Connect with us
https://www.baliviralnews.com/wp-content/uploads/2022/06/stikom-juni-25-2022.jpg

NEWS

Terima Audiensi BPMP, Komisi IV DPRD Badung Minta Perekrutan P3K Masukkan Guru-guru Bahasa Bali dan Bahasa Inggris

BALIILU Tayang

:

dewan badung
Komisi IV DPRD Badung foto bersama usai menerima audiensi jajaran BPMP Provinsi Bali Kemendikbudristek pada Kamis, 22 Desember 2022 di Ruang Gosana II lantai 2 Kantor DPRD Badung. (Foto: gs)

Badung, baliilu.com – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung yang dipimpin Ketua Komisi, I Made Suwardana, S.E. menerima audiensi jajaran Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali Kemendikbudristek pada Kamis, 22 Desember 2022 di Ruang Gosana II lantai 2 Kantor DPRD Badung. Pertemuan dilaksanakan terkait Program Sekolah Penggerak (PSP), Perencanaan Berbasis Data (PBD) serta implementasi Kurikulum Merdeka (IKM).

Hadir mendampingi Ketua Komisis IV yakni Wakil Ketua Komisi IV, I Wayan Edy Sanjaya dan Sekretaris Komisi IV Ni Luh Putu Gede Rara Hita Sukma Dewi, S.E. Dari pihak eksekutif hadir Kadisdikpora Kabupaten Badung I Gst Made Dwipayana, dan dari BPMP hadir konsultan Nengah Laba dan Made Suastana serta staf ahli DPRD Badung.

Wakil Ketua Komisi IV Edy Sanjaya selepas acara mengatakan bahwa pertemuan ini selain perkenalan, BPMP menginformasikan tentang PSP, PBD dan implementasi kurikulum merdeka. ‘’Sementara kami dari Pemerintahan Kabupaten Badung memberikan masukan kepada BPMP agar perekrutan tenaga P3K dimasukkan guru-guru Bahasa Bali dan Bahasa Inggris,’’ ujar Edy Sanjaya.

Sanjaya menegaskan, pentingnya perekrutan guru-guru Bahasa Bali dan Bahasa Inggris ini karena memang sesuai dengan perda yang dibuat Pemerintah Provinsi Bali bahwa Bahasa Bali mutlak harus dipelajari. Sedangkan berkaitan dengan guru Bahasa Inggris, bahwa APBD Badung 86 persen dari sektor pariwisata. ‘’Jika anak didik SD-SMP tidak diberikan pembekalan Bahasa Inggris yang bagus, nantinya justru akan menjadi penonton karena tamatan luar daerah yang akan memanfaatkan peluang di sektor pariwisata ini,’’ tegas Sanjaya.

Untuk itu, usaha yang dilakukan Pemerintahan Kabupaten Badung baik dari eksekutif maupun dari legislatif dengan bersurat ke Kemendikbudristek, KemenPAN RB, dan juga berusaha menghubungi perwakilan di DPR RI yang membidangi pendidikan. Juga tentunya pada kesempatan ini meminta kepada BPMP untuk mengkomunikasikan ke Kemendikbudristek agar guru-guru Bahasa Bali dan Bahasa Inggris dimasukkan dalam perekrutan P3K.

Baca Juga  Kembangkan Pariwisata dan Seni Budaya, Komisi II dan IV DPRD Badung Gelar Rakor Bahas Kerja Sama Sister City dengan Kota Fujisawa Jepang
dewan
Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Badung saat menerima audiensi jajaran Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Bali Kemendikbudristek pada Kamis, 22 Desember 2022 di Ruang Gosana II lantai 2 Kantor DPRD Badung. (Foto: gs)

Edy Sanjaya berharap melalui pertemuan ini dunia pendidikan khususnya di Badung bisa lebih baik. ‘’Kalau sekarang kami mendapatkan penilaian 99,17 persen, mudah-mudahan dengan pertemuan seperti ini akan lebih ditingkatkan lagi mutu dan juga nilai dunia pendidikan di Kabupaen Badung,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kadisdikpora Badung Dwipayana mengatakan audiensi BPMP dengan Komisi IV DPRD Badung untuk menginformasi bahwa selama ini kerja sama BPMP dengan Disdikpora Badung sudah berjalan cukup baik. Banyak program Pemerintah Pusat melalui BPMP yang dilaksanakan di Badung juga sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Badung dan berjalan sangat baik sehingga mendapat penilaian 99,17 persen. Kadis berharap apa yang sudah berjalan sekarang, dapat ditingkatkan lagi.

Dwipayana lanjut mengatakan penilaian pendidikan Badung 99,17 persen adalah sesuatu yang luar biasa dan patut kita syukuri. Namun untuk menuju kesempurnaan pendidikan di Badung pihaknya mencoba melalukan pembinaan, memperbaiki titik-titik raport merahnya dan tentunya berkolaborasi dengan BPMP.

Terkait permasalahan P3K, pihaknya juga meminta tolong melalui BPMP supaya bisa dikomunikasikan dengan Pemerintan Pusat dan mudah-mudahan ada jalan keluarnya.

Sebelumnya, Konsultan BPMP Nengah Laba menyampaikan apresiasi khususnya kepada DPRD Badung karena dari beberapa program yang dikolaborasikan antara Badung dengan Pusat sudah berjalan sangat bagus, sportif. Pihaknya berharap kolaborasi bisa terus dilakukan agar alokasi anggaran tidak tumpang tindih termasuk soal data riil yang ada di Badung untuk bisa disinkronisasikan dengan data Pusat.

Laba juga menyampaikan pendidikan Badung melalui program PSP dan IKM mendapat penilaian 99,17 persen dan saat ini Badung telah memiliki 40 program sekolah penggerak yang diharapkan menjadi contoh sekolah yang lain untuk ikut menjadi sekolah penggerak. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan

NEWS

K3S Badung Buka Pelatihan Membuat Kue untuk PPKS di Kabupaten Badung

Published

on

By

SERAHKAN BANTUAN: Ketua K3S Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan bantuan usai membuka Pelatihan Membuat Kue untuk PPKS Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu (Yapi), Senin (6/7/2026) di Gedung Yayasan MBM Kelurahan Kapal Mengwi. (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, secara resmi membuka Pelatihan Membuat Kue untuk Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu (Yapi) yang berada di lingkungan panti asuhan se‑Kabupaten Badung, Senin (6/7/2026).  Kegiatan ini berlangsung di Gedung Yayasan Maha Bhoga Marga (MBM), Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, dan dilaksanakan secara bertahap mulai tanggal 6 hingga 11 Juli 2026.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung, Kepala Pengurus Yayasan Maha Bhoga Marga, Ketua dan pengelola panti asuhan se‑wilayah Badung, narasumber serta tenaga pelatih ahli membuat kue, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua K3S Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi yang setinggi‑tingginya dan menyambut baik terselenggaranya program ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya pemberdayaan yang tidak bersifat sesaat, melainkan dirancang agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Anak‑anak yatim, piatu, maupun yatim piatu yang tinggal di panti asuhan adalah generasi yang kehilangan sosok orang tua, namun tetap berhak mendapatkan pembinaan, kasih sayang, pendidikan, serta penghidupan yang layak sebagaimana anak lainnya. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali mereka dengan keterampilan praktis yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa berharap materi pembuatan kue yang disampaikan dapat meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri anak‑anak didik. “Tujuannya agar mereka memiliki bekal keterampilan untuk memenuhi haknya menuju kemandirian, bisa berusaha sendiri, serta memiliki masa depan yang lebih cerah dan tidak tergantung selamanya pada bantuan orang lain,” tambahnya.

Selama enam hari pelatihan, peserta akan diajarkan cara membuat berbagai jenis kue kering, kue basah, dan olahan roti yang banyak diminati pasar, mulai dari pemilihan bahan berkualitas, teknik pengolahan yang higienis, hingga cara pengemasan dan pemasaran sederhana.

Baca Juga  Komisi IV DPRD Badung Gelar Raker dengan Disdikpora dan BPKAD Terkait SD 3 Pecatu

Setelah rangkaian acara pembukaan selesai, Ketua K3S Badung beserta rombongan melanjutkan kunjungan langsung ke dua rumah warga yang tergolong rentan di wilayah Kelurahan Kapal. Pertama, mengunjungi Ni Ketut Rai Alit Artini di Lingkungan Banjar Titih, dan kedua menemui Ni Luh Putu Trisnayanti, penyandang disabilitas di Lingkungan Banjar Belulang. Dalam kunjungan tersebut, diserahkan bantuan berupa kursi roda dan paket sembako lengkap guna meringankan beban kebutuhan sehari‑hari serta mendukung aksesibilitas dan kenyamanan hidup mereka.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen K3S Badung dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya melalui peningkatan keterampilan bagi anak‑anak panti, tetapi juga melalui bantuan langsung bagi warga rentan dan penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Badung. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Ketua GOW Badung Terima Kunjungan Kerja GOW Kabupaten Sekadau

Perkuat Silaturahmi dan Berbagi Pengalaman Organisasi

Loading

Published

on

By

TERIMA KUNKER: Ketua GOW Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta saling bertukar cinderamata saat menerima kunjungan kerja GOW Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, di Sekretariat Balai Budaya Lantai III, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Senin (6/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta, menerima kunjungan kerja Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, di Sekretariat Balai Budaya Lantai III, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Senin (6/7/2026).

Rombongan GOW Kabupaten Sekadau dipimpin langsung oleh Ketua GOW Kabupaten Sekadau, Ny. Wiwin Atriana, beserta jajaran pengurus. Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh para pengurus GOW Kabupaten Badung sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman dalam pengelolaan organisasi perempuan.

Ketua GOW Kabupaten Sekadau, Ny. Wiwin Atriana, menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk mempererat hubungan antarlembaga sekaligus mempelajari berbagai program dan kegiatan yang telah dijalankan GOW Kabupaten Badung.

Menurutnya, GOW Kabupaten Badung dinilai berhasil mengembangkan berbagai program organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat, sehingga dapat menjadi referensi dalam pengembangan program GOW Kabupaten Sekadau.

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta, menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja tersebut. Pihaknya menjelaskan berbagai kebijakan dan program yang telah dilaksanakan GOW Kabupaten Badung sejak terbentuk tiga tahun lalu, mulai dari kegiatan sosial kemasyarakatan hingga agenda rutin organisasi.

Ny. Yunita, yang juga menjabat sebagai Ketua WHDI Kabupaten Badung, menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan berbagai program tersebut tidak terlepas dari soliditas, kekompakan, dan semangat kebersamaan seluruh jajaran pengurus GOW Kabupaten Badung.

“Melalui kunjungan ini, semoga kita dapat saling berbagi pengalaman dan bertukar pengetahuan dalam menjalankan organisasi yang kita cintai agar semakin maju ke depannya. Semoga pula tali silaturahmi yang telah terjalin dapat terus dipererat melalui wadah organisasi ini,” ujarnya.

Ketua GOW Kabupaten Sekadau mengaku merasa senang dan mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan GOW Kabupaten Badung. Ia menilai kunjungan tersebut memberikan banyak wawasan, informasi, serta kesempatan untuk saling bertukar gagasan mengenai berbagai program dan strategi pengembangan organisasi.

Baca Juga  Raker PTM Terbatas, I Made Sumerta: Komisi IV DPRD Badung Sepakat dan Putuskan Tak Perlu Keluarkan Rekomendasi

Sebagai penutup rangkaian kunjungan kerja, kedua ketua GOW saling bertukar cinderamata khas daerah masing-masing sebagai simbol persahabatan, kerja sama, dan komitmen untuk terus mempererat hubungan antardaerah melalui organisasi perempuan. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca

NEWS

Rapat Paripurna DPRD Badung, Bupati Sampaikan Penjelasan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Published

on

By

RAPAT PARIPURNA: Bupati Adi Arnawa menyampaikan penjelasan terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kabupaten Badung dalam rapat paripurna, di Ruang Sidang Utama Gosana, Gedung DPRD Badung, Senin (6/7/2026). (Foto: Hms Badung)

Badung, baliilu.com – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan penjelasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kabupaten Badung dalam rapat paripurna, sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI,  bertempat di Ruang Sidang Utama Gosana, Gedung DPRD Badung, Senin (6/7/2026).

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, serta dihadiri Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Pimpinan beserta Anggota DPRD Badung, Forkopimda Badung, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Badung.

Dalam penjelasannya, Bupati Adi Arnawa mengatakan, penyampaian Ranperda tersebut merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 yang mengatur Kepala Daerah wajib menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD setelah laporan keuangan diaudit BPK.

“Seluruh rangkaian pengelolaan keuangan daerah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban hingga pengawasan merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas dan partisipatif,” kata Adi Arnawa.

Ia menjelaskan pula, Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Badung Tahun 2025 kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Provinsi Bali. Capaian tersebut menjadi opini WTP ke-14 yang diraih Badung sejak pertama kali diperoleh pada laporan keuangan tahun 2011 serta mempertahankan predikat tersebut selama 12 tahun berturut-turut sejak 2014 hingga 2025.

Berdasarkan hasil audit, realisasi pendapatan daerah pada 2025 mencapai Rp. 9,107 triliun atau 81,13 persen dari target sebesar Rp. 11,226 triliun. Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp. 8,063 triliun atau 79,20 persen dari target, sedangkan pendapatan transfer mencapai Rp. 1,043 triliun atau 99,94 persen dari target.

Baca Juga  Dorong Kreativitas ST dan Yowana, Anggota DPRD Badung Nyoman Sudana Dukung Hadiah Fantastis Lomba Ogoh-ogoh BCF 2026

“Memang dilihat realisasi PAD perlu lakukan evaluasi menyeluruh. Nanti kita memasang target tetap berdasarkan potensi, tetapi juga tidak pesimistis. Karena di balik kita memasang target yang mungkin melebihi realisasi sekarang itu sebagai upaya kita memotivasi Bapenda semakin agresif melakukan pendataan potensi pajak di badung,” terangnya.

Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp. 8,301 triliun atau 64,56 persen dari pagu anggaran sebesar Rp. 12,857 triliun. Belanja meliputi belanja operasi Rp. 4,866 triliun, belanja modal Rp. 2,082 triliun, belanja transfer Rp. 1,341 triliun, dan belanja tidak terduga Rp. 10,73 miliar.

Dengan capaian tersebut, APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2025 mencatat surplus sebesar Rp. 806,53 miliar, berbalik dari target awal yang direncanakan mengalami defisit Rp 1,63 triliun. Selain itu, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tercatat sebesar Rp. 1,192 triliun.

Adi Arnawa berharap pembahasan Ranperda pertanggungjawaban APBD 2025 dapat berjalan sesuai mekanisme yang berlaku hingga memperoleh persetujuan DPRD. “Kami berharap dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 ini dapat dibahas dan disetujui dalam masa persidangan ini sehingga semakin memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel serta memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Badung,” ujarnya. (gs/bi)

Loading

galungan dan kuningan dprd bali
Advertisements
iklan stikom
Advertisements
waisak
Advertisements
galungan dprd kabupaten badung
Advertisements
iklan
Lanjutkan Membaca