, momentum ini tidak sekadar memperkuat hubungan antarpemerintah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mendukung pembangunan Bali yang berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Wayan Koster dan Duta Besar Konstantin Obolensky membahas perkembangan positif sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu penghubung penting antara Indonesia, khususnya Bali, dan Swiss.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam pertemuan, hingga 21 Oktober 2026 tercatat sekitar 29.000 wisatawan asal Swiss telah berkunjung ke Indonesia, dengan rata-rata kunjungan sekitar 3.065 orang per bulan. Angka ini mencerminkan potensi hubungan kedua negara yang tidak hanya bertumpu pada diplomasi, tetapi juga tumbuh melalui interaksi masyarakat, pertukaran budaya, dan kegiatan pariwisata.

Gubernur Wayan Koster menyambut baik perkembangan tersebut dan berharap hubungan yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui kerja sama yang semakin luas, sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian Bali.

Swiss Tertarik Kembangkan Kerja Sama Industri Inovatif dan Lingkungan

Duta Besar Konstantin Obolensky menyampaikan bahwa agenda kunjungan perdananya ke Bali cukup padat. Selain melakukan kunjungan resmi ke Jayasabha, ia meninjau sejumlah lokasi usaha milik warga negara maupun badan usaha asal Swiss, menghadiri agenda Global Etik IADEMA sehari sebelumnya, serta bersilaturahmi dengan komunitas diaspora Swiss yang tinggal di Bali.

Baca Juga  Gede Wijaya: Tak Benar PPKM hanya Formalitas

Saat ini, tercatat sekitar 700 warga negara Swiss menetap dan bekerja di Bali. Keberadaan komunitas tersebut menjadi salah satu gambaran eratnya hubungan masyarakat kedua pihak, sekaligus membuka ruang untuk memperkuat pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan peluang kolaborasi di berbagai bidang.

Lebih lanjut, Duta Besar Obolensky menegaskan dukungan Swiss terhadap pengembangan investasi dan pembangunan di Bali. Swiss juga menyatakan ketertarikan untuk menjajaki peluang kerja sama di sektor industri inovatif, pengolahan sampah, serta pengolahan air limbah.

Ketertarikan tersebut menjadi peluang strategis bagi Bali untuk memperluas kemitraan dengan Swiss, khususnya dalam pengembangan solusi inovatif yang mendukung pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Kerja sama di bidang ini juga relevan dengan kebutuhan Bali untuk menjaga kualitas lingkungan, memperkuat tata kelola persampahan, dan mempertahankan daya tarik pulau sebagai destinasi pariwisata dunia.

Gubernur Koster Sambut Komitmen Swiss, Dorong Kerja Sama Berkelanjutan

Gubernur Wayan Koster menyambut hangat kunjungan perdana Duta Besar Konstantin Obolensky dan mengapresiasi komitmen Swiss untuk terus memperkuat hubungan serta membuka peluang kerja sama di Bali.

Gubernur menegaskan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antara Bali dan Swiss, sejalan dengan hubungan baik Indonesia dan Swiss yang telah terjalin selama puluhan tahun. Melalui komunikasi dan kolaborasi yang berkesinambungan, hubungan tersebut diharapkan tidak hanya terjaga pada tingkat diplomatik, tetapi juga berkembang menjadi kemitraan konkret yang mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bagi Bali, kerja sama internasional memiliki arti penting ketika mampu mempertemukan potensi daerah dengan keunggulan mitra, termasuk dalam pengembangan industri inovatif, investasi, serta pengelolaan lingkungan. Karena itu, pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas peluang kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua pihak.

Baca Juga  University of Sussex The United Kingdom - FEB Unud, Fokus Ciptakan Inovasi dan Solusi Pemulihan Ekonomi Lokal

Endek Bali sebagai Simbol Persahabatan dan Promosi Produk Lokal

Sebagai penutup pertemuan, Gubernur Wayan Koster menyerahkan cinderamata berupa kain tenun endek khas Bali kepada Duta Besar Konstantin Obolensky. Pemberian tersebut tidak hanya menjadi simbol penghormatan dan persahabatan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya serta mempromosikan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bali kepada masyarakat internasional.

Kain endek, dengan ragam motif dan nilai budaya yang melekat di dalamnya, merepresentasikan kreativitas serta identitas masyarakat Bali. Melalui diplomasi budaya seperti ini, hubungan bilateral diharapkan semakin dekat, sekaligus membuka kesempatan bagi produk lokal Bali untuk memperoleh perhatian dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Pertemuan di Jayasabha pun menjadi penegasan bahwa hubungan Bali dan Swiss memiliki ruang besar untuk terus berkembang. Berbekal persahabatan yang telah terjalin, dukungan terhadap investasi, serta peluang kolaborasi di sektor strategis, Gubernur Wayan Koster berharap kemitraan kedua pihak semakin kuat dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi pembangunan Bali yang berkelanjutan. (gs/bi)

Loading

Advertisements
dprd bali
Advertisements
hut pemprov dprd badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca