Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Terapkan QRIS di Rumah Sakit Pemprov, Gubernur Koster: Transaksi Digital Selaras dengan Tatanan Kehidupan Era Baru

BALIILU Tayang

:

de
TRANSAKSI QRIS: Gubernur Bali Wayan Koster dalam acara Penerapan Tatanan Kehidupan Bali Era Baru melalui transaksi QRIS pada Rumah Sakit Pemerintah Provinsi Bali yang berlangsung di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM), Sanur, Denpasar, Jumat (24/7-2020).

Denpasar, baliilu.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik penggunaan transaksi QRIS (QR Code Indonesia Indonesian Standard) pada rumah sakit pemerintah di Pulau Dewata. Sebab hal ini bagian dari bertransaksi secara digital yang selaras dengan Tatanan Kehidupan Era Baru sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.

Demikian terungkap saat Gubernur Koster menyampaikan sambutannya saat acara Penerapan Tatanan Kehidupan Bali Era Baru melalui transaksi QRIS pada Rumah Sakit Pemerintah Provinsi Bali yang berlangsung di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM), Sanur, Denpasar, Jumat (24/7-2020).

“Saya berharap program QRIS ini cepat berjalan di Provinsi Bali menembus instansi-instansi yang memang membutuhkan transaksi cepat yang bukan saja cepat, namun menurut saya aman dan modern. Satu tata kehidupan yang baru kita jalankan sekarang sebagai satu gaya hidup disiplin kita di Bali,” ujarnya.

Dikatakan Gubernur Koster, pada saat ini bukan lagi menuju Bali Era Baru tetapi sesungguhnya sudah masuki Bali Era Baru. Karena pandemi Covid-19, semua pihak dituntut belajar akan berbagai hal baru termasuk beradaptasi pula terhadap kebiasaan baru dalam bertransaksi. 

“Itu memang betul-betul kita diberikan pengetahuan di dalam menjalankan kehidupan dengan satu tatanan yang baru, satu gaya baru, satu model baru. Hari ini kita dapat pelajaran baru lagi, dimana bertransaksi secara digital, dana aman,” ungkapnya.

Untuk itu ia menyatakan sangat mendukung terhadap penerapan QRIS yang dilakukan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali, sebagai lembaga keuangan perbankan milik pemerintah daerah yang berperan menjadi motor penggerak serta pembangunan perekonomian Bali.

“Saya sangat mendukung, karena Pemprov Bali ada sahamnya di sana. Makin maju BPD, makin bagus. Makin banyak dapat bagian untuk ke APBD Provinsi Bali. Saya mengamati BPD sekarang makin bagus, makin maju tata kelolanya. Dalam konteks ini, kita akan memulai aktivitas perekonomian di Bali. Bapak Presiden (Joko Widido) sudah memberikan arahan pada tanggal 15 Juli yang lalu agar pada triwulan ketiga ini, harus dilakukan operasi yang lebih progresif dalam menghidupkan perekonomian di seluruh Indonesia melalui pemerintah daerah. Baik provinsi maupun kabupaten/kota agar mulai ada dinamika kehidupan masyarakat di bidang ekonomi,” terangnya.

Ditambahkan Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini, Pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan kebijakan melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru yang telah dilaksanakan pada tanggal 9 Juli lalu, dengan secara resmi membuka sejumlah objek wisata untuk masyarakat lokal Bali.

Selanjutnya tahap kedua akan dilaksanakan pada tanggal 31 Juli dengan aktivitas diperluas terhadap sektor pariwisata untuk wisatawan Nusantara. Kemudian apabila semua berjalan lancar,  maka tahap ketiga akan dilaksanakan tanggal 11 September 2020 dengan dibukanya pariwisata Bali untuk turis mancanegara.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya menyampaikan bahwa Rumah Sakit Bali Mandara saat ini menjalankan pembayaran secara tunai dan nontunai diintegrasikan dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS). Menurutnya, empat rumah sakit Pemprov Bali telah melaksanakan SIM RS dengan seluruh layanannya terintegrasi  antara satu dengan lainnya. Mulai dari pendaftaran di poliklinik, radiologi, laboratorium, kamar operasi dan seterusnya. Sehingga pembayaran atau transaksi dapat dilihat secara real time.

“Tentu dengan QRIS akan semakin memudahkan pembayaran di rumah sakit. Dengan pembayaran nontunai ini akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi rumah sakit karena akan mengurangi less contact antara petugas dan pengguna. Tentu sistem pembayaran akan lebih mudah dan lebih aman karena dengan dengan protokol kesehatan saat ini tentu kita akan mengurangi kontak dengan pasien, dengan petuga,” terangnya.

Direktur Utama I Nyoman Sudharma dalam sambutannya menyampaikan sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 3355 Tahun 2020 terdapat 14 sektor kegiatan dalam rangka penerapan Tatanan Kehidupan Era Baru. Seluruh rumah sakit di bawah Pemprov Bali telah terintegrasi dalam sistem pembayaran nontunai. Ia mengatakan dengan penggunaan QRIS sebagai transasksi digital akan lebih akuntabel dan pengelolaan keuangan pemerintahan menjadi semakin lebih baik.

“Paling tidak kami bisa memberikan support dalam mendukung pemerintah daerah untuk mendapatkan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Dan selama ini seluruh kabupaten/kota, saya lihat mendapatkan predikat itu,” ucapnya.

Pada kesempatan ini, ia menyampaikan bahwa BPD Bali merupakan bank kedua yang mendapatkan izin untuk penerapan QRIS per tanggal 18 Desember 2019 lalu. Sudharma berharap ke depan transaksi seperti ini bisa berjalan dengan baik mengingat BPD Bali saat ini juga melaksanakan program pemulihan ekonomi dengan memberikan program restrukturisasi kredit kepada nasabah-nasabah UMKM yang bertujuan untuk membangkitkan kembali ekonomi Bali.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan bahwa penerapan QRIS di rumah sakit pemerintah di Bali merupakan yang pertama di Indonesia. Dikatakan Trisno, QRIS menjadi alat transaksi digital yang cepat, mudah, murah dan handal.

“Penerapan QRIS di Rumah Sakit milik pemerintah di Bali ini, saya rasa merupakan yang pertama di Indonesia. Transaksi dengan QRIS akan menguntungkan semua usaha, baik lembaga-lembaga, usaha milik daerah, maupun juga UMKM. Karena sistemnya transparan dan langsung masuk. QRIS BPD Bali itu uangnya langsung masuk, kalau bank lain masih harus menunggu beberapa hari baru masuk uangnya,” ungkapnya.

Untuk itu, Ia mendorong BPD Bali untuk terus meningkatkan jumlah merchant menggunakan QRIS dalam transaksinya agar perekonomian Bali bisa kembali menggeliat.

Tatanan Kehidupan Bali Era Baru Melalui Transaksi QRIS kali ini diterapkan pada 4 (empat) Rumah Sakit Pemerintah Provinsi Bali. Yakni RS Bali Mandara, RS Mata Bali Mandara, RS Jiwa Provindi Bali dan RS Puri Raharja. Selain itu juga diserahkan secara simbolis Alat Pelindung Diri (APD) kepada keempat rumah sakit ini.

Hadir pada kesempatan ini, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Elyanus Pongsoda.

Seperti diketahui, QRIS  atau QR Code Indonesia Indonesian Standard adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia, di mana satu QR Code dapat dipindai oleh seluruh aplikasi yang menyediakan pembayaran dengan QR Code. QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Semua Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran yang akan menggunakan QR Code Pembayaran wajib menerapkan QRIS. (*/gs)

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI & BISNIS

Wagub Dampingi Menteri Edhy Prabowo Tabur Benih Udang Vaname

Published

on

By

de
TABUR BENIH: Wagub Cok Ace tabur benih udang vaname dalam kunjungan kerja peninjauan Balai Produksi Induk Udang Unggulan dan Kekerangan (BPIUUK) di Desa Bugbug Manggis Sengkidu, Karangasem, Sabtu (15/8-2020).

Karangasem, baliilu.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo melakukan tabur benih udang vaname dalam kunjungan kerja peninjauan Balai Produksi Induk Udang Unggulan dan Kekerangan (BPIUUK) di Desa Bugbug Manggis Sengkidu, Karangasem, Sabtu (15/8-2020).

Wakil Gubernur Cok Ace mengatakan pihaknya sangat mendukung pembenihan dan pemeliharaan udang vaname selain dibutuhkan secara berkesinambungan di pasaran lokal, udang vaname dagingnya juga sangat padat.

Pada kunjungan kerja ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Edhy Prabowo mengatakan penaburan benih udang vaname dilakukan untuk memenuhi permintaan/ kebutuhan pasar lokal, sehingga tidak mengakibatkan kekurangan pasokan untuk pemasaran secara internal.

Hari ini penaburan benur/ benih udang vaname dari total 3.000 ekor, sebanyak 1.500 ditabur ke kolam pemeliharaan yang dekat dengan laut.

Pembenihan dan pembesaran udang vaname sengaja didirikan di area terpencil karena memerlukan kualitas air laut yang baik dengan kedalaman sampai 50 meter, dan jauh dari area lingkungan pembudidaya. Hal ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi dan pencemaran.

Area terluas adalah fasilitas bak permanen kapasitas 30 dan 60 meter kubik atau bak multiplication center (MC). Sebelum masuk area pembenihan dan pembesaran, Menteri Kelautan dan Perikanan RI dan Wagub Cok Ace diwajibkan menggunakan sepatu bot plastik. Sebelum masuk area, melewati prosedur biosecurity untuk menghindari kontaminasi penyakit terutama virus. Misalnya bot direndam desinfektan, tangan dicuci sabun lalu disemprot alkohol.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo mengatakan pembenihan dan pemeliharaan udang vaname harus teliti dan cermat untuk menjamin indukan vaname dengan sarana pengelolaan sistem produksi yang baik, sehingga calon indukan terseleksi setelah mencapai 5-7% dari populasi awal tebar.

Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI ini juga dilengkapi dengan pelepasan bantuan bibit udang vaname sebanyak 750 ekor yang akan disalurkan ke daerah Jawa Timur oleh Edhy Prabowo yang didamping Wagub Cok Ace. (gs)

Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Tinjau Pasar Gotong-Royong, Ny. Putri Koster: Wujud Kepedulian Pemerintah pada IKM, UMKM dan Petani

Published

on

By

de
NY. PUTRI KOSTER, Tinjau Pasar Gotong-Royong di halaman Kantor Gubernur Bali, Jumat (14/8).

Denpasar, baliilu.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menyampaikan Pasar Gotong-Royong yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat telah memberi dampak positif. Di samping membantu para petani dan UMKM mendistribusikan hasil pertanian dan kerajinan di tengah pandemi Covid-19, pasar ini juga dapat mengurangi kerumunan di pasar tradisional, khususnya di hari Jumat serta pembeli bisa mendapatkan harga yang lebih murah karena bersentuhan langsung dengan para petani, IKM dan UMKM.

‘’Jika nantinya para petani sudah bisa kembali mendistribusikan hasil pertaniannya ke hotel ataupun restoran, kegiatan Pasar Gotong-Royong  ini  bisa dilakukan secara berkelanjutan dan dijadikan sebuah tradisi yang unik dan menarik  di mana setiap hari Jumat hadir produk-produk pertanian dan UMKM di halaman kantor masing masing,’’ ujar Ny. Putri Koster yang akrab disapa Bunda Putri saat meninjau langsung pelaksanaan Pasar Gotong-Royong, yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Bali, Jumat (14/8-2020).

Di depan awak media, Bunda Putri juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Pasar Gotong-Royong ini sebagai wujud kepedulian pemerintah beserta stakeholder terkait lainnya terhadap  keberadaan IKM, UMKM maupun para petani di tengah pandemi Covid-19. Sehingga hasil pertanian dan kerajinan dapat tetap terserap.

de
HADIR, Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace juga ikut hadir di Pasar Gotong-Royong.

Pada kesempatan itu, Ny. Putri Koster juga meminta peran serta semua lapisan masyarakat untuk bergotong-royong, saling membantu  sesama sehingga bisa melewati masa sulit ini. PKK juga akan terus berupaya maksimal melakukan koordinasi serta berkreasi dan kreatif di tengah pandemi ini, salah satunya dengan melakukan kegiatan Penggak PKK di mana PKK turun langsung ke desa  di seluruh Bali untuk mendistribusikan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan Pasar Gotong-Royong pada pagi hari  yang bertepatan dengan Hari Jadi Ke-62 Pemprov Bali, tidak hanya diramaikan oleh para ASN di lingkungan Pemprov Bali juga diramaikan  oleh masyarakat umum yang berada di sekitar lapangan depan Kantor Gubernur Bali.

Dalam  Pasar Gotong-Royong kali ini juga diterapkan Pergub No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, di mana baik para pembeli maupun penjual tidak menggunakan kantong belanja dari plastik. Di samping itu, transaksi di Pasar Gotong-Royong juga sudah menggunakan aplikasi QRIS sebagai alat pembayarannya.

Dalam kesempatan ini , Ny. Putri Koster juga berkesempatan mendistribusikan masker kepada para pedagang dan masyarakat yang sedang berbelanja di Pasar Gotong-Royong. (gs)

Lanjutkan Membaca

EKONOMI & BISNIS

Ni Putu Melani Arisandi, Beayai Sekolah Sendiri dari Bertani

Published

on

By

de
NI PUTU MELANI ARISANDI

NI Putu Melani Arisandi sedikit berbeda dari wanita sebayanya. Ia tidak harus malu berlumur lumpur di kebun, berjemur terik matahari meski kulitnya yang halus harus berubah legam. Untuk bisa menopang beaya sekolah, gadis yang kini duduk di bangku kelas 3 SMA ini saban hari di setiap pulang sekolah, terlebih di masa pandemi Covid-19 bergumul dengan cangkul.

Anak pertama dari I Made Sandi, petani asal Banjar Munduk Andong Desa Bangli Kecamatan Baturiti ini tidak pernah merasa malu dicap sebagai petani. Karena memang ia dilahirkan dari keluarga petani. Masih belia ia sudah terbiasa diajak ke ladang, bermain dengan tanah tanpa takut dirayap serangga.

de
PETANI TANGGUH: Made Sandi, orangtuanya membimbing Melani menjadi petani tangguh.

Ketika Melani menginjak remaja, ia sudah fasih mengayun cangkul, menanam benih, menebar pupuk dan juga memanen sayur. Bahkan ia diserahi mengolah tanah seluas 50 are oleh orangtuanya dari menyemai bibit sayur, menanam, merawat hingga memanen. ‘’Lumayan, untuk keperluan sekolah tyang tidak minta lagi pada orangtua, bahkan juga bisa menopang kebutuhan keluarga,’’ tuturnya saat ikut berjualan di Pasar Gotong Royong halaman depan Krisna Oleh-Oleh Bay Pass Ngurah Rai, Badung yang sempat dikunjungi Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster.

Sebagai petani sayur, Melani lebih memilih mengembangkan pertanian tradisional atau dikenal dengan sebutan pertanian organik. Ia membandingkan pertanian organik dengan pertanian konvensional yang jauh berbeda. Pertanian organik tidak memerlukan banyak beaya, 1 berbanding 10 dengan pertanian konvensional. Tetapi soal hasil, Melani membuktikan sayurnya jauh lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Untuk menopang nutrisi tanaman, Melani membuat pupuk padat dan pupuk cair dari limbah sayur dan apa pun yang ada di kebun. ‘’Kami fermentasi untuk dijadikan pupuk padat dan cair,’’ aku Made Sandi menambahkan.

Ada beragam sayuran yang ditanam di kebunnya. Di antaranya kailan, sayur hijau, pok coi, dll. Karena mengembangkan sayur organik, masyarakat yang sudah mengenal langsung datang ke kebun. ‘’Kami tak membawa ke pasar tetapi pembeli yang datang karena tahu akan kualitas,’’ akunya.

de
DI PASAR GOTONG-ROYONG: Stan Melani sempat dikunjungi Ny. Putri Koster.

Sayang, pandemi Covid-19 membuat perekonomian terpuruk termasuk sektor pariwisata yang menjadi pasarnya selama ini. Tetapi dengan kehadiran Pasar Gotong-Royong Krama Bali yang digagas Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster yang akhirnya bergulir dikeluarkannya pergub, petani bisa bernafas lega karena bisa menyalurkan hasil produksinya yang langsung bisa bertemu dengan konsumen.

‘’Selain kami bisa bertemu dengan konsumen dengan jumlah pengunjung yang terbatas juga bisa sekaligus mempromosikan produk kami. Suatu saat ketika pariwisata kembali normal, mereka yang sudah merasakan produk kami tentu akan datang ke kebun kami,’’ ujar Made Sandi bersama putrinya Melani yang cekatan melayani pembeli. (gs)

Lanjutkan Membaca